
Xiao Yuna menatap Xiao Yan dengan tajam, gadis itu tak habis fikir dengan sikap Xiao Yan yang semakin lama malah menjadi remaja labil. Bahkan dia lebih bijaksana saat menjadi seorang jendral dulu. Apakah kekuasaan benar benar membuat otaknya rusak ataukah pria yang sedang ada dihadapannya itu sedang kehilangan kendali hanya karna melihat gadis cantik.
"Ingatlah Kaisar Yan, walau anda yang memimpin negri ini namun kekuasaan tertinggi masih dipegang oleh adikmu." ucap Xiao Feng yang mengingatkan Xiao Yan agar tak salah lagi dalam mengambil keputusan.
Menurutnya menerima orang orang itu sebagai tamu kehormatan sudah merupakan sebuah kesalahan, setau Xiao Feng mereka datang tanpa membawa dekrit dari sang raja. Siapa tau rombongan itu hanyalah sekelompok penipu yang ingin mengambil alih kekaisaran.
"Lebih baik kita pergi sekarang. Sepertinya kaisar ini benar benar tak ingin diganggu." ucap Xiao Yuna yang melihat tatapan tak bersahabat dari Xiao Yan.
Akhirnya Xiao Yuna dan juga Xiao Feng memutuskan untuk mengamati pergerakan Sang Kaisar dari kejauhan. Sedangkan Muyen dan juga Xiao Xinzo sedang berada disebuah ruangan untuk menguping pembicaraan orang orang dari Kerajaan Xingmen.
"Kita harus bergerak cepat sebelum gadis sialan itu kembali." ucap Selir Xi Jinhu yang merasa bahwa Xiao Ziya adalah penghalang bagi rencana mereka. Banyak rencana mereka yang telah gagal akibat ulah dari Xiao Ziya.
"Iya sebaiknya kita menyusun rencana agar seolah olah kaisar meniduri adik Xi Anhi. Dengan begitu kaisar akan segera menikahinya." ucap Xi Wunho yang memberikan saran agar tujuan mereka segera tercapai.
Rencana dari Pangeran Xi Wunho disetujui oleh semua orang. Mereka tengah menyusun sebuah rencana yang matang untuk menjebak sang kaisar.
Muyen dan juga Xiao Xinzo mengepalkan tangan mereka ketika tau rencana busuk yang disiapkan oleh orang orang Xingmen untuk menjebak Xiao Yan. Dengan segera kedua pemuda itu keluar dari ruangan tersebut untuk menemui Xiao Yuna dan juga Xiao Feng.
"Rencana apa yang tengah orang orang Xingmen itu siapkan." ucap Xiao Yuna yang seakan mengerti maksut dari kedatangan Muyen dan juga Xiao Xinzo ke kamarnya.
"Mereka berencana untuk menipu sang kaisar, dan membuat kaisar seolah olah telah meniduri putri Xi Anhi." ucap Xiao Xinzo yang menjelaskan apa saja yang baru mereka dengar.
Xiao Yuna terlihat sangat marah, ia tak bisa membiarkan ini semua terjadi. Saudarinya telah mempercayakan tugas ini padanya dan juga yang lain, Xiao Yuna harus segera memikirkan cara untuk menghentikan bencana itu terjadi.
"Baiklah kita akan menggagalkan rencana mereka, dengarkan aku." ucap Xiao Yuna yang mulai menjelaskan rencananya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya masih berada di Kerajaan Xingmen, sang raja sedang membuat sebuah dekrit yang menyatakan bahwa Xiao Ziya bebas membunuh parah penghianat dari Kerajaan Xingmen dan tindakannya itu bukan sebuah kejahatan melainkan untuk menegakkan keadilan.
Saat sang raja dan yang lain tengah sibuk dengan urusan itu, tiba tiba seorang prajurit perbatasan datang dengan nafas yang terengah engah.
"Lapor pada Yang Mulia Raja, saat ini benteng utama kerajaan tengah diserang oleh ratusan binatang buas. Para prajurit prbatasan tak sanggup menghadapinya." ucap prajurit itu dengan nada cemasnya, bila benteng utama berhasil dirusak maka hewan hewan buas itu akan masuk ke kota dan menyakiti rakyat.
"Baiklah aku akan mengirim pasukan tambahan untuk membantu kalian." ucap sang raja yang langsung berdiri dan hendak memanggil sang jenderal karna kondisi saat ini sedang genting.
__ADS_1
"Yang Mulia Raja Xi, bila diperkenankan biar saya sendiri yang menghadapi para hewan buas itu." ucap Xiao Ziya yang ingin membantu agar masalah ini cepat selesai dan ia bisa kembali ke kekaisaran dengan segera.
"Bukannya aku meragukan anda putri Ziya, namun anda tak akan mampu." ucap Raja Xi Yunzo yang tak bisa membiarkan Xiao Ziya pergi. Jika terjadi apa apa padanya mungkin saja Kekaisaran Qiyu akan datang kekerajaannya untuk menuntut balas.
Xiao Ziya mengeluarkan sebuah kartu identitas yang diberikan oleh Akademi Kekaisaran untuknya. Disana tercantum tulisan Pembasmi hewan buas, hewan sihir, dan juga hewan ajaib level S. Artinya Xiao Ziya sudah pernah membunuh ribuan hewan buas dan juga hewan hewan lainnya.
"Kau tak bisa meremehkanku dalam hal ini." ucap Xiao Ziya yang mengerti bahwa sang raja hanya tak ingin ia terluka dan menimpulkan masalah yang serius antara Kerajaan Xingmen dengan Kekaisaran Qiyu.
Sang raja dan yang lain terkejut lagi, gadis yang ada di hadapan mereka terlalu misterius dan menakjubkan.
"Baiklah maka Putri Xiao Ziya bisa pergi namun Pangeran Xi Anzi, Pangeran Xi Binzo, dan juga Pangeran Xi Yijun harus menemanimu." ucap sang raja yang sudah membuat sebuaj keputusan yang mutlak.
Akhirnya keempat orang itu pergi menuju benteng utama Kerajaan Xingmen. Xiao Ziya menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi untuk sampai di sana lebih cepat. Ketiga pangeran benar benar kewalahan mengikuti langkah dari Xiao Ziya.
"Benarkah dia hanya seorang gadis kecil, mengapa ia sangat kuat." ucap Pangeran Xi Anzi dengan nafas yang mulai tidak teratur.
"Kita harus segera menyusul Putri Ziya jika sesuatu terjadi padanya maka ayah akan menggukum kita." ucap Pangeran Xi Yijun yang langsung mempercepat langkahnya.
Akhirnya Xiao Ziya sampai di benteng utama disusul oleh para pangeran yang sudah sangat kelelahan. Xiao Ziya yang ada di atas benteng melihat kearah sekerumunan hewan buas yang sedang berusaha untuk menghancurkan benteng utama.
"Pinjamkan aku panahmu." ucap Xiao Ziya pada seorang prajurit yang tak jauh darinya.
Prajurit itu menatap Xiao Ziya dengan heran, ia tak menyadari kehadiran gadis itu disana. Lagipula mengapa gadis kecil sepertinya bermain main ditempat yang berbahaya seperti itu.
"Nak sebaiknya kau pulang, pertempuran ini bukanlah mainan." ucap sang prajurit yang langsung saja menasehati Xiao Ziya.
"Pinjamkan aku busurmu." ucap Xiao Ziya sekali lagi dengan nada yang dingin dan mengintimidasi.
"Prajurit pinjamkan saja busurmu pada putri Ziya, raja yang mengirimnya kesini untuk membantu kalian." ucap Pangeran Xi Binzo yang mulai mengangkat suara mereka.
Akhirnya sang prajurit memberikan busurnya pada Xiao Ziya, semua prajurit dan orang orang yang ada di sana sedang melihat apa yang akan dilakukan oleh Xiao Ziya, dan mengapa gadis itu hanya meminjam busur tanpa meminjam panahnya.
Xiao Ziya mulai mengangkat busurnya keatas langit tiba tiba muncul sepulun anak panah berarna hitam dengan aura yang kuat. Xiao Ziya menembakkan anak panah itu keatas langit. Saat sepuluh anak panah itu menembus langit, langitmun menjadi gelap dan bergemuruh.
__ADS_1
Para hewan buas yang tadinya sibuk menyerang benteng kini mulai merasa panik karna nyawa mereka terancam. Dan dengan sangat cepat ada ribuan anak panah serupa yang turun dari langit.
"Apakah ini yang dinamakan ilmu tingkat surga?." ucap Pangeran Xi Anzi yang semakin kagum pada Xiao Ziya. Andai saja umur gadis itu tak terpaut jauh darinya mungkin Pangeran Xi Anzi akan melamar Xiao Ziya.
Semua panah yang jauh dari langit tepat mengenai para hewan buas itu dan mereka semua mati dengan sangat mengenaskan. Para prajurit tak menyangka bahwa gadis kecil yang ada di samping mereka itu adalah seorang master tingkat tinggi.
"Trimakasih Putri Ziya sudah membantu kami semua." ucap semua prajurit yang ada di sana kemudian mereka membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan.
"Aku ingin mengambil semua inti hewan buas, apakah kalian keberatan?." tanya Xiao Ziya pada para prajurit yang ada di sana.
"Tidak nona, kami tidak membutuhkan intinya, jika nona mengijinkan kami ingin meminta dagingnya saja." ucap salah satu prajurit yang mewakili semuanya.
"Ambilah semua daging hewan buas itu, aku hanya perlu intinya saja." ucap Xiao Ziya yang membuat semua prajurit merasa senang.
Biasanya para ahli bela diri yang berhasil membunuh puluhan hewan buas tak akan mau membagi dagingnya dengan orang lain. Namun Xiao Ziya tak membutuhkan itu semua, jika ia ingin ia bisa mencarinya lagi. Itulah yang ada di dalam fikiran gadis itu sekarang.
"Trimakasih banyak Putri memang sangat baik hati." ucap mereka lagi.
Xiao Ziya dan tiga pangeran berpamitan untuk kembali ke istana kerajaan. Sebenarnya ketiga pangeran itu tak perlu menjaga Xiao Ziya karna gadis itu jauh lebih kuat dari mereka.
"Putri Ziya dimana kau mendapatkan jurus sehebat itu." tanya Pangran Xi Yijun yang penasaran dari mana gadis kecil seperti Xiao Ziya mendapatkan ilmu tingkat tinggi.
"Dari seorang kakek tua yang sangat menyebalkan." jawab Xiao Ziya.
Kakek tua yang dimaksut oleh Xiao Ziya tak lain dan tak bukan adalah Raja Artur. Raja Artur yang saat itu sedang menikmati makananya tiba tiba tersedak.
"Uhuk uhuk... siapa yang tengah membicarakanku." triak Raja Artur dari istana nerakanya.
Semua penghuni neraka hanya bisa terdiam sambil menahan tawa mereka, siapa lagi yang berani membicarakan Raja Artur selain junjungan muda mereka yaitu Ratu Xiao Ziya.
**Hai semua akhirnya author update lagi, gimana kabar kalian?. Liburan tahun baru kalian kmn nih kalau author di rumah aja.
Jangan lupa Follow author
__ADS_1
Like, komen, vote, rate, share ya**