
Setelah selesai makan dikedai tersebut mereka kembali ke istana untuk beristirahat. Xiao Ziya sudah tampak lelah hingga wajahnya berubah menjadi sedikit pucat. Karna tak ingin adiknya pingsan, Pangeran Kegelapanpun menggendong Xiao Ziya.
"Apakah ini tak masalah?." ucap Xiao Ziya yang sedikit canggung saat digendong oleh gegenya itu.
"Tidak masalah, mungkin setibanya di istana kakak laki lakimu yang lain akan protes." ucap Pangeran kegelapan dengan santainya.
Sedangkan Xiao Ziya membayangkan apa yang akan terjadi saat ia sampai di istana nanti. Xiao Ziya tak sanggup membayangkan hal mengerikan itu lagi.
"Zue gege cepat turunkan aku sekarang, aku tak ingin tiba tiba sebuah bencana datang." ucap Xiao Ziya yang tak ingin apa yang ia bayangkan tadi benar benar terjadi.
"Baiklah adikku sayang." ucap Pangeran Kegelapan yang menurunkan Xiao Ziya saat mereka sudah sampai di gerbang masuk istana. Xiao Ziya langsung menengok ke kiri dan ke kanan untuk melihat apakah situasinya sudah aman atau tidak. Untunglah tak ada yang melihat kejadian itu selain kedua penjaga gerbang yang kini sedang saling berpandangan satu sama lain.
"Kalian jangan katakan apapun tentang kajadian ini, jika tidak tangan kalian akan terpisah dari anggota tubuh lainnya." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam, dan pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.
Saat masuk kedalam kamar ia melihat seorang anak kecil yang sedang merangkak di atas kasurnya, dengan segera Xiao Ziya menghampiri anak kecil itu.
"Zoe ku sayang, apa yang kau lakukan di sini? dimana ayah, apa kau naik ke atas ranjangku sendiri." tanya Xiao Ziya yang keheranan, pasalnya bagaimana bisa adik kecilnya itu ada di atas tempat tidurnya padahal tak ada siapapun di kamarnya selain Zoe.
"Tata tata tiya." ucap Xiao Zoe dengan sangat menggemaskan.
Xiao Ziyapun menggendong bayi lucu itu, entah apa jadinya jika dulu Xiao Ziya tak merawat bayi laki laki yang lucu itu. Mungkin sekarang ayahnya akan merasa kesepian karna anak anaknya sedang sibuk menuntut ilmu dan juga sibuk mengurus berbagai hal lainnya.
"Zoe, trimakasih sudah menemani ayahku ketika putri dan juga kedua putranya tak ada di sini." ucap Xiao Ziya kemudian mencium pipi Zoe. Mungkin kehadiran Zoe dalam keluarganya adalah hadiah dari Sang Penguasa Alam Semesta.
"Uwaaaa tiya." ucap bayi laki laki itu yang sampai sekarang belum bisa dimengerti oleh Ziya.
__ADS_1
Karna sedikit lelah akibat pesta ulang tahunnya, dan masalahnya dengan dewa dewa tadi. Xiao Ziyapun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil meletakkan Zoe disebalahnya.
"Jiejie ingin tidur terlebih dahulu, Zoe juga tidur. Selamat malam adikku tersayang." ucap Xiao Ziya yang mengecup kening Zoe, kemudian gadis itu tertidur karna sangat kelelahan.
Hampir semua penghuni istana sudah tidur kecuali Pangeran Kegelapan dan juga Raja Artur. Mereka berdua tampak sedang mendiskusikan sesuatu yang penting.
"Kita harus kesana untuk memberi mereka pelajaran." ucap Pangeran Kegelapan yang belum bisa melupakan apa yang terjadi tadi.
"Baiklah aku juga akan memberi pelajaran pada dewa Agni agar ia tak semena mena lagi pada penerusku." ucap Raja Artur sambil mengepalkan kedua tangannya.
Meskipun yang terjadi barusan terlihat sangat sepele namun kedepannya mungkin akan terjadi sesuatu yang lebih besar lagi. Akhirnya Pangeran Kegelapan dan Raja Artur melesat pergi menuju wilayah dewa. Hanya perlu beberapa saat sebelum mereka sampai di wilayah dewa.
"Siapa kalian dan apa tujuan kalian datang ke wilayah dewa. Wilayah ini tak semua manusia yang bisa memasukinya." ucap salah seorang penjaga gerbang masuk wilayah dewa.
"Aku Raja Artur datang kesini untuk mencari dewa Agni dan juga putrinya, cepat panggil mereka." ucap Raja Artur yang memberitaukan maksut dan tujuannya datang ke wilayah dewa.
"Hormat saya pada dewa Agni yang agung." ucap penjaga gerbang itu sambil berlutut di hadapan dewa Agni.
"Ada keperluan apa hingga kau menemuiku?." tanya dewa Agni yang merasa heran dengan kedatangan sang penjaga gerbang ke kediamannya.
"Di luar gerbang masuk, ada Raja Artur yang sedang menunggu anda." ucap penjaga gerbang itu dengan gemetaran karna merasa takut dewa Agni akan marah padanya.
Dewa Agni langsung menggebrak meja, dia merasa geram ada apa Raja Artur datang dan mencarinya. Dengan tergesa gesa dewa Agni mengajak putrinya untuk datang menuju gerbang luar wilayah dewa.
"Ada apa kau datang mencariku dan putriku." ucap dewa Agni sambil menatap Raja Artur.
__ADS_1
"Aku datang kesini untuk memperingatkanmu dan juga putrimu itu agar kedepannya tak mengganggu penerusku." ucap Raja Artur yang sedang menggeretak dewa Agni dan juga putrinya.
"Itu bukan urusan kalian berdua, karna penerusmu itu sekarang putriku dibenci teman temannya." ucap dewa Agni yang tak terima dengan apa yang baru saja menimpa putrinya.
Sebelum Raja Artur dan Pangeran Kegelapan datang ke wilayah dewa, Meizu sempat bertengkar dengan ketiga temannya yaitu Ziloz, Xiu, dan juga Zima. Mereka mempermasalahkan sikap Meizu kepada Xiao Ziya. Dan ujung dari pertengkaran itu adalah Meizu yang dijauhi oleh teman temannya.
"Gadis sialan itu telah merebut banyak hal dariku, dia sama sekali tak cantik mengapa Ziloz jatuh hati dengan gadis rendahan seperti itu." ucap Meizu yang masih saja mengolok olok Xiao Ziya, untung saja gadis itu tak ada di sana jika ada mungkin Ziya akan menampar gadis itu lagi.
"Bukankah adikku itu memang lebih cantik daripada wajahmu itu." ucap Pangeran Kegelapan dengan nada yang merendahkan.
Dewa Agni menyerang Pangeran Kegelapan secara tiba tiba, untung saja Pangeran Kegelapan sudah menyadari hal itu sebelumnya hingga ia bisa melakukan penyerangan balik.
Dewa Agnipun terluka akibat serangan dari Pangeran Kegelapan, namun lukanya tak cukup parah sehingga ia masih bisa berdiri.
"Ayah apakah kau baik baik saja?." ucap Meizu yang langsung membantu ayahnya untuk berdiri.
"Lihat saja aku akan membuat kalian menyesal karna telah melukai ayahku." ucap Meizu yang hendak membalas serangan Pangeran Kegelapan. Namun belum melayangkan serangan gadis itu sudah mendapatkan pukulan telak.
"Ingat ini baik baik, jika kalian membuat sebuah luka di tubuh adikku maka aku akan membuat seribu luka ditubuh kalian berdua." ucap Pangeran Kegelapan yang langsung pergi untuk kembali ke dunia bawah disusul oleh Raja Artur.
Saat ini Raja Artur dan juga Pangeran Kegelapan sudah sampai di istana kekaisaran. Mereka berdua masuk ke kamar masing masing dan beristirahat.
Sedangkan dewa Agni dan juga putrinya merencanakan sesuatu untuk membalas dendam atas apa yang terjadi pada mereka hari ini.
**Hai hai semuanya aku update lagi seperti biasanya, gimana gimana kangen ga sama author? jangan lupa ya follow aku. Yang mau follow ig ku juga ga papa.
__ADS_1
Jangan lupa vote sebanyak banyaknya, komen ya di setiap episode biar aku seneng, like ya jangan sampe ada yang kelewatan. Rate bintang lima dan share**.