RATU IBLIS

RATU IBLIS
24


__ADS_3

"Benerin baju kamu" ucap Andre sambil merapikan bajunya.


"Iya" ucap Cindy.


"Malam ini kamu sibuk gak?" tanya Andre.


"Nggak tuh, emang kenapa?" tanya Cindy.


"Mau bunuh kamu" batin Andre.


"Mau lanjutin yang tadi" bisik Andre membuat Cindy malu.


"Kenapa muka kamu jadi merah? Malu ya? Gak perlu malu kan udah ngelakuin" ucap Andre.


"Andre ih" ucap Cindy.


"Malu tapi mau iya gak" ucap Andre.


"Andre jangan kayak gitu aku malu ih" ucap Cindy.


"Uhhh gak perlu malu sayang" ucap Andre.


"Eh udah jam pulang nih aku harus pulang pasti kakak aku udah nungguin tuh didepan gerbang" ucap Andre.


"Aku juga sama pasti Mama udah nunggu" ucap Cindy.


"Bareng aja kedepannya" ucap Andre.


"Tas aku gimana?" tanya Cindy.


"Ambil dululah aku juga mau ambil tas aku" ucap Andre.


"Oh yaudah ayo" ucap Cindy.


Hermione bersandar dipintu mobil sambil menggunakan kacamata menunggu Andre, saat sedang menunggu tiba-tiba Reno datang menghampirinya.


"Hai kak" sapa Reno.


"Hai" balas Hermione tersenyum manis.


"Manisnya senyuman kakak jadi pengen nikah sama kakak" ucap Reno.


"Anak sma kelas 10 udah pinter gombal ya" ucap Hermione mengacak acak rambut Reno.


"Kakak jangan diacak-acak nanti gantengnya hilang" ucap Reno.


"Makin ganteng kalau rambutnya acak-acakan" ucap Hermione.


Siswa/siswi yang lalu lalang melihat kedekatan Reno dan Hermione heran tapi mereka juga tak peduli, ada yang panas melihat kedekatan mereka berdua, ada yang cuek, ada yang langsung dijadiin bahan gosip dan masih banyak lagi.


"Yang bener yaudah aku acak-acakin aja biar makin ganteng supaya kakak suka sama aku" ucap Reno.


"Eh jangan diacak-acakin kamu udah ganteng kayak gini" ucap Hermione merapikan rambut Reno.


"Dari lahir sih kak udah ganteng" ucap Reno.

__ADS_1


"Eh eh eh apa-apaan nih?" ucap Andre yang melihat Hermione dan Reno, Cindy ada dibelakang Andre.


"Apasih ganggu aja" ucap Reno.


"Ini tangan kenapa disini" Andre menyingkirkan tangan Hermione dari kepala Reno.


"Kenapa lo yang ribet sih biarin aja guenya aja santai" ucap Reno.


"Iya lo santai karena memang keinginan lo sedangkan gue panas bego liatnya" ucap Andre.


"Derita lo" ucap Reno.


"Wah lo ngajak ribut kayaknya" ucap Andre.


"Aduh duh sakit lepasin ih" Andre langsung dijewer oleh Hermione saat ingin memukul Reno.


"Rasain huhuhuhu sakit" ucap Reno.


"Woi lepasin jangan jewer Andre" ucap Cindy ketus.


Hermione menatap Cindy datar lalu menandang Cindy dari atas kebawah.


"Kamu kok nyari yang begini banget sih anak sekolah tapi mukanya kayak tante tante?" bisik Hermione kepada Andre.


"Hahaha bisa aja lo sendal swallow" ucap Andre.


"Apaan sih?" tanya Reno.


"Dia bilang lo jelek dan gue ganteng" ucap Andre.


"Enak aja lo kalau ngomong" ucap Reno.


"Hehe memang udah tua dari kita dia umur 20 kita umur 16, tapi lebih tepatnya dewasa bukan tua" ucap Reno.


"Eh bego kalau misal kakak gue umur 20 berarti gue umur 18 tahun bukan 16" batin Andre.


"Lo yang bego" batin Hermione.


"Eh lupa si kakak denger" batin Andre.


"Tuh kan 4 tahun bedanya jauh banget selera kalian tante-tante" ucap Cindy.


"Lah apa bedanya sama lo yang seleranya om-om, tapi lebih tepatnya selera gue itu kakak gue sendiri dan dia bukan tante-tante" batin Andre.


"Bukan tante-tante dong tapi lebih tepatnya kakak-kakak, kalau tante-tante umurnya mungkin udah 30 keatas baru dibilang tante" ucap Reno.


"Dan apa salahnya kita ngerebutin Kak Dara, dia baik, cantik, pinter masak, pinter dalam segala bidang mau akademik sampai non akademik, rajin ibadah, idaman banget deh" ucap Reno. Hermione dan Andre saling pandang mendengar rajin ibadah rasanya mereka ingin tertawa terbahak-bahak tapi ditahan.


"Bentukan kayak dia lo bilang cantik mata lo buta kali ya, cantikan juga gue" ucap Cindy.


"Gak buta kalo buta berarti gak bisa liat dong" ucap Reno.


"Kak aku mau pamit pulang dulu ya sebelum terjadi tsunami" ucap Reno.


"Anjir tsunami sekalian aja kiamat" ucap Andre.

__ADS_1


"Amit-amit jangan sampai deh lebih baik gue mati duluan dari pada harus menghadapi kiamat" ucap Reno.


"Tapi sebelum mati gue mau peluk kak Dara dulu" ucap Reno.


"Enak aja dia milik gue" Andre langsung memeluk tubuh kakaknya itu membuat Cindy panas.


"Milik gue aja kan lo banyak yang naksir masa yang ini juga lo ambil" ucap Reno.


"Biarin wle kalau bisa semua kenapa harus 1 asek asek asek" ucap Andre mengejek Reno.


"Kayak nyanyi aja pakai asek asek segala" ucap Reno.


"Tolong dilepas" ucap Reno.


"Gak mau" ucap Andre mempererat pelukannya.


"Liat nih" Andre mencium pipi Hermione lalu mendekat kebibir Hermione.


"Hei hei hei" ucap Reno.


"Andre kamu kok gitu" ucap Cindy. Andre semakim dekat kebibir Hermione, hidung mereka sudah bersentuhan lalu mereka saling menggesekkan hidung mereka gemas.


"Hayo mikir apaan?" ucap Andre.


"Sialan lo Dre" ucap Reno.


"Udahlah gue mau pulang bawa dia nanti lo bawa dia lagi" ucap Andre.


"Katanya kamu udah ditungguin sama kakak kamu, kok malah bawa dia?" tanya Cindy.


"Eh inikan kakaknya Andre kita berdua cuman bercanda aja kali tadi" ucap Reno.


"Gak bercanda sih, gue suka sama kak Dara" ucap Reno.


"Heh" ucap Andre.


"Bercanda, tapi kalau udah baper gue gak bisa berbuat apa-apa" ucap Reno.


"Hah jadi ini kakaknya kamu Andre" Cindy tak percaya.


"Iya" ucap Andre cuek.


"Ayo kak aku yang nyetir ya" ucap Andre.


"Eh Dre malam ini jadi gak?" tanya Cindy, Andre tersenyum miring.


"Pasti jadi" ucap Andre membukakan pintu untuk Hermione.


"Bye kakak sayang" ucap Reno.


"Woi lo awas aja" ucap Andre.


"Bodo amat" ucap Reno pergi dari sana.


Hermione masuk kedalam mobil sama seperti Andre, mobil menjauh dari area sekolah. Cindy masih bengong disana.

__ADS_1


"Kakaknya cantik banget eh apaan sih cantikan juga gue" ucap Cindy pergi dari sana.


Bersambung...


__ADS_2