
Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya selesai mandi, gadis itu bergegas keluar dari kamarnya kemudian berjalan menuju kamar tamu yang ditempati oleh Zu Aoai. Karna banyak kamar tamu yang ada di Istana Kerajaan Bulan, Xiao Ziya mencoba untuk merasakan aura kehadiran dari Zu Aoai, setelah berhasil melakukan hal itu ia berjalan lagi menuju sebuah kamar yang letaknya cukup jauh.
Tok tok tok.
Suara pintu kamar Zu Aoai yang diketuk oleh Xiao Ziya, setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu kamar tersebut terbuka dan menunjukkan wajah bingung Zu Aoai sembari menatap ke arah Xiao Ziya. Apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu pagi pagi seperti ini? mengapa Xiao Ziya datang mencarinya. Zu Aoai mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk ke dalam kamarnya, setelah keduanya berada di dalam kamar Zu Aoai segera mengunci pintu dengan rapat.
"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, ada apa Anda mencari saya pagi pagi seperti ini?. Apakah Anda merasakan rasa sakit di beberapa titik tubuh Anda?." tanya Zu Aoai, ia khawatir Xiao Ziya datang menemuinya karna merasakan rasa sakit secara tiba tiba.
"Kondisi saya jauh lebih baik dari sebelumnya, itu berkata obat yang Nyonya Zu Aoai berikan. Terimakasih atas usaha yang telah Anda lakukan untuk membantu menyelamatkan saya, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada Anda. Sebelum itu saya meminta maaf jika pertanyaan ini membuat Anda merasa tersinggung." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis di wajah cantiknya itu.
"Ah ternyata begitu, saya akan menjawab semua pertanyaan yang membuat hati Nona Xiao Ziya merasa bingung ataupun gelisah
hingga saat ini." jawab Zu Aoai yang tak merasa keberatan jika harus menjawab beberapa pertanyaan dari gadis cantik yang ada di hadapannya.
"Saat Anda menancapkan beberapa jarum emas ke tubuh saya dan berusaha menarik keluar dua jenis energi dari tubuh saya, ada sebuah energi yang memancar kuat dari tubuh Anda. Jika saya tidak salah energi itu disebut dengan energi langit, apakah Anda seorang alkemis tingkat tinggi dari lapisan dunia yang lain? dan bagaimana cara Anda mendapatkan energi tersebut?." tanya Xiao Ziya secara terang terangan karna ia merasa penasaran dengan asal usul energi langit milik Zu Aoai itu.
Zu Aoai tertawa pelan, tadinya ia berfikir hal semacam apa yang ingin ditanyakan oleh Xiao Ziya hingga menunjukkan ekspresi serius seperti itu, ternyata Xiao Ziya merasa penasaran dengan energi langit yang ia miliki.
"Saya berasal dari salah satu keluarga bangsawan yang ada di lapisan Dunia Misterius, karna saya menikah dengan Zu Yu Yangha akhirnya saya memutuskan untuk pindah dan menetap di Lapisan Dunia Manusia Abadi." ucap Zu Aoai, perkataan wanita itu membuat Xiao Ziya terkejut. Ternyata ibu dari Zu Genzi ini berasal dari Dunia Misterius? lantas mengapa ia tak menurunkan kemampuan penyembuhannya itu pada Zu Genzi?.
"Jadi Anda mendapatkan energi langit karna Anda memiliki garis keturunan dari pasangan alkemis terkenal di sana?." tanya Xiao Ziya dengan rasa penasaran yang semakin memuncak.
"Bisa di bilang seperti itu, ayah dan ibu saya memang seorang alkemis tingkat tinggi karna itu mereka menurunkan kemampuannya pada saya. Selain itu saya mendapatkan bimbingan di Akademi Xuyuang selama tiga tahun dan lulus sebagai alkemis tingkat tinggi." jawab Zu Aoai dengan ekspresi tenang, saat ini ia sedang menceritakan sebagai kehidupan yang pernah ia lalui di masa lalu.
"Mengapa Anda tak menurunkan kemampuan itu pada Tuan Muda Zu Genzi? saya lihat ia juga memiliki bakat di bidang pengobatan. Tuan Muda Zu Genzi pernah bercerita pada saya bahwa ayah dan ibunya tak pernah mengajarkan ilmu berpedang, cara menggunakan qi, atau dasar dasar untuk menjadi kultivator. Saya cukup terkejut saat mendengar hal itu, awalnya saya mengira Tuan Muda Zu Genzi tak memiliki bakat namun bakatnya di atas Tuan Muda Zu Junyang." ucap Xiao Ziya. Gadis itu merasa bingung denhan jalan fikiran orang tua dari Zu Genzi, mengapa mereka melakukan hal itu pada putranya sendiri.
"Dunia ini memiliki prinsip, yang kuat akan mendapatkan musuh yang lebih kuat karna itu saya dan suami saya sepakat untuk tak mengajarkan apapun pada putra kami. Kami takut suatu hari nanti ada musuh yang datang untuk mengincar nyawa Zu Genzi karna merasa tersaingi. Namun saat itu kami lupa akan satu hal, yang lemah akan selalu ditindas oleh yang kuat karna itu Zu Genzi lebih sering berdiam diri di dalam rumah karna ia malu saat ingin berbaur dengan anak anak dari Klan Zu yang lain. Untunglah Zu Junyang dan Zu Minze bersedia menjadi temannya meski sekarang terjadi perpecahan diantara mereka bertiga." jawab Zu Aoai yang menyesali pemikiran sempitnya di masa lalu. Ia dan sang suami dengan sengaja menyia-nyiakan bakat yang dimiliki oleh putra mereka. Untunglah takdir mempertemukan putra mereka dengan Nona Muda Xiao Ziya hingga diajarkan beberapa ilmu pedang yang membuat Zu Genzi jauh lebih kuat dari dirinya yang dulu.
"Saya mengerti kekhawatiran Anda sebagai seorang ibu, namun Anda tak berhak untuk merenggangkan cita cita putra Anda itu. Saya harap mulai sekarang Anda bisa mengajarkan banyak hal padanya. Suatu hari Zu Genzi akan menikah dan memiliki seorang istri dan anak, ia memiliki tanggungjawab yang sangat besar untuk melindungi mereka dari bahaya apapun yang mengancam." ucap Xiao Ziya yang memberikan sedikit penjelasan pada Nyonya Zu Aoai pentingnya mengajari Zu Genzi mengenai ilmu berpesan dan ilmu lainnya.
"Saya tak bisa menurunkan kemampuan ini pada putra saya karna kemampuan ini hanya bisa diturunkan pada anak perempuan saja." ucap Zu Aoai yang merasa sedih karna ia tak bisa mewariskan kemampuan pengobatan miliknya pada siapapun.
__ADS_1
"Ah ternyata begitu, jadi apa yang harus saya lakukan jika ingin memiliki kekuatan alkemis seperti Anda?. Di masa depan banyak musuh yang lebih kuat dan saya tak ingin merepotkan orang lain seperti hari lalu. Saya harus bertambah lebih kuat agar bisa melindungi orang orang yang saya sayang." ucap Xiao Ziya yang ingin memperdalam ilmu pengobatan yang ia miliki, mungkin ia juga bisa membangkitkan energi langit dari dalam tubuhnya itu.
Zu Aoai memejamkan matanya sebentar, ia mencari sebuah token yang selalu ia simpan selama ini. Zu Aoai memberikan sebuah token identitas berwarna ungu tua pada Xiao Ziya, dengan token itu Xiao Ziya bisa masuk dan mendaftar ke Akademi Xuyuang tanpa harus mengantri seperti orang lain. Zu Aoai memberikan token berwarna ungu tua itu pada Xiao Ziya dan dengan senang hati Ziya menerimanya.
"Suatu hari jika Anda pergi ke Lapisan Dunia Misterius Anda bisa menggunakan token ini dan memberitahukan bahwa Anda memiliki hubungan persaudaraan dengan saya, dengan begitu Anda akan langsung diarahkan menuju Kediaman Keluarga Yuang. Setelah itu Anda bisa pergi mendaftar ke Akademi Xuyuang menggunakan token tersebut, para guru yang mendata calon murid baru akan mengenali token identitas itu. Jika Anda ingin menjadi seorang alkemis yang diakui oleh dunia maka Anda harus menjadi lulusan terbaik dari Akademi Xuyuang." ucap Zu Aoai penuh dengan semangat, ia tak sabar melihat seberapa padat energi langit yang akan dibangkitkan oleh gadis bernama Xiao Ziya itu.
"Terimakasih banyak bantuannya Nyonya Zu Aoai, jika Anda membutuhkan bantuan di masa depan Anda bisa memanggil saya." ucap Xiao Ziya dengan perasaan senang yang menyelimuti hatinya.
"Sebelum Anda pergi dari Lapisan Dunia Manusia Abadi ini, tolong jadilah guru untuk putra saya. Saya menaruh harapan besar pada Anda untuk mengajarinya menjadi seorang ahli pedang." jawab Zu Aoai, yang ia inginkan adalah masa depan cerah untuk putra kesayangannya itu. Tak ada yang lebih penting dari kebahagiaan putranya.
"Saya akan mengajari kedua Tuan Muda dari Klan Zu itu hingga mereka bisa mengalahkan seseorang setingkat Yie Gu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius.
"Itu kedengarannya sangat bagus, senang bisa bekerjasama dengan Anda Nona Muda Xiao Ziya." ucap Zu Aoai yang merasa sangat puas.
"Senang bisa bekerjasama dengan Anda juga Nyonya Zu Aoai." jawab Xiao Ziya dengan senyuman hangat.
Setelah urusannya dengan Nyonya Zu Aoai selesai, Xiao Ziya langsung pamit karna ada beberapa hal yang harus ia lakukan. Xiao Ziya segera keluar dari kamar tamu yang ditempati oleh Zu Aoai kemudian bergegas pergi menuju lapangan tempat latihan yang sering digunakan berlatih oleh Zu Junyang, Zu Genzi, dan Yie Munha. Setelah sampai di lapangan itu ia tam menemukan siapapun di sana, mungkinkah Zu Junyang dan Zu Genzi telah menyelesaikan latihan mereka hari ini?.
"Apa yang sedang adik Ziya lakukan di sini?." tanya Putri Beiling Zu yang datang dari arah belakang Xiao Ziya.
"Semua yang berlatih di lapangan ini pagi tadi sudah pergi beberapa saat yang lalu, sepertinya mereka ikut dengan Ratu Min Xunzi ke gerbang perbatasan." jawab Putri Beiling Zu dengan tatapan polos, ia tak tau apa yang ingin mereka semua lakukan di gerbang perbatasan.
"Terimakasih informasinya, saya permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung menghilang dari hadapan Putri Beiling Zu. Sang putri kembali masuk ke dalam istana Kerajaan Bulan, ia tak ingin ikut campur dengan urusan adik tirinya itu sebelum mendapat izin.
Di sisi lain saat ini Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Tuan Muda Min Xome, Tuan Muda Min Wungi, Xiao Xun, Yie Munha, Yie Junghwa, Yie Cinling, Zu Junyang, dan Zu Genzi sudah berada di atas gerbang perbatasan wilayah Kerajaan Bulan. Mereka mantau setiap sudut wilayah hutan perbatasan untuk mengawasi pergerakan yang dilakukan oleh Yie Gu, Ratu Min Xunzi khawatir para Ketua Klan Yie akan turun langsung dalam rencana Yie Gu kali ini. Setelah menunggu cukup lama akhirnya beberapa diantara mereka melihat Yie Gu sedang mengendap endapan di balik pepohonan yang ada di hutan perbatasan.
"Apa dia datang sendirian?." tanya Ratu Min Xunzi yang tak menemukan siapapun bersama dengan Yie Gu.
"Dia tak akan datang jika hanya sendirian. Mungkin beberapa orang masih berada di tengah tengah hutan hingga keberadaan mereka tak terlihat." jawab Yie Munha yang mengenal bagaimana karakteristik dari kakeknya itu.
"Mungkinkah kali ini kakek datang bersama dengan ayah dan paman?." tanya Yie Munha pada dua kakak laki lakinya.
__ADS_1
"Ayah tak akan setuju dengan ide gila kakek tua itu untuk menyerang desa di dekat perbatasan Kerajaan Bulan, sedangkan paman Yie Angli memiliki dendam yang sangat besar pada kakek dan nenek karna membuat putri kesayangannya lumpuh." jawab Yie Junghwa dengan tatapan serius, pemuda itu terus melihat ke beberapa bagian dari hutan untuk menemukan sekutu yang dibawa oleh kakeknya.
Beberapa penyihir hitam menggunakan mantra kuno yang mereka pelajari untuk melesat dengan cepat ke dalam hutan perbatasan dan melihat berapa orang yang dibawa oleh Yie Gu. Yie Gu yang saat itu sedang bersembunyi di sebuah titik yang tak jauh dari gerbang wilayah perbatasan Kerajaan Bulan merasakan ada beberapa angin lewat yang sangat kencang. Pria tua itu tak mencurigai jika angin tersebut kamuflase dari penyihir hitam agar tak diketahui keberadaannya oleh pihak musuh. Setelah menyusuri setiap sudut dati hutan tersebut para penyihir hitam langsung kembali untuk melapor pada Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi.
"Ini sungguh mengejutkan, kami menemukan saya menemukan enam pemuda asing, masing masing dari mereka memimpin seribu prajurit." ucap salah seorang penyihir hitam yang melapor pada Ratu Min Xunzi.
"Baiklah tak perlu panik, siapkan formasi sihir perlindungan terkuat yang kalian miliki dan sisanya akan menjadi urusan kami." ucap Ratu Min Xunzi yang memberikan perintah pada ratusan penyihir hitam yang berjaga di gerbang perbatasan utama wilayah Kerajaan Bulan.
"Baik! kami akan segera melaksanakan tugas dari Anda." jawab beberapa penyihir hitam secara bersamaan, mereka sengaja memelankan suara agar tak di dengar oleh pihak musuh.
Para penyihir hitam mulai membuat sebuah formasi pelindung yang kuat agar pertahanan gerbang perbatasan tak dapat ditembus dengan mudah, Raja Min Lunxi telah menyiapkan sepuluh ribu pasukan mayat hidup yang dapat ia bangkitkan kapanpun. Semua orang yang berada di atas gerbang perbatasan wilayah Kerajaan Bulan sudah siap untuk melawan Yie Gu bersama dengan pasukan kecil yang pria tua itu bawa. Yie Gu mengamati keadaan di sekitar gerbang perbatasan Kerajaan Bulan dan tak menemukan keanehan apapun, ia hanya melihat puluhan prajurit perbatasan yang sedang berjaga. Yie Gu memberikan isyarat pada keenam pemuda yang ikut dalam peperangan kecil hari ini untuk menyerang gebang perbatasan utama Kerajaan Bulan sekarang juga.
Enam ribu prajurit Kerajaan Yuan Liong keluar dari persembunyian mereka di pimpin oleh beberapa pangeran dan juga putri, Zu Junyang dan Zu Genzi membelalakkan mata mereka karna mereka mengenal dengan baik siapa keenam orang yang sedang memimpin ribuan pasukan itu. Awalnya prajurit penjaga gerbang perbatasan wilayah Kerajaan Bulan merasa cemas karna mendapat serangan mendadak, namun ada yang aneh ribuan prajurit musuh seperti tertahan oleh sihir pelindung yang membuat mereka tak bisa lebih dekat dengan gerbang perbatasan.
"Sialan, mengapa ada kejadian seperti ini Tuan Yie Gu? bukankah Anda mengatakan tak ada satupun anggota Kerajaan Bulan yang mengetahui tentang rencana Anda kali ini!." ucap Pangeran Yuan Wengi dengan nada kesal, mungkinkah mereka telah ditipu oleh pria tua bangka itu.
"Saya juga tak mengetahui adanya formasi pelindung yang tak bisa ditembus oleh sembarang orang seperti ini." jawab Yie Gu yang tak ingin disalahkan oleh pihak sekutunya, bagaimanapun juga rencananya harus tetap berjalan dengan lancar.
Yie Gu dan beberapa pangeran dari Kerajaan Yuan Liong berusaha untuk menghancurkan formasi sihir itu agar mereka bisa menerobos masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan, baru saja berhasil membuat retakan kecil pada formasi sihir itu tiba tiba muncul ribuan pasukan mayat hidup yang menyerang mereka. Akhirnya tiga orang putri mengambil alih kepemimpinan enam ribu pasukan Kerajaan Yuan Liong untuk melawan pasukan mayat hidup itu. Semua rencana yang dikatakan oleh Yie Gu pada mereka malam tadi tak ada yang berjalan dengan lancar, sangat banyak kejutan yang diberikan oleh pihak Kerajaan Bulan hingga membuat mereka kewalahan.
Di sisi lain saat ini Xiao Ziya baru saja sampai di wilayah gerbang perbatasan, gadis itu langsung naik ke atas untuk bergabung dengan yang lain. Xiao Ziya menatap ketiga pangeran dan ketiga putri dari Kerajaan Yuan Liong yang sedang membantu Yie Gu untuk menyerang wilayah perbatasan, apakah mereka berenam itu bodoh hingga bersedia ikut dalam rencana pria tua itu.
"Apakah mereka berenam sudah mendapatkan izin dari Putra Mahkota Yuan Konju untuk menggunakan pasukan Kerajaan Yuan Liong?." gumam Xiao Ziya dengan suara pelan namun masih dapat di dengar oleh beberapa orang yang berasa di sampingnya.
Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi menatap terkejut ke arah keponakan mereka, kapan Xiao Ziya datang dan mengapa mereka tak merasakan aura kehadiran gadis itu?.
"Sejak kapan Anda ada di sini Nona Ziya?." tanya Ratu Min Xunzi dengan tatapan bingung.
"Saya baru saja tiba beberapa saat yang lalu. Apakah pertarungan ini baru saja berlangsung?." tanya Xiao Ziya pada bibinya itu.
"Yie Gu baru memerintahkan sekutunya untuk menyerang, saya rasa tak ada anggota Klan Yie yang bersedia untuk membantunya hingga ia meminta bantuan dari pihak lain." ucap Ratu Min Xunzi yang masih mengawasi jalannya pertarungan.
__ADS_1
"Pasukan itu berasal dari Kerajaan Yuan Liong, saya sangat yakin Putra Mahkota Yuan Konju tak akan menyetujui hal seperti ini. Kalian tetaplah di sini dan saya akan pergi ke Kerajaan Yuan Liong untuk memberitahukan hal ini pada sang Putra Mahkota."ucap Xiao Ziya kemudian gadis itu menghilang setelah membaca mantra teleportasi, akan memakan waktu cukup lama jika ia harus menggunakan ilmu meringankan tubuh karna itulah Xiao Ziya lebih memilih menggunakan teleportasi.
Hai hai semua author balik lagi, maaf kemarin itu libur yang Ratu Iblis karna otak author lagi ngelag sampe ga bisa mikir mau nulis apa. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.