
Namun ada beberapa hal yang belum difahami oleh anggota bandit mawat hitam, jika gadis itu sudah tau cemilan yang ia pesan terdapat racun mengapa ia masih bisa memakannya dengan santai ditambah lagi gadis itu tidak keracunan seperti apa yang mereka harapkan. Siapa gadis itu sebenarnya saat ia mengancam pemilik kedai aura membunuh sempat meruak dari tubuhnya. Setelah beberapa saat akhirnya pemilik kedai datang dengan membawa minuman yang Xiao Ziya pesan. Namun lagi lagi di dalam minuman itu terdapat racun meski sudah ditambah dengan pil penetralisir Xiao Ziya masih dapat melihat dengan jelas warna keruh dari minuman yang ada di hadapannya.
"Apa kau tuli? bodoh? ataukah telingamu itu hanya pajangan saja!." triak Xiao Ziya pada pemilik kedai ia juga menggebrak meja dengan sangat keras sehingga membuat pengunjung kedai yang ada di dekatnya merasa terkejut.
"Aa..apa yang nona maksut? saya tak menambahkan apa apa kedalam minuman anda." ucap pemilik kedai yang harus berbohon pada gadis yang ada di hadapannya itu jika tidak para bandit mawar hitam akan menghancurkan kedainya ini serta membunuh dirinya.
Xiao Ziya menatap tajam kearah pemilik kedai, kali ini gadis itu akan memerankan tokoh antagonis yang sangat kejam meski ia tak ingin menyakiti pemilik kedai namun ia harus melakukannya.
Plak.
Satu tamparan yang cukup kencang mendarat dengan mulus di pipi kanan pemilik kedai itu, bekas tangan Xiao Ziya terlihat dengan sangat jelas.
"Anda kira saya buta hingga tak bisa membedakan mana minuman beracun dan juga tidak?." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara kesalnya. Sang pemilik kedai menelan ludahnya ia tak mengira bahwa gadis itu masih bisa melihat bahwa minuman yang ia sajikan mengandung racun.
Anggota bandit mawar hitam masih menyaksikan apa yang Xiao Ziya lakukan pada sang pemilik kedai, walau mereka yang meminta pemilik kedai untuk melakukan hal itu namun anggota bandit mawar hitam tak akan ikut campur jika pemilik kedai ketahuan menyajikan makanan atau minuman yang dicampur dengan racun.
"Saya benar benar tak melakukan apapun nona." ucap sang pemilik kedai yang masih membela diri karna ia juga terpaksa melakukan hal itu, samar samar pemilik kedai melirik ke arah anggota bandit mawar hitam sepertinya ia ingin meminta bantuan pada mereka namun wanita wanita itu hanya diam dan tak melakukan apapun.
"Apa kau tau saya ini siapa? berani beraninya orang rendahan seperti kau dan kelompokmu yang menjijikan itu ingin meracuni saya." triak Xiao Ziya yang melirik ke arah anggota bandit mawar hitam. Anggota bandit mawar hitam merasa terkejut ketika gadis itu melirik ke arah mereka, sepertinya gadis itu tau bahwa mereka juga terlibat dalam masalah ini.
"Maaf nona namun saya tak mengenal siapa anda." ucap pemilik kedai yang memang tak mengenal siapa Xiao Ziya dikarnakan ia adalah pedagang baru di wilayah Kekaisaran Binzo.
"Apa anda adalah rakyat jelata?." tanya Yuzume yang sengaja menghina Xiao Ziya karna ia sudah tak tahan lagi dengan kelakuan gadis itu yang sangat menyebalkan.
"Ahahah rakyat jelata? kau sedang mengatai dirimu sendiri." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis yang ia tujukan pada Yuzume. Gadis itu benar benar seperti pemeran antagonis yang sangat handal.
"Aaargh aku akan membunuhmu di sini." triak Yuzume yang sangat marah karna ia dihina oleh gadis yang tak jelas asal usulnya. Bagi Yuzume gadis yang ada di samping kanannya itu hanya memiliki kecantikan saja dan tak memiliki yang lain.
"Lakukanlah maka dalam satu malam kekaisaran ini akan hancur di tangan ayah angkat saya." ucap Xiao Ziya dengan senyum meremehkannya. Anggota mawar hitan semakin geram dengan Xiao Ziya, memangnya siapa ayah angkat gadis itu sehingga mampu menghancurkan Kekaisaran Binzo dalam satu malam.
"Jangan berlagak tanpa bukti apapun." ucap salah seorang anggota bandit mawar hitam yang menganggap ucapan Xiao Ziya adalah omong kosong belaka.
Xiao Ziya mengeluarkan sebuah token identitas berwarna hitam dengan cap resmi Kerajaan Hitam, Zo Hijiyu melihat token yang ditunjukkan oleh Xiao Ziya dengan serius ia merasa tak asing dengan token berwarna hitam itu dan mencoba untuk mengingat ingatnya lagi. Setelah cukup lam berfikir akhirnya Zo Hijiyu ingat token itu adalah milik anggota Kerajaan Hitam yang ada di dunia atas, ia tau karna ayahnya pernah memberi gambaran tentang beberapa kerajaan di dunia bawah ataupun dunia atas yang tak boleh ia usik jika ingin hidup dengan tenang.
"Jadi bagaimana? kalian ingin merasakan seberapa hebat kekuasaan yang dimiliki oleh ayah saya?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara dingin dan tatapan mata yang tajam.
"Token itu asli?." tanya Zo Hijiyu yang ingin memastikan keaslian token yang dimiliki oleh Xiao Ziya.
__ADS_1
"Siapa yang berani memalsukannya? hanya orang tak waras saja yang berani melakukan hal itu." ucap Xiao Ziya yang menjawab rasa penasaran dari pemimlin bandit mawar hitam.
"Jadi apa yang kau inginkan dari kami? jika itu permintaan maaf maka kami tak akan bersedia." ucap pemimpin kelompok bandit mawar hitam yang tak bersedia jika harus meminta maaf atas apa yang mereka lakukan pada Xiao Ziya.
"Bukankah kalian ahli racun?." tanya Xiao Ziya dengan senyum jahat yang terukir di bibir indahnya itu. Xiao Ziya mengambil sebuah jarum emas yang sudah ia lumuri dengan cairan yang berupa racun Lunzie Xu kalajengking iblis yang ada di dalam cincin semesta milik Xiao Ziya. Sebagai salah satu jenderal terkuat dari neraka tentu racun yang dimiliki oleh Lunzie Xu sangat mematikan. Jarum emas itu mengenai tangan Yuzumi hingga ia jatuh tersungkur, racun yang diberikan Xiao Ziya akan membunuh gadis itu dalam jangka waktu tiga hari jika mereka tak berhasil menyembuhkannya, selama menunggu kematiannya Yuzume akan merasakan kesakitan yang amat sangat menyiksa.
"Saya tak butuh permintaan maaf, dan saya tak bersedia memberikan penawar racun pada teman kalian selamat berjuang untuk menyembuhkannya." ucap Xiao Ziya yang mengedipkan sebelah matanya kemudian gadis itu melesat pergi dari kedai.
Tubuh Yuzume berubaw warna menjadi ungu racun menyebar dengan cepat kedalam tubuhnya, rasa sakit dan panas seperti terbakar di neraka sehingga wanita itu berteriak dengan cukup keras.
"Kita harus meminta bantuan pada ketua bandit dewa racun." ucap Zo Hijiyu yang langsung meminta anggotanya yang lain untuk membopong Yuzume menuju wilayah kekuasaan kelompok bandit dewa racun.
Saat ini Xiao Ziya sedang berada di atas atap rumah seorang penduduk, ia melihat kesekeliling untuk memastikan tak ada kekacauan lainnya yang terjadi. Samar samar gadis itu merasakan aura yang sangat familiar baginya namun saat melihat kesana kemari tak ada orang yang ia kenali.
"Sebaiknya saya memeriksa ketempat yang lain." ucap Xiao Ziya yang mulai loncat dari satu atap rumah ke atap rumah yang lain karna ia sudah merasa bosan berjalan.
Saat ini Xiao Xun sedang dalam perjalanan menuju Istana Kerajaan Binzo, ia dan ketiga temannya berjalan dengan santai agar tak menimbulkan kecurigaan kelompok bandit yang lain terhadap ia dan teman temannya.
"Tugas ini sedikit mengerikan." ucap Ling Fuen yang merasa merinding di sepanjang jalan menuju Istana Kekaisaran Binzo.
"Sebentar lagi kita akan sampai di istana." ucap Xiao Xun yang melihat bahwa jarak mereka dengan Istana Kekaisaran Binzo sudah tak jauh lagi.
Kedua mata mata yang merupakan anggota bandit utara masih mengikuti Xiao Xun dan ketiga temannya, walau mereka berempat berjalan menuju Istana Kekaisaran Binzo namun besar kemungkinan hal yang ingin mereka sampaikan pada Kaisar Zo Linzu ada hubungannya dengan upaya pengusiran para bandit yang menempati wilayah Kekaisaran Binzo.
"Pemuda pemuda itu memang pantas untuk dicurigai." ucap salah satu anggota bandit utara yang masih mengikuti Xiao Xun.
"Insting ketua memang tak pernah salah." jawab anggota bandit utara yang lain.
Akhirnya Xiao Xun dan ketiga temannya sampai di depan gerbang masuk istana Kekaisaran Binzo, mereka memperlihatkan sebuah token pada penjaga gerbang kemudian mereka berempat dipersilahkan untuk masuk kedalam istana karna Kaisar Zo Linzu sudah menunggu mereka di dalam.
Xiao Xun dan ketiga temannya masuk kedalam istana kemudian beberapa prajurit mengantar mereka menuju auka utama, pintu aula utamapun dibuka sudah ada beberapa orang yang menantikan kedatangan mereka terutama sang kaisar.
"Salam hormat kami pada kaisar Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Xun dan ketiga temannya secara bersamaan mereka memberikan salam pada Kaisar Zo Linzu.
"Saya trima salam kalian berempat, akhirnya bantuan dari Akademi Kekaisaran Qiyu datang." ucap Kaisar Zo Linzu yang merasa sedikit lega, ia meminta pada Kepaa Akademi Kekaisaran Qiyu untuk mengirim beberapa murid terbaik yang mereka miliki.
"Bagaimana kondisi Kekaisaran Binzo saat ini?." tanya Ruo Lihe yang ingin tau secara mendetail bagaimana kondisi wilayah kekaisaran apakah ada kemungkinan ia dan teman temannya bisa membantu Kekaisaran Binzo untuk melumpuhkan beberapa kelompok bandit.
__ADS_1
"Saat ini kondisi Kekaisaran Binzo sangat kacau, sudah banyak penduduk yang terbunuh dengan alasan yang aneh para murid unggulan dari Akademi Kekaisaran Binzo belum mampu untuk mengatasi para bandit itu, walaupun para bandit saling bermusuhan antara kelompok satu dengan yang lain namun mereka tak saling menyerang satu sama lain." ucap salah seorang jenderal yang menjelaskan bagaimana kondisi wilayah Kekaisaran Binzo saat ini.
"Memang alasan apa yang para bandit itu gunakan saat mereka membunuh seorang penduduk kekaisaran?." taya Xiao Xun yang penasaran dengan alasan aneh yang mereka gunakan.
"Sampai saat ini alasan teraneh adalah karna mereka terlalu cantik." ucap Kaisar Zo Linzu yang sering mendengar alasan itu saat kelompok banit rubah putih menghabisi nyawa seorang wanita ataupun gadis karna hal itu ia melarang ratu dan para putri kekaisaran untuk keluar dari istana.
"Sungguh alasan yang sangat aneh." ucap Ling Fuen yang menggeleng gelengkan kepalanya.
Para mata mata dari kelompok bandit utara sudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, kedua mata mata itu melesat kembali menuju perbatasan untuk memberitaukan hal ini pada ketua mereka. Keempat pemuda itu harus dibinasahkan sebelum mereka membuat kekacauan di wilayah para bandit. Xiao Xun dan ketiga temannya pergi dari istana Kekaisaran Binzo setelah mendapatkan informasi secara detail mengenai kondisi kekaisaran saat ini mereka akan pergi menuju Akademi Kekaisaran Binzo dan berunding dengan beberapa murid unggulan yang sedang menjalankan misi akhir sama seperti mereka.
Sedangkan ditempat lain saat ini anggota bandit mawar hitam sudah berada di wilayah kekuasaan bandit dewa racun mereka sedang berada di dalam sebuah penginapan.
"Ada keperluan apa hingga ketua dan beberapa anggota bandit mawar hitam datang kewilayah kami?." tanya salah seorang anggota bandit dewa racun.
"Tolong panggilkan ketua kalian." ucap ketua bandit mawar hitam yang meminta anggota bandit dewa racun untuk memanggilkan ketua mereka.
Beberapa anggota bandit dewa racun naik ke lantai dua penginapan untuk menemui ketua mereka yang sedang beristirahat, saat tau yang datang mencarinya adalah anggota mawar hitam Ling Eungi segera keluar dari kamar dan turun kebawah untuk menemui mereka.
"Ada keperluan apa kalian datang mencari saya?." tanya Ling Eungi ketua bandit dewa racun yang merasa heran karna anggota bandit mawar hitam jarang datang kewilayah mereka.
"Salah satu anggota kami terkena racun dan saya belum bisa menemukan cara untuk menyembuhkannya." ucap Zo Hijiyu yang menunjuk ke arah Yuzume yang sedang merintih kesakitan, saat ini badan gadis itu sudah berwarna ungu seutuhnya.
Ling Eungi berjalan mendekat kearah Yuzume kemudian memegang pergelangan tangan gadis itu untuk melihat separah apa racun yang ada di dalam tubuhnya. Ling Eungi sangat terkejut ketika merasa bahwa racun itu telah menyebar keseluruh tubuh wanita yang ada di hadapannya bahkan racun itu mulai masuk ke organ dalam Ling Eungi.
"Orang hebat mana yang kalian usik?." tanya Ling Eungi yang sangat yakin bahwa pemilik racun ini adalah seorang master racun yang sangat luar biasa.
"Kami bertemu dengan seorang gadis cantik saat ada di kedai biasa, kami berniat untuk meracuni gadis itu dan menghadiahkannya pada ketua bandit rubah putih. Namun sangat disayangkan racun kami tak berpengaruh pada gadis itu hal yang lebih buruk adalah gadis yang kami usik adalah anak angkat dari raja kerajaan hitam." ucap Zo Hijiyu yang menjelaskan apa saja yang mereka alami hari ini.
"Dasar bodoh Kerajaan Hitam bukanlah kerajaan yang bisa kita usik, mengapa kalian tak berhati hati. Jika gadis itu mengadu pada ayahnya maka habisilah kita semua." ucap Ling Eungi yang sangat kesal dengan kecerobohan yang dilakukan oleh anggota bandit mawar hitam. Saat ini semua anggota bandit akan terancam karna kecerobohan mereka.
"Bagaimana kondisi teman kami?." tanya salah satu anggota bandit mawar hitam yang khawatir dengan kondisi temannya.
"Tak ada yang mampu menyembuhkannya kecuali gadis itu, carilah dia dan dapatkan penawarnya dengan cara apapun. Waktu kalian hanya tiga hari, biarkan teman kalian tetap disini saya akan mencoba untuk menekan racunnya agar tak menyebar ke organ dalam." ucap Ling Eungi yang mencarikan solusi untuk mereka.
"Trimakasih atas bantuannya kami permisi untuk mencari gadis itu." ucap para anggota bandit mawar hitam yang langsung pergi untuk mencari gadis menyebalkan.
Hai hai semuanya jagan lupa jaga kesehatan ya. Follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1