
Reno membuka matanya perlahan, membuka selimut yang menutupi semua tubuhnya sampai kepala juga, dia langsung duduk sambil mengucek matanya, seketika itu juga Reno membelalakkan matanya tersadar atas yang dia lakukan semalam.
Refleks Reno langsung melihat kearah samping terlihat seorang wanita cantik masih terlelap dari tidurnya yang tak lain adalah Hermione. Sebenarnya Hermione sudah bangun jadi dia sekarang pura-pura tidur.
"Astaga gue ngelakuin apa woi" ucap Reno pelan.
"Jadi ini bukan mimpi kayak biasanya ini nyata gue ngelakuin itu" ucap Reno lagi.
"Ugh" Hermione membuka matanya perlahan dan mengucek matanya, dia langsung duduk Reno reflek menutupi tubuh bagian atas Hermione menggunakan selimut.
"Eh" Hermione langsung melihat kearah samping, pandangan Hermione dan Reno bertemu dan terkunci.
"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut Reno.
"Ini juga salah aku" ucap Hermione.
"Gak, kakak gak salah ini salah aku yang gak bisa nahan nafsu aku maaf" ucap Reno.
"Iya" ucap Hermione.
"Tenang aja aku bakal tanggung jawab kak beneran" ucap Reno, Hermione hanya tersenyum mendengar perkataan Reno.
"Aku gak bercanda kak kenapa malah senyum, beneran aku bakal tanggung jawab" ucap Reno.
"Jangan bilang siapa-siapa masalah ini aku gak mau tersebar" ucap Hermione.
"Iya kak" ucap Reno.
"Aku mau pulang kamu juga harus sekolahkan" ucap Hermione.
"Biar Reno antar" ucap Reno.
"Gak usah" ucap Hermione.
"Yaudah deh" ucap Reno.
.........
Hermione mengantar Andre sekolah menggunakan mobil sambil bercerita.
"Gila sikakak bisa-bisanya keluar darah hahaha" ucap Andre.
"Kan biar bagus gitu lho" ucap Hermione.
"Lucu kak kalau cewek lain cuman sekali lah ini 2 kali hahaha" ucap Andre.
"Sialan lo dek diem" ucap Hermione.
"Ok ok aku berusaha diam semoga bisa" ucap Andre menahan tawanya.
Tak lama kemudian mereka sampai diarea sekolah.
"Gak mau turun dulu kak ketemu Reno?" tanya Andre menggoda.
"Nggak aku maunya adek aja" ucap Hermione menatap Andre.
"Kak jangan goda aku disini dong nanti bisa-bisa aku gak masuk kelas" ucap Andre.
"Ih baru digituin aja udah tergoda" ucap Hermione.
"Ya mau gimana lagi akukan iblis yang dilapisan Tuan Asmodeus" ucap Andre.
"Terserah kami deh sana cepet masuk" ucap Hermione, Andre menunjuk bibirnya.
"Gak" ucap Hermione.
"Kakak" Andre cemberut.
__ADS_1
"Olololo" ucap Hermione lalu mendekatkan wajahnya kewajah Andre perlahan, Andre yang sudah tak tahan langsung menarik tubuh Hermione lalu menahan tengkuk Hermione.
Beberapa menit kemudian mereka melepaskan ciumannya, Andre malah turun mencium leher Hermione.
"Hmpp" Hermione memukul Andre, Andre melepaskannya lalu menatap Hermione.
"Apasih kak ganggu aja?" ucap Andre.
"Apa apa masuk sana" ucap Hermione.
"Bentar lagi kak yah please" ucap Andre memelas.
"Ohh boleh" jawab Hermione memiliki ide jail. Andre melanjutkan mencium leher Hermione.
Beberapa menit kemudian Andre melepaskannya setelah membuat banyak bekas merah dileher Hermione. Andre cengengesan melihat leher Hermione.
Hermione memegang pipi Andre, lalu turun kebawah perlahan, tangannya masuk kedalam baju seragam Andre mengusap roti sobek milik Andre, tiba-tiba tangan Hermione sudah berada didalam celana Andre membuat Andre membelalakkan matanya dengan mulut yang sedikit dibuka Hermione yang melihat itu hanya tersenyum.
"Sana masuk kelas" ucap Hermione mengeluarkan tangannya.
"Kak yakali masuk kelas, masuk kesitu dulu lah" ucap Andre.
"Gak cepet sana kekelas" ucap Hermione.
"Kak gak mau, yang bener aja sih aku disuruh masuk pokoknya gak mau masuk sebelum kakak tidurin adek aku" ucap Andre.
"Sejak kapan kamu punya adek kok aku gak tau berarti adek kamu adek aku juga dong" ucap Hermione sok polos.
"Kakak jangan bercanda" ucap Andre langsung ingin membuka kancing baju Hermione.
"Ets anda mau apa" Hermione menahan tangan Andre.
"Kakak ayolah" ucap Andre.
"Sana masuk kelas" ucap Hermione mendorong Andre.
"Kak gak mau, mau kakak dulu" ucap Andre.
"Gak mau gak mau gak mau" ucap Andre menutup pintunya kembali.
"Sekolah" ucap Hermione menatap Andre.
"Gak mau sebelum adek aku masuk kedalam milik kakak" ucap Andre.
"Sekolah dulu sayangku" ucap Hermione.
"Pokoknya gak mau kakak harus tanggung jawab" ucap Andre.
"Banyak cewek tuh kamu bisa pilih sana main sama mereka aja" ucap Hermione.
"Maunya kakak" ucap Andre,
Hermione lalu pindah dan berjongkok menghadap Andre. Hermione menyimpan kepalanya dipaha Andre sambil menggeser geserkan kepalanya.
"Yaelah kak makin dong kalau gitu" ucap Andre. Hermione mencium adeknya Andre lalu melihat kearah Andre.
"Hmpp please kak jangan mainin aku kayak gitu" ucap Andre.
"Makanya sana kekelas" ucap Hermione.
"Maksud aku gak gitu kak, yaelah kak" ucap Andre, Hermione menarik tangan Andre dan menyimpan didadanya. Andre langsung m3remasnya sambil menutup mata membayangkan sesuatu.
Hermione membuka pintu mobil sedikit, dia lalu menyingkirkan tangan Andre dan mendorong Andre keluar mobil. Andre hampir jatuh keluar dari mobil, Hermione langsung menutup pintu mobil.
"Kak kakak buka, aku gak mau sekolah kak buka pintunya" ucap Andre mengetuk kaca mobil.
"Sekolah yang rajin ya adikku tersayang" ucap Hermione lalu menginjak gasnya.
__ADS_1
"Kakak aduh jangan tinggalin Andre ih" ucap Andre melihat mobil Hermione menjauh.
"Gak mau tanggung jawab banget sih" ucap Andre pelan.
"Ini antara cari cewek disekolah untuk gue lampiasin atau main solo" batin Andre.
"Untung baju seragam gue nutup bagian itu" ucap Andre langsung berlari kearah toilet.
.......
"Punya kakak gak ada tanggung jawabnya begini nih gue yang menderita kalau begini terus, liat aja pulang sekolah gue bikin dia sampai gak bisa jalan" batin Andre keluar dari kamar mandi setelah sekian lamanya.
"Main sendiri mana puas tapi gak apa yang penting ni adek gue tidur dulu" batin Andre.
.....
Jam menunjukkan waktu istirahat, Andre keluar dari kelas berjalan santai tanpa menghiraukan pandangan semua orang.
Saat sedang berjalan kearah taman belakang tiba-tiba ada seorang siswi menarik dasinya, dia mengikuti maunya siswi tersebut.
"Mangsa gue nih buat dibawa keneraka, sekalian gue lampiasin nafsu gue ke dia aja punya kakak bisanya godain adiknya aja dasar iblis, eh gue juga iblis ya" batin Andre.
Mereka sampai ditaman belakang, siswi tersebut bersandar didinding belakang sekolah sambil melepaskan dasi Andre dan menatap Andre.
"Ohh kakak kelas yang suka ngebully ternyata, memang bagus dimasukkin keneraka nih" batin Andre.
Siswi itu membuka kancing baju seragam Andre perlahan, Andre banyak diam saja menatapnya.
"Nama ni orang Cindy ya anaknya kepala sekolah, ya gue inget bener ini Cindy orang yang ngejar-ngejar gue" batin Andre.
"Wah kamu punya roti sobek memang gak salah aku menyukaimu" ucap siswi itu yang bernama Cindy mengusap perut Andre.
"Kau menyukaiku" ucap Andre dengan nada bertanya.
"Ya aku menyukaimu dan aku juga menyukai ini" Cindy memasukkan tangannya kedalam celana Andre.
"Kalau aku menyukai ini" ucap Andre memegang benda kenyal Cindy yang beberapa kancingnya dibuka dengan sengaja oleh Cindy.
"Karena kau sudah menggodaku maka kau harus tanggung jawab" ucap Andre membuka kancing baju Cindy.
.......
Dimas sangat pusing karena restoran yang kokinya dibunuh oleh Hermione menjadi sedikit pengunjung. Mereka takut untuk datang kerestoran Dimas karena ada yang bicara kokinya gentayangan direstorannya membuat orang tak berani datang.
"Hera aku kangen sentuhan kamu" ucap Dimas.
"Aku capek ngurusin restoran" ucap Dimas.
"Yang bener kangen aku?" ucap seseorang sambil memeluk Dimas dari belakang.
"Hera" ucap Dimas melihat kearah samping.
"Iya ini aku" ucap Hermione mencium pipi Dimas.
"Urusan kamu udah selesai?" tanya Dimas.
"Belum, aku kabur untuk ketemu kamu" ucap Hermione bohong.
"Ya ampun sayang jangan kabur kaburan dong" ucap Dimas.
"Duduk disini" Dimas menepuk pahanya. Hermione langsung duduk dipangkuannya Dimas dengan posisi saling berhadapan.
Dimas tersenyum melihat Hermione lalu mencium bibir Hermione.
"Bukannya kamu capek ya" ucap Hermione datar ciumannya dilepas.
"Iya aku memang capek tapi pas liat kamu capek aku langsung hilang" ucap Dimas. Dimas mengangkat tubuh Hermione pergi keluar ruangan.
__ADS_1
"Lebih baik kita kehotel supaya lebih leluasa mainnya" ucap Dimas berbisik.
Bersambung....