
Pemimpin Akademi Wunyeng tak tau jika akan terjadi hal seperti ini, ia juga tak menyangka murid murid jenius yang ada di bawah bimbingannya akan menggunakan kitab kitab terlarang yang ia simpan di sebuah rungan khusus, apakah saat ia membereskan kitab kitab itu beberapa hari yang lalu secara tak sadar ia diikuti oleh muridnya.
Kondisi Zinren semakin memburuk tubuhnya semakin menghitam, jika pemuda itu sampai kenapa napa maka yang akan disalahkan adalah pemimpin akademi karna tak bisa membimbing muridnya dengan baik. Semua murid jenius sudah sangat cemas dengan kondisi Zinren terutama Wonyong Gu karna pemuda itu adalah sahabat dekatnya.
"Kau harus menyembuhkan temanku jika tidak kaulah yang menjadi penyebab ia menjadi seperti ini." ucap Wonyong Gu yang menunjuk ke arah Xiao Ziya. Entah apa yang ada di otak pemuda itu jika difikir fikir lagi apa yang terjadi pada Zinren benar benar tak ada hubungannya dengan Xiao Ziya.
"Itu salah temanmu sendiri mengapa ia menggunakan jurus terlarang seperti itu." triak Yue Agze yang tak terima saat gurunya disalahkan begitu saja.
"Dia bisa menyembuhkan temanku namun ia tak mau melakukannya, bukankah itu sangat kejam." ucap Wonyong Gu yang tetap menyalahkan Xiao Ziya karna gadis itu tak ingin membantu temannya yang sedang kritis.
"Jangan seenaknya menyalahkan orang lain." ucap Xiao Ziya dengan nada kesalnya karna ia memang tak merasa bersalah dalam kejadian itu.
Karna melihat Xiao Ziya memang tak ingin menyembuhkan sahabatnya Wonyong Gu menantang salah satu murid inti untuk melawannya di pertandingan jika Wonyong Gu yang menang maka Xiao Ziya harus menyembuhkan Zinren namun jika ia kalah maka Xiao Ziya tak harus menyembuhkan sahabatnya itu. Wonyong Gu naik ke atas arena pertandingan, lalu Yue Agze juga naik ke atas arena sepertinya pemuda itu ingin melawan Wonyong Gu.
"Kau tak bisa memaksa guru Ziya seperti itu." ucap Yue Agze yang merasa sangat geram pada lawannya yang sangat angkuh itu.
"Dia harus menyembuhkan Zinren apapun yang terjadi." ucap Wonyong Gu yang mengeluarkan sebuah pedang berwarna hijau cerah.
"Bunga kematian bangkitlah." ucap Wonyong Gu yang langsung membacakan sebuah mantra dengan kosa kata yang sangat aneh. Xiao Ziya yang mendengar apa yang diucapkan oleh pemuda itu merasa sangat terkejut, jurus bunga kematian adalah salah satu jurus yang pernah ia baca saat ada di perpustakaan istana nereka mengapa jurus itu bisa berada di Akademi Wunyeng? apakah ada sesuatu yang terjadi dan ia tak mengetahuinya.
Sebuah bunga berwarna merah darah tumbuh di atas arena dengan ukuran yang sangat besar, bunga itu mengeluarkan bau busuk yang membuag semua orang yang ada di sana pingsan kecuali beberapa orang dengan tingkat kultivasi tertentu yang masih bertahan, Xiao Ziya menatap lekat bunga berwarna merah darah itu dengan tatapan penuh curiga.
"Ahahahaha kalian semua akan mati di sini bersama denganku dan Zinren." ucap Wonyong Gu yang tertawa penuh dengan aura kejahatan.
Sudah Xiao Ziya duga bahwa ada yang tidak beres dan gadis itu sudah merasakannya sejak pertama kali pertandingan dimulai, dan sekarang akhirnya semua rasa penasaran yang ada di dalam hatinya itu terjawab dengan jelas. Ada beberapa iblis yang sepertinya kabur dari penjara alam neraka paling bawah, setelah Xiao Ziya membereskan semua ini maka ia harus datang dan melihat apa yang terjadi di alam neraka paling bawah.
"Kau kira saya akan membiarkan hal itu terjadi?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman jahatnya, ini yang masih bisa mempertahankan kesadarannya hanya tinggal Xiao Ziya, Wonyong Gu, Pemimpin Akademi Wunyeng, Kepala Akademi Wunyeng, dan beberapa guru saja.
"Kau tak akan bisa mengalahkan jurusku ini, aku akan mengirimmu keneraka bersama dengan semua orang." ucap Wonyong Gu yang menatap penuh dengan kebencian pada Xiao Ziya, pemuda itu memang tak menyukai Xiao Ziya sedari awal namun siapa yang akan menyangka bahwa ia akan sangat nekat seperti ini.
"Mari kita lihat apakah kau bisa mengirim pemilik wilayah neraka ke tempatnya sendiri atau tidak." ucap Xiao Ziya yang kini sudah berubah dalam wujud iblisnya, mata merah, rambut hitam yang terbakar api hitam dan putih, sebuah tanduk iblis kecil semua itu membuat Xiao Ziya tampak begitu menyeramkan.
__ADS_1
Mereka yang masih bisa mempertahankan kesadarannya merasa ketakutan saat melihat ke arah Xiao Ziya yang menyeramkan, kini Xiao Ziya menatap ke arah bunga kematian raksasa itu yang terus terusan menyemburkan racunnya. Hal pertama yang harus Xiao Ziya lakukan adalah memusnahkan bunga itu.
"Jurus badai neraka." ucap Xiao Ziya yang menggunakan salah satu jurus yang ia miliki, tiba tiba sebuah tornado hitam datang dari atas langit. Tornado itu tercipta dari api hitam neraka yang sangat panas dan juga menakutkan. Badai itu turun dan menyerang bunga kematian raksasa itu.
Ternyata sang bunga raksasa memiliki kesadarannya sendiri, bunga kematian itu adalah sesosok iblis wanita yang cantik yang pernah Xiao Ziya lihat di alam neraka paling bawah, mengapa ia bisa kabur? apakah ada hal buruk yang sedang terjadi di sana.
"Kita bertemu lagi junjungan muda." ucap wanita iblis kematian yang menyapa Xiao Ziya, wanita iblis itu tentu mengenal junjungannya sendiri.
"Bagaimana kau bisa kabur dari penjara neraka?." ucap Xiao Ziya yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Iblis wanita kematian itu menceritakan apa yang terjadi pada alam neraka paling bawah beberapa hari yang lalu. Ia mengatakan bahwa muncul sesosok makhluk berbentuk naga dengan warna putih dan mata merahmya yang sangat menyeramkan. Naga itu sengaja datang dan yang pertama kali ia lakukan adalah membuka sel penjara Raja Artur dan beberapa sel penjara yang ada di sebelahnya, setelah membuka sel penjara Raja Artur naga berwarna itu pergi dengan membawa sang raja. Benerapa iblis yang selnya juga ikut terbuka pergi dan memutuskan untuk mencari kemana naga putih itu membawa Raja Artur pergi namun sangat disayangkan sebagian dari mereka terpanggil oleh para munusia yang menggunakan benerapa mantra dan juga jurus terlarang sehingga para iblis terpaksa melakukan hal hal yang tidak mereka inginkan.
Setelah mendengar cerita dari sang wanita iblis kematian itu Xiao Ziyapun tau apa yang sebenarnya sedang terjadi, namun ia masih belum mengerti mengapa naga putih itu membebaskan Raja Artur dan mengapa naga putih itu membawa kakek tua itu pergi bersama dengannya. Apakah naga putih itu adalah teman dari Raja Artur dan ia mengira ada orang jahat yang memenjarakan kakek tua menyebalkan itu.
"Ah kakek tua itu memang menyebalkan." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat kesal, ia harus menyelesaikan banyak sekali masalah baru dan tentu saja itu akan menguras banyak tenaga
Setelah itu iblis wanita kematian berpamitan pada Xiao Ziya untuk mencari teman teman satu selnya yang lain, untung saja Xiao Ziya tak jadi menyerang bunga kematian raksasa itu jika tidak ia tak akan pernah tau apa yanh sedang terjadi di alam neraka.
Kepala Akademi Wunyeng mengumumkan pemenang dari pertandingan antar kelas murid inti dan murid jenius, pemenangnya adalah murid inti karna mereka mendapatkan skor sempurna dan memenangkan setiap pertandingan. Dalam pertandingan terakhir Wonyong Gu didiskualifikasi karna pemuda itu membahayakan banyak nyawa murid lain.
Setelah pengumuman pememang itu Xiao Ziya melihat ke arah pemimpin akademi dan para murid jenius.
"Lain kali jika bertanding pastikan para murid anda tak menggunakan cara cara yang kurang, mungkin mereka memang unggul dalam hal kultivasi namun mereka tak punya etika." ucap Xiao Ziya kemudian ia mengajak semua murid muridnya untuk menepi di pinggir lapangan utama.
"Baiklah trimakasih karna kalian sudah menerima saya sebagai guru kalian selama dua minggu, ini adalah sebuah pengalaman berharga untuk saya. Saya harap kalian bisa mendalami apa yang saya ajarkan selama dua minggu ini, saya tau kalian adalah murid murid dengan potensi yang sangat luar biasa. Selain itu ada beberapa hadiah yang ingin saya berikan sebagai tanda perpisahan kita." ucap Xiao Ziya yang mengucapkan beberapa kata sebelum tugasnya sebagai guru murid inti selesi, mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat para murid inti terharu bahkan sebagian dari mereka sampai memeteskan air mata.
Xiao Ziya mengeluarkan setumpuk sejata spiritual dengan tingkatan yang cukup tinggi dan tumpukan buku buku yang berisi berbagai macam jurus. Melihat itu semua tentu membuat binar mata para murid inti menjadi sangat cerah mengapa guru mereka begitu luar biasa dan memiliki senjata spiritual sebanyak itu, para siswa yang masih ada di lapangan utama saja sampai tergeletak lemas mengapa Xiao Ziya mengeluarkan senjata spiritual seperti membuang sampah saja.
"Masing masing dari kalian bisa memilih satu senjata dan satu kitab berisi jurus baru, ah iya panggil juga beberapa murid luar senior yang menolong saya beberapa waktu lalu untuk datang kesini." ucap Xiao Ziya yang meminta salah seorang muridnya untuk memanggil para murid luar senior yang membopongnya ke uks saat pingsan.
Ada lima murid luar senior yang dipanggil oleh Yue Agze mereka adalah murid luar senior yang mencoba menyelamatkan Xiao Ziya sebelum dibawa ke uks dan yang membopong Xiao Ziya ke uks.
__ADS_1
"Ada apa nona Ziya memanggil kami kesini?." tanya Al Zunling yang mewakili teman temannya yang lain.
"Kalian juga bisa memilih satu senjata spiritual dan satu kitab berisi jurus baru. Dan setelah itu kalian bisa meminta arahan pada murid muridku ini." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang manis, kelima murid luar senior itu masih tak percaya bahwa mereka boleh memilih satu diantara tumpukan senjata spiritual yang Xiao Ziya miliki.
"Trimakasih nona Ziya." ucap kelima murid luar senior sembari membungkukkan badan mereka.
Para murid yang memiliki hak untuk mengambil sebuah senjata spiritual dan kitab jurus baru mulai memilih senjata dan kitab yang cocok dengan mereka, murid murid lain hanya bisa menahan rasa iri mereka apalagi para murid jenius yang masih tak terima dengan kekalahan mereka. Kondisi Zinren juga masih sangat buruk pemuda itu semakin melemah entah sampai kapan ia bisa bertahan dengan racun mematikan yang ada di dalam tubuhnya itu.
"Sialan gadis itu memang menyebalkan, mengapa ia tak ingin menyembuhkan Zinren." ucap Wonyong Gu yang masih dengan pendiriannya bahwa semya ini adalah kesalahan Xiao Ziya. Apakah pemuda itu tak menyadari bahwa ia telah membahayakan nyawa banyak orang tadinya, jika bukan karna iblis wanita itu tau bahwa Xiao adalah junjungan mudanya pasti mereka semua sudah tiada saat ini.
"Hey kau yang telah membahayakan nyawa kami semua malah menyalahkan nona Ziya, apakah otakmu itu sudah tak berfungsi?." triak Zo Xu yang masih ingat bahwa ia sempat pingsan saat terkena racun dari bunga merah yang dikeluarkan oleh Wonyong Gu.
"Seharusnya nona Xiao Ziya membiarkan manusia sepergimu mati saja." ucap Qin Bi yang mengharapkan agar Wonyong Gu mati saja karna pemuda itu sangat tak tau malu.
"Sudahlah kau jagalah ucapanmu itu, kalian menjadi seperti ini adalah kesalahan kalian sendiri." ucap pemimpin akademi yang merasa gagal menjadi guru yang baik. Mulai saat ini ia tak akan memanjakan para murid jenius, ia juga akan mencabut beberapa hak yang dimiliki murid jenius agar mereka bisa belajar banyak tentang menghargai orang lain dan melakukan hal hal yang baik untuk kedepannya.
Xiao Ziya berpamitan pada para murid inti, ia harus pergi sekarang karna ada hal penting yang harus ia selesaikan. Dengan berat hati para murid inti mempersilahkan Xiao Ziya untuk pergi tadinya mereka ingin makan makan bersama di luar akademi untuk merayakan kemenangan mereka namun karna guru mereka sedang sibuk mereka tak bisa memaksa Xiao Ziya untuk ikut.
Xiao Ziya melesat pergi dari Akademi Wunyeng, gadis itu mencari sebuah tempat sepi dan membaca mantra teleportasi. Setelah melintasi dimensi ruang dan waktu akhirnya Xiao Ziya sampai di alam neraka paling bawah. Xiao Ziya menyusuri lorong lorong dan mulai menghitung berapa tahanan yang pergi dari sana, ada tiga puluh iblis yang lepas dari selnya. Kemungkinan besar sebagian dari mereka memang ingin melarikan diri bukan membantu untuk mencari Raja Artur.
"Hah ini sangat menyebalkan masih banyak yang belum saya selesaikan mengapa banyak masalah baru yang bermunculan." ucap Xiao Ziya yang mengacak rambutnya dengan kesal. Gadis itu pergi ke ruang penjaga untuk menanyakan beberapa hal yanh perlu ia ketahui agar ia dapat menemukan Raja Artur dengan cepat.
"Kemana naga berwarna putih itu pergi?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau naga itu pergi kemana.
"Saya sempat melihat naga itu turun kebawah entah dilapisan dunia mana ia pergi." ucap seorang prajurit yang melihat naga putih itu terbang kebawah membawa Raja Zeus. Xiao Ziya menepuk jidatnya pelan gadis itu berharap agar sang naga tak turun ke dunia bawah karna ia masih belum bisa pergi kesana.
"Baiklah kalau begitu, tolong perketat penjagaan kerahkan beberapa prajurit untuk mencari tawanan yang hilang." ucap Xiao Ziya yang berjalan pergi dari penjara neraka. Gadis itu sedang berfikir kemana Raja Artur dibawa pergi.
"Apa yang harus kuselesaikan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang merasa bingung karna banyak hal yang perlu ia lakukan.
Hai hai semua author balik lagi gimana kabar kaliam semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow buat yang belum. Wajib vote ya guys, gift hadiahnya juga, like like like, ken buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.
__ADS_1