RATU IBLIS

RATU IBLIS
Jenderal Ningxu


__ADS_3

Kepergian Xiao Ziya membuat Xiao Yan dan Xiao Xun menjadi sedikit resah. Mereka takut jika orang orang dari Kerajaan Xingmen akan membuat masalah lagi.


"Aku harap kalian bisa menjaga sikap di hadapan adikku, jika sesuatu terjadi aku tak akan bertanggung jawab." ucap Xiao Yan yang juga langsung pergi diikuti Xiao Xun dan Pangeran Kegelapan.


"Memang apa yang gadis lemah itu bisa lakukan pada kita." ucap Pangeran Xi Minho yang tertawa meremehkan Xiao Ziya.


"Gadis itu terlihat sangat lemah, kalian tenang saja nanti malam aku akan membereskannya." ucap Jenderal Ningxu yang sepertinya berniat untuk membunuh Xiao Ziya di malam hari.


Lelucon apa yang mereka lontarkan? jika Xiao Ziya adalah gadis lemah di mata orang orang dari Kerajaan Xingmen, bagaimana dengan kualivitasi mereka sendiri apa mereka disebut sampah? sungguh sebuah lelucon yang menggelikan.


Saat ini Xiao Ziya dan Yume sedang berjalan jalan di pasar yang tak jauh dari istana kekaisaran. Xiao Ziya berniat untuk membelikan Yume beberapa baju dan juga hiasan rambut.


"Pilihlah pakaian yang cocok untukmu, aku akan membayarnya nanti." ucap Xiao Ziya.


Yume dengan patuh memilih beberapa gaun dan hiasan rambut yang ia sukai. Yume menengok ke arah Xiao Ziya yang sedang membeli sebuah gelang giok di toko sebrang.


"Dia terlalu baik padaku, aku merasa memiliki keluarga baru." ucap Yume sambari tersenyum kemudian ia kembali memilih.


Setelah selesai Xiao Ziya membayar semua belanjaan mereka dan bergegas untuk kembali ke istana karna sudah larut malam. Namun tiba tiba saja ada seseorang yang menodongkan pedang tepat di leher Xiao Ziya.


"Pergilah dari istana untuk beberapa hari kedepan atau nyawamu akan melayang." ucap pria bertopeng itu yang sedang mengancam Xiao Ziya.


"Nona bagaimana ini, apa sebaiknya kita menuruti permintaanya." ucap Yume yang tak ingin Xiao Ziya tersakiti. Bagaimanapun bagi Yume, Xiao Ziya adalah orang yang paling berjasa dalam hidupnya setelah kedua orang tuanya. Di wilayah Kerajaan Xingmen tak ada yang memperlakukannya sebaik Xiao Ziya.


"Pulanglah terlebih dahulu, aku bisa mengurusnya sendiri." ucap Xiao Ziya yang meminta Yume untuk pergi.


"Tapi nona ini akan sangat berbahaya bagi anda." ucap Yume yang enggan meninggalkan Xiao Ziya sendirian.


Namun tatapan tajam yang Xiao Ziya berikan pada Yume membuat gadis itu hanya bisa pasrah. Xiao Ziya memang gadis yang keras kepala dan tak suka dibantah. Yumepun berlari menuju istana kekaisaran ia berharap nonanya akan baik baik saja.


"Mengapa kau memintaku pergi dari istanaku sendiri, apa yang sedang kalian rencanakan Jenderal Ningxu." ucap Xiao Ziya dengan senyum jahatnya. Ternyata sedari awal gadis itu sudah tau apa yang akan terjadi padanya.


Xiao Ziya sengaja mengajak Yume untuk berbelanja dan pulang larut malam karna kemungkinan besar malam itu ada seseorang yang akan mengincar nyawanya. Karna Xiao Ziya tak ingin orang orang Kerajaan Xingmen tau bahwa ia kuat dan merasa terancam Xiao Ziyapun sengaja memancing pembunuh itu untuk melakukan aksinya diluar istana. Sebaik apapun rencana yang orang orang Kerajaan Xingmen itu miliki mereka tak akan bisa mengalahkan Xiao Ziya.


"Kau.. bagaimana kau tau tentang identitasku." ucap Jenderal Ningxu dengan tanggannya yang gemetaran. Pedang yang ia pegang hampir jatuh karna merasa sangat terkejut.

__ADS_1


"Siapa yang sedang kalian bodohi?." ucap Xiao Ziya dengan tawa mengejek.


"Gadis sialan aku akan memastikan raja neraka membakar tubuhmu." teiak Jenderal Ningxu yang kemudian menyeran Xiao Ziya dengan berutal menggunakan pedangnya.


"Kau belum pantas berurusan denganku, Zier tolong urus orang ini untukku." ucap Xiao Ziya yang memanggil harimau kesayangannya dari cincin semesta.


Tiba tiba keluar sebuah harimau besar dengan bulu putihnya yang lebat, Zier memandangi orang yang hendak membunuh tuannya dengan tajam. Melihat spirit best sebesar dan semengerikan Zier membuat Jenderal Ningmu kelabakan.


Ia tak mengira bahwa gadis yang ia anggap lemah bisa menakhlukkan spirit best yang sangat hebat.


"Bagaimana kau bisa memiliki binatang pelindung sekuat ini." ucap Jenderal Ningxu yang sudah tak bisa melakukan apapun.


"Lakukan dengan cepat Zier, setelah itu kita akan tidur." ucap Xiao Ziya yang meminta Zier membereskan Jenderal Ningxu dengan cepat.


Zier menyerang ke arah Jenderal Ningxu dengan kecepatan yang sangat luar biasa hingga sebuah kuku tajamnya menancap tepat di jantung Jenderal Ningxu.


"Kau kau akan hancur." ucap Jenderal Ningxu yang sekarat dan hendak melarikan diri. Ia sadar dalam pertarungan kali ini ialah yang akan mati.


"Kau ingin kemana, bukankah kau ingin merasakan api dari neraka maka terbakarlah." satelah Xiao Ziya mengucapkan kata kata terbakarlah tiba tiba tubuh Jenderal Ningxu diselimuti oleh kobaran api.


"Panas panas rasanya jiwaku terbakar, apa yang kau lakukan padaku." triak Jenderal Ningxu yang merasa sangat kesakitan.


Xiao Ziya tak menghiraukan triakan itu dan meminta Zier untuk memperkecil tubuhnya agar Xiao Ziya bisa menggendong harimau kesayangannya itu.


"Mari kita pulang aku sudah sangat lelah." ucap Xiao Ziya sambil menggendong Zier.


Zier terlihat sangat senang karna sudah lama ia tak bermanja manja dengan tuannya, dan sekarang ia akan tidur bersama dengan tuannya.


Setelah sampai di halaman depan istana terlihat ada beberapa orang yang sedang berkumpul di sana.


"Apa yang sedang kalian lakukan?." ucap Xiao Ziya yang membuat mereka terkejut.


Tiba tiba saja Yume yang juga ada di sana berlari lalu memeluk Xiao Ziya dengan erat, air matanya mengalir dengan deras.


"Syukurlah nona baik baik saja, aku sangat khawatir." ucap Yume sembari melepas pelukannya.

__ADS_1


"Gadis itu berkata kau diserang saat perjalanan pulang, bagaimana keadaanmu adikku." ucap Xiao Yan yang sangat khawatir.


Saat Xiao Ziya meminta Yume untuk kembali ke istana gadis itu berlari secepat yang ia bisa, setelah sampai di istana ternyata sang kaisar dan juga adik laki lakinya sedang berada di halaman depan istana. Yumepun menceritakan apa yang terjadi padanya dan Xiao Ziya saat perjalanan pulang Yume terus menangis karna sangat khawatir.


Walau Xiao Ziya sangat kuat namun Xiao Yan dan Xiao Xun tetap khawatir pada adik perempuan mereka itu.


"Aku baik baik saja kalian bisa lihat sendiri, lagipula ada Zier siapa yang berani menyakitiku. Bukankah begitu Zierku sayang." ucap Xiao Ziya sembari mengusap bulu halus milik Zier.


"Tentang kejadian di akademi gege sangat merasa bersalah pada meimei." ucap Xiao Yan sembari menundukkan kepalanya. Ia tau permintaan maafnya tak akan diterima begitu saja.


"Baiklah aku akan memaafkan Yan gege, tapi ada syaratnya." ucap Xiao Ziya.


"Baiklah gege akan memenuhi permintaan adik kecilku ini." ucap Xiao Yan sembari mengusap kepala Xiao Ziya.


Sedangkan orang orang dari Kerajaan Xingmen sedang merasa cemas karna Jenderal Ningxu tidak kunjung kembali dari misinya. Mereka khawatir jika Jenderal Ningxu terkena masalah.


Saat Xiao Ziya dan yang lainnya masuk kedalam istana, orang orang dari kerajaan Xingmen sangat terkejut. Bagaimana bisa gadis itu baik baik saja bukankah seharusnya ia sudah mati sekarang.


"Bagaimana kau bisa kembali." ucap Pangeran Xi Wunho dengan spontan. Xiao Ziya berniat mempermainkan mereka.


"Apa yang kau katakan tentu saja aku kembali, aku hanya berjalan jalan sebentar." ucap Xiao Ziya yang berlaga seperti gadis polos yang tak tau apa apa.


"Ah tidak hanya saja tak pantas bagi seorang putri pulang terlalu larut malam." ucap Selir Xi Jinhu yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan agar tak ada yang curiga.


"Baiklah aku ingin beristirahat, selamat malam semua." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi menuju kamarnya.


**Hai hai semua akhirnya author update lagi nih, maaf kalau agak maleman updatenya. Ekem malam minggu kalian sama siapa nih? jangan kemana mana ya guys pandemi belum berakhir and kesehatan kalian itu penting.


Jangan lupa wajib follow author kalau engga ngambek nih ya.


Vote, komen, like, rate, and share


Nih buat kalian Visual Zier harimau kesayangan Xiao Ziya.


lop you guys**

__ADS_1



__ADS_2