
Pagi harinya, Xiao Ziya bangun pagi pagi buta. Gadis itu mandi kemudian membuat sarapan. Xiao Ziya sangat rindu masakan yang ada pada zaman moderen. Xiao Ziya membuat nasi goreng dengan omlet. Ziya membuat sarapan bukan untuk dirinya sendiri, namun untuk semua orang yang ada.
"Huft ternyata membuat nasi goreng untuk banyak orang itu melelahkan." ucap Xiao Ziya yang menyiapkan makanan di atas piring. Setelah selesai Xiao Ziya menyajikannya di meja makan.
Aroma yang sangat wangi tercium dari ruang makan, semua orang yang masih ada di kamarnya langsung keluar.
"Wangi apa ini, humm enak sekali." ucap Xiao Cunyu yang langsung keluar dari kamar menuju ruang makan.
"Makanan aku datang." triak Xiao Feng yang langsung berlari saat mencium aroma yang begitu enak.
Satu persatu mulai datang ke ruang makan. Mereka menatap makanan yang disajikan dengan keheranan. Pasalnya makanan yang dimasak Xiao Ziya berasal dari zaman moderen.
"Ini namanya nasi goreng dan omlet, kalian cobalah ini sangat enak." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan karna ia tau makanan yang ia buat sangat asing bagi mereka semua.
Mereka saling tatap menatap satu sama lain, keraguan terlihat jelas di wajah mereka. Bagaimana jika makanan yang ada di hadapan mereka itu tak sesuai dengan yang dibayangkan.
Xiao Yan memberanikan diri untuk makan sesuap nasi goreng. Betapa terkejutnya Xiao Yan karna makanan yang bernama nasi goreng itu sangatlah enak.
"Ini benar benar luar bisa, aku belum pernah mencoba makanan se enak ini. Rasanya gurih, pedas, asin dan sulit untuk ku ungkapkan." ucap Xiao Yan yang langsung menakan nasi goreng itu dengan begitu lahapnya.
Melihat Xiao Yan yang makan dengan lahap membuat orang orang yang ragu langsung mencoba makanan itu. Semua jatuh cinta dengan makanan yang dibuat Xiao Ziya.
"Masakanmu benar benar luar biasa, koki istanaku saja tak sebanding denganmu." ucap Raja Zeus yang memuji masakan Xiao Ziya.
"Bisakah aku meninta resep masakan ini?." tanya Raja Artur yang juga jatuh cinta dengan masakan Xiao Ziya.
Xiao Ziya tersenyum dengan penuh rasa gembira, makanan yang ia buat disukai oleh banyak orang. Xiao Ziya mengiyakan keinginan Raja Artur yang meminta resep itu.
"Setelah selesai makan, aku ingin mengajak Yan gege, Xun gege, dan Zue gege." ucap Xiao Ziya yang mengutarakan apa yang ia ingin lakukan.
Setelah selesai makan Xiao Ziya pergi ke kamar untuk mengganti pakaian, setelah selesai ia pergi ke taman untuk menunggu kakak kakak laki lakinya datang.
"Mereka mempersiapkan diri seperti apa? mengapa lama sekali." ucap Xiao Ziya yang masih setia menunggu. Akhirnya yang di tunggu datang. Namun mengapa mereka jadi lima orang? padahal Xiao Ziya hanya mengajak tiga kakak laki lakinya saja.
__ADS_1
"Mengapa kalian jadi lima orang?." tanya Xiao Ziya yang sedikit kebingungan karna Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz juga ikut?.
"Dua orang ini memaksa untuk ikut, aku sudah melarang mereka, tapi mereka sangat keras kepala." ucap Xiao Yan yang menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Karna tak ingin meributkan masalah sepele akhirnya Xiao Ziya memperbolehkan Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz untuk ikut. Mereka semua berangkat mengikuti Xiao Ziya dari belakang.
Xiao Ziya berhenti di depan sebuah penginapan, gadis itu melihat kesebuah jendela yang terbuka, dia melihat anak laki laki yang ditabraknya beberapa hari lalu.
"Apa yang sedang kau cari adikku, mengapa behenti di sini?." tanya Xiao Xun yang tak mengerti maksud Xiao Ziya yang mengajak mereka ke tempat itu.
"Aku sedang mencari beberapa pengganggu. Mereka harus segera disingkirkan." ucap Xiao Ziya yang masih menatap jendela itu. Pangeran Kegelapan, Pangeran Zeeling, dan Pangeraan Anz mengerti apa yang dimaksud Xiao Ziya, namun kedua kakak laki lakinya yang lain tak mengerti.
Xiao Ziya melangkah masuk kedalam penginapan. Dia memesan restoran yang ada di lantai atas. Xiao Ziya naik ke lantai atas diikuti oleh lima kakak laki lakinya. Setelah sampai ia duduk di meja yang sudah dipesan.
Para anak anak dewa itu merasakan kehadiran yang sangat familiar bagi mereka, saat menoleh mereka melihat Xiao Ziya dan lima pria tampan.
"Bukankah itu gadis yang kau cari?." ucap seorang anak perempuan.
Anak laki laki yang ditabrak beberapa hari yang lalu bernama Zilos ia berusia empat belas tahun merupakan anak dari Dewa Hiloz. Yang kedua ada Xiu umur tiga belas tahun anak dari Dewa Hiloz. Yang ketiga Meizu umur tiga belas tahun anak dewa Agni, ia adalah satu satunya anak perempuan yang ikut mengincar Ziya. Yang terakhir ada Zima umur empat belas tahun anak dewa Yingmu.
"Gadis itu menyerahkan nyawanya dengan sukarela." ucap Ziloz sambil menatap Xiao Ziya yang tak terlalu jauh darinya.
Xiao Ziya yang menyadari bahwa ia tengah di tatap oleh musuhnya langsung menatap balik. Mata Xiao Ziya yang indah sempat membuat Ziloz tidak fokus.
"Apa yang sedang kau lihat kak." ucap Xiu yang sedang menyadarkan kakak laki lakinya yang sedang terpesona pada musuhnya sendiri.
"Ah maaf aku tadi sedang tak konsentrasi." ucap Ziloz yang langsung sadarkan diri. Sialnya pesona Xiao Ziya berhasil membuat Ziloz jatuh hati pada gadis itu.
Xiao Ziya tak acuh dengan tatapan Hiloz dia fokus memakan pesanannya. Para kakak laki laki Ziya faham bahwa pemuda yang baru saja menatap adiknya itu sedang jatuh hati pada adik mereka.
"Mereka adalah anak para dewa, dan mereka ke sini untuk melenyapkanku." bisik Xiao Ziya pada Xiao Yan dan Xiao Xun yang tadinya bingung menjadi geram setelah mendengar penjelasan dari adiknya.
"Hai kakak kakak tampan, mengapa kalian sudi menemani gadis desa itu." ucap Meizu yang tiba tiba menghampiri meja Xiao Ziya dan menggoda semua kakak laki lakinya.
__ADS_1
"Siapa yang kau maksud gadis desa? apakah kau sedang mengatai dirimu sendiri?." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum ke arah Meizu.
Tentu saja anak perempuan dari Dewa Agni itu merasa kesal dan tak terima dengan yang dikatakan oleh Xiao Ziya. Meizu hendak menampar Xiao Ziya namun tangannya ditahan oleh Pangeran Anz.
"Jangan berani berani kau menyakiti adikku." ucap Pangeran Anz yang tak terima.
"Tinggalkanlah gadis ini dan bergabung denganku, kujamin kalian akan merasa bahagia." ucap Meizu yang tak tau malu. Mana ada pria yang mau ikut dengan wanita seperti itu.
Xiao Ziya menatap perempuan itu dengan jijik. Bagaimana bisa anak dari seorang dewa memiliki sikap seperti itu. Martabatnya sungguh tak ada.
"Pergilah aku muak melihatmu." ucap Xiao Ziya yang sudah mulai habis kesabarannya.
"Terbakarlah." ucap Meizu yang menyerang Xiao Ziya secara tiba tiba, tentu saja itu membuat Ziya sedikit terkejud. Namun api yang dikeluarkan Meizu tak bisa menyakiti Xiao Ziya.
Braaaak
Xiao Ziya bangun dari duduknya. Dan menatap Meizu dengan tajam. Xiao Ziya mencekal kerah Meizu dan menyeret gadis itu pergi dari penginapan itu.
Para anak dewa lainnya dan kakak Xiao Ziya mengikuti Xiao Ziya yang pergi menyeret Xiu.
Xiao Ziya membawa Meizu pergi kesebuah ladang rumput yang ada di sebelah kiri perbatasan wilayah Kekaisaran Qiyu.
"Kau ingin membawaku kemana, lepaskan aku." ucap Meizu yang sudah geram dengan Ziya yang membawanya seenak hati.
Xiao Ziya melepaskan kerah baju Meizu dan melemparnya ke padang rumput. Meizu menatap Xiao Ziya dengan tajam dan mencoba menyerang Xiao Ziya lagi.
"Gadis rendahan sepertimu berani beraninya memperlakukanku seperti ini." ucap Meizu dengan berteriak.
Tak lama kemudian para anak dewa yang lain datang dan mencoba menahan Meizu yang hampir meledak karna amarahnya. Sedangkan kakak kakak Xiao Ziya yang baru datang langsung berusaha melindungi adik mereka.
**Hai hai semua akhirnya aku update lagi, gimana gimana seneng ga aku update tiap hari. please jangan minta cryz up sampe 1000 biji, bisa bisa copot jariku.
Jangan lupa vote sebanyak banyaknya, komen, rate, like**.
__ADS_1