
Setelah sampai di depan istana Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya langsung pergi menuju aula utama untuk menemui kakaknya yaitu Xiao Yan. Saat membua pintu aula utama hal pertama yang ia lihat adalah Xiao Yan, dan beberapa jenderal kecuali Pangeran Kegelapan yang sedang ditugaskan untuk pergi ke kerajaan tetangga, mereka sedang ditawan di sebuah penjara kecil namun sangat kuat.
Sedangkan di atas singgasana kaisar asa seorang pria dengan senyum jahat yang terukir di bibirnya, dari aura yang dipancarkan pria itu Xiao Ziya sudah bisa merasakan bahwa ia bukanlah orang baik.
"Apa yang kau lakukan di kekaisaraku." ucap Xiao Ziya dengan nada tak suka.
"Apakah kau yang bernama Xiao Ziya?." tanya pria itu.
"Apa yang kau lakukan di istana Kekaisaraku?." ucap Xiao Ziya yang malah balik bertanya pada sang pria.
Merasa pertanyaanya diacuhkan oleh Xiao Ziya membuat pria itu merasa kesal, sebisa mungkin ia harus menahan kekesalannya itu karna belum tentu gadis yang ada di hadapannya sekarang adalah gadis yang ia cari cari.
"Jawab saja pertanyaanku apakah kau Xiao Ziya?." tanya pria itu lagi, kali ini a berharap gadis yang ada di hadapannya itu mau menjawab jika tidak dengan terpaksa ia harus menggunakan cara yang kasar.
"Apa yang kau lakukan pada kakakku dan juga jenderal lainnya?." ucap Xiao Ziya yang menjawab pertanyaan pria itu dengan pertanyaan baru.
Sang pria yang merasa cukup bersabarpun akhirnya marah karna ia tak mendapatkan jawaban dari gadis yang ada di hadapannya ia malah mendapatkan pertanyaan pertanyaan baru dari gadis itu. Namun jika pria itu pintar atau memiliki sedikit saja otak maka ia akan faham bahwa pertanyaan yang diajukan gadis dihadapannya itu adalah sebuah pembenaran bahwa ia adalah Xiao Ziya.
"Kau sangat lancang dan kurang ajar." ucap pria itu yang masih setia duduk di singgasana kaisar.
Mendengar umpatan dari sang pria yang lebih lancang dan kurang ajar itu membuat Xiao Ziya marah dan emosinya meledak kini penempilan Xiao Ziya sudah berubah, rambut yang tergerai merah dengan api di ujungnya serta mata merah yang sangat tajam dan menakutkan. Xiao Ziya melesat ke arah pria itu dan menendangnya dari singgasana kaisar kemudian Xiao Ziya membebaskan Xiao Yan serta para jenderal. Pria itu menatap Xiao Ziya dengan tajam baru kali ini ada seorang gadis muda yang tak takut padanya atau tak tertarik atas ketampanan yang ia miliki.
"Minggir aku ingin duduk di sana lagi." ucap pria antah berantah yang membuat Xiao Ziya semakin kesal dan ingin menelannya hidup hidup.
"Dengar baik baik selalin kakakku yaitu Kaisar Yan, hanya saya yang bisa duduk di singgasana kaisar." ucap Xiao Ziya yang langsung duduk di singgasana kaisar, Xiao Yan tak masalah jika adik perempuannya yang duduk di sana karna ia juga layak untuk menempati posisi itu, namun jika ada orang lain yang duduk di singgasana itu Xiao Yan pasti merasa tak terima.
"Kau adalah Xiao Ziya?." tanya pria itu yang sangat marah dan kesal.
"Menurutmu siapa saya?." ucap Xiao Ziya yang tetap membalas pertanyaan pria itu dengan sebuah pertanyaan yang baru.
"Aku adalah Min Linho sengaja datang kesini untuk mengambil nyawamu." ucap pria itu yang ternyata bernama Min Linho, entah dari mana pria itu berasal yang pasti Xiao Ziya tak suka dengan kehadiran pria itu di sana.
__ADS_1
"Anda kita saya peduli? tentu saja tidak." ucap Xiao Ziya yang menyilangkan salah satu kakinya dan memperbaiki posisi duduknya di atas singgasana.
"Arghh kau membuatku sangat marah aku akan membunuhmu sekarang juga." ucap Min Linho yang melesat ke arah Xiao Ziya dan mencekik leher gadis itu.
Xiao Ziya membiarkan pria bernama Min Linho itu mencekik lehernya, Xiao Yan yang melihat adik perempuannya diperlakukan dengan kasar tentu saja merasa tak terima dan hendak menyerang Min Linho dari belakang.
Namun sayang sekali Min Linho berhasil menepis serangan dari Xiao Yan hingga Xiao Yan terpental kebelakang dan menabrak tembok hingga memuntahkan seteguk darah segar.
Melihat kakak laki lakinya terluka membuat Xiao Ziya semakin marah dan menepis tangan Min Linho, ia menatap tajam kearah pria yang ada di hadapannya itu kemudian menamparnya dengan sangat keras hingga Min Linho terpelanting kebelakang.
"Kau boleh menyakitiku namun tidak dengan keluargaku." ucap Xiao Ziya yang turun dari singgasana kaisar dan berjalan mendekati Min Linho. Xiao Ziya mencekal kerah baju pria itu lalu menamparnya puluhan kali hingga wajah Min Linho tak bisa dikenali lagi.
"Entah darimana kau berasal dan siapa yang memintamu kesini saya tak peduli. Jika kau berani membuat masalah dengan saya berarti kau sudah siap mati di tangan saya." ucap Xiao Ziya yang langsung melayangkan sebuah tinju pada Min Linho hingga pria itu mati dalam satu tinjuan.
Xiao Ziya menatap jasad Min Linho kemudian tersenyum, seketika jasad itu hilang entah kemana. Xiao Ziya sudah bisa menebak bahwa orang yang ada di balik ini semua bukanlah orang sembarangan mereka pasti memiliki niat yang tak baik pada Xiao Ziya atau mungkin ini semua ada hubungannya dengan orang orang yang ia bunuh saat ada di bagian paling selatan dunia bawah.
"Masalah di sini telah selesai, saya pamit dulu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi meninggalkan Xiao Yan yang masih terluka, entah apa yang difikirkan oleh kakak laki laki tertuanya itu sehingga ia menerima sembarangan tamu dengan identitas yang tak jelas.
"Apa dia marah padaku?." tanya Xiao Yan yang dapat melihat raut wajah dari Xiao Ziya yang terlihat tak senang. Ia tau semua ini karna kesalahannya yang sembarangan menerima tamu tanpa mengechek terlebih dahulu dari mana asal usulnya.
"Sebaiknya kita bereskan kerusakan yang terjadi." ucap jenderal lainnya yang melibat beberapa bagian aula utama yang rusak.
Disaat Xiao Yan dan beberapa jenderalnya sedang sibuk membereskan bekas kekacauan, Xiao Ziya sedang melesat menuju Klan Xiao untuk bertemu dengan sang ayah. Setelah tiba di gerbang utama masuk klan, para murid baru Klan Xiao yang sedang berjaga menatap Xiao Ziya dengan keheranan karna ini baru pertama kali mereka melihat Xiao Ziya.
"Apakah ada yang bisa kami bantu?." tanya salah seorang murid baru yang sedang menjaga gerbang masuk.
Xiao Ziya menatap kearah keenam pemuda yang ada di hadapannya itu dengan malas. Mengapa Xiao Ciyun memerintahkan murid baru yang belum tau apa apa untuk menjaga gerbang masuk klan.
"Saya ingin bertemu dengan ayah saya." ucap Xiao Ziya dengan singkat padat dan jelas. Kali ini suasana hati Xiao Ziya sedang tidak terlalu bagus sehingga gadis itu mudah marah ataupun menjawab pertanyaan dengan nada yang ketus.
"Mengapa anda mencari ayah anda di sini? ini adalah Klan Xiao bukan tempag untuk mencari orang hilang." jawab salah satu murid Klan Xiao yang baru. Ucapannya itu membuat Xiao Ziya merasa sedikit kesal ia ingin menerobos masuk kedalam namun para murid baru itu menghalangi jalannya.
__ADS_1
"Saya ingin menemui ayah saya apakah kalian tak mendengar perkataam saya yang barusan? apa kalian tak tau siapa ayah saya? jika saya datang kesini untuk mencari ayah saya maka ia ada di sini." ucap Xiao Ziya dengan nada kesalnya dan menatap mereka dengan tajam. Nantinya ia akan membuat perhitungan dengan pemimpin klan yang meminta bocah ingusan seperti mereka beremam untuk menjaga gerbang masuk.
"Siapa ayah anda? jika memang ayah anda ada di sini maka kami akan memanggilnya sebaiknya anda menunggu di luar." ucap salah seorang murid baru yang meminta Xiao Ziya untuk menunggu di luar gerbang Klan Xiao.
Entah mengapa dari kemarin banyak sekali orang yang membuatnya merasa kesal dan juga marah. Xiao Ziya juga tak mengerti dari mana anak anak bodoh ini berasal mengapa mereka tak mengerti apa yang ia katakan padahal Xiao Ziya sudah mengatakannya dengan jelas.
"Ayah mereka menghalangi jalanku!!!!." triak Xiao Ziya yang sudah merasa sangat kesal dan juga malas meladeni murid murid tak jelas yang ada di hadapannya itu.
Xiao Cunyu saat ini sedang ada di paviliun Xiao Yuza mereka sedang membicarakan perkembangan kedua putri mereka siapa lagi jika bukan Xiao Ziya dan juga Xiao Yuna yang semakin dewasa, dan suatu saat nanti mereka harus merelakan putri mereka untuk pergi bersama dengan pria yang dipilih sebagai pasangan hidup.
Saat asyik bercengkrama tiba tiba ada suara triakan yang sangat familiar di telinga Xiao Cunyu.
"Sepertinya ada yang menganggu putriku." ucap Xiao Cunyu yang langsung pergi tanpa berpamitan pada Xiao Yuza. Xiao Yuza hanya menggeleng gelengkan kepala saat melihat tingkah sahabatnya itu.
Xiao Cunyu segera pergi ke gerbang luar Klan Xiao di sana sudah ada putrinya yang ingin masuk namun dihadang oleh enam pemuda yang merupakan murid baru dari Klan Xiao.
"Apa yang kalian lakukan pada putriku!." triak Xiao Cunyu yang membuat keemam pemuda yang merupakan murid baru itu terkejut.
"Salam ketua kelima, maaf kali tak tau bahwa gadis ini adalah putri anda." ucap keenam pemuda itu yang beralibi bahwa mereka tak tau siapa ayah dari Xiao Ziya.
"Ayah, dimana pemimpin klan berada aku ingin bertemu dengannya dan kalian berenam harus ikut." ucap Xiao Ziya yang tak biasa dibantah oleh siapapun.
Xiao Cunyu mengantar putrinya untuk menemui pemimpin Klan Xiao yang sedang berada di ruang kerjanya diikuti oleh keenam pemuda yang membuat Xiao Ziya merasa kesal dan ingin mencekik mereka.
"Pemimpin klan ada di dalam, masuklah putriku jika kau ingin menemuinya." ucap Xiao Cunyu.
Xiao Ziyapun mengetuk pintu ruang kerja pemimpin klan yaitu Xiao Ciyun beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam. Xiao Ziya bisa merasakan bahwa di dalam ruangan itu ada orang. Karna rasa kesalnya belum hilang ditambah pemimpin Klan Xiao yang menghiraukannya membuat Xiao Ziya semakin kesal.
Braaak
Suara pintu ruang kerja Xiao Ciyun yang dibuka dengan paksa oleh Xiao Ziya di sana terlihat Xiao Ciyun sedang duduk di kursinya sambil menatap lurus ke arah Xiao Ziya.
__ADS_1
"Apa maksutmu meminta murid baru yang tak tau apa apa untuk menjaga gerbang masuk?." tanya Xiao Ziya pada pemimpin klan yang masih saja diam. Entah ada yang aneh dengan Xiao Ciyun biasanya pria itu langsung menyambut kedatangan Xiao Ziya namun kali ini tidak.
Hai hai semuanya aku update lagi nih gimana kangen ga sama author. Aku ada novel baru judulnya PUTRI AMERILYA jangan lupa mampir ya. Follow buat yang belum, vote, gift hadiah, like like like, komen, rate, share, tips juga ya.