
Jam pulang sudah berbunyi Andre keluar dari kelas bersama Reno. Mereka berjalan menuju gerbang sekolah disana sudah ada mobil Dimas tapi tak ada mobil Hermione.
"Lah sikakak kemana tumben?" ucap Andre pelan sambil melihat kanan kiri.
"Kamu adiknya Darakan?" tanya Dimas.
"Iya" jawab Andre cuek.
"Kenapa Dara gak kekampus tadi?" tanya Dimas.
"Hah manaku tau" ucap Andre.
"Ada yang gak beres nih" batin Andre.
Tiba-tiba datang mobil mewah berwarna hitam kesana, orang yang didalamnya keluar dan menghampiri Andre.
"Ayo Dre kita pulang" ucap seorang laki-laki.
"Lah kok Evan sih, kakak gue mana njing lo buang ya?" ucap Andre.
"Eh sialan lo, ya kali gue buang kakak lo dasar bego mana berani gue" ucap Evan.
"Terus Dara mana sial?" tanya Andre.
"Eh babi jangan banyak tanya deh gue disini mau jemput lo bukan mau jawab pertanyaan lo yang gak guna itu" ucap Evan.
"Aaaaaanjing lo" ucap Andre merebut kunci mobil yang dipegang Evan lalu masuk kedalam mobil.
"Eh bego lo mau diem aja disana atau gimana sih, buruan naik dasar anak unta" ucap Andre yang sudah didalam mobil kan duduk dikursi kemudi.
"Dasar gak ada akhlak" ucap Evan masuk kedalam mobil, Andre melajukan mobilnya.
"Lah terus kak Dara kemana kalau gak ada?" tanya Reno.
"Mana tau emang aku siapanya Dara" ucap Dimas.
"Udahlah ayo kita pulang" ucap Dimas lagi.
"Dara itu Hera jadi dia itu istri gaib gue Reno" batin Dimas.
.....
"Woi dimana kakak gue?" tanya Andre saat didalam mobil.
"Dia lagi berantem sama Drew" jawab Evan.
"Lah lah lah si Drew udah gak dihukum lagi?" ucap Andre.
"Masa hukumannya udah habis" jawab Evan.
"Terus gimana kita bantuin atau gak usah? tanya Andre.
"Hermione bilang gak usah bantuin" jawab Evan.
__ADS_1
"Hmm yaudah deh" ucap Andre.
Didunia gaib...
Hermione terus menyerang Drew sama seperti Drew, tenaga Drew sudah mulai lemah Hermione juga sama halnya seperti Drew tapi mereka tetap terus menyerang satu sama lain.
......................
Satu minggu berlalu Hermione belum muncul sama sekali kebumi. Andre, Evan, Julio, Iliana dam Mona biasa aja tapi beda halnya dengan Dimas dia sangat cemas dengan keadaan Hermione karena setiap dipanggil Hermione sama sekali tak muncul.
Dimas sudah membuka restorannya, walaupun terbilang baru tapi restoran Dimas sudah banyak pengunjung yang datang kesana karena tempatnya cocok untuk anak muda jaman sekarang.
Saat ini Dimas dan Reno sedang berada direstoran miliknya mereka mengecek takutnya ada yang kurang disana juga ada Yoga yang membantu mereka berdua.
Saat ini mereka sedang minum sambil mengobrol.
"Eh si Dara kemana ya gak ada kabar gitu?" tanya Yoga.
"Gak tau gue" jawab Dimas.
"Sama kayak bini gaib gue dia ngilang beberapa hari ini" bisik Yoga, Dimas langsung melihat kearah Yoga.
"Ada apa sih?" tanya Reno.
"Anak kecil gak perlu tau" ucap Yoga.
Tiba-tiba datang Andre, Evan, Julio, Iliana dan Mona kesana. Mereka duduk dan memesan makanan, Yoga tak mengenali Iliana karena dia memakai wujud asli manusianya tak memakai wujud manusia saat menunjukkannya kepengikutnya.
"Hah mana bang" Reno lalu melihat lihat.
"Ohh iya tapi kok kak Dara gak ada ya" ucap Reno.
"Sebenarnya apa masalah apa ya sampai Dara gak ada" ucap Yoga.
"Hmm ntahlah hanya mereka yang tau" ucap Dimas.
Dimeja Andre dan teman-teman.
"Ratu belum selesai berantemnya ya?" tanya Mona.
"Belum kayaknya bentar lagi" ucap Julio.
"Dari 1 minggu yang lalu lo bilang bentar lagi" ucap Iliana.
"Ya sabar ajalah dia juga kuat gak bakal kalah percaya deh sama gue" ucap Julio.
"Yaiyalah gak bakal kalah tapi tetep aja butuh tenaga anjir" ucap Evan.
"Susulin aja yok" ucap Andre.
"Gak usah" ucap seseorang tiba-tiba datang dengan tubuh yang penuh luka, dia langsung duduk disebelah Andre.
"Aaa kakak" ucap Andre lalu memeluk Hermione.
__ADS_1
"Hermione" ucap Evan, Julio, Iliana dan Mona.
"Aduh sakit" Hermione memukul Andre, Andre langsung melepaskan pelukannya sambil cengir.
"Ya ampun sampai gak ada bentuk begitu lo" ucap Evan.
"Sialan lo" ucap Hermione, dirinya sebenarnya sangat lemah tapi ditutupi.
"Gimana menang?" tanya Julio.
"Ya menanglah gue gitu lho" ucap Hermione.
"Sombong gue suka nih yang begini" ucap Mona.
"Luka lo kok gak disembuhin pasti tenaga lo udah lemah" ucap Iliana.
"Ya begitulah, tapi tenang gue bakal dapat mangsa lagi hari ini juga" ucap Hermione.
"Yang bener mau gue bantu gak kak?" tanya Andre.
"Gue bisa kok udah tenang aja" ucap Hermione.
"Udahlah ya gue mau pergi dulu bye" ucap Hermione lalu pergi dari restoran.
"Ratu iblis pasti mudah dapat mangsa gak kayak kita" ucap Mona.
"Bener banget" ucap Iliana.
Hermione tak bisa mengganti wujudnya sebagai manusia yang biasanya untuk mencari mangsa karena kekuatannya sudah menipis jadi dia memakai wujud manusia aslinya.
"Dimana ya cari manusia pendosa" batin Hermione.
"Bar, tapi harus malam datangnya yaudah deh nunggu malam aja sekarang mending cari ditaman kota aja" Hermione berjalan-jalan ditaman sambil merasakan aura manusia yang berdosa.
Para lelaki yang melihat Hermione sama sekali tak berkedip, Hermione langsung menghipnotis mereka semua para manusia pendosa untuk dibawa keneraka tapi sebelum itu dia akan menghisap aura manusia pendosa itu supaya tenaganya pulih.
Hermione berjalan kearah hutan, para lelaki yang sudah terhipnotis oleh Hermione mengikuti Hermione pergi. Saat sudah sampai ditengah hutan Hermione berhenti dia langsung menatap satu persatu mangsanya sekitar 10 orang terkena hipnotis Hermione, manusia itu sudah bisa memulihkan tenaga Hermione walaupun tak sepenuhnya.
Hermione mendekati 1 lelaki yang dosanya paling sedikit terlebih dahulu, dia mencium lelaki itu sambil menyerap energi silelaki tersebut membuat lelaki itu lemah. Lelaki yang dicium Hermione lalu jatuh pingsan Hermione langsung menarik rohnya paksa dan melemparnya langsung keneraka.
Hermione melakukan hal yang sama ke lelaki yang lainnya, tapi lelaki yang terakhir beda karena lelaki itu banyak sekali dosanya jadi akan lebih seru jika melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman.
"Gila ni orang pasti enak banget" batin Hermione melihat tersisa 1 lelaki yang dosanya sangat banyak.
Hermione membuka baju kaosnya dihadapan silelaki, lelaki yang masih terhipnotis mendekati Hermione dengan tatapan lapar. Hermione melepaskan kancing baju silelaki perlahan matanya terus menatap mata silelaki.
Silelaki mendorong tubuh Hermione dipohon mengusap lekuk tubuh Hermione lembut. Hermione membuka perlahan resleting celana silelaki. Setelah itu terjadilah pertempuran diantara mereka.
......
Hermione mencakar-cakar tubuh para lelaki itu seperti dicakar hewan buas. Setelah itu dia meninggalkan tempat tersebut dengan keadaan yang lebih sehat, baju sudah baru, luka yang ditubuh sudah hilang. Dia pergi pulang kemansionnya untuk beristirahat sambil menunggu malam hari.
Bersambung...
__ADS_1