RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dunia Semesta Tingkat Rendah 17


__ADS_3

Acara ulang tahun Nyonya Sarah Yu akhirnya dimulai, semua tamu undangan sudah berada di dalam restoran dapat di pastikan ada lima ribu orang yang datang dalam acara tersebut karna Keluarga Yu salah satu keluarga yang dihormati di wilayah dunia semesta tingkat rendah. Selagi orang orang sedang sibuk mengucapkan selamat ulang tahun pada wanita paruh baya itu, Xiao Ziya merasakan hadirnya kultivator lain dalam acara itu. Aura membunuh yang sangat kental berasal dari atas atap restoran membuat Xiao Ziya tertarik, gadis itu tersenyum kemudian berjalan keluar restoran. Anzo Yu melihat gadis itu keluar, ia langsung mengejar Xiao Ziya karna takut jika perkataan ibunya ada yang menyinggung perasaan gadis itu.


"Nona ingin pergi kemana?." tanya Anzo Yu dengan nafas yang tersengal sengal .


"Kembalilah kedalam, ada hal yang perlu saya urus. Pastikan kedua orang tuamu aman." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Anzo Yu untuk kembali ke restoran, gadis itu belum mengetahui siapa yang menjadi incaran dari sang kultivator. Akan lebih baik jika dialah yang diincar, namun akan sangat berbahaya jika kultivator itu mengincar nyawa dari anggota Keluarga Yu.


"Baiklah jika begitu."ucap Anzo Yu yang percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya bukanlah kebohongan. Pemuda itu masuk kembali kedalam restoran dan bergabung bersama dengan keluarganya.


Xiao Ziya loncat ke atas atap restoran itu, ia menatap tajam ke arah sang kultivator. Ternyata seorang pria tua, ia berada di ranah kaisar bumi jauh di bawah Xiao Ziya. Mendapati seorang gadis berhasil menemukan keberadaanya membuat pria tua itu cukup terkejut, mungkin gadis muda itu bukan orang biasa karna ia mampu naik ke atas atap restoran yang tinggi.


"Anda datang untuk mengacau pesta ulang tahun Nyonya Sarah?." tanya Xiao Ziya dengan nada dingin.


"Ini bukan urusanmu anak kecil, kembalilah ke rumahmu dan berpura pura tak tau bahwa aku ada di sini." ucap pria tua itu yang sedang mengancam Xiao Ziya dengan menunjukkan basis kultivasinya. Xiao Ziya hanya diam dan menatap pria tua itu seakan mempertanyakan apa yang harus ditakuti darinya.


"Bukankah kau sangat ketakutan sekarang?." tanya pria tua itu dengan wajah sombong, ia sangat bangga karna sudah mencapai ranah kaisar bumi pada usianya yang sudah tak muda lagi.


"Anda sedang bercanda dengan saya?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi datar khas miliknya.


"Mungkin kau seorang kultivator sama denganku, namun basis kultivasi mu jauh dibawah ku." ucap pria tua itu yang terus membangga banggakan dirinya di hadapan Xiao Ziya.


"Anda terlalu banyak membicarakan hal yang tak penting." jawab Xiao Ziya dengan santai, ia bisa membunuh pria tua itu sekarang juga namun ia ingin membuat pria tua itu merasa gagal menjadi kultivator yang hebat karna kalah dari seorang gadis muda.


"Kembalilah nak sebelum aku berubah fikiran." ucap sang pria tua yang tetap meminta Xiao Ziya untuk pergi dari sana.


"Anda datang untuk membunuh siapa?." tanya Xiao Ziya, ia menghiraukan peringatan dari pria tua itu.


"Ternyata kau sangat keras kepala, dengan sangat terpaksa aku harus membunuhmu." ucap pria tua, ia mengeluarkan sebuah tombak dari balik jubah yang digunakan. Dilihat dari luar tombak itu adalah tombak naga, mungkin sang pria tua berasal dari Klan Naga atau ia mendapatkan tombak itu setelah mengalahkan seekor naga.


"Baiklah saya akan bertarung dengan anda." ucap Xiao Ziya dengan seringai menyeramkan, kali ini ia tak menggunakan pedang hitam melainkan sebuah pedang berwarna emas yang sangat berkilau. Meski pedang emas itu tak sekuat pedang hitam namun itu sudah cukup untuk membuat sang kultivator tua menyerah.


"Senjata mu bagus juga gadis kecil." ucap pria tua itu, ia menginginkan pedang emas yang dipegang oleh Xiao Ziya.


Xiao Ziya menatap tajam ke arah pria itu, ia mengeluarkan seperempat dari aura membunuh miliknya. Sang pria tua sangat terkejut mendapat tekanan yang sangat hebat dari seorang gadis kecil, ia tak menyangka jika Keluarga Ye memiliki kultivator yang siap untuk membantu mereka.


"Tak disangka sangka kau sangat ganas." ucap pria tua itu yang mulai menyerang Xiao Ziya menggunakan tombak miliknya. Tombak naga memiliki efek serangan yang cukup mematikan, untung saya Xiao Ziya bisa menangkis setiap serangan yang diarahkan padanya.


"Cepat atau lambat energi mu akan habis." ucap pria tua itu, kini ia menyerang dengan sangat berutal pola serangannya juga berubah. Suara dentingan terdengar sangat keras karna pedang emas Xiao Ziya berusaha menghalau tombak itu agar tak menyentuh kulit Ziya sedikitpun.


Semua orang yang sedang sibuk berpesta menghentikan kegiatan mereka, mereka melihat ke arah atas dan beberapa kali ada atap yang bergeser.


"Sepertinya ada yang sedang bertarung di atas sana." ucap salah satu tamu undangan.


Mendengar ada seseorang yang sedang bertarung Wunxin Yu dan Sarah Yu saling bertatapan satu sama lain. Pasangan suami istri itu langsung melihat ke arah para tamu undangan dan mereka tak menemukan gadis yang dibawa oleh Anzo Yu. Mungkinkah saat ini gadis itu sedang bertarung melawan seseorang yang datang untuk merusak pesta mereka?.


"Dimana gadis itu putraku?." tanya Wunxin Yu dengan cemas, ia tak ingin gadis itu terluka hanya untuk melindungi keluarganya. Sebagai kepala keluarga Wunxin Yu memiliki peran penting dalam hal keselamatan seluruh anggota keluarga.


"Nona Ziya sedang berada di luar, ia berkata ingin menyelesaikan urusan sebentar." ucap Anzo Yu dengan jujur pada kedua orang tuanya.


"Bagaimana bisa kau membiarkan gadis itu bertarung sendirian." ucap Wunxin Yu yang menatap putranya dengan tajam. Seorang pria harus bisa melindungi gadis atau wanita meski mereka tang saling mengenal dengan baik.


"Jika saya ada di sana saya hanya mengganggu pertarungan Nona Ziya." ucap Anzo Yu, dari karakter Xiao Ziya sudah terlihat dengan jelas bahwa gadis itu tak suka diganggu.


"Mari kita keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi." ucap Sarah Yu, ia tak ingin suami dan putranya itu bertengkar. Mereka berempat keluar dari restoran, adik Anzo Yu yang sedari tadi hanya diam juga tertarik untuk melihat apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Setelah sampai di luar mereka langsung melihat ke arah atap, sebuah pertarungan yang sangat sengit antara Xiao Ziya dan seorang kakek asing. Xiao Ziya sedang mengulur waktu agar kakek tua itu merasa unggul dalam pertarungan kali ini.


"Ahahaha sebentar lagi kau akan binasa gadis sialan." ucap sang pria tua dengan suara yang cukup kencang, ia terus menyerang tanpa memberikan celah agar gadis itu menyerang balik.


Sedangkan saat ini Raja Artur sedang makan di sebuah warung kecil yang tak jauh dari restoran tersebut, ia merasakan aura Xiao Ziya ada di sekitarnya ditambah lagi dengan sebuah aura yang sangat asing. Dengan cepat Raja Artur membayar pesanannya dan berlari menuju restoran, tebakannya benar saat ini Xiao Ziya sedang bertarung dengan seseorang.


"Hey mengapa kau bermain main seperti itu gadis nakal." teriak Raja Artur dari bawah, mendengar suara dari kakek tua yang menyebalkan membuat tingkat emosi Xiao Ziya meningkat.


"Saya hanya sedang memanaskan otot otot yang sudah lama tak bertarung ini. Mengapa kau lari dari kedai itu? kau lupa membawa uang?." tanya Xiao Ziya yang sempat melihat keberadaan Raja Artur dari atap restoran.


"Tentu saja aku khawatir pada pria tua itu, dia bisa kehilangan nyawanya jika kau sudah mulai serius." ucap Raja Artur dengan tawa mengejek.


Keluarga Yu melihat ke arah pria tampan dengan rambut putih panjang yang ada di sebelah mereka, ternyata Xiao Ziya memiliki teman dekat yang sangat luar biasa seperti pria itu. Sarah Yu sangat terpukau dengan ketampanan luar biasa dari Raja Artur, wanita itu hampir pingsan karna tak bisa menahan pesona yang sangat kuat biasa. Di sisi lain Wunxin Yu merasa kesal karna istrinya lebih memperhatikan seorang pria asing daripada dirinya.


"Berhentilah menatap pria itu istriku." ucap Wunxin Yu, ia memberi peringatan pada istrinya.


"Biarkan aku merasa bahagia di hari ulang tahunku ini." ucap Sarah Yu yang tak mau mendengar perkataan dari suaminya.


"Baiklah, namun kau perlu mengingat satu hal pria setampan itu tak akan tertarik pada mu. Dan kau sudah menjadi milikku." ucap Wunxin Yu dengan sangat tegas, kedua anaknya hanya menahan tawa saat melihat sang ayah sedang terbakar cemburu.


"Jangan mengabaikan ku gadis sialan." ucap pria tua itu yang memukul perut Xiao Ziya menggunakan tangannya, gadis itu hanya diam sambil melihat apa yang kultivator tua itu lakukan.


Dress cantik yang ia gunakan menjadi kotor karna terkena tangan pria tua itu ditambah ada beberapa bagian yang kusut. Melihat hal menyebalkan itu memancing amarah Xiao Ziya. Gadis kecil itu mengeluarkan setengah aura membunuh miliknya, basis kultivasinya yang sudah menembus ranah dewa tahap akhir meledak. Ia menatap tajam pria tua yang berani merusak dress indah yang ia beli dengan harga mahal.


"Mengapa...mengapa kau menjadi sangat menyeramkan?." ucap pria tua itu dengan tubuh yang gemetaran, suasana menjadi sangat mencekam merasakan aura membunuh dari Xiao Ziya membuatnya kesulitan untuk berdiri dengan seimbang. Beberapa kali badan pria itu oleng ke kanan dan ke kiri.


"Kau telah merusak keindahan dari dress ini." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata merah yang menyeramkan, kali ini sosok iblisnya mulai terlihat.


Xiao Ziya melempar pedang emas miliknya dan itu menancap di jantung sang pria tua, pria itu merasa sangat malu karna basis kultivasinya tak ada setengah dari gadis kecil yang ada di hadapannya.


"Kau ingin tau siapa saya? katakan terlebih dahulu siapa yang memintamu untuk membunuh Keluarga Yu." ucap Xiao Ziya yang tak ingin rugi, ia akan meminta ganti rugi pada orang itu atas kerusakan yang terjadi pada dress indahnya.


Dengan sisa waktunya yang tinggal sedikit pria tua itu menceritakan bagaimana ia bisa sampai ke Dunia semesta tingkat rendah dan siapa yang memintanya untuk membunuh anggota keluarga Yu. Dalang di balik kejadian ini adalah Anzu Yu mantan pemimpin Dunia semesta tingkat rendah, ia ingin mengambil alih beberapa perusahaan besar yang dikelola oleh Wunxin Yu. Tentu keluarga Yu yang ada di bawah sana mendengar apa yang dikatakan oleh pria tua itu.


"Saya sudah mengatakan semuanya, tolong katakan siapa anda." ucap pria tua itu, agar di alam baka nanti ia bisa me ceritakan kronologi kematiannya.


"Saya Xiao Ziya, mungkin anda pernah mendengar nama saya." ucap Xiao Ziya dengan santai memperkenalkan siapa namanya. Ekspresi pria itu sangat sulit untuk dimengerti, ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya beberapa saat kemudian sang pria tua mati.


Xiao Ziya mengambil tombak naga yang ada di samping pria tua itu, ia tak berencana untuk menyimpan tombak itu untuk dirinya sendiri. Xiao Ziya meletakkan tombak naga di atas jasad pria tua itu kemudian membakar mereka menggunakan api hitam miliknya.


"Mengapa pria tua itu tersenyum." ucap Xiao Ziya yang masih merasa bingung, orang lain akan sangat takut saat menghadapi kematian.


Karna sang pengacau telah terbunuh, Xiao Ziya turun kebawah dengan cara melompat. Setelah sampai di bawah ia melihat ke arah orang orang yang ada di sana.


"Terimakasih karna telah melindungi keluarga saya." ucap Wunxin Yu dengan membungkukkan badannya sebagai tanda terimakasih pada Xiao Ziya.


"Tanpa bantuan nona kami akan mendapat masalah besar." ucap Sarah Yu, ia sadar jarak antara putranya dengan gadis itu sangatlah jauh.


"Saya ucapkan terimakasih pada kakak cantik." ucap seorang gadis yang satu tahun di bawah Xiao Ziya.


"Untuk masalah Anzu Zee biarkan kami yang menyelesaikannya." ucap Wunxin Yu, ia tak ingin merepotkan Xiao Ziya lagi. Bagaimanapun gadis itu bukanlah anggota Keluarga Yu jadi ia tak perlu mengalami kerugian karna terus membantu.


"Saya akan mendatangi pria itu bukan untuk kalian namun untuk meminta ganti rugi." ucap Xiao Ziya penuh dengan semangat, meski uangnya sangat banyak ia akan meminta ganti rugi sebagai alasan untuk memukuli pria bernama Anzu Zee itu.

__ADS_1


"Kapan kau akan kembali ke dunia bawah gadis nakal?." tanya Raja Artur yang masih ada di sana, masalah Xiao Yan dan Wi Xume harus segera diselesaikan agar tak menimbulkan kekacauan lainnya.


"Gadis itu berulah lagi?." tanya Xiao Ziya dengan kesal. Ia akan memukul wajah Wi Xume saat kembali ke dunia bawah nanti.


"Dia berusaha menggoda Kaisar Zue, dia juga menghasut kakak pertamamu untuk membunuh anggota keluarganya sendiri walau hal itu belum terjadi." ucap Raja Artur yang dapat dimengerti oleh Xiao Ziya.


"Saya akan menyelesaikan masalah yang ada di sini sesegera mungkin." ucap Xiao Ziya. Ia dan Raja Artur berpamitan pada Anzo Yu dan keluarganya yang lain. Sebelum pergi, Xiao Ziya memberikan sebuah kotak kayu pada Nyonya Sarah Yu.


Setelah itu Xiao Ziya dan Raja Artur melesat pergi dengan kecepatan normal. Anggota Keluarga Yu terbelalak melihat kekuatan yang dimiliki oleh seorang Kultivator, tanpa basa basi Sarah Yu membuka kotak kayu yang diberikan oleh Xiao Ziya. Sarah Yu sangat penasaran dengan hadiah yang diberikan oleh Xiao Ziya.


Kotak kayu itu berisi empat kalung giok berwarna putih cerah, sebuah pil aneh yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, sebuah hiasan rambut yang sangat cantik, dan sepucuk surat yang akan di baca nanti saat pesta ulang tahun selesai.


"Terimakasih banyak nona muda, kami akan selalu mengingat kebaikan anda." ucap Keluarga Yu secara bersamaan. Mereka akhirnya tau bahwa seorang kultivator tak selalu memiliki niatan jahat pada orang yang lebih lemah dari dirinya. Mereka hanya akan membunuh atau memberi peringatan pada orang orang yang berani mengusik atau menyinggung saja. Rumor yang disebarkan oleh pemimpin Dunia semesta tingkat rendah selama ini mengenai bagaimana sifat kultivator ternyata salah.


"Jangan berharap pada gadis itu putraku, kita jauh ada di bawahnya." ucap Sarah Yu yang memeluk putranya dengan erat. Anzo Yu membalas pelukan dari ibunya, ia tau bahwa gadis itu bukanlah seseorang yang biasa ia raih.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya dan Raja Artur sedang dalam perjalanan menuju rumah Anzu Zee, seperti rencana awal Xiao Ziya akan meminta ganti rugi atas kerusakan dress miliknya pada pria itu. Setelah beberapa saat merekapun sampai di sebuah halaman rumah yang cukup besar dengan keamanan yang lumayan ketat.


"Siapa kalian! bagaimana bisa kalian masuk tanpa diketahui oleh penjaga lain." teriak seorang pria dengan seragam khusus. Mungkin pria itu bekerja sebagai pengawal atau penjaga rumah dari Anzu Zee.


"Dimana tuan kalian? kami ingin bertemu dengannya dan membicarakan sesuatu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan membunuh. Beberapa pria berseragam masuk kedalam rumah untuk memberitahu tuan mereka bahwa ada tamu tak di undang.


Anzu Zee saat ini sedang menikmati makan malam bersama dengan keluarganya, ia sedang membayangkan aset Keluarga Yu yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Setelah turun dari posisi pemimpin Anzu Zee merasa bahwa harta yang ia miliki saat ini sangatlah kurang, gaji pensiun yang di dapatkan juga tak terlalu banyak.


"Maaf tuan kami harus mengganggu kesenangan anda, ada dua tamu tak diundang yang sedang menunggu anda di halaman belakang." ucap salah seorang pria berseragam.


Anzu Zee mengerutkan keningnya, ia tak merasa mengundang kultivator lain untuk membunuh Keluarga Yu. Mungkinkan dua tamu tak diundang itu adalah anggota Keluarga Yu yang berhasil selamat?.


"Apa kalian pernah melihat wajah mereka berdua?." tanya Anzu Zee dengan rasa penasaran tinggi.


"Tidak tuan,seorang gadis muda yang menjadi tamu tak diundang anda memiliki tatapan yang sangat mengerikan kemungkinan besar mereka berdua kultivator." ucap salah seorang pria berseragam yang menjelaskan dengan singkat.


Anzu Zee langsung bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan dengan santai menuju halaman belakang. Sebelum sampai di halaman belakang ia meminta beberapa penjaga khusus untuk bersiap siap jika ada serangan yang tak terduga dari tamu tak diundang itu. Anzu Zee menatap ke arah Xiao Ziya dan Raja Artur secara bergantian, mereka berdua memiliki penampilan yang sangat berbeda dari kakek tua yang ia bayar untuk membunuh Keluarga Yu.


"Untuk apa kalian berdua datang ke rumah saya malam malam begini?." tanya Anzu Zee dengan nada santai, ia tak ingin terburu buru menghakimi kedua orang yang ada di hadapannya itu.


"Saya datang untuk meminta ganti rugi pada anda." jawab Xiao Ziya dengan singkat, padat, dan jelas. Mendengar perkataan gadis itu membuat Anzu Zee fokus pada dress biru cerah yang sedang digunakan sang gadis. Nampak beberapa bagian dress yang terlihat kusut dan kotor.


"Apa hubungannya saya dengan dress yang anda kenakan?." tanya Anzu Zee yang masih belum mengerti.


"Orang suruhan anda yang membuat dress saya seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi polosnya.


"Lalu dimana orang itu sekarang?." tanya Anzu Zee yang langsung melihat ke sekitar halaman rumahnya akan tetapi pria tua itu tak ada dimanapun.


"Karna saya sangat marah padanya, saya tak sengaja membunuh pria itu." ucap Xiao Ziya dengan cengiran tak berdosa.


Seorang kultivator di ranah kaisar bumi mati di tangan seorang gadis muda, betapa mengerikannya kekuatan yang dimiliki oleh gadis itu.


Anzu Zee melihat ke arah Xiao Ziya berkali kali, sepertinya pria itu sedang mengingat sesuatu. Ia mendengar kabar bahwa adiknya mengundang seorang kultivator dari dunia bawah dan kultivator itu masih sangat muda. Saat memasukkan paksa sang kultivator kedalam robot pintar ciptaan adiknya itu sang robot menjadi tak terkendali dan menyerang adiknya. Apakah kultivator itu merupakan gadis muda yang ada di hadapannya sekarang?.


"Xiao Ziya?." ucap Anzu Zee secara spontan ketika sudah mengingat nama gadis itu.


"Ternyata anda mengenal saya Tuan Anzu Zee." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi senang.

__ADS_1


Hai semuanya, senang rasanya bisa nyapa kalian lagi. Di musim hujan ini jangan lupa jaga kesehatan ya, dan jangan bikin ikutan trand langit bisakah kau turunkan hujan dengan petir, pokoknya jangan ikutan ini hujannya udah keseringan. Jangan lupa buat follow author, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2