
Bram sampai dikota tempat dimana Dimas, Hermione dan yang lainnya tinggal. Bram pergi keapartemennya untuk beristirahat.
"Akhirnya sampai juga" ucap Bram berbaring diranjang.
"Besok aku pantau saja rumah Dimas pasti ada Hera juga disana" ucap Bram.
***
Hermione dan Andre ?sedang berkeliling kota menggunakan mobilnya.
"Eh kok ada aura Bram disekitar sini" ucap Hermione.
"Yakali Bram disini, coba cek aja kak" ucap Andre, Hermione menutup matanya setelah itu dia membuka matanya kembali.
"Dia memang ada disini" ucap Hermione. Andre refleks mengerem mendadak.
"Apa!?" ucap Andre kaget.
"Tengah jalan woi" ucap Hermione, Andre langsung menghidupkan mesin mobil lalu menepikan mobilnya.
"Terus gimana kak?" tanya Andre.
"Ntahlah" jawab Hermione bingung.
"Reno taunya cuman Dara bukan Hera bisa gawat dong" ucap Andre.
"Mana Bram tau sekarang kalian udah nikah, kalau misal dia datang kerumah Dimas terus gak ada kakak gimana?" ucap Andre.
"Dia gak akan kerumah Dimas paling mantau aja" ucap Hermione.
"Hmm iya sih aduh pusing deh" ucap Andre menghidupkan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya kembali.
"Ntar kakak akan terus kerumah Dimas dalam wujud Hera deh" ucap Hermione.
"Harus itu kak" ucap Andre.
.......
Hermione berada didepan rumah Dimas dengan wujud Hera. Setelah pembicaraan bersama Andre dia memutuskan untuk kerumah Dimas dan membicarakan masalah itu.
Tok...
...Tok......
^^^Tok...^^^
Reno membukakan pintunya, dia melihat Hermione dari atas kebawah.
"Kamu yang nolongin pas ada perampok itukan?" tanya Reno.
"Iya" jawab Hermione tersenyum.
"No siapa kok gak disuruh masuk sih?" Dimas berjalan kearah pintu.
"Eh Hera" ucap Dimas saat melihat tamunya.
"Masuk Ra" ucap Dimas lagi.
"Silahkan kak" ucap Reno mempersilahkan masuk.
"Makasih" ucap Hermione masuk.
"Duduk Ra" ucap Dimas, Hermione lalu duduk.
"Aku permisi ngambil minuman dulu ya" ucap Reno.
"Eh gak usah repot-repot" ucap Hermione.
"Gak repot" Reno langsung pergi.
"Kenapa kamu pakai wujud Hera kesini?" Dimas pindah duduk disebelah Hermione.
"Bram ada dikota ini" ucap Hermione, Dimas langsung membelalakkan matanya.
"Serius? Terus gimana dong?" tanya Dimas.
"Ya gitu, mungkin nanti aku bakal bikin ilustrasi supaya dia ngeliat aku bareng kamu disini terus" ucap Hermione.
__ADS_1
"Mending langsung aja jangan ilustrasi" ucap Dimas.
"Mungkin sekali-sekali" ucap Hermione.
Reno datang membawa minuman dan cemilan.
"Silahkan diminum, aku permisi dulu" ucap Reno.
"Makasih" ucap Hermione.
"Sama-sama" balas Reno lalu pergi.
"Dia tau kita udah nikah kalau misal kamu pulang dari sini nanti dia curiga" ucap Dimas pelan.
"Apa dia ada disini?" tanya Dimas.
"Besok dia kesini buat mantau" jawab Hermione.
"Jadi sekarang gak ada?" tanya Dimas yang dijawab gelengan dari Hermione.
"Bikin masalah aja tu Bram gak takut dimarahin istrinya apa" ucap Dimas kesal.
"Udahlah aku pulang dulu besok aku bakal kesini setelah Reno pergi sekolah" ucap Hermione pelan.
"Mau aku antar?" tanya Dimas.
"Nggak usah" ucap Hermione lalu menghilang sebelum itu dia melihat sekeliling dahulu.
"Main pergi aja" ucap Dimas menggelengkan kepalanya.
***
Bram sedang memantau rumah Dimas menggunakan mobilnya dari jalan.
Reno keluar dari dalam rumah bersama Dimas.
"Aku sekolah dulu ya" ucap Reno.
"Iya hati-hati pakai motornya" ucap Dimas.
"Siap" ucap Reno menaiki motornya, menggunakan helm setelah itu menghidupkan mesin motor dan menarik gasnya.
"Ngagetin aja kamu tuh" ucap Dimas mengusap dadanya.
"Bram udah ada didepan lagi mantau" ucap Hermione.
"Bener-bener kurang kerjaan" ucap Dimas langsung menggandeng Hermione lalu membuka pintu dan keluar.
"Dia denger percakapan kita gak?" tanya Dimas.
"Nggaklah kan jauh" ucap Hermione.
"Terus kekampus gimana?" tanya Dimas. Hermione lalu mengubah wujudnya menjadi Dara.
"Ngapain kamu berubah?" ucap Dimas panik langsung memeluk Hermione.
"Tenang aja Bram tetep liat aku sebagai Hera bukan Dara" ucap Hermione.
"Huh untung, kamu bikin jantungan aja" Dimas mencubit pipi Hermione.
"Sekali-sekali" Hermione tersenyum, Dimas mendekatkan wajahnya kewajah Hermione. Hidung mereka berdua sudah menempel tiba-tiba Hermione memalingkan wajahnya.
"Woi" Dimas bengong melihat Hermione memalingkan wajahnya. Hermione kembali melihat Dimas sambil tersenyum.
"Ihhh sedikit lagi lho" ucap Dimas mencubit pipi Hermione, Hermione hanya terkekeh lalu menempelkan keningnya dikening Dimas dan mengalungkan lengannya dileher Dimas.
Dinas perlahan mendekatkan bibirnya kebibir Hermione, setelah menempel sempurna Hermione membuka sedikit mulutnya dan Dimas mulai memasukkan lidahnya.
Bram yang melihat kejadian itu dari mobil menjadi geram.
"Seharusnya yang cium bibir sexy Hera aku bukan dia" ucap Bram mengepalkan tangannya.
Dimas menekan tengkuk Hermione dan mendekatkan tubuh Hermione membuat tak ada jarak lagi diantara mereka berdua. Setelah puas mereka melepaskan ciumannya, Dimas mengusap bibir Hermione lembut sambil menatap mata Hermione.
"Kita kekampus cepet ngapain liatin terus sih" ucap Hermione.
"Karena kamu cantik" ucap Dimas mencium kening Hermione sekilas lalu menggandeng Hermione melangkah kearah mobilnya.
__ADS_1
Setelah mereka berdua masuk mobil, Dimas melajukan mobilnya menjauh dari rumahnya. Bram mengikuti mereka berdua.
Setelah sampai dikampus mereka keluar dari dalam mobil, lalu berjalan bergandengan tangan menuju kelasnya.
"Ohh jadi mereka masih kuliah dan kuliah disini" ucap Bram melihat mobil yang digunakan Hermione dan Dimas masuk kedalam area kampus, dia lalu menjalankan mobilnya menjauh dari kampus.
.......
Pulang dari kampus Hermione dan Dimas mampir kerestoran terlebih dahulu, Hermione berubah wujud menjadi Hera. Ternyata direstoran yang mereka datangi ada Andre, Reno, Fadil dan Ariel dkk. Hermione dan Dimas bergabung bersama mereka.
"Wih kak Hera baru keliatan lagi, abis dari mana aja kak?" tanya Andre.
"Abis ibadah dipohon beringin" jawab Hermione.
"Sadis ibadahnya" ucap Andre.
"Kalian kenal?" tanya Dimas.
"Ya kenallah gue itu terkenal gak kayak lo" ucap Andre.
"Sialan lo" ucap Dimas.
"Kakak yang kemarin kerumah kan ini?" tanya Reno.
"Iya, kenalin Hera" ucap Dimas, Hermione hanya tersenyum.
"Reno" ucap Reno.
"Fadil cowok terganteng disekolah" ucap Fadil.
"Pd banget lo" ucap Andre.
"Biarin" ucap Fadil.
"Ariel" ucap Ariel.
"Dani" ucap Dani.
"Sani kembaran Dani walaupun sebenarnya aku gak mau jadi kembarannya" ucap Sani.
"Oplas sana lo biar mukanya gak sama kayak gue" ucap Dani.
"Lo aja" ucap Sani.
"Hera" ucap Hermione.
"Kalian ngapain disini?" tanya Dimas.
"Mau robohin restorannya karena bakal gue jadiin bar" ucap Andre.
"Yakali lo robohin restoran banh Dimas, kita mau santai aja disini dari pada dirumah bosen" ucap Fadil.
"Bikin bar sana Mas, isinya cewek sexy semua ya, pasti gue bakal pindah tidur dibar aja" ucap Andre.
"Lo aja deh bikin gue gak mau" ucap Dimas.
"Gak mau 1 maksudnya, bener gak bang?" ucap Sani.
"Nah itu" ucap Dimas.
"Kuliah jurusan apa bang?" tanya Dani.
"Kedokteran" jawab Dimas.
"Kalau kak Hera?" tanya Dani melihat Hermione.
"Sama kedokteran juga" ucap Hermione.
"Wih keren banget" ucap Sani.
"Kuliah jurusan kedokteran tapi bikin restoran gimana sih" ucap Fadil.
"Iyayah seharusnyakan klinik atau apa gitu" ucap Ariel.
"Biarin aja, suka-suka gue lah mau bikin restoran atau apapun itu" ucap Dimas.
"Iya deh iya" ucap Fadil.
__ADS_1
Bersambung...