
Merek masuk kedalam bangunan yang tinggi itu Xiao Ziya cukup terkejut karna bangunan itu mirip dengan perkantoran yang ada di kehidupannya yang lalu. Xiao Ziya sempat berfikir bahwa pemilik tempat itu adalah orang yang telah berreingkarnasi sama seperti dirinya.
"Apakah saya boleh menemui teman anda juga Tuan Lee atau saya menunggu di ruang tunggu saja?." tanya Xiao Ziya yang merasa ragu ragu karna ia memang tak mengenal siapa teman lama Tuan Lee yang ingin ia temui. Xiao Ziya hanya ingin ikut karna dirinya bosan kalau hanya berada di Istana Kerajaan Hitam seharian.
"Junjungan saya pasti sangat senang bertemu dengan nona Ziya." ucap Ling Zungze yang sekarang tak perlu mencari Xiao Ziya lagi untuk dibawa kehadapan junjungannya karna gadis itu datang dengan sendirinya.
"Baiklah jika memang begitu sekarang saya merasa lebih tenang." ucap Xiao Ziya yang sudah lega karna kehadirannya di tempat itu tak dianggap sebagai pengganggu atau tamu tak diundang.
Beberapa prajurit membukakan pintu aula yang sangat besar dan terbuat dari emas murni serta dihiasi dengan banyak sekali batu permata. Xiao Ziya, Lee Wungzo, dan Ling Zungze masuk kedalam ruangan itu hal pertama yang menarik perhatian Xiao Ziya adalah seorang wanita dengan paras cantik dengan mata yang tajam serta rambut berwarna merah yang terurai sangat panjang. Melihat wanita yang tengah duduk di singgananya itu Xiao Ziya teringat akan dirinya saat masih menjadi seorang bos mafia.
"Salam saya pada Ratu Minxunzi." ucap Ling Zungze yang bersujud dihadapan wanita itu dan memanggilnya dengan sebutan ratu.
"Salam teman lamaku." ucap Lee Wungzo yang memberi salam hanya dengan membungkukkan badannya.
"Salam saya pada Ratu." ucap Xiao Ziya yang memberikan slam hanya dengan menundukkan kepalanya saja karna ia tak tau siapa wanita yang sedang duduk di singga sana itu.
Wanita bernama Minxunzi itu menatap Xiao Ziya dengan sorot mata yang sulit diartikan, lalu sebuah senyuman cerah tercipta di bibir sang wanita.
"Sepertinya takdir yang membuatmu datang kesini Xiao Ziya." ucap Ratu Minxunzi yang membuat Xiao Ziya langsung mengangkat kembali kepalanya dan menatap lekat wanita itu.
"Apa maksut anda?." ucap Xiao Ziya yang menanyakan mengapa Ratu Minxunzi berkata demikian padahal ini adalah kali pertama mereka bertemu. Mengapa tatapan wanita yang sedang duduk di singgasana itu seperti tatapan seseorang yang telah lama tak bertemu dengan Xiao Ziya dan sangat merindukan gadis itu.
"Apa ada yang salah dengan teman kecilku ini?." tanya Lee Wungzo yang penasaran kenapa teman lamanya itu terlihat sangat berminat pada Xiao Ziya. Lee Wungzo hanya berharap semoga teman lamanya itu tak melakukan hal yang tidak tidak dengan gadis yang ia bawa.
Lee Wungzo sudah mengenal lama Ratu Minxunzi bahkan lebih lama daripada saat ia berteman dengan Raja Artur, naga keabadian itu sangat tau bagaimana karakter sang ratu yang sangat keras kepala dan tak segan segan menghancurkan siapapun yang membuatnya kesal. Ratusan ribu jiwa yang telah lenyap di tangan wanita itu ia adalah ratu dari para aliran sekte sihir hitam walaupun begitu Ratu Minxunzi sangat menyayangi keluarganya, ia akan melindungi mereka semua walau beberapa tahun lalu ia gagal melindungi kakak perempuan yang sangat ia sayangi hingga kebengisan sang ratu menjadi jadi.
"Kemariah." ucap Ratu Minxunzi yang meminta agar Xiao Ziya mendekat ke arahnya.
"Kau tak boleh melakukan hal macam macam pada gadis yang ku bawa." ucap Lee Wungzo yang sudah sangat cemas.
Xiao Ziya berjalan menaiki tangga hingga ia sampai di hadapan wanita yang disebut dengan Ratu Minxunzi itu. Sang ratu menatap Xiao Ziya dengan lekat kemudian ia berdiri dari singgasananya setelah itu Ratu Minxunzi berjongkok di hadapan Xiao Ziya karna tinggi mereka yang berbeda jauh, setelahnya sang ratu memeluk Xiao Ziya.
Xiao Ziya tak mengerti mengapa saat dipeluk oleh wanita itu badannya bergetar seolah oleh itu adalah pelukan yang seharusnya ia dapatkan sedari dulu. Tanpa terasa Ratu Minxunzi menangis saat memeluk Xiao Ziya, Lee Wungzo yang tak tau apa yang sebenarnya terjadi hanya diam menatap kebingungan.
"Akhirnya bibi menemukanmu keponakanku." ucap Ratu Minxunzi yang menyebut Xiao Ziya dengan keponakan. Ling Zungze tersenyum karna junjungannya kini bisa memeluk putri dari kakaknya secara langsung.
"Bibi? apakah anda adik dari ibu saya?." tanya Xiao Ziya yang sedang menebak siapa wanita yang sedang memeluknya itu.
"Ternyata keponakanku sangatlah pandai." ucap Ratu Minxunzi yang melepas pelukannya dan melihat kearah Xiao Ziya. Ia ingat bahwa wajah sang kakak sangat mirip dengan wajah keponakannya itu.
"Bagaimana bisa gadis yang berasal dari dunia bawah ini adalah keponakanmu?." tanya Lee Wungzo yang tak bisa memahami situasi saat itu, ia kira Xiao Ziya hanya gadis biasa yang beruntung karna terpilih menjadi penerus dari Raja Artur.
"Dia adalah putri dari kakakku, saat gadis ini lahir kakaku terpaksa harus meninggalkannya karna pernikahannya dengan salah satu anggota Klan Xiao tak direstui oleh ibu." ucap Ratu Minxunzi yang ingat sang kakak terken depresi yang hebat karna harus meninggalkan bayi perempuannya yang cantik.
"Dimana ibu sekarang? apakah beliau baik baik saja?." tanya Xiao Ziya yang sangat ingin bertemu dengan ibunya, wanita yang telah melahirkan dirinya.
"Sekarang kau belum bisa bertemu dengan ibumu keponakanku, perjalananmu masih sangat panjang. Bibi, dan pamanmu akan menuntunmu hingga kau bisa bertemu dengan ibumu." ucap Ratu Minxunzi yang tersenyum tulus kearah keponakannya itu.
Mereka berempat keluar dari aula utama dan pergi menuju taman yang ada di atas bangunan tinggi itu, taman yang sangat indah dipenuhi oleh banyak sekali bunga bunga langka yang belum pernah Xiao Ziya lihat. Mereka berempat duduk di tempat yang telah disediakan ditemani teh dan juga cemilan.
"Bibi Minxunzi bolehkan saya bertanya beberapa pertanyaan?." ucap Xiao Ziya yang ingin menanyakan beberapa hal yang masih mengganjal di hatinya.
__ADS_1
"Bertanyalah keponakanku." ucap Ratu Minxunzi yang akan menjawab pertanyaan gadis itu sebisa mungkin.
"Apakah anda yang meminta pada Ling Zungze untuk mengawasi saya selama saya ada di dunia atas?." tanya Xiao Ziya yang membuat Ratu Minxunzi tertawa ia tak mengira bahwa keponakannya itu sadar bahwa ia sedang diikuti.
"Benar, bibimu ini yang memintanya untuk mengawasimu. Karna bibi sangat takut saat kau sampai di dunia atas kau akan kesulitan beradaptasi." jawab Ratu Minxunzi dengan jujur pada Xiao Ziya. Namun untungnya keponakan kesayangannya itu dapat beradaptasi dengan sangat baik tanpa kesulitan ia juga menyingkirkan musuh musuhnya.
"Trimakasih karna anda mengkhawatirkan saya." ucap Xiao Ziya yang tak menyangka bahwa dirinya memiliki seorang bibi yang sangat luar biasa. Ratu dari aliran sihir hitam bukankah itu sangat hebat karna mengendalikan sihir hitam sangatlah sulit.
"Mengapa ayah dan ibu tak bisa hidup bersama? apakah ibu memiliki status yang tinggi sehingga ia tak bisa tinggal di dunia bawah dalam jangka waktu lama?." tanya Xiao Ziya yang masih merasa penasaran mengapa ayah dan ibunya harus di pisahkan.
"Bisa dibilang begitu, namun di lapisan dunia yang berbeda itu ibumu sudah memiliki keluarga sebelum menikah dengan ayahmu." ucap Minxunzi yang membuat Xiao Ziya semakin tak mengerti.
Jika ibunya sudah memiliki keluarga mengapa sang ibu harus menikah dengan ayahnya kemudian memiliki seorang anak? apakah ada sesuatu yang belum Xiao Ziya ketahui karna ini sangatlah rumit.
"Lalu mengapa ibu menikah dengan ayah saya?." ucap Xiao Ziya yang akan terus bertanya hingga ia mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Ratu Minxunzi menghela nafasnya panjang ia memang harus menceritakan sebagian cerita secara lengkap agar keponakannya itu tak salah faham dan membenci ibunya sendiri.
"Dulu ibumu memiliki hubungan yang tak baik dengan pihak mertuanya, ia juga sering bertengkar dengan suaminya. Hingga suatu saat ibu mertua dari ibumu merencanakan sebuah penculikan akhirnya ibumu dibuang ke dunia bawah. Saat proses itu ibumu tak sengaja terbentur benda keras hingga ia lupa ingatan, ia tak mengingat apapun. Suatu hari ibumu dan ayahmu bertemu mereka saling jatuh cinta setelah satu tahun menjadi pasangan kekasih akhirnya ibumu memilih untuk menikah dengan ayahmu yang sudah memiliki dua orang putra. Setelah beberapa tahun menikah ibumu hamil, dan saat itu juga suami pertama dari ibumu merasa menyesal karna telah membuat ibumu dibuang. Setelah kau lahir pihak dari keluarga suaminya datang untuk menjemput ibumu dengan paksa. Begitulah sedikit cerita yang bisa bibimu ini ceritakan, bibi harap kau tak akan membenci ibumu karna kejadian ini." ucap Ratu Minxunzi yang tengah menahan rasa sedihnya, ia tak ingin membuat keponakannya itu merasa sedih.
Ratu Minxunzi ingat bagaimana kakak perempuannya itu berontak dan berteriak memanggil bayi perempuannya ketika ia sudah sampai di kediaman suaminya. Seorang bayi perempuan tak berdosa yang harus ia tinggalkan begitu saja, mungkin itu yang ada di dalam fikiran ibu Xiao Ziya. Ia sudah meminta izin pada suaminya untuk membawa bayinya ikut bersama dengannya namun sang suami tak mengizinkannya karna ibu Xiao Ziya juga sudah memiliki anak.
"Saya tak akan membenci ibu saya karna saya yakin ibu sangat menyayangi saya, jika waktunya sudah tiba saya sendiri yang akan menjemput ibu. Saya akan ambil semua yang seharusnya saya dapatkan." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata yang sulit untuk diartikan.
Hari sudah mulai sore Xiao Ziya meminta izin ada Ratu Minxunzi untuk kembali ke Kerajaan Hitam karna ada acara jamuan makan malam yang harus ia hadiri. Sang ratu meminta ada Ling Zungze untuk mengantar Xiao Ziya karna hutan belantra yang Xiao Ziya dan naga keabadian lewati tadi memiliki rute yang sangat rumit sehingga tak jarang pengelana yang tersesat. Ratu Minxunzi juga berpesan sebelum kembali ke dunia bawah nantinya Xiao Ziya harus datang ke istananya lagi karn ia belum sempat mengenalkan Xiao Ziya dengan kakak sepupunya, tentu saja Xiao Ziya akan memenuhi permintaan dari bibinya.
Saat ini Xiao Ziya dan Ling Zungze sedang berada di hutan belantara, mereka sedang menyusuri hutan sesuai dengan jalur yang biasa dilewati oleh Ling Zungze.
"Maaf, saya tak bermaksut menipu anda. Saya hanya menjalankan tugas sesuai yang diperinthkan oleh junjungan saya." ucap Ling Zungze yang merasa tak enak hati pada Xiao Ziya, ia benar benar tak bermaksut untuk menipu gadis itu.
"Baikah jika begitu." ucap Xiao Ziya dengan wajah lesuhnya.
Melihat ekspresi dari Xiao Ziya membuat Ling Zungze semakin merasa bersalah, ia tak tau harus mengucapkan apa agar bisa membuat gadis yang ada di sampingnya itu dapat tersenyum kembali seperti biasanya.
"Apa yang harus saya lakukan agar nona Xiao Ziya bisa memaafkan saya?." tanya Ling Zungze yang khawatir jika ia telah melukai hati dari gadis yang telah menyelamatkan nyawanya.
"Anda harus menggendong saya hingga sampai ke Istana Kerajaan Hitam." ucap Xiao Ziya dengan wajah polosnya yang membuat Ling Zungze tak bisa menolak permintaan gadis itu.
Ling Zungze berjongkok di hadapan Xiao Ziya kemudian gadis itu naik ke punggung Ling Zungze setelahnya ia berdiri dan berjalan sembari menggendong Xiao Ziya. Namun ada satu hal yang aneh walau selera makan gadis itu sangatlah tinggi badan Xiao Ziya ternyata sangatlah ringan seperti tak ada beban apapun.
"Apakah nona makan kapas setiap hari?." tanya Ling Zungze secara spontan.
"Apa saya segil itu?." tanya Xiao Ziya balik yang merasa kesal dengan pertanyaan yanh diajukan oleh pemuda yang sedang menggendongnya.
"Sepertinya tidak karna saya pernah melihat anda makan daging dalam porsi yang banyak, anehnya tubuh anda sangatlah ringan." ucap Ling Zungze dengan jujur, tadinya ia mengira bahwa punggungnya akan sakit karna menggendong Xiao Ziya dalam jangka waktu yang cukup lama.
"Tentu karna beban hidup saya hanya ada di otak saja." jawab Xiao Ziya secara asal namun dengan bodohnya Ling Zungze malah percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu.
Setelah sekian lama perjalan akhirnya Ling Zungze sampai di perbatasan Kerajaan Hitam. Beberapa prajurit perbatasan ingin menghentikannya namun saat melihat nona muda mereka sedang digendong oleh Ling Zungze mereka langsung mempersilahkan pemuda itu untuk masuk. Setelah mendapatkan izin masuk Ling Zungze melesat dengan kecepatan yang stabila agar tak mengganggu Xiao Ziya yanh sedang tertidur pulas di pundaknya.
"Bagaimana bisa gadis ini malah tertidur dengan lelap." ucap Ling Zungze yang keheranan dengan sikap santai yang dimiliki oleh Xiao Ziya.
__ADS_1
Akhirnya Ling Zungze sampai di gerbang masuk Istana Kerajaan Hitam, kebetulan saat itu ada Pangeran Anz yang sedang ingin keluar mencari Xiao Ziya karna tak lama lagi jamuan makan malam untuk merayakan ulang tahun gadis itu akan dimulai.
"Siapa kau mengapa adikku ada di gendonganmu?." tanya Pangeran Anz dengan nada bicara tak sukanya pada Ling Zungze.
"Saya adalah teman nona Ziya kebetulan saya bertemu dengannya saat berada di luar wilayah Kerajaan Hitam. Nona Ziya terlihat sangat kelelahan sehingga saya menggendongnya saat perjalanan pulang." ucap Ling Zungze yang tak ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi karna bisa saja pemuda yang ada di hadapannya itu akan marah ataupun iri.
"Ah ternyata begitu, serahkan adik saya pada saya saja." ucap Pangeran Anz yang sudah bersiap untung menggendong Xiao Ziya di depan namun tiba tiba saja gadis itu terbangun dari tidurnya.
"Hoaaam apakah kita sudah sampai?." tanya Xiao Ziya dengan mulut yang ia tutupi dengan tangan saat ia sedang menguap.
Ling Zungze menurunkan Xiao Ziya, ia mengatakan bahwa mereka sudah sampai di depan gerbang istana Kerajaan Hitam sehingga Ling Zungze ingin pamit pulang. Xiao Ziya menahan pemuda itu dan mengatakan sebaiknya Ling Zungze ikut dalam jamuan makan malam.
"Sebaiknya kau ikuti saja kemauan adikku, ini juga sebagai ucapan trimakasih kami karna anda telah mengantar Xiao Ziya kembali dengan selamat." ucap Pangeran Anz yang merasa tak masalah jika pemuda yang merupakan teman dari adiknya itu ikut dalam jamuan makan malam.
"Baiklah jika begitu trimakasih karna telah mengundang saya." ucap Ling Zungze yang tak dapat menolak tawaran dari Xiao Ziya dan juga kakak angkat Xiao Ziya.
Xiao Ziya masuk kedalam istana terlebih dahulu karna gadis itu harus bersiap sebelum datang ke ruang makan utama. Saat ini Xiao Ziya menggunakan sebuah gaun yang sangat cantik dengan warna bulu merak, sebuah mahkota kecil dikepala gadis itu menambah kesan anggu. Setelah selesai bersiap Xiao Ziya berjalan menuju ruang makan utama Istana Kerajaan Hitam.
Seorang prajurit yang menjaga pintu masuk ruang makan utama memberitaukan kedatangan Xiao Ziya.
"Nona Xiao Ziya akan memasuki ruang makan utama." triak prajurit itu kemudian prajurit yang lainnya membukakan pintu.
Xiao Ziya melangkah dengan sangat anggun, mereka yang ada di ruang makan utama seperti tersihir oleh kecantikan yang dimiliki oleh gadis itu. Semua mata mengarah pada Xiao Ziya bahkan ada yang sampai tak berkedip.
"Trimakasih karna kalian sudah datang memenuhi undangan jamuan makan malam saya dalam rangka memperingati hari kelahiran saya yang ke tiga belas tahun." ucap Xiao Ziya yang memberikan kata kata sambutan setelah ia sudah ada di hadapan semua orang.
"Kami juga merasa terhormat karna di undang dalam acara jamuan makan malam ini." ucap salah satu perdana mentri yang hadir.
"Semoga nona muda selalu diberi kesejahteraan." ucap salah satu jenderal yang sangat kagum dengan kemampuan berpedang Xiao Ziya yang sangat luar biasa.
"Kami membawakan beberapa hadiah kecil untuk nona semoga nona menyukainya." ucap salah satu putri dari seorang mentri yang hadir dalam acara itu karna ikut dengan sang ayah.
"Tentu saya akan sangat menyukai hadiah yang kalian berikan." ucap Xiao Ziya dengan sebuan senyuman tulusnya.
Acara jamuan makan malampun dimulai, Raja Zeus tak bisa hadir dalam acara itu karna sang raja masih harus beristiranat dan belum diperbolehkan untuk bertemu dengan banyak orang karna akan membuat tubuhnya kelelahan. Meskipun Raja Zeus tak bisa hadir namun ia juga sudah menyiapkan sebuah hadiah untuk putri angkat kesayangannya itu.
"Dimana Yang Mulia Raja Zeus mengapa saya belum melihatnya?." tanya salah seorang mentri yang merasa keheranan tak biasanya rajanya itu akan melewatkan acara yang bersangkutan dengan Xiao Ziya.
"Ayah sedang tidak enak badan sehingga ia harus beristirahat." ucap Xiao Ziya dengan nada yang tenang agar tak menimbulkan kecurigaan apapun.
Saat semua orang sedang sibuk merayaka pesta ulang tahun Xiao Ziya, ada seseorang yang masuk dan menyusup kedalam istana orang itu diam diam pergi menuju kamar Raja Zeus, sepertinya ia akan melakukan percobaan pembunuhan pada sang raja.
"Kali ini kau harus merasa kehilangan sepertiku." ucap orang itu yang tersenyum dengan jahat, ia membuka pintu kamar Raja Zeus dengan pelan sehingga tak menimbulkan suara yang mencurigakan.
Setelah berhasil orang itu langsung menyalakan lampu kamar sang raja yang sengaja dimatikan. Betapa terkejutnya orang itu saat melihat lima pria aneh sedang berdiri mengelilingi temat tidur Raja Zeus dengan Zirah hiram yang membungkus tubuh mereka. Kelima pria itu adalah para jenderal iblis milik Xiao Ziya yang telah kembali, mereka juga ditugaskan untuk menjaga keamanan Raja Zeus selama pesta ulang tahun Xiao Ziya dilangsungkan.
"Pergilah ini bukan tempat bermain bocah ingusan sepertimu." ucap salah satu jenderal iblis milik Xiao Ziya yang meminta pada pemuda itu agar pergi dari sana menggunakan cara halus terlebih dahulu.
"Kalian yang seharusnya pergi." ucap pemuda itu yang tak senang dengan kehadiran para manusia yang menggunakan Zirah hitam.
Hai hai semuanya akhirnya author update lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya wajib, gift hadiah seberapapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.
__ADS_1