RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pedagang Dari Luar Kekaisaran Binzo


__ADS_3

Xiao Ziya yang sudah ada di dalam wilayah desa miliknya itu langsung menghampiri para petani yang ada di sana, beberapa orang tampak sangat panik karna para pedagang dari luar Kekaisaran Binzo itu sudah berhari hari ada di sana dan mereka tak mau pergi sebelum para petani menjual hasil panennya pada pedagang pedagang itu.


"Akhirnya nona datang, kami sangat khawatir jika sihir pelindung yang nona buat bisa di hancurkan oleh mereka." ucap salah seorang petani pria yang menyampaikan kecemasannya.


"Tenanglah mereka tak akan sanggup menghancurkan sihir pelindung yang ku buat." ucap Xiao Ziya yang sangat yakin bahwa kultivator yang di sewa oleh para pedagang itu tak akan bisa menembus sihir pelindung miliknya.


Xiao Ziya memberikan sepuluh ribu koin emas, ia membeli gandum dan beras dari pertanian miliknya sendiri, sebenarnya gadis itu bisa mengambil sesuka hatinya namun ia sangat menghargai para petani yang sudah mengurus lahannya.


"Saya ingin membeli beras dan gandum dengan koin koin emas itu tolong siapkan semuanya." ucap Xiao Ziya yang meminta para petani pria untuk pergi ke gudang dan mengambil bahan bahan pangan yang ia beli.


"Nona tak perlu membayar, ini adalah lahan milik nona sendiri." ucap salah seorang gadis yang merupakan anak perempuan dari salah seorang petani.


"Tidak, tidak, saya membutuhkan dalam jumlah yang besar tentu saja saya harus membayarnya." ucap Xiao Ziya yang tak bisa dibantah oleh siapapun.


Para petanipun pasrah dan menyiapkan pesanan Xiao Ziya ada sekitar dua ribu karung beras dan seribu lima ratus karung gandum Xiao Ziya memasukkan semua itu kedalam cincin semestanya.


"Untuk apa nona membeli beras sebanyak itu?." tanya salah seorang petani yang keheranan mengapa nonanya membeli banyak sekali makanan pokok.


"Saya sedang membentuk pasukan khusus karna saya harus bergi beberapa tahun jadi harus ada yang menggantikan saya untuk menjaga dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang tak ingin memberitaukan kemana ia akan pergi.


"Hati hati nona Ziya dan kembalilah dengan selamat." ucap beberapa petani secara serempak.


"Kalian tenanglah, para pedagang yang ada di depan sana biar saya yang urus." ucap Xiao Ziya yang berjalan keluar dari desa miliknya itu.


Saat ia membuka gerbang dan keluar dari sana melewati sihir pelindung miliknya sendiri tanpa ada kesulitan sama sekali. Para pedangan menatap Xiao Ziya dengan tajam, jika gadis itu bisa masuk kedalam sana berarti ia benar benar pemilik dari desa yang dikelilingi oleh benteng tinggi itu.


"Jadi kau benar benar pemilik wilayah ini? cepat hilangkan sihir perlindungan sialan ini agar kami bisa masuk kedalam." ucap para pedangang yang meminta agar Xiao Ziya menghilangkan sihir pelindung yang ia buat, namun gadis itu hanya acuh tak acuh karna ia memang tak peduli dengan para pedagang dari luar Kekaisaran Binzo.


"Pola sihir tingkat tinggi naga api bangkitlah." ucap Xiao Ziya yang menggambar sebuah pola di udara hampa. Dari pola sihir yang ia buat keluar seekor naga api yang sangat besar dengan mata merah menyala.

__ADS_1


"Saya datang memenuhi panggilan nona." ucap naga itu yang bersujud di hadapan Xiao Ziya.


"Bangunlah, saya menugaskanmu untuk melindungi benteng tinggi ini, jika ada orang yang tak bisa menembus sihir pelindung yang saya pasang berarti mereka adalah orang orang yang tidak ku kehendaki kedatangannya dan kau bisa membakar mereka." ucap Xiao Ziya yang memberikan tugas pada naga api itu untuk melindungi desa petani yang ada di bawah kekuasaanya.


"Saya akan mematuhi perintah nona." ucap sang naga yang terbang dan menempati bagian atas benteng.


Para pedagang dari luar Kekaisaran Binzo hanya menatap dengan ketakutan, namun mereka tak bisa kembali hanya dengan tangan kosong saja, mereka mendengar bahwa gandum dan beras yang dijual oleh para petani itu memiliki kualitas yang sangat tinggi.


"Kami tak akan pergi sampai mendapat apa yang kami inginkan." ucap para pedagang yang masih sangat keras kepala dan tak ingin pergi.


"Pergilah jika kalian masih ingin kepala kalian ada di tempatnya." ucap Xiao Ziya yang tak ingin basa basi lagi.


Para kultivator yang masih sadar diminta untuk melawan Xiao Ziya, merekapun menuruti perintah dari sang pedagang. Para kultivator itu menyerang Xiao Ziya secara bersamaan, Xiao Ziya mengeluarkan cambuk dari cincin penguasa mutlaknya gadis itu ingin mencoba jurus jurus baru yang baru saja ia pelajari kemarin.


"Baiklah mari kita bermain main." ucap Xiao Ziya yang mengayunkan cambuknya kesegala arah hingga melukai para kultivator yang sedang mengelilinginya dari berbagai arah.


"Arghh sakit sekali." ucap salah satu kultivator yang pingsan karna kehilangan darahnya dalam jumlah yang banyak.


Para pedagang yang melihat para kultivator yang pergi ketakutan juga hanya bisa berlari pergi karna sudah tak tau apa yang harus mereka lakukan lagi, kini semua pedagang yang mengganggu ketenangannya sudah pergi, kali ini Xiao Ziya memaafkan mereka semua jika mereka datang lagi maka kepala mereka akan lepas dari badan.


"Apakah urusan nona sudah selesai?." tanya Ling Zungze yang ingin segera kembali ke akademi karna kehadirannya di samping Xiao Ziya hanyalah sebuah beban dan tak bisa membantu apapun.


"Memangnya mengapa? saya masih memiliki beberapa urusan di sini." ucap Xiao Ziya yang masih ingin pergi ke Istana Kekaisaran Binzo.


"Kalau begitu saya pamit kembali ke akademi." ucap Ling Zungze yang berpamitan pada Xiao Ziya, pemuda itu langsung melesat pergi karna ingin segera kembali ke Akademi Kekaisaran Qiyu.


Xiao Ziya hanya melihat kepergian Ling Zungze dan ia tak ingin tau apa yang ingin dilakukan oleh pemuda itu. Xiao Ziya melesat menuju istana Kekaisaran Binzo untuk bertemu dengan sang kaisar dan membicarakan tentang masuknya para pedagang dari luar Kekaisaran Binzo yang memaksa untuk masuk ke desa yang ada di wilayah kekuasaanya.


Saat ini Xiao Ziya sampai di depan gerbang masuk istana Kekaisaran Binzo, para prajurit mempersilahlan Xiao Ziya untuk masuk karna mereka memang sudah mengenal Xiao Ziya.

__ADS_1


"Selamat datang nona Ziya." ucap beberapa prajurit yang menyambut kedatangan Xiao Ziya.


"Apakah Kaisar Zo Linzu ada di istana?." tanya Xiao Ziya yang ingin memastikan apakah kaisar Zo Linzu ada di dalam istana ataukah tidak.


"Kaisar ada di dalam istana, nona silahkan masuk saja." ucap para prajurit penjaga gerbang masuk istana Kekaisaran Binzo.


Xiao Ziyapun masuk kedalam dan pergi ke ruang kerja Kaisar Zo Linzu, saat sampai di depan ruang kerja kaisar Zo Linzu gadis itu mengetuk pintu dan menunggu sang kaisar mempersilahkannya untuk masuk. Setelah mendapatkan izin, Xiao Ziyapun masuk kedalam dan duduk di salah satu kursi yang sudah disiapkan.


"Selamat datang nona Ziya, mengapa anda tak mengabari saya terlebih dahulu saat ingin datang berkunjung agar saya bisa menyambut anda dengan baik." ucap Kaisar Zo Linzu yang sedikit terkejut dengan kedatangan Xiao Ziya yang sangat mendadak, selain itu kaisar Zo Linzu juga merasa tak enak hati harna tak bisa menyambut kedatangan dari Xiao Ziya.


"Saya datang kesini untuk bertanya tentang para pedangang dari luar Kekaisaran Binzo yang memaksa para petani yang ada di bawah kepemimpinan saya untuk menjual hasil panennya para mereka." ucap Xiao Ziya yang langsung mengatakan apa tujuannya datang ke Istana Kekaisaran Binzo.


"Ah soal itu, saya sudah mencari tau mereka adalah pedagang dari wilayah barat yang tadinya datang ke Kekaisaran Binzo untuk menjual kain kain kualitas tinggi, namun saat mereka ingin kembali ke wilayah mereka, ada sebuah kabar yang mengatakan bahwa gandum dan beras yang dihasilkan oleh petani di desa yang ada di bawah kepemimpianan anda memiliki kualitas tinggi sehingga para pedagang dari barat sangat tertarik." ucap Kaisar Zo Linzu yang menjelaskan apa yang ia ketahui tentang para pedagang yang mencoba memaksa masuk wilayah kekuasaan Xiao Ziya.


"Jadi mereka sangat tertarik dengan hasil penen para petaniku, maka akan kupastikan mereka tak akan bisa membeli beras dan gandum itu dari manapun." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan apa yang ia akan lakukan untuk membuat para pedagang dari barat itu jera dan tak mengulangi kesalahan mereka lagi.


Xiao Ziya pamit pada Kaisar Zo Linzu karna gadis itu ingin melakukan sesuatu. Xiao Ziya mendatangi satu persatu toko bahan pangan pokok yang mendapatkan suplay dari para petani yang ada di wilayah kekuasaanya. Xiao Ziya meminta mereka untuk tak menjual beras dan gandum pada para pedagang dari barat dan jika ada yang ketahuan menjualnya pada mereka maka suplay bahan pokok akan dihentikan. Akhirnya para pedagang bahan pokok yang ada di Kekaisaran Binzo menuruti apa yang Xiao Ziya katakan.


Setelah selesai menyelesaikan urusannya di Kekaisaran Binzo akhirnya Xiao Ziya memilih untuk pergi ke kota kecil yang ada di hutan dekat perbatasan Kekaisaran Qiyu.


Saat sampai di sana Xiao Ziya langsung pergi ke gudang tempat penyimpanan makanan pokok, disana Xiao Ziya menaruh semua karung beras dan juga karung gandum yang ada di dalam cincin semestanya.


Dalam sekejap gudang itu penuh dengan karung berisi beras dan juga gandum, setelah selesai meletakkan semua bahan makanan pokok itu Xiao Ziya melihat para prajurit khususnya yang sedang berlatih, merema sedang mengelilingi kota kecil itu sebanyak seratus kali.


"Hormat saya pada junjungan." ucap salah seorang jenderal iblis yang menghampiri Xiao Ziya.


"Saya trima hormatmu, bagaimana latihan mereka semua." ucap Xiao Ziya yang menanyakan tentang perkembangan pasukan khusus yang sedang ia bentuk itu.


"Para manusia yang junjungan angkat menjadi pasukan khusus sangat giat dalam berlatih." ucap jenderal iblis itu yang menceritakan apa saja yang dilakukan oleh para manusia yang Xiao Ziya angkat menjadi pasukan khusus, mereka berlatih siang dan malam, mereka hanya akan beristirahat saat jam sarapan, makan siang, dan makan malam, selain itu mereka semua hanya tidur tiga jam dalam sehari.

__ADS_1


"Hah mereka terlalu memaksakan diri, tolong nanti ambilkan obat berwarna putih yang ada di gudang obat dan baikan pada mereka." ucap Xiao Ziya yang meminta Jenderal Iblisnya untuk membagikan pil pada pasukan khususnya saat jam makan siang nanti.


Hai hai semuanya aku update lagi, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow yang belum follow aku, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips juga kalau punya koin. Jangan lupa like sepuluh kali game ganti ganti bajuku di profil.


__ADS_2