
Yufenzu membaca sebuah mantra menggunakan bahasa bangsa iblis kuno yang terdengar sangat menyakitkan bagi telinga Xiao Ziya, sebagai Junjungan Muda dari Alam Neraka tentu ia bisa merasakan rasa sakit dari para iblis dan penduduk neraka yang telah dibunuh dengan sadis oleh Yufenzu, samar samar Xiao Ziya juga merasa aura yang sangat aneh dari tubuh Panguasa Agung yang mencoba untuk masuk kedalam tubuh Xiao Ziya.
Xiao Ziya memejamkan matanya beberapa saat dan berusaha menetralisir dan melawan aura asing itu karna ia tak ingin terjadi kerusakan besar pada dantian atau lautan spiritual milikinya. Kenzo sang buku tengkorak yang selama ini sedang tidur panjang di dalam dantian milik Xiao Ziya merasakan bahaya yang mengancam nona mudanya itu, Kenzo langsung bangun dan melihat apa yang sedang terjadi pada tubuh nona mudanya ini.
Sebuah aura dengan warna hitam yang sangat keruh tanpa ada kemurnian sama sekali berusaha masuk kedalam dantian dan lautan spiritual dari nona mudanya, untung menghalangi niat jahat dari pemilik aura itu Kenzo langsung mengeluh aura emas miliknya. Di sisi lain Xiao Ziya merasakan sebuah ledakan energi yang sangat kuat dari dantiannya, beberapa saat kemudian tubuh gadis itu diselimuti dengan cahaya berwarna emas yang menyilaukan bersamaan dengan itu aura milik Yufenzu dikembalikan pada pemiliknya.
"Bagaimana bisa gadis dengan esensi iblis yang sangat kuat seperti mu menetralisir aura milikku dengan mudah." ucap Yufenzu dengan tatapan geram, karna aura miliknya terpental dan masuk ke dalam tubuhnya secara paksa akhirnya Yufenzu mengalami sedikit luka dalam yang cukup serius.
"Apa maksud dari perkataan Anda itu, saya adalah seorang manusia dan di dalam tubuh saya hanya ada esensi murni dari seorang manusia saja." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi kesal. Esensi milik ras ataupun bangsa lain tak mungkin dimiliki oleh gadis itu karna bangsa iblis hanya memiliki esensi iblis, para dewa hanya memiliki esensi suci, para manusia juga hanya memiliki esensi manusia saja.
"Manusia biasa? jangan bercanda tak ada manusia yang bisa bertransformasi menjadi setengah iblis seperti mu." ucap Yufenzu dengan tatapan meremehkan, mungkin saja gadis bernama Xiao Ziya itu sedang menipunya.
"Saya adalah Junjungan Muda dari Alam Neraka, bukankah wajar jika saya bisa melakukan transformasi seperti ini? hentikan omong kosong Anda yang membuat saya menjadi bingung." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mendengar perkataan dari Penguasa Agung lagi.
"Baiklah hari ini akan menjadi hari kematian untukmu, jadi berjuanglah dengan sungguh sungguh jika kau masih ingin hidup." ucap Yufenzu yang langsung berubah menjadi kumpulan asap berwarna hitam, beberapa saat setelah Yufenzu berubah menjadi sesosok makhluk aneh yang belum pernah dilihat oleh Xiao Ziya sebelumnya.
Tubuh Yuzeng seperti seorang manusia dengan kulit keras berwarna hitam, matanya berubah menjadi hitam sepenuhnya dan dapat membakar apapun yang ia inginkan hanya dengan menatapnya saja. Sesuatu yang membuat Xiao Ziya merasa tak nyaman adalah aura negatif dari Penguasa Agung lebih tinggi dari para iblis yang ada di penjara khusus Alam Neraka, kemungkinan besar Sang Penguasa Agung melaksanakan banyak kejahatan semasa hidupnya hingga ia tak memiliki setitik aura suci ataupun kemurnian.
"Bagaimana bisa seseorang yang dulunya hidup sebagai seorang manusia kemudian berubah menjadi sosok yang aneh dan mengerikan seperti itu." gumang Xiao Ziya dengan pelan namun masih dapat didengar oleh Yufenzu yang saat itu berada cukup dekat dengannya.
"Apa kau merasa ketakutan gadis cantik? lebih baik kau menikah dengan ku saja maka tak akan ada yang berani menyakitimu untuk selamanya." ucap Yufenzu yang merasa puas setelah melihat ekspresi bingung dari Xiao Ziya, ia juga melihat tangan gadis itu gemetaran.
"Ayolah jangan seperti ini Xiao Ziya, bukankah sudah banyak rintangan yang telah dilalui sampai sejauh ini?. Tugas mu masih banyak, jangan menyerah pasti kau bisa mengalahkannya." batin Xiao Ziya yang berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri. Baru kali ini ada sedikit rasa takut di dalam hati gadis itu ketika ingin bertarung dengan musuhnya.
"Jangan menyerah Nona Ziya, saya akan membantu Anda." ucap Kenzo dari dalam dantian milik Xiao Ziya.
__ADS_1
"Semua kekuatan yang seharusnya manusia ini dapatkan ketika berhasil membuka ku, aku berikan semua padamu. Kenzo tak pernah mengingkari janji dan sumpah yang telah ia buat, luapkan semua untuk Nona Besar Xiao Ziya!!!." triak Kenzo dari dalam dantian Xiao Ziya.
Tiba tiba saja dantian milik gadis itu terguncang dengan sangat kuat, energi mengalir ke dalam tubuh Xiao Ziya dan ia merasakan peningkatan yang sangat drastis pada kekuatan miliknya. Xiao Ziya mengalami kenaikan kultivasi beberapa kali hingga tiba tiba saja rambut gadis itu berubah warna menjadi putih, Yufenzu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan kebingungan apa yang sedang terjadi pada gadis itu? mengapa terjadi beberapa perubahan wujud padanya?.
Ternyata saat itu Xiao Ziya menerima kekuatan penuh hingga ia naik ke kultivasi ranah dewa level seribu yang tak pernah dicapai oleh dewa atau dewi manapun. Saat ini di Alam Dewa dan Dewi sedang terjadi fenomena yang sangat aneh, ribuan teratai putih tumbuh di seluruh wilayah itu dan mekar secara bersamaan. Saat teratai putih mekar dengan sempurna terjadi penebalan energi suci di Alam Dewa Dewi hingga dirasakan oleh penduduk yang masih berada di level rendah.
"Apa yang sedang terjadi? siapa yang sedang mengalami penaikan level secara beruntun ini?." ucap Dewa Hiloz dengan tatapan bingung, seluruh pekarangan rumahnya dipenuhi dengan teratai putih yang sudah mekar.
"Mungkin sesuatu sedang terjadi pada adik Ziya, sebaiknya kita memanfaatkan energi suci ini untuk naik ke tingkat selanjutnya." ucap Ziloz yang langsung bersila dan menyerap energi yang ada di sekitar rumahnya. Dewa Hiloz mengikuti apa yang sedang dilakukan oleh putranya itu, ini pertama kalinya seluruh wilayah Alam Dewa Dewi dipenuhi dengan energi suci.
Xiao Ziya membuka matanya secara perlahan, cahaya berwarna putih yang sangat menyilaukan memancar dari sorot mata gadis itu. Yufenzu merasa bahwa Xiao Ziya lebih kuat dari sebelumnya namun itu masih belum cukup untuk mengolahnya.
"Mari kita mulai pertarungan ini lagi." ucap Yufenzu dengan senyuman miring, ia sudah tak sabar merasakan peningkatan kekuatan dari gadis itu.
Yufenzu menyerang Xiao Ziya menggunakan kabut hitam miliknya, kabut itu bergerak mendekat ke arah Xiao Ziya dan berusaha menempel pada tubuh gadis itu. Secara tiba tiba muncul cahaya putih lagi dari tubuh Xiao Ziya, cahaya putih itu membuat kabut hitam milik Yufenzu lenyap begitu saja. Sang Penguasa Agung tak akan menerima kekalahannya dengan mudah, ia membangkitkan jiwa jiwa para iblis yang telah mati ditangannya kemudian mengerahkan mereka semua untum menyerang Xiao Ziya. Jiwa jiwa penuh kemarahan dari para iblis itu menyatu kemudian membentuk sesosok iblis pancaran aura kebencian yang sangat kuat, iblis itu menyerang Xiao Ziya beberapa kali dan dapat ditangkis dengan mudah oleh gadis itu.
Sosok iblis itu kembali terurai menjadi ribuan jiwa iblis yang kemudian terbakar oleh api putih milik Xiao Ziya, awalnya terdengar suara jeritan memilukan dari jiwa jiwa iblis itu namun setelahnya mereka menatap ke arah Xiao Ziya dengan senyuman bahagia. Jiwa para iblis itu lenyap dan tak akan bisa digunakan oleh Penguasa Agung lagi.
"Argh kau membuat ku rugi besar, apa kau tak tau berapa lama aku mengumpulkan jiwa jiwa iblis itu!." triak Yufenzu dengan penuh kemarahan, gelombang energinya membuat formasi tuju pagoda milik Xiao Ziya sedikit terguncang, untunglah formasi itu tak mudah dihancurkan begitu saja.
Darah mengalir keluar dari telinga Xiao Ziya akibat gelombang suara milik Yufenzu yang bersamaan dengan gelombang energi miliknya masuk ke dalam telinga Xiao Ziya. Darah itu menetes mengotori baju berwarna putih yang sedang dipakai oleh gadis itu, saat darah tersebut sampai ke tanah terdengar suara ribuan lonceng yang sedang dibunyikan secara bersamaan.
Yufenzu menutupi telinganya dengan erat, suara dentingan lonceng itu terasa sangat menyakitkan untuknya namun tak berpengaruh apapun pada Xiao Ziya. Xiao Ziya melihat ke arah langit dan muncul sebuah teratai putih dengan ukuran raksasa melayang dan mendekat ke arah gadis itu, dengan segera Xiao Ziya loncat kemudian berdiri di tengah tengah teratai putih.
"Seorang manusia dengan kejahatan yang sudah melebihi bangsa iblis harus dimusnahkan, seorang manusia yang tak bersikap seperti layaknya manusia lain tak pantas untuk hidup, seorang manusia yang sudah membunuh banyak makhluk untuk kepentingan dirinya sendiri tak akan pernah berreingkarnasi lagi. Kekuatan milikmu adalah kebencian dari setiap makhluk yang telah kau bunuh, saya mendengar jeritan kesakitan yang sedang mereka utarakan pada Sang Penguasa Alam Semesta. Manusia seperti mu harus mati!." ucap Xiao Ziya dengan suara lantang yang dapat di dengar oleh semua orang yang tinggal di Lapisan Dunia Manusia Abadi bahkan sampai ke Alam Neraka dan Alam Dewa Dewi.
__ADS_1
Mata Xiao Ziya berubah menjadi putih sepenuhnya, cahaya yang lebih terang memancar dari tubuh gadis itu, puluhan ribu energi pedang terbentuk dan menutupi langit. Semua orang keluar dari rumah mereka dan menatap ke arah langit, mereka menyaksikan fenomena enegi pedang yang menutupi seluruh langit dengan sempurna.
"Dengan izin dari Panguasa Alam Semesta, saya menghukum mu!." ucap Xiao Ziya yang langsung menggerakkan tangannya ke bawah. Puluhan ribu energi pedang turun dari langit dan menyerang Yufenzu secara bersamaan, kulit hitam keras yang selama ini tak dapat ditembus oleh senjata apapun dapat ditembus dengan mudah oleh energi pedang milik Xiao Ziya.
"Argh bagaimana mungkin saya Sang Penguasa Agung dikalahkan oleh manusia biasa sepertinya, saya adalah Panguasa Alam Semesta selanjutnya." triak Yufenzu yang tak dapat menerima kekalahannya.
Puluhan ribu energi pedang itu terus menghujani Yufenzu meski saat ini tubuhnya sudah dipenuhi dengan luka, beberapa energi pedang bahkan meledak ketika berada di dekat Yufenzu dan menyebabkan luka dalam. Setelah puluhan ribu energi pedang itu telah habis terlihat tengkorak manusia tanpa kulit ataupun daging yang menutupinya, Xiao Ziya tersenyum kemudian meloncat turun dari teratai putih tempatnya berpijak.
"Terimakasih atas bantuannya." ucap Xiao Ziya sembari menatap ke atas langit dan dalam sekejap teratai putih raksasa itu menghilang.
Langkah terakhir yang dilakukan oleh Xiao Ziya adalah membakar tengkorak Sang Penguasa Agung hingga tak tersisa, api hitam milik gadis itu membesar kemudian merubah tengkorak Yufenzu menjadi abu kemudian menghilang tersapu angin. Karna menggunakan energi secara berlebihan Xiao Ziya pun pingsan di tempat, sebelum tubuh gadis itu bersentuhan dengan tanah Ratu Min Xunzi terlebih dahulu menangkap tubuh Ziya dan segera membawanya ke Istana Kerajaan Bulan.
Semua orang yang terluka dalam pertarungan kali ini dibawa ke Istana Kerajaan Bulan untuk mendapatkan perawatan, dari semua orang yang terluka Xiao Ziya lah yang mengalami luka paling parah. Menurut tabib gadis itu akan mengalami masa kritis selama beberapa hari bahkan bisa sampai beberapa minggu.
"Selama Adik Ziya dalam proses penyembuhan lebih baik kita memperketat penjagaan. Bagaimana jika Yie Gu dan Yie Weinje kembali untuk membalaskan dendam mereka." ucap Zu Genzi dengan tatapan tak senang, semua ini terjadi karna kebusukan dari pemimpin Klan Yie bersama istrinya.
"Saya khawatir dengan kondisi adik Ziya, bukanlah lebih baik jika Paman Xiao Cunyu mengetahui kondisi putrinya saat ini." ucap Tuan Muda Min Xome dengan mata berkaca-kaca. Xiao Ziya telah mengerahkan semua tenaga dan kekuatannya untuk membunuh Penguasa Agung, jika Xiao Ziya tak datang telat waktu mungkin mereka semua telah mati di tangan sosok Panguasa Agung itu.
"Ibu tak bisa melakukan, sangat sulit menembus pelindung yang ada di sekitar Lapisan Dunia Manusia Abadi, Xiao Cunyu tak memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan serangan dari pelindung itu." Jawab Ratu Min Xunzi sembari menatap ke arah Xiao Ziya dengan tubuh lemah tak berdayanya itu. Rambut Xiao Ziya masih berwarna putih dan belum kembali ke wujud semula.
"Apakah tak ada cara lain untuk membawa ayah Nona Xiao Ziya ke sini?." tanya Yie Munha dengan dipenuhi rasa bersalah, semua ini tak akan terjadi jika nona mudanya itu tak bersikeras membantunya terbebas dari Penguasa Agung.
"Mungkin hanya para Dewa dan Dewi yang dapat keluar masuk Dunia Manusia Abadi dengan mudah karna mereka mendapatkan banyak pengikut di sini." jawab Raja Min Lunxi sesuai dengan yang ia ketahui.
"Siapa yang bisa pergi ke Alam Dewa Dewi selain Xiao Ziya?." tanya Ratu Min Xunzi dengan raut wajah frustasi.
__ADS_1
"Mereka pasti akan datang untuk menjenguk kondis Dewi Agung, pasti akan terjadi sesuatu saat Dewi tertinggi di Alam Dewa Dewi memasuki kondisi kritis seperti ini." ucap Min Wungi, pemuda itu percaya para dewa akan datang pada Xiao Ziya dengan sendirinya.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.