RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ke Kekaisaran Binzo


__ADS_3

Setelah terbang cukup lama akhirnya mereka sampai di Kekaisaran Binzo, Yin Jung langsung membangunkan Xiao Ziya yang sedang tertidur pulas. Jika bukan perintah langsung dari nonanya tadi maka Yin Jung tak akan berani membangunkan gadis itu.


"Nona muda bangunlah kita telah sampai." ucap Yin Jung dengan suara yang sedikit keras agar Xiao Ziya bisa mendengarnya.


Akhirnya Xiao Ziya bangun, saat membuka mata hal pertama yang ia lihat adalah Yin Jung yang sedang memanggil manggil namanya dengan harapan ia segera bangun, melihat kekonyolan dari pemuda itu membuat Xiao Ziya ingin tertawa namun sebisa mungkin ia menahannya.


"Saya sudah terbangun jadi berhentilah memanggil manggil saya." ucap Xiao Ziya yang langsung memposisikan dirinya untuk duduk. Melihat nona mudanya yang tiba tiba bangun membuat Yin Jung terkejut dan sedikit malu.


"Maaf karna saya tak tau nona sudah bangun." ucap Yin Jung yang langsung melompat turun dari punggung Zier begitupun dengan Xiao Ziya.


Xiao Ziya meminta pada Zier untuk berubah dalam bentuk kecilnya sehingga harimau itu bisa ikut masuk ke wilayah Kekaisaran Binzo. Saat akan melewati gerbang masuk ada beberapa prajurit yang menghentikan langkah mereka, seperti biasa mereka terlihat seperti prajurit prajurit baru yang belum mengenal siapa Xiao Ziya sebenarnya.


"Maaf nona muda dan tuan bisakah kalian menunjukkan kartu identitas kalian?." ucap seorang prajurit penjaga wilayah perbatasan.


Xiao Ziya mengambil sebuah token yaitu token yang ia miliki sebagai anggota Klan Xiao sedangkan Yin Jung menunjukkan token identitas sebagai anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya. Prajurit itu tak mengenali token milik Yin Jung sehingga ia meminta agar Yin Jung pulang saja.


"Bisakah kau panggil jenderal kalian yang menjaga wilayah perbatasan?." ucap Xiao Ziya yang tak ingin bertengkar dengan prajurit penjaga perbatasan itu.


Akhirnya salah seorang dari prajurit penjaga perbatasan berlari ke sebuah barak yang tak jauh dari sana, ia memanggil seorang jendral dan memintanya untuk melihat seorang gadis dan seorang pemuda yang datang kebetulan di sana juga ada Pangeran Zo Runjin yang ditugaskan oleh kaisar untuk membantu menjaga wilayah perbatasan.


Saat sang jenderal dan Pangeran Zo Runjin tiba di wilayah perbatasan mereka sangat terkejut melihat Xiao Ziya ada di sana bersama dengan seorang pemuda dan harimau kecilnya. Dengan segera Pangeran Zo Runjin dan juga jenderal itu berlari menemui Xiao Ziya.


"Maaf atas kelancangan yang dilakukan oleh prajurit prajurit wilayah perbatasan, mereka adalah prajurit baru hingga tak mengenali nona." ucap Pangeran Zo Runjin yang meminta maaf pada Xiao Ziya atas nama para prajuritnya.


"Itu bukan masalah, saya mengerti mereka hanya ingin menjaga wilayah perbatasan agar selalu aman." ucap Xiao Ziya yang tak mempermasalahkan tentang para prajurit yang menghalangi jalannya saat akan masuk kedalam.


"Silahkan masuk nona, semoga anda menikmati perjalanan anda." ucap Pangeran Zo Runjin yang tau bahwa gadis itu tak akan berlama lama di wilayah Kekaisaran Binzo karna kemungkinan ia hanya ingin melintas atau mengunjungi sebuah wilayah yang sudah menjadi miliknya itu.


"Katakan pada Yang Mulia Kaisar sore nanti saya akan datang berkunjung ke istana." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan pesannya pada Pangeran Zo Runjin setelah itu ia dan Yin Jung beserta Zier masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Binzo.


Hal pertama yang akan Xiao Ziya lakukan adalah pergi ke sebuah desa yang sudah menjadi miliknya. Sebuah lahan gersang yang selalu diabaikan kini menjadi sebuah desa yang sangat makmur, memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas. Saat sampai di depan benteng yang menjulang tinggi, benteng yang sengaja dibangun agar orang asing tak bisa sembarangan masuk ke sana.


Dengan mudah Xiao Ziya membuka gerbang yang tertutup rapat karna gadis itu tau mantra apa yang harus ia baca, terbukanya gerbang utama masuk desa membuat orang orang yang tinggal di dalamnya terkejut mereka mengira ada seorang kultivator yang sangat hebat dan kultivator itu berhasil membuka gerbang masuk.


Namun saat menunggu beberapa saat ternyata yang masuk adalah Xiao Ziya, Zier, dan seorang pemuda yang sangat asing bagi mereka. Seorang pria paruh baya menggampiri Xiao Ziya pria itu adalah kepala desa yang baru saja mereka pilih beberapa waktu yang lalu.


"Apa yang membuat nona muda datang kesini?." ucap Pria paruh baya itu dengan gelagat yang sangat mencurigakan.


"Memangnya saya tak boleh datang ke tempat yang sudah menjadi milik saya?." tanya Xiao Ziya yang membuat pria paruh baya itu kebingungan.


"Tapi nona membawa seorang pemuda asing." ucap pria itu sambil melihat ke arah Yin Jung.


Xiao Ziya memanggil seorang pemuda yang tak jaug dari tempatnya berdiri, namun pemuda itu diam saja dan tak mendengarkan perintah dari Xiao Ziya, gadis itu merasakan ada hal yang tak beres yang sedang terjadi di sini.


"Apa yang sedang terjadi di sini?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan matanya yang tajam dan mengintimidasi. Pria paruh baya itu tampak ketakutan ketika melihat Xiao Ziya yang marah.


Tiba tiba muncul puluhan pemuda yang sangat asing bagi Xiao Ziya, pemuda pemuda itu datang dengan menodongkan pedang padanya. Yin Junh dan Zier tak terima saat nona muda mereka diperlakukan dengan begitu buruk, saat mereka ingin menyerang Xiao Ziya menghentikan mereka dan mengatakan ini adalah urusannya jadi ia harap mereka berdua tak ikut campur tanpa ia minta.


"Beraninya kau membentak kepala desa kami apakah kau sudah bosan hidup?." ucap seorang pemuda dengan nada angkuh dan menyebalkan.


"Dimama teman temanmu yang lain?." tanya Xiao Ziya pada pria paruh baya itu namun sang pria hanya terdiam tanpa niatan untuk menjawab pertanyaanya.


"Zier, Yin Jung cepat cari orang orangku." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada mereka berdua.


"Jika ada yang menghalangi kami apa yang harus kami lalukan?." tanya Yin Jung.

__ADS_1


"Bunuh semua yang menghalangi jalan kalian, entah itu wanita ataupun pria, tua ataupun muda." ucap Xiao Ziya yang benar benar marah karna ada pemberontakan di wilayahnya sendiri.


"Pergilah desa ini kini menjadi milikku." ucap sang pria paruh baya yang mengusir Xiao Ziya.


"Sejak kapan? kapan kau membangun desa ini dan kapan tanah ini menjadi milikmu tua bangka. Kau ingin melakukan pemberontakan di wilayahku dan kau hanya memiliki pemuda yang ada di tahap langit tingkat awal apakah kau sedang bercanda?." ucap Xiao Ziya yang begitu marah dan kesal. Aura merah meledak dari tubuhnya. Pedang yang tadinya ditodongkan ke arah Xiao Ziya tiba tiba saja meleleh kemudian hilang tanpa jejak.


"Saya adalah kepala desa di sini, nama saya Yungwe jadi kau pergi saja." ucap pria itu yang ternyata bernama Yungwe.


Xiao Ziya menaikkan sebalah alisnya ia merasa sangat heran sejak kapan di desanya ini memiliki seorang kepala desa, dan mengapa pemuda pemuda asing itu bisa ada di wilayanya.


"Kau kira aku takut dengan jabatanmu yang tak seberapa itu lantas mengapa jika kau kepala desa saya adalah pemilik dari Klan Xiao, saya adik dari Kaisar Yan, saya Master dari Akademi Kekaisaran Qiyu, saya rekan dari Kaisar Zo Linzu, saya memiliki banyak sekutu lalu mengapa saya harus takut dengan seorang kepala desa?." ucap Xiao Ziya yang kini sudah diluar kendali gadia itu tak akan pernah mentolerir penghianatan karna ia sangat membenci hal itu. Siapapun yang melakukannya maka ia akan mendapat kematian yang sangat kejam.


Tak lama kemudian Yin Jung dan Zier datang bersama para pengikut Xiao Ziya. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa mereka semua diperlakukan tak adil oleh pria yang menyebut dirinya sebagai kepala desa. Pria itu meminta mereka bekerja sepanjang hari dengan upah yang sangat kecil, mereka juga dilarang untuk melihat proses jual beli bahan bahan pangan yang mereka tanam, jika mereka melawan maka penyiksaan yang kejam akan dilakukan.


"Ah ternyata kau berani menyakiti orang orangku, pasti pemuda pemuda bayaran ini yang menyiksa kalian." ucap Xiao Ziya yang mengambil sebuah pedang berwarna hitam. Dengan secepat lilat ia menebas kedua kaki dari para pemuda tak tau diri itu.


Mereka berteriak kesakitan dan tak terima karna Xiao Ziya telah memotong kedua kaki mereka. Xiao Ziya memanggil kedua srigalanya dan meminta mereka berubah dalam wujud manusia.


"Mongi dan Yoongi pegang erat erat pria itu." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah Yungwe.


"Yin jung pegang belati ini." ucap Xiao Ziya yang memberikan Yin Jung sebuah belati.


"Dan Zier temani saya di sini kita akan melihat bertunjukan yang sangat bagus." ucap Xiao Ziya yang tersenyum, namun senyumannya itu memancarkan aura kematian yang sangat pekat. Xiao Ziya meminta pada salah seorang pengikutnya untuk mengambilkan kursi, dengan segera mereka mengambil kursi terbaik yang ada di desa itu dan meletakkannya di sebelah Xiao Ziya.


"Mongi, Yoongi, dan Yin Jung dengarkan setiap perintah saya." ucap Xiao Ziya sembari duduk di kursi itu sedangkan Zier ada di pangkuannya.


"Baik kami akan mendengar dan melakukan semua perintah nona." ucap ketiga pengikut setia Xiao Ziya. Yungwe berusaha melepaskan diri namun cengkraman Mongi dan Yoongi terlalu kuat.


"Potong semua kukunya ingat hanya kukunya." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Yin Jung untuk memotong bersih kuku pria paruh baya itu.


"Hentikan tolong hentikan maafkan saya." ucap Yungwe yang sangat ketakutan saat Xiao Ziya akan memberi hukuman padanya.


Yin Jung mulai mencongkel kuku yang ada di jari tangan dan jari kaki Yungwe, pria itu meringis kesakitan dan darah mulai keluar perlahan lahan.


"Lalu potong pangkal jarinya." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah baru ia sangat menikmati saat Yungwe meringis kesakitan, itu adalah hukuman yang pantas untuk para penghianat.


Yin Jung memotong jari jari Yungwe dengan sangat kasar sehingga menimbulkan rasa sakit yang tak terhingga.


"Keparat kalian semua, bagaimana bisa ada gadis muda yang sangat kejam seperti kau, apakah ayah dan ibumu tak pernah mengajarkan bahwa memaafkan adalah hal yang baik." triak Yungwe yang membuat telinga Xiao Ziya memerah, gadis itu tak suka ketika ada yang membawa bawa ayah dan ibunya ketika orang itu hanya memiliki masalah dengannya.


"Potong lidahnya saya muak mendengar apa yang ia katakan." ucap Xiao Ziya yang langsung dilakukan oleh Yin Jung.


Lidah Yungwe telah dipotong dan pria itu kesulitan untuk berbicara dengan pelafalan yang jelas.


"Kau tau ayahku selalu berkata maafkan beberapa kesalahan namun tidak dengan penghianatan." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kejam. Yungwe kali ini tak bisa melakukan apapun karna para pemuda yang ia bayar untuk menjaganya juga tak bisa berbuat apapun.


"Potong kedua tangan dan kakinya." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah baru. Yungwe hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya pertanda ia tak sejutu dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.


Saat ini kondisi Yungwe sudah sangat mengenaskan beberapa anggota tubuhnya sudah menghilang, darah mengalir dengan sangat deras dari mana mana. Xiao Ziya menatap pria paruh baya itu dengan tatapan puas, ia sangat puas pria yang telah menghianatinya mendapat hukuman yang setimpal. Sedangkan pengikut Xiao Ziya yang lain hanya bisa menyaksikan apa yang dilakukan oleh nonanya, mereka tak berani menegur ataupun menghentikan kekejaman yang dilakukan oleh Xiao Ziya.


"Ini adalah peringatan untuk kalian semua, siapapun yang berani berhianat pada saya maka penyiksaan yang keji lah hukumannya, dan siapapun yang setia pada saya maka hidup mereka akan saya jamin kalian mengerti." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada pengikutnya yang lain.


Kini langkah terakhir akan ia lakukan, Xiao Ziya menyalakan api hitam di tangannya dan membakar Yungwe beserta para pemuda yang ia bayar untuk menyiksa pengikutnya yang lain.


"Maaf karna kami tak bisa menjag desa ini dengan baik." ucap seorang pemuda yang merasa bersalah karna tak bisa menjaga apa yang dipercayakan nonanya pada mereka semua.

__ADS_1


Xiao Ziya menggelengkan kepalanya ia tak mempermasalahkan hal itu, Xiao Ziya tau bahwa para pengikutnya itu masih sangat lemah sehingga tak akan bisa menjaga desa itu sendiri.


"Saya akan mengirim pasukan khusus sebelum saya pergi jauh agar keamanan kalian terjaga." ucap Xiao Ziya yang kemudian pergi bersama dengan Yin Jung.


Xiao Ziya sedang menggendong Zier yang sedang bermanja manja dalam pelukannya, sedangkan Yin Jung berjalan di belakang Xiao Ziya untuk memastikan tak ada yang mengancam keselamatannya.


"Mari kita istirahat sebentar dan makan." ucap Xiao Ziya yang mulai merasa lapar, ia masuk kedalam restoran yang terlihat sangat mewah pada bangunan bagian luarnya.


Xiao Ziya, Zier, dan Yin Jung masuk kedalam restoran dan duduk di salah satu meja yang masih kosong.


"Pesan saja apa yang ingin kau makan." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Yin Jung untuk tak sungkan saat memesan makanan, karna ia akan membayar semua yang ia makan.


Xiao Ziya memesan dua daging sapi panggang, sup ayam, iga sapi saus pedas, dan juga pangsit isi daging. Yin Jung masih melihat ke daftar menu karna ia merasa bingung semua yang ada di menu sangatlah mahal.


"Nona ini sangat mahal." ucap Yin Jung yang merasa tak enak saat akan memesan makanan.


"Pesanlah saya yang akan membayar." ucap Xiao Ziya yang tersenyum pada Yin Jung.


Akhirnya Yin Jung memesan daging sapi asap dan juga sup ayam. Setelah selesai memesan mereka menunggu beberapa saat sampai pesananya diantarkan.


Xiao Ziya membicarakan berbagai hal bersama Yin Jung, tiba tiba ada beberapa orang yang masuk kedalam restoran mereka terlihat sangat mencurigakan aura mereka saja terlihat tak bersahabat.


"Berhati hatilah." ucap Xiao Ziya pada Yin Jung agar pemuda itu lebih waspada.


Zier yang dapat merasakan aura dari orang orang itu juga merasa tak nyaman dan hampir menunjukkan wujud aslinya namun Xiao Ziya melarang Zier untuk melakukannya.


"Tenanglah nonamu ada di sini semua akan baik baik saja." ucap Xiao Ziya yang berusaha untuk menenangkan Zier yang marah, harimau itu patuh pada nona mudanya.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang, Xiao Ziya memberikan sepotong daging sapi pada Zier dengan senang hati Zier menyantapnya. Xiao Ziya dan Yin Jung menikmati pesanan mereka beberapa orang yang mencurigakan menatap meja yang menjadi tempat duduk Xiao Ziya.


"Lihatlah gadis itu memesan berbagai makanan mahal ia pastilah nona muda yang kaya raya." ucap seorang pria dengan bekas goresan di wajahnya.


"Kita akan merampoknya nanti." ucap seorang wanita muda yang terlihat sangat antusias saat melihat Xiao Ziya.


"Gadis itu terlihat tak biasa." ucap seorang pemuda yang merasakan aura yang dipancarkan oleh Xiao Ziya.


Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya, Zier, dan Yin Jung selesai makan. Xiao Ziya membayar pesananya dengan sejumlah koin emas setelah itu mereka keluar dari restoran itu. Para orang orang misterius itu mengikuti Xiao Ziya.


"Hah mereka benar benar menyebalkan." ucap Xiao Ziya yang langsung menggendong Zier dan menggenggam tangan Yin Jung kemudian ia membaca mantra teleportasi agar tak diikuti oleh orang orang misterius itu.


Setelah selesai membacakan mantra mereka sampai di depan istana Kekaisaran Binzo, para prajurit yang menjaga gerbang masuk istana mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk karna mereka sudah mendengar kabar bahwa gadis itu akan datang kesana.


"Trimakasih sambutannya." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam istana.


Seharusnya Xiao Ziya datang sore hari namun karna ia tak ingin diikuti oleh orang orang yang tak dikenalinya tadi Xiao Ziya dan Yin Jung datang pada saat siang hari.


"Selamat datang nona Ziya, ternyata anda tiba lebih awal." ucap Ratu Zo Binji yang menyambut kedatangan Xiao Ziya.


"Tadi saat keluar dari sebuah restoran ada beberapa orang tak dikenal mengikuti saya sehingga saya pergi ke sini." ucap Xiao Ziya yang menceritakan secara singkat apa yang ia alami barusan.


"Silahkan nona dan juga pemuda yang ada di samping nona ikut dengan saya." ucap Ratu Zo Binji yang telah menyiapkan kamar untuk mereka berdua. Kamar Xiao Ziya dan Yin Jung terpisah karna gadis dan pemuda tak boleh ada dalam satu kamar.


Xiao Ziya masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang bersama dengan Zier yang juga ikut tidur. Sedangkan sang ratu pergi ke aula utama untuk memberi tau pada kaisar bahwa Xiao Ziya telah tiba di istana.


"Salam Yang Mulia Kaisar, nona Xiao Ziya telah tiba dan saat ini ia sedang beristirahat." ucap Ratu Zo Binji yang melapor pada Kaisar Zo Linzu.

__ADS_1


"Baiklah kita akan menyiapkan jamuan untuknya, karna nona sudah banyak berkonstribusi pada wilayah Kekaisaran Binzo." ucap Kaisar Zo Linzu yang langsung bangun dari singgasananya ia meminta para pelayan untuk menyiapkan jamuan makan malam yang meriah untuk Xiao Ziya.


Hai hai semua akhirnya aku up lagi ya, jangan lupa ya follow yang belum follow, vote yang belum vote, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share.


__ADS_2