
Hari berlalu dengan begitu cepat saat ini Xiao Ziya sedang mengemas barang barang yang ingin ia bawa ke dunia atas nanti, semua anggota Klan Xiao yang ada di sana sudah berkumpul di aula utama mereka juga sangat terkejut saat pagi tadi Xiao Cunyu mengatakan bahwa putrinya akan pergi ke dunia atas.
"Putriku pasti akan merasa sangat kehilangan bila mengetahui hal ini." ucap Xiao Yuza yang sedang membayangkan bagaimana reaksi dari Xiao Yuna saat mengetahui adik sepupu kesayangannya akan pergi dalam kurun waktu yang lama.
"Nona Ziya sudah banyak membantu kita semua." ucap Xiao Zuen yang merupakan ketua Ketiga dari Klan Xiao.
"Tanpa dukungan nona muda saya tak akan ada di sini." ucap Lian yang merasa sedih karna tak akan bisa melihat wajah manis Xiao Ziya dalam jangka waktu yang lama.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Xiao Ziya datang, ia menggunakan seragam resmi Master Akademi Kekaisaran Qiyu karna setelah pergi dari Klan Xiao ia akan mempir ke akademi terlebih dahulu untuk berpamitan pada teman temannya yang ada di sana.
"Mengapa kau tak mengatakan padaku dari awal jika kau akan berangkat secepat ini?." ucap Xiao Xiling yang sudah menganggap Xiao Ziya seperti putrinya sendiri.
"Maaf paman saya hanya tak ingin membuat anda merasa sedih." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf atas kesengajaannya untuk tak memberi taukan hal ini sejak awal.
Suasana aula Klan Xiao tampak begitu suram, mereka akan menjalani keseharian seperti biasa namun tak ada lagi kabar menggemparkan tentang Xiao Ziya, mereka juga tak akan bisa melihat wajah Xiao Ziya dalam jangka waktu yang lama.
"Baiklah semua saya harap kalian bisa menjaga diri dengan baik, selama saya pergi akan ada kelompok lain yang bertugas menjaga kalian semua. Saat saya kembali nanti saya harap tak ada satupun yang hilang." ucap Xiao Ziya yang melangkahkan kakinya pergi dari aula utama Klan Xiao.
Namun sebelum benar benar pergi gadis itu melihat ke arah sang ayah dan beberapa kakak laki lakinya yang ada di sana, ia berlari dan memeluk mereka satu persatu. Tangispun tak bisa dihindari, karna tak ingin terlalu lama larut dalam kesedihan Xiao Ziya melesat pergi dari ruangan itu.
"Ya, putriku sudah tumbuh lebih dewasa lagi." ucap Xiao Cunyu yang masih berlinang air mata.
"Adik akan kembali lagi setelah urusannya di sana selesai ayah." ucap Xiao Yan yang berusaha menenangkan sang ayah.
"Adik pasti baik baik saja di sana." ucap Xiao Xun.
Saat ini Xiao Ziya sudah sampai di depan gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu, murid yang ditugaskan untuk menjaga gerbang mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk. Xiao Ziyapun masuk kedalam dan segera pergi ke ruang kerja Ling An.
Xiao Ziya mengetuk ngetuk pintu ruang kerja Ling An, setelah mendapatkan izin untuk masuk gadis itupun masuk kedalam.
"Sudah lama saya tak melihat master Ziya." ucap Ling An yang terlihat senang karna akhirnya ia bisa bertemu dengan Xiao Ziya.
"Saya datang kesini ingin berpamitan pada anda." ucap Xiao Ziya yang membuat Ling An nampak kebingungan, karna ini kali pertamanya Xiao Ziya berpamitan pada Ling An saat ingin pergi.
"Master ingin pergi kemana hingga harus berpamitan dengan saya?." tanya Ling An yang ingin tau kemana Xiao Ziya akan pergi.
"Saya akan pergi ke dunia atas untuk memulai perjalanan saya di sana." ucap Xiao Ziya yang membuat Ling An tersedak ludahnya sendiri.
Ling An menatap Xiao Ziya dengan tatapan tak percaya, bagaimana gadis semuda ini bisa pergi ke dunia atas sedangkan ia yang sudah hidup puluhan tahun saja tak tau letak gerbang untuk sampai ke dunia atas.
"Apakah kau sudah menemukan gerbangnya?." tanya Ling An yang penasaran dan mungkin saja berniat untuk pergi ke dunia atas juga suatu hari nanti.
__ADS_1
"Saya sudah menemukannya tapi tak bisa mengatakan pada anda dimana letak gerbang itu karna saya sudah berjanji tak akan memberitaukan pada siapapun." ucap Xiao Ziya yang bisa menebak apa yang sedang di fikirkan oleh Ling An. pria itu harus menelan rasa kecewanya karna ia tak mungkin memaksa Xiao Ziya untuk mengatakan hal itu.
"Baiklah jika begitu, saya harap master baik baik saja saat ada di sana." ucap Ling An yang sebenarnya juga merasa sedih karna harus berpisah dengan Master Akademi Kekaisaran Qiyu dalam waktu yang cukup lama.
"Saya akan pergi menemui teman teman saya." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi ke ruang murid luar kelas dua.
"Semua murid saat ini sedang ada di lapangan belakang untuk melatih fisik mereka." ucap Ling An yang memberitau bahwa saat ini para murid sedang tidak melakukan pembelajaran di dalam kelas mereka.
"Trimakasih informasinya saya pergi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari ruang kerja Ling An menuju lapangan belakang.
Benar saja setelah sampai di lapangan belakang semua murid ada di sana dan sedang berlatin dengan guru mereka masing masing hanya para murid misteri saja yang sudah menyelesaikan latihan mereka.
"Lihatlah itu master Ziya." ucap Yin Feng salah satu muris tingkat misteri yang menyadari kedatangan Xiao Ziya di sana.
"Mari kita pergi menemui master." ucap Xu Yuan yang mengajak teman temannya untuk menggampiri Xiao Ziya.
Merekapun berjalan mendekati Xiao Ziya dan memberikan salam hormat pada master mereka.
"Bisakan kalian kumpulkan yang lain untuk berbaris di sini sebentar ada yang ingin saya katakan." ucap Xiao Ziya yang meminta tolong pada Xu Yuan dan teman temannya untuk memanggil semua murid yang ada di tempat itu untuk berkumpul.
Xu Yuan membentuk beberapa kelompok agar bisa menyampaikan pesan master dengan cepat, setelah itu mereka melesat ke arah beberapa kelompok murid luar hingga murid inti. Semua yang mendengar perkataan Xu Yuan dan teman temannya bergegas untuk pergi ke hadapan Xiao Ziya.
"Selamat pagi semua." ucap Xiao Ziya yang menyapa semua murid.
"Pagi Master Xiao Ziya." jawab semua murid.
"Saya sengaja mengumpulkan kalian karna ada hal yang ingin saya sampaikan, sepertinya kita akan berpisah dalam waktu yang lama saya harap kalian semua bisa berkembang di sini di akademi ini." ucap Xiao Ziya yang memberi tau bahwa ia tak akan datang ke akademi dalam waktu yang cukup lama.
"Master ingin pergi kemana dan kapan master akan kembali?." tanya Ruo Yongi salah satu murid dalam yang ingin tau kemana Xiao Ziya akan pergi.
"Saya akan melakukan perjalanan ke dunia atas dalam waktu yang lama." jawab Xiao Ziya yang membuat semua murid terkejut apalagu saudara saudara satu klannya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat Xiao Yuna merasa sedih, akhirnya hari yang paling tak ia harapkan tiba Xiao Yuna harus berpisah dari adik sepupunya dengan jarak yang tak mungkin bisa ia capai. Xiao Yuna berlari dari barisannya kemudian memeluk Xiao Ziya dengan erat.
"Kenapa kau baru memberitauku sekarang?." ucap Xiao Yuna yang mulai berlinang air mata.
"Karna Ziya tak ingin melihat jiejie menangis seperti ini." ucap Xiao Ziya yang mengatakan kejujuran. Meski ia dan Yuna dulu adalah musuh yang sangat jangan akur namun saat ini mereka sudah seperti kakak dan adik.
Akhirnya saudara, teman, dan murid akademi yang lain mendekat ke arah Xiao Ziya, mereka sedang mengucapkan salam perpisahan pada Master Akademi Kekaisaran Qiyu sekaligus salam perpisahan pada sosok Xiao Ziya yang begitu cantik dan menawan.
Ada yang memeluk Xiao Ziya, ada yang mengucap rambut gadis itu ada pula yang mencubit pipi Xiao Ziya dengan gemas. Kali ini gadis itu tak marah karna mungkin ia akan merindukan mereka semua saat berada di dunia atas.
__ADS_1
"Kami semua akan merindukan master kami yang sangat cantik dan imut ini." ucap semua murid akademi secara serempak.
"Trimakasih semuanya, saya harap diantara kalian akan ada yang bisa menyusul saya kesana." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan manis.
Setelah acara perpisahan itu selesai Xiao Ziya segera pergi dari Akademi Kekaisaran Qiyu, mungkin setelah Xiao Ziya pergi beberapa siswa merasa sangat sedih dan menangis sejadi jadinya. Xiao Yuna saja sampai uring uringan karna tak rela di tinggal oleh Xiao Ziya.
Xiao Ziya saat ini sudah sampai di gerbang luar Wilayah Kekaisaran Qiyu, ia memangil Zier dari cincin semestanya karna akan memerlukan waktu yang lama jika ia melakukan perjalanan dengan cara melesat.
"Saya siap mengantar nona Ziya kemanapun nona ingin pergi." ucap Zier yang sudah tau bahwa nona mudanya ingin meminta padanya untuk mengantar ke Akademi Merpati.
"Antarkan saya ke Akademi Merpati." ucap Xiao Ziya yang langsung naik ke atas punggung Zier dan berbaring di punggung harimau itu.
Kali ini Xiao Ziya akan menikmati perjalananya dengan baik, tiga hari berada di Klan Xiao gadis itu menghabiskan waktunya untuk bersenang senang dan menghabiskan waktunya dengan keempat kakak laki lakinya, ayah, dan juga adiknya.
"Hah tiga hari yang sangat menyenangkan." ucap Xiao Ziya yang kemudian memejamkan matanya. Zier terbang dengan kecepatan standar karna ingin membuat nonanya tidur dengan nyaman.
Jika cuaca tetap bagus seperti ini mungkin besok malam mereka akan sampai di Akademi Merpati, perjalanan Xiao Ziya saat ini terasa sangat tenang karna tak ada orang lain yang mengganggu mereka. Namun sesuatu yang terlihat tenang dan tak seperti biasanya adalah hal yang menakutkan. Benar saja dari arah berlawanan ada sekerumun burung pemakan bangkai yang sedang mencari mangsa untuk dimakan. Zier yang melihat itu sedikit panik karna ka takut burung pemakan bangkai itu akan mengganggu waktu tidur nonanya.
"Apa yang harus kulakukan untuk menghindari sekelompok burung pemakan bangkai itu." ucap Zier yang sedang memikirkan sebuah cara.
Xiao Ziya juga bisa merasakan bahwa akan ada masalah yang datang namun karna ia masih mengantuk akhirnya Xiao Ziya mengeluarkan pedang hitam dan pedang emas miliknya. Kedua pedang itu melayang di atas Xiao Ziya seperti seorang prajurit yang sedang melindungi kaisar mereka.
Saat sekelompok burung pemakan bangkai hendak menyerang Xiao Ziya kedua pedang itu menebas mereka tanpa ampun hingga semua burung pemakan bangkai musnah, perjalanan Xiao Ziya dan Zierpun masih berlanjut. Baru saja mereka merasa tenang tiba tiba awan gelap datang sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.
"Zier mari kita turun ke bawah sepertinya akan ada badai besar yang datang." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Zier untuk turun kebawah.
Setelah sampai di bawah Xiao Ziya memasukkan Zier kedalam cincin semesta sedangkan gadis itu mencari tempat untuk berteduh. Karna Zier menurunkannya di sebuah hutan yang cukup lebat dengan pepohonan Akhirnya Xiao Ziya naik ke atas pohon tua yang memiliki dahan besar yang kokoh. Sepertinya gadis itu ingin membuat rumah pohon sebagai tempatnya berteduh. Dengan menyalakan api hitam dan api putihnya Xiao Ziya membentuk sebuah rumah pohon yang cukup besar.
Setelah rumab pohon selesai di buat Xiao Ziya masuk ke dalam dan tiba tiba hujan lebat di sertai aingin kencang datang dan menerpa hutan itu.
Mungkin saja ada orang lain yang sedang berada di hutan itu karna Xiao Ziya merasakan aura lain yang ada di sana, gadis itu tak ingin ambil pusing karna hutan ini memang bebas untuk dilalui siapa saja. Xiao Ziya merebahkan dirinya diatas alas tidur yang cukup empuk, gadis itu tidur dengan nyaman di sana.
Tiba tiba saja ada seseorang yang memanjat pohon itu juga karna melihat sebuah rumah pohon di sana, saat ingin masuk kedalam rumah pohon itu ia tak bisa masuk karna rumah pohon itu dilindungi dengan sebuah formasi sihir.
Akhirnya pemuda itu memilih untuk mengetuk pintu, Xiao Ziya yang sedang tidurpun merasa terganggu dan segera membuka pintu rumah pohonnya. Terlihat seorang pemuda dengan mata hitam dan rambut biru yang panjang di ikat dengan rapi. Walau dia adalah seorang pemuda namun terlihat cantik dan juga anggun.
"Ya ada apa nona?." ucap Xiao Ziya yang tak sengaja menyebut pemuda itu dengan sebutan nona.
"Saya ini seorang pria bukan wanita." ucap pemuda itu yang merasa kesal karna gadis yang ada dihadapannya menyebut dirinya dengan sebuatan nona.
Hai hai guys maaf cuma bisa up satu hari ini karna ga mood banget akutuh, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian.
__ADS_1