RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kemarahan Ziya


__ADS_3

Kali ini benar benar mengkhawatirkan, banyak yang mengincar nyawa Xiao Ziya. Xiao Ziya berfikir dengan keras apa motif Yin Zinxu menyerangnya? apakah dia ingin mengambil kekuasaan dari kekaisaran.


"Besok adalah satu hari sebelum hari ulang tahunku, sebaiknya nanti pengamanan diperketat agar kejadian seperti ini tak terjadi lagi." ucap Xiao Ziya sambil pergi dari ruang makan.


Yang lainnya setuju dengan saran Xiao Ziya, saat ulang tahun gadis itu akan banyak orang orang penting yang datang, jadi keselamatan mereka juga penting. Setelah masalah itu selesai mereka mulai membubarkan diri masing masing.


"Saudariku pasti sangat tertekan, aku harus menenangkannya." ucap Xiao Yuna yang sangat cemas dengan Xiao Ziya. Gadis itu khawatir jika saudarinya itu akan tertekan akibat masalah masalah yang datang akhir akhir ini.


Xiao Ziya sedang berada di atap istana kekaisaran, dia memandangi langit malam sambil tersenyum.


"Ini hanya awalnya saja, masih akan banyak masalah yang datang padaku." ucap Xiao Ziya sambil menghela nafasnya.


Tiba tiba saja Xiao Ziya menggengam tangannya dengan erat, sepertinya gadis itu merencanakan sesuatu. Xiao Ziya loncat dari atas atap dan mulai berjalan keluar gerbang istana kekaisaran. Entah ingin pergi kemana gadis itu. Namun amarah terlihat jelas pada matanya.


"Aku akan membalas apa yang mereka lakukan." ucap Xiao Ziya sambil mulai melompat dari satu atap rumah ke rumah yang lain.


Akhirnya Xiao Ziya sampai di tempat yang ia tuju yaitu Klan Yin. Para penjaga gerbang Klan Yin menatap Xiao Ziya penuh dengan keheranan dan juga rasa takut. Karna gadis yang ada di hadapannya itu memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.


"Aku ingin menemui panatua Klan Yin dan juga semua ketua klan ini." ucap Xiao Ziya dengan penuh penekanan, gadis itu menatap penjaga gerbang dengan tajam hingga kaki mereka gemetaran.


"Ada perlu apa nak? mengapa kau ingin menemui panatua dan juga semua ketua Klan Yin." ucap salah seorang penjaga gerbang sambil menahan diri agar tidak pingsan karna tekanan dari Xiao Ziya.


"Biarkan aku masuk, jika tidak nyawa kalian akan benar benar musnah dari dunia." ucap Xiao Ziya yang sudah benar benar kesal, mengapa semua orang suka membuatnya kesal.


Para penjaga gerbang Klan Yin hanya bisa menelan ludah mereka dan mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam. Walau klan Yin penting bagi mereka, namun nyawa mereka jauh lebih penting.


Xiao Ziya masuk kedalam Klan Yin dengan penuh amarah, auranya benar benar terpancar diseluruh penjuru Klan Yin. Semua orang yang ada di dalam paviliunnya mulai keluar karna aura Xiao Ziya benar benar menekan semua orang.

__ADS_1


"Ada apa ini? siapa yang datang dengan memancarkan aura pembunuh yang sangat kuat." ucap Yin Moli yang merupakan wakil pemimpin Klan Yin. Saat mereka mencari cari siapa yang memancarkan aura membunuh itu mereka menemukan seorang gadis muda yang sedang berdiri di tengah aula utama Klan Yin.


"Nona Ziya, ada keperluan apa kau datang ke Klan Yin dengan aura membunuh sepekat ini." ucap Pangeran Yin Cui yang merasa sedikit heran dengan kedatangan Xiao Ziya secara mendadak. Akankah gadis itu membawa berita buruk untuk Klan Yin.


Xiao Ziya menatap orang orang yang ada di sana seperti seekor harimau yang hendak memangsa buruannya. Ziya memerlukan jawaban yang memuaskan tentang penyerangan yang dilakukan oleh Yin Zinxu dan juga apa maksud Klan Yin yang berani beraninya memberontak dan melawan Klan Xiao.


"Kau jelaskan padaku mengapa malam ini saudara kembarmu berusaha membunuhku." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah Yin Zinxi. Pemuda itu benar benar tak tau harus berkata apa.


"Se..sebenarnya kami berdua memang berencana untuk membunuhmu, tapi itu bukan malam ini melainkan nanti setelah acara ulang tahunmu. Dan aku tak mengetahui bahwa saudara kembarku datang ke istana dan ingin membunuhmu." jelas Yin Zinxi dengan nada yang gemetar, entah pemuda itu jujur atau tidak. Yang jelas Xiao Ziya masih belum puas dengan jawaban yang diberikan oleh Yin Zinxi.


"Permaisuri apakah kau sudah lupa dengan perkataanku tempo hari." ucap Xiao Ziya yang kini melihat ke arah mantan permaisuri kekaisaran. Wanita itu ingat dengan jelas apa yang dikatakan Xiao Ziya, ia juga tak mengira bahwa beberapa orang dari Klan Yin berani memberontak.


"Mohon maaf nona Ziya, saya benar benar tidak terlibat dengan apa yang mereka lakukan." ucap sang mantan permaisuri setelah itu ia bersujud dihadapan Xiao Ziya untuk meminta pengampunan. Xiao Ziya bisa melihat dari mata wanita itu, bahwa ia berkata jujur tanpa menyembunyikan apapun darinya.


"Bangunlah, kau tak perlu bersujud seperti itu. Selama kau jujur padaku maka keluargamu akan aman." ucap Xiao Ziya dengan tegas, Xiao Ziya memang pantas untuk menjadi seorang pemimpin.


"Trimakasih banyak nona Ziya, kami tak akan melupakan kebaikanmu." ucap mantan permaisuri dan juga anak anaknya secara serempak.


"Saya sebagai panatua Klan meminta izin pada nona besar untuk berbicara." ucap Yin Migu dengan hormat pada Xiao Ziya. Jelas apa yang dilakukan oleh panatua Klan Yin membuat para ketua klan merasa terkejut. Pasalnya wanita tua itu sangat keras kepala dan jarang tunduk pada seseorang, bagaimana bisa seorang gadis yang baru akan berusia sebelas tahun membuat panatua mereka tunduk.


"Silahkan, aku mengharapkan sebuah penjelasan yang memuaskan jika tidak jangan harap Klan Yin masih bisa berdiri di tanah Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya yang terdengar seperti sebuah ancaman.


"Sebenarnya hanya beberapa anggota klan yang melakukan pemberontakan, setelah saya periksa mereka adalah anggota anggota muda dari Klan Yin. Karna usia mereka masih muda sehingga mereka masih labil dan melakukan tindakan yang salah. Saya mohon pengampunan dari nona besar." ucap panatua Klan Yin yang membuat Xiao Ziya merasa curiga. Alasan seperti itu sangat tak masuk akal bagi Xiao Ziya. Karna sudah jelas ia juga masih muda namun tak melakukan tindakan ceroboh semacam itu.


"Aku ingin nyawa Yin Zinxi dan juga Yin Zinxu." ucap Xiao Ziya. Mendengar hal itu membuat panatua Klan Yin seperti tersambar petir pasalnya Yin Zinxi dan juga Yin Zinxu adalah cucunya.


Bagaimana bisa panatua Klan Yin merelakan nyawa cucunya begitu saja. Namun kompensasi apa yang akan ia berikan untuk menggantikan nyawa cucunya.

__ADS_1


"Untuk hal itu saya tak bisa menurutinya, mereka berdua adalah cucuku." ucap Yin Migu sambil tersenyum kecewa. Dia rela menyerahkan apapun asalkan itu bukan nyawa cucunya.


"Apa kau fikir aku peduli siapa mereka? yang ku tau siapapun yang mengusik hidupku pantas untuk mati." ucap Xiao Ziya dengan nada serius dan tidak mau dibantah. Panatua Klan Yin sudah mulai kalut, dia ingin melawan gadis yang ada didepannya namun kekuatannya tak setara dengan gadis itu.


"Saya akan memberikan apapun untuk nona besar, nyawa siapapun akan kuberikan asalkan bukan cucuku." ucap Yin Migu yang berharap semoga Xiao Ziya mau memberikan penawaran yang bagus untuknya.


"Kalau begitu bagaimana dengan nyawamu." ucap Xiao Ziya yang sudah memikirkan dengan matang bahwa nyawa memang harus ditukar dengan nyawa lainnyan.


"Nona Ziya, apakah sulit untuk memberi kesempatan pada mereka." ucap Yin Wiyan yang merasa kasihan dengan nenek tua itu.


"Apakah jika mereka melakukan pemberontakan lagi kalian sanggup menanggungnya?." tanya Xiao Ziya pada anggota Klan yin yang pernah menjadi keluarga kekaisaran. Ucapan Xiao Ziya benar benar membungkam mereka. Bukannya Xiao Ziya tak ingin memberi kesempatan namun ia tak ingin mengambil resiko di masa depan. Masih banyak musuhnya yang lain dan harus ia singkirkan dengan segera.


"Kami tak bisa menanggungnya, mohon maaf untuk ucapanku tadi." ucap Yin Wiyan yang memilih untuk menurunkan egonya daripada harus bersitegang dengan Xiao Ziya yang akan berujung dengan kehilangan nyawanya.


"Bagaimana panatua Klan Yin, apakah kau puas dengan tawaranku." ucap Xiao Ziya dengan senyum jahatnya yang menghiasi bibir. Xiao Ziya sangat tau kapan dia harus menunjukkan sisi baiknya, dan kapan ia harus menunjukkan sisi iblisnya.


"A..aku tak bisa mensetujui hal itu, nyawaku juga penting." ucap panatua klan.


Xiao Ziya tak lagi sabar dengan panatua Klan Yin. Ia langsung menarik tangan Yin Zinxi dan menodongkan sebuah belati di leher Yin Zinxi. Seketika suasana menjadi kacau.


"Lepaskan aku, apa yang ingin kau lakukan. Kau tak bisa melakukan hal ini padaku." ucap Yin Zinxi yang kini berkeringat dingin. Nyawanya benar benar di ujung tanduk, jika sampai belati itu menyayat lehernya maka nyawanya akan melayang.


Ditempat lain Xiao Yuna, Xiao Xun, Xiao Yan, Muyen, dan Pangeran Kegelapan sedang mencari cari keberadaan Xiao Ziya di sekitar istana kekaisaran. Namun seperti biasa Xiao Ziya tak bisa ditemukan. Gadis itu sangat senang membuat orang lain cemas.


**Hai hai semuaa akhirnya aku update lagi.


Duh lelah kali hayati, pala pusing, agak panas nih badan. Kok aku jadi curhat ya astaga wkwkwk maafin author yang ga jelas.

__ADS_1


oh ya yang belum like thanksgivingku di trending jangan lupa like ya.


Dukung aku terus ya guys dengan cara vote sebanyak banyaknya. Komen komen ya, like, rate, share**.


__ADS_2