RATU IBLIS

RATU IBLIS
87


__ADS_3

Suasana disana menjadi mencekam karena kedatangam Azazel. Azazel melihat Reno dari atas kebawah.


"Kau seperti ibumu" ucap Azazel datar.


"Istriku kau sangat hebat mau mengorbankan dirimu demi menyelamatkan anakku, padahal aku hanya menyuruhmu menjaga bukan sampai mengorbankan" ucap Azazel.


"Anak" ucap Dimas dan Reno.


"Ya Reno adalah anak tuan Azazel, dia bukan anak Veno. Ibumu menikah dengan tuan Azazel sama seperti Dimas menikah dengan Dara, dan kau adalah anak tuan Azazel bersama ibumu yang sudah mati itu, artinya kau adalah keturunan iblis juga" ucap Mona.


"Tak sudi aku memiliki ayah iblis sepertinya" ucap Reno tak percaya.


"Masih mending kau mendapatkan ayah yang benar-benar iblis tapi tidak menyakitimu, sedangkan aku dan kakakku ayah kami manusia tapi kelakuannya seperti iblis, beberapa ratus tahun lalu saat kami ingin membunuhnya dia menikah dengan siluman ular dan dia menjadi siluman kuda supaya tidak bisa mati karena katanya belum melihat kami berdua menderita dan mati" ucap Andre sinis.


"Kami menjadi iblis ada sebabnya, kami menjadi iblis karena sudah tidak dianggap dibumi ini oleh orang-orang yang tinggal dibumi!" ucap Evan.


"Kau belum pernah merasakan penderitaan yang kami rasakan beberapa ratus tahun lalu saat menjadi manusia. Disiksa, dilecehkan, dijual, tidak dianggap, dikucilkan semua kami rasakan!" ucap Iliana.


"Apa kau tau Dara pernah dijual oleh ayahnya sendiri yaitu Phoenix untuk membayar hutang dirinya padahal dia tidak pernah menafkahi istri dan kedua anaknya ini, sebelum dijual kau tau apa yang dia lakukan kepada Dara? Dia memberikan obat perangsang kepada Dara dan Andre, ibunya disiksa setelah itu diikat lalu disuruh menyaksikan pemandangan yang tidak senonoh itu. Phoenix ayah mereka sendiri memperlakukan kedua anaknya seperti itu, dia membuat mahkota yang selama ini dijaga oleh Dara diambil oleh adiknya sendiri yaitu Andre" ucap Dela meneteskan air mata tapi langsung dia hapus. Hermione tersenyum miring mengingat kejadian itu tapi matanya berkaca-kaca sama seperti Andre. Iblis yang lain meneteskan air mata tapi langsung dihapus, Azazel hanya menonton saja.


Dimas melihat kearah Hermione lalu memeluknya, dia seperti bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para iblis itu. Reno hanya terdiam mendengar penjelasan mereka.


"1 tahun Dara dan Andre terpisah karena Dara dijual, sebelum itu saat malam hari setelah menjual Dara ibu mereka berdua meninggal karena mendengar anak perempuannya dijual besoknya ayah mereka pergi meninggalkan Andre sendiri diumurnya yang masih 16 tahun, bisa apa anak usia 16 tahun bayangin aja coba. Semenjak itu Andre jadi pemabuk dan suka bermain dengan wanita malam, setelah 1 tahun tidak ketemu akhirnya mereka berdua ketemu dengan kondisi Andre yang mabuk dan Dara yang acak-acakan, luka dimana-mana ntah kenapa sebabnya sampai sekarang Dara tidak pernah cerita kepada kami dan saat kami ingin mencari tau lewat batin selalu gelap" ucap Julio.


"Kalian belum mengetahui hal sekecil itu" ucap Azazel bersuara yang sedari tadi diam.


"Suamiku jangan beritahu, aku mohon" ucap Hermione.


"Tuan hamba sebagai tangan kanan anda dan sebagai sahabat istri anda memohon untuk memberitahu kami" ucap Mona menunduk.


"Tidak jangan lakukan aku mohon" ucap Hermione.


"Kenapa istriku?" tiba-tiba Lucifer hadir disana.


"Tu tuan Lucifer" ucap para iblis menunduk takut. Dimas dan Reno gemetar melihat Lucifer.


"Kau tidak mau adik dan sahabatmu sedih melihat masalalumu, aku sangat bangga padamu Hermione istriku walaupun kau iblis tapi masih mempunyai hati" ucap Lucifer, Hermione hanya diam menundukkan kepalanya. Lucifer menepuk tangan sebanyak 2 kali tiba-tiba dinding dipenuhi kejadian masalalu Hermione.


Disana ada kejadian dimana pernah melintas dipikiran Andre, membuat Andre terkejut.


"Jadi kejadian ini adalah kejadian kakak" batin Andre. Mereka melihat kejadian itu dengan serius, Hermione hanya menunduk.


......


"Kenapa kau memecahkan vas bungaku hah!" bentak orang yang membeli Dara siketua mafia menampar pipi Dara.


"Ma maaf" ucap Dara gemetar ketakutan, ketua mafia itu menarik tangan Dara lalu menyimpannya ditepi pintu yang dibuka. Ketua mafia itu lalu menutup pintunya kasar membuat tangan Dara terjepit.


"Akhh sakit" teriak Dara.


"Jangan pernah berteriak didepanku!" bantak sikerua mafia itu menekan pintunya membuat tangan Dara yang terjepit mengeluarkan darah.

__ADS_1


Dara menggigit bibir bawahnya sampai berdarah menahan sakit yang dirasakan ditangannya. Ketua mafia itu menarik tangan Dara kembali dari pintu, dia meremas tangan Dara yang terluka.


Ketua mafia itu mengambil borgol lalu memborgol tangan Dara kebelakang.


"Lepas" ucap Dara memberontak. Ketua mafia itu menampar pipi Dara. Dara ingin menendang tubuh ketua mafia itu tapi kakinya langsung dipegang oleh ketua mafia dan dipatahkannya kaki yang akan menendang perutnya.


"Akhh" Dara duduk terjatuh dengan sebelah kaki yang patah dan tangan diborgol kebelakang.


"Jangan pernah berani melawanku gadis bodoh, kau adalah anak pembayar hutang disini, kau sudah dijual kepadaku jadi kau adalah milikku" ucap ketua mafia memegang dagu Dara.


Dia mengangkat tubuh Dara lalu melemparnya keranjang dengan kasar. Dia merobek pakaian yang digunakan Dara dengan kasar, Dara tak bisa berbuat apa-apa.


Ketua mafia itu mengambil botol minuman yang ada dimeja, dia melihat botol itu lalu melihat kearah Dara secara bergantian terus menerus.


"Berhenti" ucap Hermione yang tak tahan melihat kejadian itu.


"Kumohon berhenti" ucap Hermione lagi lalu melempar bola berwarna hitam kedinding membuat kejadiannya menjadi seperti kaset rusak.


Andre menjentikkan jari membuat kedua tangan Hermione terikat dengan tali berwarna merah transparan dan saat Hermione ingin berbicara dia tak bisa mengeluarkan suara.


"Maaf kak dari dulu aku sudah ingin mengetahui masalalu kakak jadi jangan menghancurkan semuanya kak maaf" ucap Andre. Hermione tidak bisa melepaskan tali itu dan juga mengembalikan suaranya karena tenaganya masih lemah.


......


Ketua mafia itu tersenyum licik, Dara menjauh sedikit demi sedikit. Ketua mafia langsung memegang kaki Dara lalu membuka kedua paha Dara supaya terbuka.


"Lepas" ucap Dara. Ketua mafia itu memasukkan botol minum itu kedalam milik Dara paksa.


"Akhh sakit" teriak Dara.


"Akhhhh" teriak Dara kesakitan.


"Kubilang jangan berteriak!" ketua mafia itu langsung menekan botolnya karena kesal.


"Mphhh" Dara menggigit bibir bawahnya sambil menutup matanya menahan sakit, air matanya mengalir sedari tadi.


"Hahaha sebaiknya kau berteriak terus supaya aku bisa menyakitimu haha" tawa ketua mafia senang melihat penderitaan Dara.


.......


Deg... Andre yang melihat itu langsung melihat kearah Hermione yang menunduk. Iliana, Mona dan Dela menjadi ngeri dan sedih mereka meneteskan air mata. Evan, Julio dan Drew saling tatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Dimas dan Reno saling pandang lalu melihat Hermione.


Andre langsung memeluk tubuh Hermione erat, Hermione diam tak membalas pelukan Andre karena dia masih diikat. Andre menangis dipelukan Hermione tapi tidak bersuara. Lucifer dan Azazel langsung menghilang dari sana, mereka kasian kepada istri mereka makanya mereka datang, suami yang lain juga kasian melihat Hermione tapi mereka disuruh tetap dineraka.


"Apa manusia bajingan itu sudah dineraka, dilapisan mana dia aku ingin menyiksanya disana" ucap Evan.


"Aku pernah melihatnya dineraka lapisan tuan Asmodeus, ingin sekali aku memasukkan lava kemulutnya lalu memasukkan besi panas kemulutnya supaya merasakan sakitnya" ucap Drew.


"Aku ingin mencincang adik kecilnya itu lalu aku ganti dengan wortel" ucap Iliana memegang pisau buah sambil menusuk-nusukkan pisaunya keranjang tempat Hermione.


"Tenang nanti kita akan berkunjung keneraka lapisan Andre untuk mencincangnya" ucap Evan mengusap punggung Iliana.

__ADS_1


"Ini cuman 1 kejadian udah bikin naik darah apalago melihay semua kejadian gue bakal bikin mati 50 kali tu orang" ucap Dela.


"Ingin rasanya aku lempar dia kekutub utara setelah itu dilempar kejurang dineraka yang berisi lava dan kerikil tajam" ucap Julio.


"Kitub utara khusus untuk kita para iblis dihukum, aku malah ingin mematahkan kakinya seperti yang dia lakukan kepada ratu sampai benar-benar patah dan tak bisa digunakan lagi, lalu aku ganti dengan kaki gajah, setelah itu aku akan memutar kepalanya kebelakang sampai putus, lalu meremukkan tubuhnya sampai menjadi kecil sangat kecil" ucap Mona.


"Sabar sabar" ucap Julio melihat wajah Mona yang memerah.


Hermione memberontak, Andre lalu melepaskan pelukannya.


"Aku tidak suka" belum selesai Hermione berbicara walaupun tidak mengeluarkan suara sudah dipotong oleh Andre.


"Tidak suka orang yang cengeng" ucap Andre langsung mengusap air matanya lalu tersenyum.


"Nah kalau kau tau kenapa kau menangis hah?" ucap Hermione tanpa mengeluarkan suara.


"Lucu sekali kakakku ini, aku tidak paham apa yang kakak omongkan" ucap Andre menjentikkan jarinya seketika talinya terlepas.


"Test test 123" ucap Hermione mengecek suaranya seperti mengecek hidup atau tidaknya mikrofon, Andre tersenyum melihat Hermione. Suara Hermione sudah seperti biasa manusia normal tidak seperti tadi suara iblis.


"Aku bilang kalau kau tau kenapa kau menangis?" tanya Hermione.


"Sedihlah masa senang liat kakaknya disiksa" jawab Andre cemberut.


"Kirain aja senang, anggap aja balas dendam karena kakak suka marahin kamu sama merintah kamu" ucap Hermione


"Walaupun aku iblis gak mungkin aku balas dendam kekakak sebaik kakak ini walaupun kakak suka marah-marah tapi marah kakak itu tanda sayang" ucap Andre.


"Dimana-mana marah-marah itu berarti benci" ucap Evan.


"Alhamdulillah berarti selama ini gue benci sama lo" ucap Iliana.


"Eh sebut apa kamu tadi mbak iblis?" ucap Dimas.


"Alhamdulillah wa syukurillah dicukur habis sebelah" ucap Iliana.


"Hah" Dimas membuka sedikit mulutnya bengong.


"Yakali misal cukur rambut cuman sebelah gitu tang sebelahnya nggak" ucap Mona.


"Menghibur" ucap Iliana.


"Abis itu manusia mengbengong" ucap Drew menyindir Dimas.


"Siapa yang bengong nggak tuh" ucap Dimas.


Reno masih diam mematung memikirkan apa yang harus dia pilih menerima atau tidak. Yang lain melihat kearah Reno setelah itu saling pandang lalu melihat Reno lagi.


Reno sadar dia sedang ditatap, dia menatap balik mereka semua lalu pergk tanpa sepatah katapun perasaannya nano-nano saat ini.


"Beri dia waktu pasti nanti akan nerima kalian apa adanya" ucap Dimas.

__ADS_1


"Nanti beberapa tahun lagi mungkin pada saat umurnya 20 tahun atau lebih atau mungkin kurang kita gak tau" ucap Dela.


Bersambung...


__ADS_2