
"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu baru pergi ke Klan Xiao." ucap Xiao Ziya yang meminta para sepupu laki lakinya itu untuk makan bersama dengan dirinya.
Dengan senang hati mereka menikmati makan bersama Xiao Ziya lagi pula hari juga sudah sore dan mereka bertiga belum sempat makan dari pagi. Setelah menghabiskan seluruh makanan yang disajikan mereka berempat pergi dari kedai itu dan melangkah menuju Klan Xiao, Xiao Ziya kembali menggunakan topi jeraminya untuk menutupi wajahnya agar tak dikenali oleh banyak orang.
"Sekarang berapa usiamu dik?." tanya Xiao Bin pada Xiao Ziya karna sudah cukup lama tidak bertemu pemuda itu merasa sedikit canggung apalagi adik sepupunya itu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan juga manis.
"Sekarang saya sudah berusia tiga belas tahun." jawab Xiao Ziya dengan singkat sesuai pertanyaan yang diajukan dengan dirinya.
"Nanti setelah sampai di klan saya ingin menanyakan banyak hal pada adik Ziya." ucap Xiao Xinzo yang sangat antusias dengan kisah perjalanan Xiao Ziya selama berada di dunia atas. Mungkin ada sebuah kisah pemuda yang cintanya ditolak oleh adik sepupunya lagi seperti dulu.
"Baiklah baiklah saya akan menjawab semua pertanyaan itu." ucap Xiao Ziya dengan senang.
Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai di gerbang masuk Klan Xiao, ketiga pemuda itu diperbolehkan masuk sedangkan Xiao Ziya masih tertahan di luar karna para prajurit penjaga gerbang mencurigainya.
"Apa saya tidak boleh masuk lewat pintu gerbang?." tanya Xiao Ziya dengan senyum jahil yang tertutupi oleh topi jerami yang sangat besar itu.
"Saat ini Klan Xiao sedang tidak menerima tamu, anda bisa kembali lagi besok." ucap salah seorang penjaga gerbang yang mengatakan Klan Xiao sedang tidak menerima tamu, sejak kapan ada hal seperti itu di Klan Xiao tercintanya.
Karna tak diizinkan masuk lewat pintu gerbang akhirnya Xiao Ziya loncat melewati dinding tembok yang sangat tinggi itu, para prajurit penjaga gerbang terkejut melihat hal itu mereka tak menyangka gadis bertopi jerami akan melakukan tindakan seperti itu. Kehebohanpun terjadi beberapa parjurit penjaga gerbang Klan Xiao memanggil prajurit yang lain untuk menangkap gadis bertopi jerami. Sedangkan ketiga sepupu laki laki Xiao Ziya hanya melihat aksi kejar kejaran antar Xiao Ziya yang sedang menyamar dengan para prajurit, mereka sudah diberitau oleh gadis itu agar diam saja.
"Sungguh malang nasib para prajurit yang kesusahan mengajarnya." ucap Xiao Feng yang sedang menahan tawanya agar tak dicurigai oleh murid murid Klan Xiao yang juga ikut membantu mengejar gadis bertopi jerami.
"Gadis itu menjadi lebih jahil daripada sebelumnya." ucap Xiao Bin yang menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat kejahilan yang dilakukan oleh Xiao Ziya.
Karna terdengar suara kegaduhan dari luar akhirnya pemimpin Klan Xiao dan ketua yang lain keluar dari ruang kerja mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar. Mereka kebingungan saat para prajurit dan murid Klan Xiao mengejar ngejar seorang gadis bertopi jerami yang wajahnya tak terlihat.
"Mengapa kalian mengejar ngejar gadis itu?." tanya Xiao Ciyun yang menghentikan aski para prajurit. Sebagai pemimpin Klan Xiao ia harus bisa mengatasi masalah seperti ini.
"Gadis itu masuk ke klan dengan cara melomati tembok pembatas." jawab salah satu prajurit penjaga gerbang dengan kesalnya.
"Mengapa nona melakukan hal seperti itu? anda bisa masuk lewat gerbang depan." tanya Xiao Ciyun yang merasa heran, karna ia selalu meminta pada para prajurit penjaga gerbang untuk mempersiahkan tamu yang ingin masuk kedalam.
"Mereka melarang saya masuk dan mengatakan bahwa saat ini Klan Xiao sedang tidak menerima tamu." jawab Xiao Ziya dengan suaranya yang ia samarkan agar sang ayah yang ada di sana tak bisa mengenali dirinya.
Xiao Ciyun menatap tajam ke arah para prajurit penjaga gerbang masuk Klan Xiao, ia tak menyangka bahwa mereka akan melakukan sesuatu diluar perintahnya. Walau hari sudah hampir malam namun memperlakukan tamu dengan baik adalah sebuah prioritas.
"Apakah yang nona itu katakan benar?." tanya Xiao Ciyun dengan nada marahnya.
"Ti...tidak pemimpin klan, gadis itu berbohong pada anda." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang dengan suara yang gemetaran sepertinya ia merasa takut.
"Hey jangan menyangkal." triak Xiao Ziya dengan suara yang keras.
"Anda yang berbohong pada pemimpin klan dasar gadis sialan." ucap prajurit penjaga gerbang itu lagi, ia tak ingin disalahkan atas apa yang telah terjadi.
Xiao Ziya menunjukkan senyum jahatnya gadis itu berjalan mendekati Xiao Cunyu kemudian melepas topi jerami yang ia kenakan untuk menutupi wajahnya.
"Ayah lihatlah dia mengatakan saya berbohong." ucap Xiao Ziya dengan wajah sedih yang dibuat buat, semua yang ada di sana terkejut.
__ADS_1
"Keponakanku??." ucap Xiao Ciyun yang menatap ke arah Xiao Ziya, sepertinya sang ayah belum memberitaukan perihal kepulangannya.
"Siapa dia??." tanya prajurit penjaga gerbang yang menyangkal tadi dengan wajah tanpa dosanya. Sedangkan prajurit yang sudah mengenal siapa itu Xiao Ziya langsung bersujud memohon ampun pada gadis itu.
"Maafkan kami karna telah lancang pada nona besar, kami harap nona memaafkan kami." ucap para prajurit yang sedang bersujud itu.
"Bangunlah dan pergi ke tempat kalian ditugaskan kecuali dia yang dari tadi membuat saya kesal." ucap Xiao Ziya ke arah prajurit yang menyalahkannya.
Semua prajurit membubarkan diri mereka kecuali satu orang yang dilarang pergi dari sana.
"Jadi pemimpin klan siapa gadis itu mengapa saya belum pernah melihatnya?." tanya prajurit itu pada Xiao Ciyun yang masih menatap ke arah Xiao Ziya.
"Dia adalah nona besar Xiao Ziya, yang jabatannya ada di atas saya. Saat kau menjadi prajurit di sini nona sedang ada di dunia atas." ucap Xiao Ciyun yang menjawan rasa penasaran sang prajurit, setelah mendengar nama Xiao Ziya tubuh prajurit itu gemetaran karna ia sudah mendengar cerita mengenai gadis itu.
"Ampuni kebodohan saya karna tidak mengenali nona, saya siap mendapatkan hukuman dari nona." ucap sang prajurit yang hampir fsaja kencing di celananya saking takutnya ia pada Xiao Ziya.v
"Gunakan gaun seorang dayang saat anda sedang bertugas untuk satu tahun kedepan." ucap Xiao Ziya dengan santai tanpa berfikir akan semalu apa prajurit itu nantinya, namun ini adalah hukuman teringan yang pernah Xiao Ziya berika.
Prajurit itu langsung membungkukkan badannya dan akan melaksanakan hukuman dari Xiao Ziya dengan senang hati walau ia harus menahan malu, itu lebih baik daripada dirinya harus meregang nyawa saat itu juga dan tak bisa bertemu dengan keluarganya lagi.
"Mari kita masuk ke dalam putriku." ucap Xiao Cunyu yang mengajak Ziya untuk pergi ke paviliunnya diikuti oleh ketua yang lain dan ketiga sepupu laki laki Xiao Ziya yang sedari tadi hanya menonton saja.
Mereka semua berjalan menuju paviliun Xiao Cunyu, saat masuk kedalam suasananya masih sama seperti dulu, dan Xiao Ziya melihat seorang anak laki laki kecil yang sangat lucu sedang bermain dengan para pelayan yang ada di sana. Xiao Ziya menatap ke arah anak laki laki yang mungkin saat ini berusia emat tahun, pipi gembul, mata besar sangat mirip dengan boneka beruang.
"Zoe." panggil Xiao Ziya pada adik laki lakinya, karna merasa ada yang memanggilnya Zoepun menoleh dan melihat kearah seorang gadis cantik yang sangat ia rindukan. Dengan kaki mungilnya itu Zoe berlari ke arah Xiao Ziya yang sudah berjongkok dan merentangkan kedua tangannya.
Xiao Ziya menggendong anak laki laki itu kemudian ia mengigit pipi tembam itu dengan pelan, terasa sangat kenyal seperti bakpau. Xiao Zoe hanya merasakan geli saja saat diperlakukan seperti itu oleh kakak perempuannya.
"Bagaimana bisa kau tumbuh menjadi sangat menggemaskan." ucap Xiao Ziya yang tak ingin berhenti mengigit pipi kenyal itu.
"Mari masuk kedalam, banyak yang ingin kita tanyakan padamu." ucap Xiao Cunyu.
Mereka semua duduk di ruang keluarga yang ada di paviliun milik Xiao Cunyu, para pelayan sedang sibuk menyiapkan cemilan dan juga minuman untuk menyambut kembalinya nona muda mereka.
"Jadi di mana kau tinggal selama ada di dunia atas?." tanya Xiao Yuza yang penasaran dimana keponakannya itu tinggal selama satu tahun berada di sana.
"Saat pertama datang saya tinggal di Klan Xiao yang ada di sana, lalu saya terus tinggal di Istana Kerajaan Hitam." jawab Xiao Ziya yang masih fokus bermain main dengan pipi milik Xiao Zoe yang tak boleh dianggurkan itu.
Para ketua tampak berfikir apakah di dunia atas sana juga ada Klan Xiao mengapa mereka tak mengetahui hal itu? lantas Klan Xiao mana yang pertama kali di dirikan?. Banyak sekali pertanyaan yang muncul dikepala mereka setelah mendengar kata kata Klan Xiao dari dunia atas.
"Sepertinya leluhur Klan Xiao dari dunia atas adalah sahabat baik leluhur Klan Xiao dari dunia bawah." ucap Xiao Ziya agar rasa penasaran para ketua klan sedikit berkurang.
"Bagaimana kondisi dunia atas?." tanya Xiao Zuen yang ingin mendengar dari Xiao Zuya bagaimana kondisi dunia atas apakah sama dengan dunia bawah yang mereka tempati ini ataukah banyak perbedaan.
"Dari segi bangunan dan wilayah tak beda jauh hanya saja di sana ditinggali oleh kultivator dengan tingkatan yang lebih tinggi daripada di sini selain itu di dunia atas energi qi jauh lebih tebal." ucap Xiao Ziya dengan jujur karna baginya dunia atas dan dunia bawah memang hampir sama hanya ada sedikit perbedaan saja.
"Berapa banyak pemuda yang sudah kau patahkan hatinya di sana?." tanya Xiao Feng dengan rasa penasaran yang tinggi, ia yakin adik sepupunya yang cantik itu pasti memikat perhatian banyak pemuda.
__ADS_1
"Hanya satu saja, mungkin tak banyak yang berani mengatakannya." jawab Xiao Ziya dengan santai sepertinya ia menyadari bahwa beberapa pemuda diam diam menaruh hati padanya namun sangat disayangkan Xiao Ziya tak tertarik dengan urusan percintaan.
"Berapa banyak orang yang telah kau penggal kepalanya?." tanya Xiao Xinzo, sebuah pertanyaan luar biasa yang tak terfikirkan oleh orang lain yang ada di sana.
"Lebih dari sepuluh orang." jawab Xiao Ziya yang tak menghitung dengan jelas berapa orang yang telah kehilangan kepala mereka karna mencari masalah dengan gadis itu.
Sebelum mereka lanjut mengajukan pertanyaan pertanyaan yang lain pelayan datang membawa cemilan serta minuman segar.
"Ah ayah belum melihat kedua kakak laki lakimu kesini." ucap Xiao Cunyu yang meras heran mengapa kedua putranya belum pergi ke Klan Xiao untuk merayakan kembalinya adik perempuan yang sangat mereka rindukan ini.
"Mereka sedang bertengkar, dan saya tak ingin bertemu sebelum mereka berdua berbaikan." jawab Xiao Ziya dengan apa adanya, sang ayah hanya menggelengkan kepalanya pelan. Kedua anak laki lakinya itu memang sering bertengkar jika sudah membahas perkara adik peremuan mereka.
Setelah perbincangan yang sangat panjang hingga Xiao Ziya menceritakan apa saja yang ia lakukan di dunia atas tiba tiba saja gadis itu merasakan aura membunuh yang sangat kental dari atas langit Klan Xiao, mungkin ada seseorang dari dunia atas yang ingin membalas dendam padanya namun siapa?.
"Sebaiknya kalian tetap di sini saya akan keluar sebentar." ucap Xiao Ziya yang meminta mereka semua untuk tetap berada di dalam paviliun sang ayah, karna paviliun Xiao Cunyu sudah dipasangi sihir pelindung tingkat atas oleh Xiao Ziya sebelum gadis itu pergi kedunia atas.
Dengan segera Xiao Ziya keluar dari paviliun ayahnya, ia pergi ke lapangan utama Klan Xiao kemudian gadis itu menatap ke arah langit. Matanya berubah menjadi merah kedua sayap miliknya terbuka dengan lebar kemudian gadis itu terbang ke atas, sepasang sayap garuda emasnya menyinari Kekaisaran Qiyu hingga membuat beberapa penduduk yang masih melakukan aktivitas mereka langsung mendongakkan kepala ke atas.
"Siapa kalian?." tanya Xiao Ziya dengan nada dinginnya pada kedua pemuda yang tengah menatapnya penuh dengan amarah dan juga kebencian.
"Kami berdua adalah putra dari seorang pria yang satu aliansi kau bunuh dengan sadis." ucap salah satu dari pemuda itu.
Jika mereka berdua adalah putra dari seorang pria yang ia habisi bersama satu aliansinya berarti mereka adalah anak dari Wungzo Yu pemimpin Aliansi Hitam Wunzo yang telah ia lenyapkan beberapa waktu yang lalu. Xiao Ziya kira ia telah membunuh para tikus itu hingga ke akar akarnya namun siapa sangka kedua putra Wungzo Yu tak ada di sana saat Xiao Ziya melakukan pembantaian.
"Apanya yang kejam? itu memang pantas mereka dapatkan." ucap Xiao Ziya dengan nada datar karna baginya Aliansi Hitam Wunzo memang pantas untuk dilenyapkan.
"Kesalahan apa yang ayah kami dan anggotanya lakukan hingga kau begitu marah pada mereka." ucap pemuda kedua dengan nada membentaknya.
"Ah jangan bilang kalian tidak tau apa yang telah ayah kalian dan anggota aliansinya itu lakukan? seperti memeras rakyat miskin? menekan raja? mencuri? menculik? membunuh?." ucap Xiao Ziya dengan senyum jahatnya.
Kedua pemuda yang sedang berada di atas langit itu saling bertatapan satu sama lain mereka berdua adalah Linyang Yu dan Yonsang Yu, kedua pemuda itu memang tidak tinggal bersama ayah mereka. Mereka sudah diasingkan oleh sang ayah semenjak kecil, kemarin mereka pergi menemui sang ayah untuk melihat bagaimana kondisi ayah mereka namun yang mereka dapatkan hanya sebuah kabar bahwa ayah dan seluruh anggota aliansinya telah dibantai habis oleh seorang gadis bernama Xiao Ziya.
Oleh karna itu kedua pemuda tersebut mencari informasi dimana Xiao Ziya tinggal, dan baru tadi pagi mereka mengetahui bahwa saat ini Xiao Ziya sudah kembali ke dunia bawah.
"Jangan membual ayah kami bukan orang yang seperti itu." ucap Linyang Yu yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
"Anak kemarin sore memang tau apa?." ucap Xiao Ziya dengan wajah sinisnya, ia sedang berfikir apakah kedua pemuda itu tinggal di dalam gua yang letaknya ada di ujung dunia atas hingga mereka tak tau sekejem apa ayah mereka itu sungguh tak masuk akal.
"Itu pasti hanya alasanmukan karna tak mau disalahkan atas kematian ayah kami." ucap Yonsang Yu yang sangat kesal pada Xiao Ziya karna ia menganggap gadis itu hanya sedang mencari sebuah alasan saja.
"Lebih baik kalian kembali ke dunia atas dan cari tau kebenarannya sendiri atau kalian ingin mati di sini?." ucap Xiao Ziya yang memberikan dua pilihan pada kedua pemuda itu.
Setelah berfikir cukup lama akhirnya Linyang Yu dan Yonsang Yu memilih untuk kembali ke dunia atas, mereka ingin mencari tau apakah perkataan gadis bernama Xiao Ziya itu benar ataukah tidak. Lagipula ayah mereka yang sangat kuat saja bisa kalah dari gadis itu bagaimana dengan mereka yang tak sekuat sang ayah? bisa bisa kehilangan nyawa hanya dalam kilatan mata.
Karna kedua pemuda itu sudah pergi Xiao Ziya mengepakkan sayapnya untuk turun kebawah, kemudian ia menghilangkan kedua sayap garuda emas miliknya itu.
"Ku kira siapa yang datang ternyata hanya dua pecundang." ucap Xiao Ziya yang kembali masuk kedalam paviliun sang ayah, ia tak ingin membuat anggota Klan Xiao yang lain merasa cemas padanya.
__ADS_1
Hai hai semuanya author balik lagi nih mohon doanya biar author cepet sembuh ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karma wajib, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share