RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ratu Rexuca Telah Tiba


__ADS_3

Di Dunia Peri, Ratu Rexuca masih mempersiapkan pasukan peri dengan jumlah dua ratus lima puluh ribu peri. Sepertinya Ratu Rexuca adalah sekutu Xiao Ziya dengan jumlah pasukan terbanyak diantara yang lain, sang ratu sangat ingin memenangkan peperangan ini sebagai balas dendam atas penghinaan yang dilakukan oleh Pangeran Yozan Zee. Dua ratus lima puluh ribu pasukan peri sedang berkumpul di lapangan utama Istana Kerajaan Peri untuk mengumpulkan esensi sihir dan menambah kekuatan mereka, para pasukan peri merasa sangat senang karna setelah sekian lama mereka bisa merasakan ketegangan di medan perang.


Pagi telah tiba dan ini waku yang tepat bagi mereka semua untuk berangkat ke Dunia Manusia Abadi, Ratu Rexuca memberikan beberapa pesan pada pasukannya dalam peperangan kali ini. Karna lawan mereka cukup tangguh dengan keabadian yang dimiliki, untuk itu Ratu Rexuca meminta pasukannya untuk fokus menyerang jantung musuh mereka.


"Walaupun para prajurit Kerajaan Bulan adalah manusia setengah abadi, mereka tetap lawan yang sulit untuk dikalahkan. Bagi kalian pengguna panah, saya harap kalian langsung memanah tepat ke jantung mereka." ucap Ratu Rexuca dengan nada bicara serius, tatapan tajam dan hawa dingin yang dikeluarkan sang ratu membuat para prajurit peri semakin bersemangat.


"Kita akan membalas penghinaan yang mereka lakukanlah dengan berkali kali lipat, kekalahan mereka adalah prioritas utama kita. Perang kali ini akan dimenangkan oleh pihak Xiao Ziya, ada harga yang akan di bayar oleh orang orang sombong itu." ucap Ratu Rexuca yang masih merasa kesal pada Pangeran Yozan Zee, dalam peperangan kali ini ia akan membunuh anak laki laki itu bagaimanapun caranya.


"Kami akan mewujudkan harapan anda Yang Mulia Ratu. Hidup Ratu Rexuca, hidup Ratu Rexuca." triak dua ratus lima puluh pasukan peri secara serentak dengan suara lantang.


Akhirnya Ratu Rexuca dan pasukannya pergi ke Dunia Manusia Abadi menggunakan formasi sihir, mereka bisa menembus pertahanan Dunia Manusia Abadi dengan sangat mudah. Mungkin orang orang dari dunia itu tak mengetahui sejarah lapisan sihir yang melindungi dunia mereka berasal dari mana, seandainya mereka tau sihir pelindung itu dibuat oleh raja dan ratu Dunia Peri di masa lalu sebagai tanda perdamaian antara Dunia Manusia Abadi dengan Dunia Peri. Sepertinya perdamaian yang di bangun rusak begitu saja karna ulah Pangeran Yozan Zee dan anggota keluarga Kerajaan Bulan.


Karna hari sudah pagi Xiao Ziya bangun dari tidurnya, gadis itu segera mandi dan mengganti pakaian. Setelahnya Xiao Ziya keluar dari rumah kayu untuk melihat apakah pria pemilik toko daging itu datang dengan membawa lima puluh orang untuk menjadi juru masak selama peperangan berlangsung.


"Selamat pagi nona." ucap pria pemilik toko daging dengan senyuman ramah. Ia telah menunggu gadis itu sejak tadi, dan akhirnya sang gadis keluar dari rumah kayunya.


"Selamat pagi paman, anda sudah datang sedari tadi?." tanya Xiao Ziya dengan tak enak hati, seharusnya pria itu mengetuk pintu rumah kayu tempatnya tinggal agar ia keluar rumah lebih awal.


"Bukan masalah besar bagi kami untuk menunggu anda, ini empat puluh sembilan ahli memasak yang anda minta. Mereka semua keluarga, saudara, serta karyawan saya yang mengajak keluarga mereka." ucap pria pemilik toko daging yang sedang memperkenalkan beberapa puluh orang yang ada di belakangnya itu.


"Baiklah kalian bisa mulai memasak, namun saya belum tau dengan pasti berapa jumlah orang yang ada di sini." ucap Xiao Ziya, gadis itu sedang menunggu kedatangan pasukan Ratu Rexuca. Seharusnya sebentar lagi sang ratu datang karna peperangan akan dilangsungkan malam nanti.


"Berapa jumlah pasukan anda yang terkumpul sekarang nona?." tanya seorang wanita yang ada di samping pria pemilik toko daging.


"Untuk saat ini ada tiga ratus lima puluh ribu pasukan, lima belas jenderal, tiga jenderal besar yang akan memimpin pasukan penyihir, serta tiga pemimpin mereka." ucap Xiao Ziya yang sedang menghitung berapa jumlah pasukan yang terkumpul saat ini.


Kelima puluh juru masak itu ingin pingsan di tempat, bukankah itu jumlah yang sangat banyak. Bagaimana cara mereka menyediakan makanan untuk orang sebanyak itu? ditambah sang nona muda mengatakan bahwa itu jumlah yang belum pasti, artinya ada pasukan lain yang sedang ditunggu olehnya.


"Bagaimana cara kami menyediakan makanan untuk orang sebanyak itu?." tanya pria pemilik toko daging dengan wajah cemas, ia takut akan mengecewakan gadis yang telah membantu keuangan tokonya itu.


"Ada tiga ratus pasukan saya yang akan membantu kalian memasak, saya telah menyiapkan beberapa peralatan memasak dari dunia semesta tingkat rendah. Alat alat itu dapat membantu kalian mempersingkat waktu memasak nasi dan lauk lainnya." ucap Xiao Ziya yang telah menyiapkan semua itu jauh jauh hari. Xiao Ziya mengetahui satu hal, di Dunia Manusia Abadi ini ia memiliki banyak musuh dengan kemungkinan terjadi peperangan yang sangat tinggi. Karna hal itu saat berada di dunia semesta tingkat rendah ia membeli berbagai jenis peralatan masak dengan jumlah banyak dan ia simpan di dalam cincin penguasa mutlak.


"Kami akan memasak sekarang, jika ada penambahan jumlah pasukan anda bisa memberitahukan pada kami." ucap beberapa wanita yang ada di sana, mereka harus memasak sekarang karna waktu sarapan tinggal beberapa jam lagi. Selain itu banyak makanan yang harus mereka sediakan, untunglah kelima puluh orang itu tak mundur dari pekerjaan ini. Mungkin mereka tergiur dengan upah tiga ribu sampai empat ribu koin emas perharinya.


"Silahkan jika kalian ingin memasak sekarang, dapur ada di sebelah sana." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk ke arah rumah kayu dengan ukuran paling besar diantara yang lainnya, Xiao Ziya sudah memperhitungkan tempat yang harus ia sediakan untuk menaruh makanan.


"Kami permisi nona muda." ucap kelima puluh orang itu yang langsung masuk kedalam dapur.


Di tempat lain saat ini Yie Gu dan beberapa ketua Klan Yuang Yie sedang mencari Yie Weinje yang tak pulang semenjak malam tadi. Mereka khawatir wanita itu melakukan sebuah hal yang ceroboh sehingga ia diserang ataupun ditangkap oleh beberapa pihak yang bermusuhan dengan Klan Yuang Yie sejak lama.


"Kemana wanita itu pergi." ucap Yie Fufu dengan tatapan kesal, ia memiliki banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. Yie Fufu merasa tak rela memberikan waktunya yang berharga hanya untuk mencari wanita egois dan keras kepala itu..


"Berhentilah menggerutu, bagaimanapun wanita itu tetap saudari kita." ucap Yie Jungso yang sedang berusaha untuk menenangkan saudara laki lakinya itu.


"Saya punya banyak dokumen yang belum diselesaikan. Mungkin wanita itu sedang pergi ke suatu tempat tanpa memberitahu kita." ucap Yie Fufu yang ingin segera kembali ke Klan Yuang Yie.

__ADS_1


"Bersabarlah sebentar lagi." ucap Yie Bixen yang menahan dirinya sedari awal pencarian ini dimulai.


Saat mereka sedang menyusuri wilayah perbatasan Klan Yuang Yie yang berada di titik lain karna perbatasan utama sedang di pinjam oleh Xiao Ziya sebagai markas pasukannya. Yie Fufu minat segerombol penduduk Klan Yuang Yie yang sedang mengerumuni sesuatu, karna merasa penasaran akhirnya Yie Fufu mendekat ke arah kerumunan itu. Setelah berdesakan dengan beberapa orang, kini Yie Fufu berada di barisan paling depan. Tiba tiba daja ekspresi pria itu berubah menjadi terkejut setelah melihat tubuh Yie Weinje yang tergeletak di tanah dengan luka di kedua lutut kakinya serta darah yang sudah mengering.


"Kalian semua minggir, saya saudara laki lakinya." ucap Yie Fufu yang meminta kerumunan itu untuk mundur beberapa langkah karna ia perlu melihat kondisi Yie Weinje.


"Ternyata Tuan Yie Fufu, lebih baik anda membawa Nyonya Yie Weinje ke tabib sesegera mungkin." ucap seorang pemuda yang ada di antara kerumunan barisan paling depan.


"Tolong beri saya jalan." ucap Yie Fufu, seketika kerumunan itu bubar karna tak ingin ikut campur dalam masalah kali ini. Penduduk Klan Yuang Yie sangat tak suka dengan kepribadian Yie Weinje yang sangat menyebalkan dan senang menindas penduduk klan nya sendiri.


Yie Fufu segera memanggil beberapa ketua Klan Yuang Yie yang berdiri cukup jauh darinya, mereka semua membawa tubuh Yie Weinje ke Klan Yuang Yie untuk segera mendapat pengobatan. Setelah sampai di Klan Yuang Yie mereka pergi ke ruang kesehatan dan meminta tabib wanita untuk memeriksa keadaan Yie Weinje.


"Mengapa nyonya bisa dalam keadaan seperti ini?." tanya tabib wanita itu dengan cemas, luka di lutut Yie Weinje sangatlah parah. Mungkin Yie Weinje akan lumpuh beberapa bulan, diperlukan bahan bahan khusus untuk memulihkan luka wanita itu.


"Saya dan yang lain menemukannya di perbatasan bagian timur dengan keadaan seperti ini. Segera obati dia, kami akan pergi melapor pada pemimpin." ucap Yie Jungso yang pergi meninggalkan ruang kesehatan bersama yang lain.


Berita Yie Weinje yang ditemukan oleh beberapa ketua Klan Yuang Yie menyebar dengan begitu cepat, Yie Munha segera kembali setelah mendengar hal itu. Yie Munha ingin memastikan bagaimana kondisi neneknya sekarang dan siapa yang berani menyerang sang nenek di dalam wilayah Klan Yuang Yie?.


Yie Munha telah tiba di ruang kesehatan, gadis itu menangis sejadi jadinya saat mendengat penjelasan dari sang tabib wanita. Bagaimana bisa neneknya mengalami kelumpuhan untuk sementara waktu? siapa yang akan melindunginya nanti saat sang kakek lebih membela Xiao Ziya daripada dirinya. Yie Munha duduk di tepi ranjang dan menatap ke arah neneknya itu, tak lama setelahnya Yie Weinje bangun.


"Bagaimana nenek bisa berakhir seperti ini?." tanya Yie Munha dengan binar mata sedih.


"Nenek tak tau apa yang terjadi, malam itu ada seseorang yang menyerang nenek setelah bertemu dengan Pangeran Yozan Zee." ucap Yie Weinje dengan suara pelan, wanita itu tak ingin sang tabib mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Mungkinkah orang itu suruhan Xiao Ziya?." ucap Yie Munha yang langsung mengarah pada Xiao Ziya. Akhir akhir ini mereka tak memiliki musuh lain kecuali gadis itu, semenjak Xiao Ziya datang ke Klan Yuang Yie suasana di dalam klan berubah secara drastis.


"Mungkin saja ia menyewa mata mata untuk mengawasi pergerakan kita saat berada di luar kastil." ucap Yie Munha, tebakan gadis itu memang benar adanya. Namun bagaimana cara Yie Munha meyakinkan pada sang kakek bahwa cucu kesayangannya itu telah menyakiti istrinya?.


"Saya akan pergi untuk bertanya langsung pada gadis itu!!." ucap Yie Munha dengan ekspresi marah, gadis itu langsung pergi dari ruang kesehatan tanpa mendengar perkataan neneknya lagi.


Setelah Yie Munha pergi, kini datang Yie Gu beserta kedua putranya untuk melihat bagaimana kondisi Yie Weinje saat ini. Yie Gu cukup terkejut melihat luka serius di lutut sang istri, ia perlu mencari tau tentang penyerangan yang terjadi pada istrinya.


"Malam itu kau pergi bertemu dengan siapa?." tanya Yie Gu pada sang istri dengan tatapan penuh sidik. Bisa jadi orang yang menyerang istrinya adalah orang dalam yang mengikuti sang istri saat keluar malam itu.


"Saya sedang mencari udara segar." ucap Yie Weinje, wanita itu berusaha menutupi kebenaran yang ada.


"Jauh sekali kau mencari udara seger sampai ke perbatasan bagian barat." ucap Yie Gu dengan tatapan curiga, alasan sang istri sangat tak wajar. Sebagai seorang suami tentu Yie Gu tau istrinya sedang berbohong.


"Saya merasa penat di dalam kamar, lalu saya berjalan jalan keluar dan tak sengaja sampai ke perbatasan." ucap Yie Weinje, wanita itu berteriak kesakitan agar sang tabib datang dan meminta suami serta kedua anak laki lakinya untuk keluar dari ruang kesehatan. Rencana Yie Weinje berjalan dengan lancar, ia tak perlu pusing memikirkan jawaban yang tepat atas pertanyaan sang suami.


"Anda perlu beristirahat untuk beberapa hari kedepan, saya akan pergi ke pasar karna ada bahan bahan obat yang habis." ucap sang tabib wanita kemudian meninggalkan Yie Weinje sendirian di dalam ruang kesehatan.


Di tempat lain saat ini Xiao Ziya masih menunggu kedatangan pasukan dari Dunia Peri, cukup lama gadis itu menunggu hingga cahaya keemasan menyelimuti markasnya. Xiao Ziya merasakan aura yang sangat familiar, sepertinya Ratu Rexuca dan pasukannya telah tiba di markas utama.


"Selamat datang Yang Mulia Ratu Rexuca, silahkan anda dan yang lain beristirahat terlebih dahulu sebelum memulai peperangan malam nanti." ucap Xiao Ziya menyambut kedatangan pasukan Dari Dunia peri dengan antusias tinggi. Gadis itu merasa pasukan yang di bawa Ratu Rexuca lebih banyak dari yang lain.

__ADS_1


"Yang Mulia Ratu, kami beristirahat terlebih dahulu." ucap pasukan peri, mereka harus mengisi tenaganya kembali.


"Silahkan kalian beristirahat, pilihlah rumah kayu yang belum ditempati. Kalian juga bisa berinteraksi dengan pasukan dari kerajaan lain." ucap Ratu Rexuca, ia merasakan kehadiran banyak orang di markas utama mereka.


Pasukan peri masuk ke rumah rumah kayu yang masih kosong kemudian mereka mulai memilih kamar masing masing. Sebelum beristirahat, Ratu Rexuca ingin mengobrol sebentar dengan Xiao Ziya, ada beberapa hal yang ingin ia sampaikan pada Xiao Ziya tentang pasukan yang ia bawa.


"Sepertinya saya datang di paling akhir." ucap Ratu Rexuca dengan tawa renyah.


"Anda pasti kerepotan menata pasukan sebanyak itu." jawab Xiao Ziya dengan nada lembut dan senyuman manisnya.


"Ada tiga tipe pasukan yang saya bawa, pertama lima puluh ribu peri dengan kemampuan berpedang, ke dua seratus ribu pasukan dengan kemampuan memanah, ke tiga seratus ribu peri dengan kemampuan sihir." ucap Ratu Rexuca menyampaikan beberapa informasi penting pada Xiao Ziya agar gadis itu bisa menyesuaikan siasat perangnya.


"Saya telah mengatur letak pasukan, ini sketsa yang telah saya buat. Jika anda memiliki beberapa masukan kita akan membahasnya saat jam makan siang nanti." ucap Xiao Ziya memberikan sebuah gulungan berisi peta wilayah Klan Yuang Yie serta wilayah Kerajaan Bulan. Di dalam peta itu terdapat titik dimana peperangan akan berlangsung serta letak pasukan sekutu yang ikut berperang dengannya.


"Saya akan beristirahat dan mengoreksi peta ini. Sampai jumpa nona cantik." ucap Ratu Rexuca yang masuk ke salah satu rumah kayu.


Setelah itu Xiao Ziya memanggil salah satu Prajurit Iblis miliknya, ia meminta prajurit itu untuk memberitahukan pada pihak dapur ada dua ratus lima puluh satu orang yang telah datang. Semua pasukan sekutu milik Xiao Ziya telah berkumpul di markas utama, sebelum memulai perang malam nanti, Xiao Ziya ingin pergi ke tempat peperangan itu akan berlangsung. Mungkin Xiao Ziya ingin memastikan pihak Kerajaan Bulan tak curang dalam peperangan kali ini dengan menanam beberapa formasi sihir yang akan menahan kekuatan para pasukan peri.


Saat Xiao Ziya ingin pergi meninggalkan markas utama, ia mendengar kegaduhan yang terjadi di dekat pintu masuk markasnya. Dengan segera Xiao Ziya pergi untuk melihat apa yang sedang terjadi, gadis itu tersenyum miring setelah mengetahui Yie Munha telah datang.


"Biarkan saya masuk, saya sepupu dari nona muda mu itu." ucap Yie Munha yang bersikeras ingin masuk ke dalam markas Xiao Ziya, beberapa prajurit iblis berusaha menahan gadis keras kepala itu.


"Nona kami tak mengizinkan anda masuk ke dalam." ucap salah seorang prajurit iblis dengan tegas.


"Wilayah yang kalian tempati ini adalah wilayah Klan Yuang Yie. Sebagai anggota klan tentu saya memiliki hak untuk keluar masuk tanpa izin siapapun." ucap Yie Munha lagi, ia ingin mengalahkan para prajurit yang menahannya itu namun Yie Munha sadar mereka lebih kuat darinya.


"Silahkan menunggu di luar sampai mendapatkan izin dari nona muda kami." ucap beberapa prajurit iblis secara baik baik pada gadis itu.


"Saya tegaskan sekali lagi, saya Yie Munha sepupu dari nona muda kalian." triak gadis itu dengan cukup keras hingga Xiao Ziya tak bisa menahan tawanya lagi.


"Sejak kapan saya memiliki sepupu seperti anda, jangan percaya dengan perkataan gadis itu." ucap Xiao Ziya yang berada di hadapan Yie Munha saat ini. Tatapan tajam dari Xiao Ziya membuat prajurit iblis yang sedang berjaga merasa sangat yakin bahwa gadis bernama Yie Munha itu hanya pembawa masalah saja bagi nona muda mereka.


"Katakan dengan jujur, kau yang telah menyerang nenek malam itu kan!!." ucap Yie Munha yang langsung menuduh Xiao Ziya meski ia tak memiliki bukti apapun. Entah mengapa Yie Munha yakin bahwa Xiao Ziya yang telah melakukan semua itu.


"Nenek? apa yang terjadi pada wanita tua itu?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi polos seperti ia tak mengetahui apapun mengenai kejadian yang baru menimpa Yie Weinje.


"Jangan berpura pura dihadapan ku, sudah sangat jelas kau yang melukai nenek. Satu hal lagi dia itu nenek mu juga, berhenti menyebutnya dengan wanita tua." ucap Yie Munha dengan sangat marah, ia tak suka saat Xiao Ziya menyebut sang nenek dengan sebutan wanita tua.


"Mohon maaf, saya tak memiliki nenek. Wanita itu tak menganggap saya cucunya, dan saya tak sudi menganggapnya sebagai nenek saya. Jika anda tak suka dengan sikap saya mari mita bertarung, dengan begitu saya bisa mengakhiri hidup anda di sini." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin, gadis itu sangat serius dalam mengucap setiap kalimat yang keluar dari mulutnya. Seketika tubuh Yie Munha merinding, ia tak mungkin bisa mengalahkan Xiao Ziya.


"Kau gadis kurang ajar, apa ayahmu tak mendidik mu dengan baik !!." triak Yie Munha dengan kasar pada Xiao Ziya.


Melihat nona besar mereka diperlakukan dengan buruk oleh seorang gadis lemah seperti Yie Munha membuat para Prajurit Iblis yang sedang berjaga saat itu menodongkan pedang mereka pada Yie Munha. Xiao Ziya sangat puas dengan respon yang diperlihatkan oleh beberapa anggota pasukan iblis miliknya itu.


"Berteriak lah sekali lagi maka kepalamu akan lepas dari badannya. Kau harus mengingat satu hal, keabadian yang kau miliki belum sempurna. Artinya kau bisa mati kapan saja jika saya ingin melakukannya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblis andalannya. Yie Munha tertegun beberapa saat, ia ingin lari dari tempat itu namun tubuhnya tak bisa digerakkan.

__ADS_1


Hai hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2