RATU IBLIS

RATU IBLIS
Apa Yang Sedang Terjadi?


__ADS_3

Di sisi lain saat ini dinding pembatas yang mengelilingi kastil Klan Yie telah hancur, Yie Weinje dan Yie Gu saling bertatapan satu sama lain karna mereka berdua merasa bingung. Mungkinkah Penguasa Agung telah dikalahkan oleh seseorang yang berada di wilayah Kerajaan Bulan? namun satu satunya orang yang bisa mengalahkan Penguasa Agung adalah Xiao Ziya. Yie Gu dan Yie Weinje melesat menuju perbatasannya antara Klan Yie dengan wilayah Kerajaan Bulan, mereka ingin melihat bagaimana akhir pertarungan itu. Setelah melesat cukup lama hingga malam tiba akhirnya mereka berdua sampai di dekat gerbang perbatasan Kerajaan Bulan, suasana tampak sepi tanpa adanya kekacauan yang terjadi akibat pertarungan sengit. Lalu dimana Penguasa Agung saat ini? mungkinkan ia tengah bersembunyi di sebuah tempat untuk menyusun rencana mengambil Yie Munha dari tangan orang orang Kerajaan Bulan ataukah ia sudah kalah.


"Bagaimana ini, tak ada petunjuk apapun mengenai Penguasa Agung. Haruskah kita melakukan ritual pemanggilan untuknya lagi?." tanya Yie Weinje dengan tatapan bingung. Jika Penguasa Agung sampai mati di tangan Xiao Ziya maka hancurlah sudah semua rencana yang telah keduanya buat selama ini.


"Sebaiknya kita kembali ke hutan dan mencoba untuk memanggil Penguasa Agung, jika ritualnya gagal maka kita perlu mencari tau apa yang telah terjadi." ucap Yie Gu yang langsung melesat kembali ke dalam hutan perbatasan.


Yie Gu dan Yie Weinje menyiapkan segala hal untuk melakukan ritual pemanggilan Penguasa Agung, setelah semua persiapan selesai keduanya langsung mengelilingi sebuah pola sihir kemudian menetaskan darah mereka disekitar pola sihir apapun. Setelah melakukan ritual pemanggilan keduanya diam beberapa saat namun belum ada traksi apapun, biasanya pola sihir itu akan memancarkan cahaya kemudian keluar asap hitam yang sangat tebal. Yie Gu tampak kebingungan, sepertinya ia memang harus mencari tau apa yang telah terjadi saat ia dan sang istri terkurung di dalam kastil.


"Sepertinya telah terjadi sesuatu dengan Penguasa Agung, sebaiknya kita kembali terlebih dahulu ke Klan Yie dan menyusun rencana lain untuk masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan." ucap Yie Gu yang memberikan sebuah saran pada sang istri.


"Baiklah mari kita kembali, semoga saja saat ini Penguasa Agung baik baik saja." ucap Yie Weinje dengan raut wajah khawatir.


Saat Yie Gu dan Yie Weinje mencemaskan konsisi Penguasa Agung, suruh anggota Kerajaan Bulan tengah mengkhawatirkan kondisi Xiao Ziya. Beberapa saat yang lalu tiba tiba tubuh Xiao Ziya mengalami kejang hebat kemudian memuntahkan darah berwarna hitam dalam jumlah yang cukup banyak.


"Apa yang terjadi padamu Nona Xiao Ziya, cepatlah sembuh kami semua mengkhawatirkan mu." ucap Yie Munha dengan suara isak tangisnya.


"Tak ada yang bisa menyembuhkan Nona Ziya selain dirinya sendiri." ucap Lunx sang leluhur bangsa elf yang melihat beberapa energi mengalir dalam tubuh Xiao Ziya dan saling bertabrakan satu sama lain. Lunx tang mengerti bagaimana manusia biasa seperti nona mudanya itu memiliki banyak jenis energi di dalam tubuh, hal ini akan sangat berbahaya bagi Nona Ziya jika ia tak bisa mengendalikan semua energi itu.


"Tubuhnya semakin dingin, saya tak tau sampai kapan Nona Besar Xiao Ziya bisa bertahan." ucap salah seorang tabib Kerajaan Bulan yang sedang memeriksa kondisi Xiao Ziya. Tubuh gadis itu sudah sedingin es meski jantungnya berdetak dengan normal kembali, pembuluh darahnya juga berubah menjadi putih pucat seperti tak ada darah yang mengalir di dalam tubuhnya.


"Apa tak ada sebuah cara untuk menyembuhkannya? kami akan mengusahakan apapun untuk kesembuhan Xiao Ziya." tanya Ratu Min Xunzi pada sang tabib istana. Ia merasa gagal menjadi seorang bibi yang baik bagi Xiao Ziya jika gadis itu sampai kehilangan nyawanya.


"Untuk saat ini saya dan yang lain masih mencari sebuah cara untuk membuat Nona Besar Xiao Ziya tersadar kembali. Lebih baik jika ia ditinggal sendirian di dalam ruang kesehatan saat malam hari seperti ini, saya melihat potensi ledakan energi yang bisa terjadi sewaktu waktu." ucap tabib istana itu, ia sedang memberi peringatan pada semua orang yang sedang menjaga Xiao Ziya.

__ADS_1


"Kami tak mungkin meninggalkannya sendirian saat seperti ini." ucap Tuan Muda Min Wungi dengan tatapan datar, Xiao Ziya selalu ada saat mereka membutuhkan bantuan atau dalam kondisi terdesak. Bagaimana mungkin mereka tega meninggalkan Xiao Ziya sendirian dan kedinginan di dalam ruangan ini.


"Saya khawatir jika kalian masih ada di sini saat ledakan energi terjadi maka beberapa energi yang berada di dalam tubuh Nona Ziya akan saling menyerang satu sama lain." jelas sang tabib, ia berharap semua orang yang saat ini berada di ruang kesehatan bisa mengerti kondisi Xiao Ziya.


"Tolong jelaskan secara rinci, kami tak dapat memahami perkataan Tuan Tabib." ucap Raja Min Lunxi dengan tatapan bingung. Jika terjadi ledakan energi pada tubuh Xiao Ziya maka merekalah yang seharusnya berada dalam bahaya.


Lunx menatap ke arah sang tabib yang terlihat kebingungan, mungkin tabib itu bisa merasakan tabrakan energi di dalam tubuh nona mudanya namun tabib itu tak tau energi jenis apa yang berada di dalam tubuh nona mudanya. Lunx menghela nafas panjang kemudian mencoba untuk menjelaskan pada semua orang hal apa yang menjadi kekhawatiran tabib itu.


"Bukankah selama ini Nona Ziya selalu memiliki dua macam energi yang bertabrakan satu sama lain misalnya energi suci yang ia dapatkan dari Alam Dewa dan energi kematian yang ia dapatkan dari Alam Neraka. Saat Nona Muda ingin menyelamatkan seseorang maka energi suci akan mendominasi tubuhnya, dan saat Nona Ziya ingin membunuh musuhnya maka energi kematian yang akan mendominasi. Selama ini kedua energi itu saling bertabrakan namun tak pernah membuat tubuh Nona Ziya menyerang seseorang yang tak ia inginkan karna Nona Ziya sudah menguasai keduanya. Saat ini ada beberapa energi yang tak bisa saya sebutkan satu persatu yang sedang saling mencoba untuk mendominasi tubuh Nona Ziya, saat energi kematian menang dan meledakkan energi secara berlebihan maka energi suci yang ada di dalam tubuh Nona Ziya akan mencoba untuk melindungi kalian semua. Dengan keberadaan kalian di sini akan membuat jiwa Nona Xiao Ziya dalam bahaya, karna itulah sang tabib meminta kalian untuk pergi dari ruangan ini saat malam hari." jelas Lunx secara rinci mengenai kondisi tubuh Xiao Ziya saat ini. Ia sangat ingin membantu nona mudanya itu namun kekuatannya tak seperti dulu lagi hingga Lunx tak bisa melakukan apapun.


"Mari kita keluar sekarang, jangan menjadi beban bagi. Xiao Ziya disaat kondisinya sedang seperti ini." ucap Ratu Min Xunzi yang meminta semua orang untuk pergi dari ruang kesehatan termasuk dirinya.


"Cepatlah pulih Nona Muda Xiao Ziya, saya ingin menunjukkan semua yang telah saya pelajari pada Anda." ucap Zu Junyang, pemuda itu menatap ke arah Xiao Ziya dengan sorot mata penuh kesedihan. Secara tidak langsung kedatangan Xiao Ziya telah menyelamatkan nyawa Zu Junyang juga.


Zu Junyang dan Zu Genzi berjalan keluar dari ruang kesehatan dengan langkah pelan, keduanya pergi menuju lapangan tempat mereka biasa berlatih. Zu Junyang dan Zu Genzi ingin lebih kuat lagi agar mereka bisa berguna untuk Xiao Ziya dan bisa membantu gadis itu melawan musuh musuhnya.


"Terimakasih karna telah menjaga adik Yie Munha dengan baik, entah bagaimana akhirnya jika gadis bodoh itu jatuh ke tangan Penguasa Agung. Cepatlah pulih Nona Ziya karna kami semua ingin melihat senyuman Anda." ucap Yie Junghwa, pemuda itu mengusap pipi Xiao Ziya perlahan dan merasakan betapa dinginnya tubuh gadis itu saat ini.


"Entah bagaimana cara kami berdua membalas budi pada Anda, jika bisa biarlah kami yang menanggung rasa sakit yang sedang Anda rasakan. Terimakasih karna telah menjadi sosok adik sepupu dan juga pemimpin yang baik, saya tak pernah menyangka di dunia ini masih ada orang yang lebih mementingkan keselamatan orang lain daripada dirinya." ucap Yie Cinling dengan air mata yang membasahi wajahnya, dengan segera ia menghapus air matanya itu agar tak terlihat menyedihkan di hadapan Xiao Ziya.


"Nona Ziya, terimakasih atas kesempatan yang telah Anda berikan. Terimakasih karna Anda memilih untuk percaya pada saya dan melindungi saya sampai seperti ini. Izinkan saya untuk membalaskan dendam Anda pada Yie Gu dan Yie Weinje nanti setelah saya lebih kuat dari sekarang, apapun yang terjadi saya akan selalu berada di pihak Anda. Lekas lah puluh Nona Ziya, istana Kerajaan Bulan terasa sangat sepi tanpa adanya suara Anda." ucap Yie Munha dengan sebuah senyuman yang ia paksakan.


Yie Junghwa, Yie Cinling, dan Yie Munha berjalan keluar dari ruang kesehatan. Sesekali mereka bertiga menoleh kebelakang untuk melihat wajah putih pucat dari Xiao Ziya, hati Yie Munha terasa sangat sakit karna Xiao Ziya bisa sampai seperti ini karna ulahnya.

__ADS_1


Lunx berjalan mendekat ke arah nona mudanya, ia menatap wajah Xiao Ziya cukup lama. Lunx tak tau kapan nona mudanya itu akan sadar namun ia percaya Nona Ziya akan baik baik saja. Lunx mengusap rambut Xiao Ziya pelan kemudian ia menegaskan air matanya untuk yang pertama kali setelah seratus tahun tak pernah menangis karena hal apapun. Setelah selesai dan puas menatap wajah Xiao Ziya, Lunx pun berjalan dengan cepat menuju pintu keluar ruang kesehatan. Kini yang tersisa tinggal Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Min Xome, dan Min Wungi, mereka semua tak pernah menduga bahwa gadis sekuat Xiao Ziya bisa terluka parah hingga seperti ini.


"Cepatlah sadar adik Ziya, saya akan mentraktir adik makan sepuasnya." ucap Tuan Muda Min Xome dengan senyuman lebar di wajah tampannya.


"Kami semua sangat menyayangi mu adik Ziya, maaf karna kami sangat lemah hingga tak bisa melindungi mu." ucap Min Wungi dengan tatapan penuh kesedihan.


"Bibimu ini tak punya keponakan lain selain dirimu. Cepatlah sembuh keponakan ku, bibi akan menjaga Istana Kerajaan Bulan sampai kau benar benar pulih." ucap Ratu Min Xunzi.


"Maaf karna paman belum bisa melakukan banyak hal untuk mu, kami akan tetap disini sampai kau memutuskan untuk pegi dari Dunia Manusia Abadi. Selama kau di sini kau tak akan merasa kesepian." ucap Raja Min Lunxi.


Mereka berempat keluar dari ruang kesehatan kemudian menutup pintu ruangan itu dengan rapat, Min Wungi membuat sebuah formasi pelindung agar orang lain tak bisa keluar masuk kedalam ruangan itu dengan seenaknya. Kini tinggal Xiao Ziya sendirian di dalam ruang kesehatan, mata gadis itu masih terpejam dengan rapat dan belum menunjukkan tanda tanda bahwa ia akan segera sadar.


Saat ini Ratu Junyi Zu sedang tertidur lelap di dalam kamar utama Istana Kerajaan Bintang Timur, sang ratu merasa tubuhnya sangat lemas secara tiba tiba dan langsung tertidur begitu saja. Di dalam tidurnya Ratu Junyi Zu minat sebuab ruangan kosong berwarna putih polos, di dalam ruangan itu sang ratu menemukan seorang gadis yang tak asing baginya sedang terlelap di sebuah ranjang dengan tubuh putih pucat.


Ratu Junyi Zu berjalan mendekat ke arah ranjang itu kemudian menatap wajah sang gadis dengan cukup lama, kepala Ratu Junyi Zu terasa sakit dan dadanya sangat sesak. Tiba tiba saja keluar asap berwarna hitam dari tubuh sang ratu yang sedang tertidur, sepertinya mimpi tersebut mengeluarkan sesuatu dari tunuh Ratu Junyi Zu secara paksa.


"Argh sialan!!! bagaimana bisa jiwaku terlepas dari wanita itu." triak sesosok wanita cantik dengan seluruh tubuhnya berwarna hitam pekat. Sosok wanita itu tiba tiba merasakan dingin di sekujur tubuhnya dan membeku saat ia berdiri di samping Ratu Junyi Zu.


"Penguasa Agung apa yang terjadi padamu, mengapa kau mengingkari perjanjian diantara kita berdua." ucap sosok wanita itu yang tiba tiba membeku kemudian pecah menjasi serpihan kecil.


Saat tubuh Ratu Junyi Zu sedang kosong, muncul sebuah bulatan cahaya yang melesat masuk ke dalam tubuh itu. Seketika Ratu Junyi Zu membuka matanya dengan lebar kemudian menangis sejadi jadinya, karna semua ingatannya telah kembali.


"Xiao Ziya putriku, apa yang sedang terjadi padamu." rintih Ratu Junyi Zu dengan suara pelan, dadanya terasa sangat sesak hingga ia kesulitan untuk bernafas.

__ADS_1


Hai hai semua maaf kemarin itu bukan author yang ga update tapi lagi ada kendala teknis di tempat review novel jadi ke upnya lambat bangat. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2