RATU IBLIS

RATU IBLIS
84


__ADS_3

Mereka sedang diperjalanan untuk pulang, sebelum pulang mereka berpamitan kepada pak Komar dan berterima kasih kepadanya. Posisinya sama seperti waktu mereka pergi kesana saat ingin mendaki.


Dimas, Hermione, Andre, Reno dan Ariel bersama. Evan, Iliana, Mona, dan Dela bersama. Julio, Fadil, Dani, dan Sani bersama. Drew, Sarah dkk bersama.


Diperjalanan Hermione merasakan aura aneh, hanya dia yang merasakan adik dan sahabat iblisnya tidak sama sekali. Hermione kearah jendela lalu melihat kearah Dimas yang sedang mengemudi setelah itu dia melihat kebelakang.


"Kenapa kak?" tanya Reno heran.


"Nggak" jawab Hermione. Hermione lalu mengode Andre, Andre yang tadinya bersandar dipunggung kursi mobil langsung mendekat kearah Hermione.


"Ngerasa aneh gak?" tanya Hermione berbisik, Andre yang mendengar itu heran dia menggeleng.


"Nggak tuh" jawab Andre.


"Yakin?" tanya Hermione.


"Yakin suer deh eh nggak duasuer deh" ucap Andre menunjukkan jari v dengan jari telunjuk dan tengahnya.


"Yaudah deh" Hermione langsung melihat kearah depan betapa terkejutnya dia saat melihat kearah depan karena sudah ada Phoenix dan Mawar ditengah jalan yang tak jauh dari sana. Dia lalu melihat kearah Andre yang masih santai padahal sama sedang melihat kearah depan.


Hermione membelalakan matanya, yang lain herna dengan tingkah Hermione.


"Kalian gak liat ada Phoenix dan Mawar ditengah jalan sana?" batin Hermione.


"Nggak" balas para iblis dari batin.


"Emang dimana kak?" batin Andre lalu melihat sekeliling.


"Iya gue gak liat tuh" batin Iliana.


"Eh iya itu ada didepan" batin Evan saat melihat Phoenix dan Mawar.


"Lah tadi gak ada sekarang udah disana aja" batin Iliana.


"Gimana dong ini?" batin Julio.


"Mereka pakai wujud silumannya" batin Drew.


"Para manusia gak liat merekakan?" batin Mona.


"Kayaknya nggak" batin Andre.


"Berhentiin mobilnya" batin Hermione. Mendengar perintah Hermione mobil yang lain langsung berhenti.


"Mas berhenti" ucap Hermione.


"Kenapa Ra?" tanya Dimas.


"Berhenti!" tegas Hermione.


"Dimas lakuin sekarang juga" ucap Andre, Dimas langsung memberhentikan mobilnya. Yang lain heran dengan tingkah Hermione dan Andre sama seperti para manusia yang lain.


Hermione langsung keluar dari mobil lalu menutup pintunya, keadaan sudah hampir gelap kondisi jalanan sepi karena kanan dan kirinya hutan.


"Jalan" ucap Hermione.


"Dara jangan aneh deh masa ninggalin kamu sendiri" ucap Dimas membuka kaca mobil.

__ADS_1


"Hidupin mesinnya lalu pergi dari sini" ucap Hermione.


"Dara ta" belum selesai Dimas bicara sudah dipotong oleh Hermione.


"Jalan!" bentak Hermione.


"Kak" panggil Andre membuka kaca mobilnya.


"Jagain mereka semua, masalah ini biar kakak urus" ucap Hermione lembut mengusap rambut Andre.


"Kakak" ucap Andre.


"Biar kakak urus adikku andre" ucap Hermione sangat sangat lembut tapi itu seperti memberi penekanan bagi Andre.


"Huh, jalanin mobilnya" ucap Andre datar.


"Kak Dara ditinggalin" ucap Reno.


"Kak disini sepi, ada masalah apa sih sebenarnya" ucap Ariel.


"Dara udah mau malam" ucap Dimas khawatir.


"Jalanin mobilnya sekarang!" ucap Andre semakin dingin.


"Andre bakal jelasin ke kamu Mas, Dre kamu jelasin ke Dimas" batin Hermione yang sekarang didengar oleh Dimas juga.


"Hmm ok" batin Andre.


"Telpon jika terjadi masalah" ucap Dimas.


"Iya" ucap Hermione mengangguk. Dimas menjalankan mobilnya meninggalkan Hermione.


"Bang berhenti kita gak mungkin tinggalin kak Dara" ucap Ariel. Andre maju kedepan, dia duduk disebelah Dimas sekarang.


Hermione melihat kemobil yang lain lalu mengangguk memberi isyarat seperti mengatakan bisa melanjutkan perjalanan kembali. Mobil-mobil itu langsung menjalankan mobilnya kembali meninggalkan Hermione sendiri disana eh tidak meninggalkan Hermione bersama dengan Phoenix dan Mawar.


Para manusia sangat heran mereka selalu bertanya tapi selalu dijawab diam dan diam.


"Ada musuh sejenis kami disana, makanya kita disuruh pergi duluan nanti juga kak Dara bakal muncul lagi tenang aja" batin Andre.


"Gak dibantuin?" batin Dimas.


"Nggak denger tadi kata kak Dara apa 'biar kakak urus' mana lembutnya dia tadi itu beda kayak menekan gitu" batin Andre.


"Tadi juga merinding sih dengar Dara ngomong lembut kayak gitu nggak kayak biasanya lembutnya itu" batin Dimas.


"Nah itu lo tua" batin Andre.


"Tau Andre" batin Dimas. Reno dan Ariel saling pandang lalu melihat kearah belakang mereka sangat khawatir dengan Hermione.


"Dara kau sangat hebat ya menyelamatkan para manusia itu" ucap Phoenix tersenyum miring.


Hermione berubah menjadi iblis seperti yang dia tunjukan kepada Dimas karena itu adalah wujud iblis saat berada dialam manusia, mau bagaimana pun kondisinya dia akan menggunakan wujud iblis itu separah apapun kondisinya pasti akan tetap itu. Hermione berjalan kearah Phoenix dan Mawar.


"Sepertinya kita serang aja para manusia itu" ucap Mawar.


"Jangan pernah berani kalian menyentuh mereka" ucap Hermione.

__ADS_1


"Hahaha iblis sepertimu masih punya hati ternyata" tawa Phoenix bergema.


"Banyak omong kau Phoenix sialan" Hermione langsung menyerang dengan bola api, Phoenix menghindar dari serangan Hermione membuat bola api itu mengenai pohon disana dan terjadilah kebakaran tapi itu tidak dipedulikan dengan Hermione, Phoenix dan juga Mawar.


Mereka saling menyerang satu sama lain, bola api dan bola hitam saling bersautan disana. Mereka tidak peduli dengan keadaan hutan yang sudah terbakar hebat karena ulah mereka.


............


Jam menunjukkan pukul 3 subuh, Dimas bersama teman-temannya sampai didepan rumahnya. Tadi dijalan sempat macet membuat mereka lama sampai.


"Kak Dara kenapa ditinggalin? Tolong jawab jangan diam aja" ucap Fadil.


"Kenapa sih ada masalah ya?" tanya Dani. Dimas, Reno dan Ariel hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau. Para iblis diam saja tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan mereka. Tiba-tiba nada dering ponsel Drew berbunyi dia melihat siapa yang menelpon ternyata anak buah iblisnya.


"Hmm..... terima kasih infonya" Drew mematikan telponnya lalu melihat para iblis.


"Tempat dimana ada Phoenix dan Mawar kebakaran besar karena pertengkaran antara mereka berdua melawan ratu Hermione" batin Drew.


"Mereka masih disana?" batin Andre.


"Masih" batin Drew.


"Apa kita harus menolong ratu?" tanya Evan.


"Tidak ada yang boleh ikut campur disini termasuk Andre juga, ini perintah dari ratu bukan dari sahabat kalian jadi turuti kemauanku" suara Hermione terdengar ditelinga para iblis itu.


"Baik ratu" batin mereka menjawab pasrah.


"Balik" ucap Andre langsung masuk kedalam mobil Hermione yang disimpan dirumah Dimas saat ingin pergi liburan.


"Nggak nginap disini?" tanya Dimas.


"Rumah kita deket mereka aja yang nginap kita sih nggak ada urusan" ucap Evan.


"Jam segini?" ucap Sarah. Evan lalu melihat jam tangannya setelah itu mengangguk. Andre sudah pergi bersama mobil kakaknya.


"Tidak ada yang boleh ikut campur urusan Dara kami saja dilarang untuk membantunya apalagi kau bisa dicincang kita nanti olehnya, lihat saja perkelahian Dara dan terus laporkan apa yang terjadi disana.... kalau kebakaran disana ya tinggal kau padamkanlah bodoh sudahlah malas aku berbicara denganmu" ucap Iliana karena ada yang menelponnya, dia mematikan sambungan telpon dari anak buah iblisnya itu yang sengaja untuk memantau musuh mereka dialam manusia.


"Dimana kebakaran?" tanya Sani.


"Kita pulang udah subuh, Andre juga udah pulang nih" ucap Julio mengalihkan pembicaraan.


"Apa yang terjadi dengan kak Dara?" tanya Reno.


"Sebenarnya ada masalah apa sih kalian?" tanya Fadil.


"Kalian nutupin apa dari kami semua?" tanya Ariel, para iblis saling pandang Dimas melihat para iblis itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Istirahat sana matahari bentar lagi mau keluar kalian nginap disini aja nanti siang atau kapanlah itu baru pulang kerumah, nggak apa-apakan Mas?" ucap Dela.


"Santai aja mau 1 tahun disini juga gak masalah" ucap Dimas.


"Kita pulang dulu" ucap Evan lalu masuk kedalam mobil. Mereka menggunakan 2 mobil, setelah semuanya masuk kedalam mobil mereka menjalankan mobilnya menjauh dari rumah Dimas.


"Abang tau sesuatu?" tanya Reno curiga.


"Nggak, walaupun deket sama Dara tapi dia gak pernah cerita masalah dia, dia selalu pendam masalahnya sendiri gak mau berbagi sama abang jangankan abang sama Andre, Evan dan lainnya aja gak mau" ucap Dimas asal tapi asalnya itu memang benar kenyataan.

__ADS_1


"Sebaiknya kita istirahat untuk menenangkan pikiran kita" ucap Dimas lagi.


Bersambung...


__ADS_2