RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tumpukan Undangan


__ADS_3

Ditempat lain saat ini Raja Artur sedang sibuk dengan berkas berkas yang menggunung di mejanya, ia mendengar kabar bahwa ada satu lagi kerajaan yang musnah karna beberapa orang dari mereka membuat masalah dengan Xiao Ziya.


"Hah ada ada saja manusia bodoh itu, mengapa mereka tak memonopoli orang lain, mengapa harus penerusku yang kejam itu." ucap Raja Artur sembari menghela nafasnya panjang.


Prilaku Xiao Ziya saat ini sama seperti apa yang Raja Artur lalukan ketika ia masih muda, namun anehnya mengapa Xiao Ziya lebih kuat darinya saat muda bukankah Xiao Ziya hanya orang yang ia pilih menjadi penerusnya, ataukah ini memang sebuah takdir.


"Semakin lama saya tak bisa mengukur kekuatan gadis itu." ucap Raja Arur yang membuat kepalanya menjadi pusing.


Sedangkan saat ini Xiao Yan juga sedang bingung bagaimana adiknya itu bisa membakar sebuah kerajaan dalam waktu satu malam dan membangun sebuah istana baru dengan waktu sekajap mata.


"Adikku itu memang tak bisa ditebak, sebenarnya apa yang tak bisa ia lakukan." ucap Kaisar Yan yang sedang berfikir bahwa adiknya itu semakin lama semakin berubah.


Dulunya Xiao Ziya adalah gadis penakut yang bahkan saat berjalan ia selalu menundukkan kepalanya namun setelah insiden itu Xiao Ziya seperti memiliki jiwa baru dan sangat berbeda dari ia yang sebelumnya. Namun apapun itu ia berharap adiknya akan selalu sama seperti yang sekarang ini.


"Maaf kaisar apa yang sedang anda fikirkan." ucap Pangeran Kegelapan yang tiba tiba masuk dan membuat Kaisar Yan terkejut.


"Mengapa kau tak mengetuk pintu terlebih dahulu." ucap Kaisar Yan sembari menatap Jenderal Zue dengan malas.


"Saya sudah mengetuk pintu dan memanggil anda berkali kali namun tak ada jawaban." ucap Pangeran Kegelapan dengan raut wajah yang terlihat kesal dan itu bisa dilihat dengan jelas.


"Saya hanya sedang memikirkan adik perempuan saya itu." ucap Kaisar Yan yang masih saja gusar.


"Anda tak perlu terlalu memikirkan adik Ziya, dia adalah gadis yang luar biasa." ucap Pangeran Kegelapan yang merasakah bahwa nantinya Xiao Ziya akan memiliki masa depan yang sangat gemilang.


Akhirnya Xiao Yan berusaha untuk kembali konsentrasi, ia kembali mengerjakan tugas tugasnya yang masih menumpuk banyak.


Matahari mulai menampakkan diri, pagi telah tiba dan semua orang yang tinggal di Klan Xiao sudah terbangun dari tidurnya kecuali Xiao Ziya yang baru tidur dua jam itu. Kedua anak laki laki yang tidur bersamanya juga masih terlelap.


"Selamat pagi tuan, pagi buta tadi nona Ziya datang kesini dengan seorang anak laki laki, saat ini nona sedang tidur di kamar tuan mudah Zoe bersama dengan anak itu dan juga tuan muda Zoe." ucap seorang pelayan yang melaporkan kedatangan Xiao Ziya.


"Ternyata putriku datang, saya akan pergi ke aula karna ada rapat. Siapkan sarapan saya akan segera kembali." ucap Xiao Cunyu yang merasa senang karna ada putrinya, namun ia harus mengikuti pertemuan antar ketua klan karna ada sesuatu yang harus mereka bahas.


Saat masuk keaula utama Klan Xiao semua meja dan kursi sudah ditata dengan tapi dan semua ketua sudah duduk di kursi mereka masing masing. Xiao Cunyu segera duduk di kursi yang sudah disediakan.


"Masalah yang akan kita bahas kali ini bersangkutan dengan putri anda ketua kelima." ucap Xiao Ciyun yang langsung mengarah pada inti permasalahan.


"Ada apa dengan putriku." ucap Xiao Cunyu yang sangat sensitif ketika nama putrinya disebut.

__ADS_1


"Banyak lamaran yang datang ke klan dan semua ingin mengajukan lamaran pada nona Xiao Ziya." ucap Xiao Ciyun yang menunjukkan beberapa surat yang berisi lamaran.


Xiao Cunyu merasa kesal mengapa orang orang itu sangat senang mengusik putri cantiknya, dan bukankah Xiao Ziya masih sangat muda untuk mendapat surat lamaran seperti ini.


"Saya yakin putri saya tak akan setuju dengan semua lamaran ini jadi tolak saja semua." ucap Xiao Cunyu yang tak ingin membuat putri cantiknya itu nikah dalam usia yang muda.


"Bagaimana cara kita menyampaikan surat penolakan lamaran sebanyak ini." ucap Xiao Yuza yang merasa bingung karna sebagian lagi ada di wilayah yang sangat jauh.


"Kebetulan putriku sedang ada di paviliun, semua surat ini akan ku bawa." ucap Xiao Cunyu yang langsung membawa semua surat lamaran itu untuk menunjukkannya pada putrinya.


Saat ini Xiao Ziya baru saja bangun dari tidur lelapnya. Saat terbangun yang ia lihat adalah kedua pangeran kecilnya yang sedang terduduk dan menatapnya dengan tatapan yang sangat menggemaskan.


"Selamat pagi kak Ziya." ucap Pangeran Xi Sihu.


"Mat gi jie tiya." ucap Xiao Zoe yang tak ingin kalah dari anak laki laki yang ada di sampinya itu.


"Baiklah mari kita pergi mencari udara segar." ucap Xiao Ziya yang langsung beranjak pergi dari tempat tidur. Ia menggandeng tangan Xiao Zoe disebelah kanan dan Pangeran Xi Sihu disebelah kiri.


Mereka bertiga berkeliling di halaman depan paviliun Xiao Cunyu, saat bertanya pada pelayan mereka bilang bahwa ayahnya sedang rapat dengan ketua klan yang lain.


"Humm apa yang akan kita lakukan?." tanya Xiao Ziya yang merasa sedikit bosan dan ia ingin melakukan sesuatu yang berbeda bersama kedua pangeran kecilnya itu.


"Salam paman saya pangeran Xi Sihu. Saya ingin bermain dengan putra kecil anda." ucap Pangeran Xi Sihu yang memperkenalkan dirinya dengan baik.


"Baiklah mari kita sarapan terlebih dahulu setelah itu kalian bisa bermain." ucap Xiao Cunyu yang mengajak mereka untuk masuk kedalam paviliun dan sarapan bersama sama.


Makanan sudah disusun rapi di meja makan, berbagai makanan utama dan makanan penutup sudah disiapkan mereka berempat menikmati sarapan dengan sangat lahap.


"Uaa nyam unyam." ucap Xiao Zoe yang menikmati sarapannya dengan begitu riang.


Setelah selesai makan Pangeran Xi Sihu bermain dengan Xiao Zoe ditemani oleh pelayan pelayan yang lain. Sedangkan Xiao Ziya dan Xiao Cunyu sedang ada di ruang tengah paviliun untuk membicarakan sesuatu yang penting.


"Ada apa ayah, kelihatannya ada masalah yang serius." ucap Xiao Ziya yang dapat membaca raut wajah sang ayah yang terlihat tak bagus itu.


"Ada beberapa surat lamaran yang akhir akhir ini dikirimkan ke Klan Xiao dan semua itu ditujukan untukmu." ucap Xiao Cunyu yang menunjukkan setumpuk surat lamaran dengan berbagai stampel kerajaan, kekaisaran, bahkan ada stampel keluarga bangsawan biasa.


"Hah banyak sekali, sebenarnya apa yang mereka fikirkan." ucap Xiao Ziya yang merasa pusing dengan setumpuk surat lamaran yang ia dapatkan.

__ADS_1


Akhirnya Xiao Ziya membaca satu persatu surat lamaran itu, hah mereka menawarkan harta dan kekuasaan yang tak seberapa padanya agar lamarannya diterima oleh Xiao Ziya. Gadis itu tertawa geli membaca semua surat surat itu namun tak ada yang menarik perhatian Xiao Ziya.


"Saya akan menulis surat balasan, saya tak ingin bertunangan dengan siapapun." ucap Xiao Ziya yang masih teguh dengan tekadnya sejak Zoya memasuki tubuh Ziya ia tak berminat untuk menemukan seorang pria yang bisa mendampinginya di masa depan.


"Ternyata putri ayah sangat terkenal ya." ucap Xiao Cunyu yang mengusap rambut putrinya.


Xiao Ziyapun sibuk menulis surat balasan dengan jumlah yang sangat banyak itu. Xiao Cunyu bermain bersama Xiao Zoe dan juga Pangeran Xi Sihu. Hari sudah mulai siang Xiao Ziya sudah menyelesaikan semua surat balasan yang berisi ia menolak semua lamaran yang ditujukan padanya.


"Ayah saya titip Pangeran Xi Sihu disini, saya harus kembali ke akademi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada sang ayah. Ada sesuatu yang harus ia tagih pada Ling An sesuai dengan kesepakatan mereka jika Xiao Ziya mendapat juara pertama dalam turnamen maka Ling An akan menuruti satu permintaan dari gadis itu.


"Baiklah ayah akan menjaga mereka dengan baik, ayah akan bermain bola dengan mereka." ucap Xiao Cunyu yang tampak bersemangat karna ada yang menemaninya.


Xiao Ziya dengan segera melesat menuju Akademi Kekaisaran Qiyu, tak butuh waktu lama ia sudah sampai di akademi. Seperti biasa akademi selalu ramai dengan lalu lalang para murid.


Xiao Ziya berjalan menuju ruangan Ling An dan mengetuk pintunya. Setelah mendapat izin Xiao Ziyapun masuk kedalam.


"Silahkan masuk nona Ziya, ada keperluan apa sehingga anda menemui saya." ucap Ling An yang sepertinya sudah lupa dengan kesepakatan yang telah mereka buat.


"Apakah anda lupa dengan kesepakatan kita saat anda meminta saya untuk mewakili akademi." ucap Xiao Ziya dengan dingin.


Ling An berusaha untuk mengingat ingat kesepakatan itu dan akirnya ia ingat juga dan bertanya pada Xiao Ziya apakah yang ia mau.


"Saya ingin masuk ke paviliun seratus menara yang ada di akademi." ucap Xiao Ziya yang membuat Ling An terkejut bukan main.


"Apakah nona Ziya ingin loncat kelas? anda tak perlu melakukan hal itu nona." ucap Ling An yang merasa Xiao Ziya tak perlu melalukan hal itu untuk naik menjadi murid tingkat misteri.


"Saya hanya menginginkan hal itu saya harap anda sudah mempersiapkan semuanya esok hari." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dan tak ingin mendengar lagi alasan dari Ling An.


Ling An hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang diinginkan oleh Xiao Ziya, padahal gadis itu tak perlu bersusah payah agar bisa naik menjadi murid misteri. Namun ada yang aneh Xiao Ziya tak menyebutkan apa yang ia inginkan sehingga mau mengikuti ujian di paviliun seribu menara.


Saat Ling An melakukan ujian di sana ia sanggup sampai di lantai ketigapuluh sehingga ia bisa menjadi kepala akademi, namun untuk melewati itu semua membutuhkan waktu yang lama yaitu tiga tahun.


"Apakah nona Ziya berniat mengasingkan diri?." ucap Ling An yang menjadi kebingungan dengan apa yang diinginkan oleh Xiao Ziya.


**Hai hai semua aku update lagi nih wah wah kalian lagi sibuk ngapain sekarang, alhamdulilah aku bisa update rutin dua chaper perhari lebih rajin daripada dulu, ternyata jadi jomblo itu menenangkan wkwkwk.


Jangan lupa ya follow aku, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun biar aku makin semangat, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, komen, tips.

__ADS_1


Oh ya yang pakek Apk Mangatoon Like ya itu game ganti ganti baju punyaku**.


__ADS_2