RATU IBLIS

RATU IBLIS
Iblis


__ADS_3

Xiao Ziya berjalan menuju ke bagian belakang istana Kekaisaran Qiyu, setelah sampai disana hal pertama yang dilihat oleh Xiao Ziya adalah ribuan pemuda sedang berlatih mereka adalah para prajurit muda yang baru saja direkrut dari berbagai belahan wilayah yang ada di dunia bawah, selain itu terlihat dengan jelas ada beberapa jenderal muda yang sedang berlatih. Saat Xiao Ziya datang mendekat ada seorang jenderal muda yang menghampiri Xiao Ziya.


"Apa yang sedang kau lakulan di sini area ini adalah tempat berlatih para prajurit bukan taman bermain." ucap sang jenderal muda yang sangat ketus pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya menatap jenderal muda itu dengan tatapan kesal mengapa pemuda itu tak mengenali dirinya apakah ia tinggal di dalam gua sehingga tak bisa mengenali wajah Xiao Ziya yang membuat gemetar para pemimpin kerajaan dan kekaisaran yang ada di dunia bawah.


"Cepatlah pergi sebelum senior Zue datang." ucap jenderal itu yang keras kepala menyuruh Xiao Ziya untuk pergi dari sana.


"Saya memiliki hak untuk ada di sini." ucap Xiao Ziya yang mengatakan dengan nada dingin dan juga tajam karna memang tak ada yang bisa mengusirnya dari Istana Kekaisaran Qiyu yang ada di bawah pengawasannya itu.


Tak lama kemudian Jenderal Zue datang dan ia melihat Xiao Ziya ada di area berlatih para prajurit, Jenderal Zue atau yang biasa Xiao Ziya kenal sebagai Pangeran Kegelapan itu merasa sangat senang. Sudah cukup lama Pangeran Kegelapan tak bertemu dengan adiknya yang cantik itu dengan segera Pangeran Kegelapan berlari ke arah Xiao Ziya dan langsung memeluk Xiao Ziya dengan erat.


"Akhirnya kau ingat dengan gegemu ini, sudah berapa lama kau tak datang mengunjungi gegemu yang satu ini." ucap Pangeran Kegelapan yang terlihat sangat senang dengan kedatangan Xiao Ziya.


Jenderal muda yang tadinya memarahi Xiao Ziya merasa sangat terkejut ketika seniornya memanggil gadis itu dengan sebutan adik. Jadi dia telah memarahi adik dari seorang Jenderal Tingkat Tinggi yang ada di Kekaksaran Qiyu.


"Ah maaf karna saya tak sengaja marahi adik senior." ucap jenderal muda itu yang langsung meminta maaf pada Jenderal Zue.


"Kau memarahi adik kecilku yang cantik ini." ucap jenderal Zue yang menatap jenderal muda itu dengan tatapan penuh dengan amarah.


Sang jenderal muda sangat takut karna telah membuat seniornya marah jika ia tau bahwa gadis yang ada di hadapannya adalah adik dari Jenderal Zue maka ia akan memperlakukan gadis itu dengan baik.


"Apakah kau baik baik saja?." tanya jenderal Zue yang khawatir jika Xiao Ziya diperlakukan sangat buruk oleh jenderal muda itu.


"Saya baik baik saja, hanya saja saya datang untuk melihat prajurit baru yang sedang berlatih." ucap Xiao Ziya yang merasa baik baik saja ia hanya kesal karna ada yang berani berbuat seenaknya dengan dirinya.


"Mungkin karna banyak yang tak mengenalmu oleh karna ini mari semua para jenderal dan prajurit baru berkumpul." ucap Jenderal Zue yang meminta agar semua prajurit dan jenderal baru yang sedang berlatih untuk menghentikan latihannya dan berkumpul karna ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.


Semuanya berkumpul menjadi satu dan berbaris dengan rapi.


"Baiklah saya akan menyampaikan sesuatu yang penting jadi saya harap kalian mendengar semua dengan baik." ucap Jenderal Zue yang langsung di dengar oleh para prajurit muda dan jenderal muda.


"Jadi saya ingin memperkenalkan siapa gadis muda yang ada di hadapan saya ini, ia adalah nona Xiao Ziya adik dari Xiao Yan atau biasa kalian kenal sebagai Kaisar Yan. Dan ia juga yang memiliki kekuasaan tertinggi atas Wilayah Kekaisaran Qiyu." ucap Jenderal Zue yang membuat semua prajurit baru dan jenderal baru sangar kaget, ternyata Xiao Ziya adalah seorang gadia yang masih sangat muda, mereka pernah mendengar nama Xiao Ziya namun tak pernah melihat seperti apa sosok Xiao Ziya.


"Baiklah saya datang kesini hanya ingin menyampaikan bahwa kalian harus berlatih dengan keras karna keamanan Wilayah Kekaisaran Qiyu ada di tangan kalian, dan jika ada di antara kalian yang berhianat maka saya akan memenggal kepala kalian tanpa ampun." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan beberapa patah kata pada para prajurit dan jenderal muda.


Para prajurit muda dan jenderal muda mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya dan mematuhi apa yang dikatakan oleh gadis itu. Setelah urusannya di sana selesai Xiao Ziya meminta izin pada yang lain untuk pergi karna ia juga harus mempersiapkan pasukannya yang akan menjaga dunia bawah selama ia pergi ke dunia atas nantinya.


Saat melewati pasar yang ada di dekat istana Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya mampir kesebuah kedai yang menjual roti isi daging.

__ADS_1


"Permisi bibi saya ingin pesan seratus ribu roti isi daging untuk esok hari apakah bisa?." tanya Xiao Ziya pada penjual roti isi daging. Sang penjual roti isi daging terkejut dengan perkataan Xiao Ziya.


Baru kali ini ada orang yang memesan roti isi dagingnya dalam jumlah yang sangat banyak.


"Baiklah saya akan menyiapkan semuanya besok pagi, namun apakah saya boleh meminta sebagian bayarannya sekarang untuk membeli baban bahan." ucap bibi penjual roti isi daging yang meminta sebagian bayarannya terlebih dahulu. Xiao Ziya membayarkan tiga ribu koin emas pada bibi penjual isi daging.


"Ini sudah lebih dari cukup trimakasih nona Ziya." ucap bibi penjual roti isi daging yang segera menutup kedainya dan pergi untuk berbelanja.


Sedangkan Xiao Ziya melanjutkan perjalananya untuk pergi ke kota kecil yang ada di hutan dekat perbatasan Wilayah Kekaisaran Qiyu. Saat memasuki hutan bagian dalam Xiao Ziya merasakan aura membunuh yang sangat kental dengan segera Xiao Ziya melesat untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Di luar benteng masuk kota kecil milik Xiao Ziya terlihat beberapa orang berjubah hitam yang berusaha memasuki kota kecil milik Xiao Ziya.


"Apa yang kalian lakukan di wilayahku?." tanya Xiao Ziya yang merasa bahwa orang orang berjubah hitam itu memiliki niatan yang tak baik pada pasukan khususnya yang ada di dalam kota kecil miliknya.


"Kau pemilik tempat ini? kami ingin membeli bangunan yang tertutupi oleh benteng tinggi itu." ucap salah satu dari kelompok orang orang berjubah hitam.


"Saya tak berniat untuk menjualnya." ucap Xiao Ziya yang mengatakan dengan nada ketus.


Orang orang berjubah hitam itu tampak tak senang dengan jawaban yang mereka dapatkan, entah darimana mereka datang dan mengapa tiba tiba ingin membeli kota kecil milik Xiao Ziya berapapun koin emas yang akan mereka bayarkan Xiao Ziya tak akan pernah menjual kota kecil miliknya.


"Kami akan membeli dengan harga mahal." ucap salah satu dari mereka yang berusaha untuk meyakinkan Xiao Ziya.


"Kalian bisa membangunnya sendiri dan saya tetap tak akan menjual kota kecil saya." ucap Xiao Ziya yang teguh dengan pendiriannya.


"Pergilah sebelum saya membunuh kalian." ucap Xiao Ziya yang memberikan kesempatan pada kelompok orang berjubah hitam untuk pergi dari sana. Namun orang orang berjubah hitam itu tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.


"Apa yang akan dilakukan oleh gadis kecil sepertimu." ucap salah satu dari orang berjubah hitam yang meremehkan kekuatan dari Xiao Ziya.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah pedang berwarna hitam pekat yang ia buat dari aura membunuhnya, dengan cepat Xiao Ziya menyerang salah satu anggota jubah hitam hingga kepalanya terpisah dengan badan dan mati di tempat.


"Arghhh apa yang kau lakukan pada rekan kami." triak salah satu orang berjubah hitam yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya.


"Membunuhnya, bukankah menurut kalian saya ini lemah? lalu mengapa kalian bisa mati dengan mudah di tangan saya?." tanya Xiao Ziya, pertanyaan yang dikatakan oleh gadis itu memiliki unsur menyinggung.


"Kau yang memulainya terlebih dahulu jadi jangan menyesal ketika nyawamu terenggut." ucap mereka secara berempat dan dengan cepat membentuk sebah pola sihir yang sangat rumit namun Xiao Ziya tau babwa itu adalah pola sihir hitam yang akan memanggil roh iblis yang sangat jahat. Xiao Ziya fikir sudah tak ada lagi yang mempelajari pola sihir terkutuk itu.


"Kami pastikan kau akan mati mengenaskan." ucap orang orang berjubah hitam yang sangat marah karna Xiao Ziya telah membunuh salah satu rekan mereka.


Saat para orang berjubah hitam itu selesai membaca mantra kuno dan melakukan beberapa gerakan yang sangat aneh, sebuah kabut berwarna hitam pekat tiba tiba saja menutupi seluruh area itu dan muncullah sesosok iblis besar yang sangat menyeramkan. Melihat wujut dari iblis itu sempat membuat Xiao Ziya terkejut pasalnya ini adalah kali pertama untuknya melihat sesosok iblis yang begitu menyeramkan, Xiao Ziya juga tak pernah melihat iblis itu di wilayah neraka ataupun alam neraka.

__ADS_1


"Apakah ia adalah iblis dari dimensi lain?." ucap Xiao Ziya yang nampak kebingungan. Melihat ekspresi dari Xiao Ziya membuat orang orang berjubah hitam merasa sangat senang karna mereka mengira Xiao Ziya takut pada iblis yang mereka panggil.


"Jadi untuk apa kalian membangunkanku dari tidur panjang?." tanya sang iblis pada beberapa orang berjubah hitam.


"Kami ingin meminta bantuan pada anda untuk mengalahkan gadis itu." ucap salah seorang dari kelompok jubah hitam.


Sang iblis besar itu menatap Xiao Ziya dengan sorot matanya yang merah, sang iblis juga tak mengerti mengapa ia di bangunkan hanya untuk melawan seorang gadis muda, apa mungkin orang orang berjubah hitam yang memanggilnya itu tak mampu mengalahkan gadis muda yang sedang ia tatap itu.


"Kalian bercanda padaku?." ucap sang iblis dengan nada bicara yang terdengar seperti orang marah.


"Tidak, gadis itu sangatlah kuat jadi kami membutuhkan bantuanmu." ucap mereka yang meyakinkan pada sang iblis bahwa Xiao Ziya bukanlah gadis biasa.


Karna sang iblis penasaran dengan kebenaran yang dikatakan oleh orang orang yang memanggilnya itu akhirnya sang iblis menyerang Xiao Ziya dengan kepalan tangan raksasanya, dengan mudah Xiao Ziya melompat ke atas dan pindah ke tempat yang lebih aman.


"Saya tak punya banyak waktu untuk bermain main jadi lebih cepatlah sedikit." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menunggu lebih lama lagi karna ia harus menyelamatkan para anggota pasukan khususnya yang sedang terluka.


"Kau yang meminta kematianmu dipercepat gadis kecil." ucap sang iblis yang tak akan sungkan lagi untuk menyerang Xiao Ziya karna baginya gadia itu sendiri yang meminta kematiannya dipercepat.


Dengan segera Xiao Ziya merubah penampilannya, kini mata dan juga rambutnya berubah menjadi merah darah, ia juga mengeluarkan aura pemimpin dari neraka yang ia punya sebuah sabit kematian ia pegang. Gadis itu sudah siap bertarung dan mengalahkan iblis sombong yang ada di hadapannya. Melihat perubahan dan juga aura yang dipancarkan oleh Xiao Ziya membuat sang iblis gemetaran, ia tak habis fikir jika gadis sekecil itu bisa mengeluarkan aura yang menakutkan.


"Majulah dan cepat." ucap Xiao Ziya yang tak ingin berbasa basi lagi.


Sang iblis menyerang Xiao Ziya menggunakan sebuah kapak raksasa, iblis itu menebaskan kapak beberapa kali ke tanag agar bisa melukai atau menjatuhkan Xiao Ziya namun usahanya selalu gagal karna gadis itu berhasil menghindar. Xiao Ziya juga tak tinggal diam ia mengangkat sabitnya lalu membacakan sesuatu tiba tiba saja dua rantai hitam melilit tubuh sang iblis hingga iblis itu jatuh tersungkur di tanah karna ukuran sang iblis sangat besar ia hampir membuat wilayah Kekaisaran Qiyu dan sekitarnya mengalami gempa karna tanah bergetar dengan hebat.


"Siapa kau sebenarnya." tanya sang iblis yang menatap Xiao Ziya dengan tatapan ketakutan sekarang ia tau bahwa gadis yang sedang ia lawan bukanlah kultivator biasa. Dari sabit kematian yang Xiao Ziya pegang sudah mencerminkan ia memiliki kedudukan yang tinggi.


Sebelum menjawab rasa penasaran dari sang iblis, Xiao Ziya melesat ke arah orang orang berjubah hitam. Satu persatu dari mereka mati dengan kondisi kepala yang terpisah dari badannya. Xiao Ziya sengaja membunuh orang orang berjubah hitam terlebib dahulu karna ia tak ingin mereka kabur dan di masa depan akan menciptakan kekacauan.


"Jadi apakah kau tak mengenaliku?." tanya Xiao Ziya pada iblis itu untuk memastikan apakah sang iblis sudah mengenali dirinya ataukah belum.


"Aku tak mengenalmu." ucap sang iblis yang memang tak mengenal Xiao Ziya.


Xiao Ziya tampak sangat bingung apakah semua iblis tak berasal dari neraka? atau ada alam lain yang menyerupai neraka namun diamanakah tempat itu berada karna ia belum pernah mendengarnya.


"Saya adalah ratu dari alam neraka." ucap Xiao Ziya dengan singkat. Mendengar apa yang dikatakan oleh gadis yang berhasil menumbangkannya membuat sang iblis teringat bahwa ia juga diminta untuk mencari seorang gadis yang akan menjadi pemimpin di alamnya suatu hari nanti.


"Jadi seperti itu maafkan saya karna telah lancang pada ratu dari neraka." ucap sang iblis yang merasa Xiao Ziya layak untuk ia hormati karna gadis itu jauh lebih kuat dari dirinya.


Akhirnya Xiao Ziya melepaskan rantai yang menjerat sang iblis lalu meminta iblis itu untuk segera pergi dari sana karna Xiao Ziya merasakan kedatangan dari Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan. Mungkin mereka khawatir dengan gempa yang terjadi tadi.

__ADS_1


"Trimakasih karna ratu sudah membiarkan saya pergi, saya akan datang lagi dengan rupa yang lebih memungkinkan untuk anda lihat." ucap sang iblis kemudian ia menghilang dari hadapan Xiao Ziya.


Hai hai semua akhirnya setelah lama ga update karna lagi sibuk banget dan jarang buka hp akhirnya aku bisa update lagi jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips.


__ADS_2