RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bersama Xiao Yuna


__ADS_3

Dengan kecepatan mereka saat ini tak perlu waktu lama bagi Xiao Ziya dan Xiao Yuna untuk sampai di pusat kota, Xiao Yuna memandangi sebuah bangunan yang sangat tinggi ini pertama kali bagi gadis itu masuk kedalam gedung pemerintahan.


Saat Xiao Ziya ingin masuk kedalam gedung pemerintahan ada beberapa petugas keamanan yang menghalanginya, mereka mengatakan untuk saat ini orang luar dilarang bertemu dengan anggota pemerintahan. Mendengar kata kata itu membuat Xiao Ziya tak bisa menahan tawanya lagi, siapa yang mereka maksud dengan orang luar?.


"Saya beri kalian waktu tiga detik untuk minggir dari jalan saya." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar andalannya.


"Tolong mengertilah sudah kewajiban kami memberikan perlindungan pada mereka." ucap beberapa petugas keamanan yang mulai menggunakan kata kata sampah untuk mencegah Xiao Ziya masuk kedalam.


Xiao Yuna tampak kesal dengan sikap orang orang itu, ia melihat ke arah Xiao Ziya seperti sedang meminta izin apakah ia boleh memukul para pria dengan wajah menyebalkan tersebut. Xiao Ziya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia mempersilahkan Xiao Yuna untuk melakukan apapun yang ingin ia lakukan.


Xiao Yuna mengambil sebilah pedang yang ia simpan di cincin ruang pemberian Xiao Ziya tempo lalu, gadis itu menatap tajam ke arah petugas keamanan yang menghalangi jalan adik sepupunya.


"Mengganggu adik Ziya, tandanya kalian sudah siap untuk kehilangan nyawa." ucap Xiao Yuna dengan tegas, ia mulai melesat ke arah petugas keamanan dan mengayunkan pedangnya dengan cepat.


Petugas keamanan itu tak tinggal diam, mereka menembaki Xiao Yuna dengan senjata tajam yang ada di saku masing masing. Peluru peluru yang meluncur dari pistol mereka tak dapat menyentuh Xiao Yuna karna gadis itu bisa menghindar.


"Sialan kita mulai kehabisan peluru." ucap salah satu petugas keamanan yang mulai panik, kesalahan mereka adalah meremehkan seorang kultivator yang memiliki bakat bawaan sejak lahir.


"Semuanya mundur." triak seorang pria dengan tubuh kekar dan kepala botak, mungkin pria itu pemimpin dari beberapa anggota keamanan kota yang bertugas saat ini.


"Tebas kepala mereka." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin, gadis itu sedang memberi perintah pada Xiao Yuna untuk menebas semua kepala mereka yang berani menghalangi jalannya.


"Baik adik Ziya." ucap Xiao Yuna penuh dengan semangat.


Xiao Yuna mengejar beberapa pria yang berusaha melarikan diri, dengan kecepatan Xiao Yuna saat ini tentu hal yang mudah baginya untuk mengejar mereka. Akhirnya para petugas keamanan yang berjaga di luar gedung pemerintahan mati dengan kondisi kepala yang terpisah dari badan.


"Kerja bagus Yuna Jiejie." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar.


Mereka berdua masuk kedalam gedung pemerintahan tanpa ada yang menghalangi lagi, Xiao Ziya mengajak kakak sepupunya untuk naik lift hingga mereka sampai ke lantai paling atas bangunan itu. Terlihat suasana sangat sepi, mungkin para anggota pemerintahan tengah bersembunyi untuk menyelamatkan nyawa mereka.


"Mungkin kita bisa berpencar." ucap Xiao Ziya yang memberi saran agar ia berpencar dengan Xiao Yuna, bangunan ini cukup luas akan sangat merepotkan bila harus pergi ke seluruh tempat.


Xiao Yuna mengiyakan saran dari adik sepupunya itu, ia turun menggunakan tangga ke lantai dua belas sedangkan Xiao Ziya masih berada di lantai paling atas yaitu lantai dua puluh. Xiao Ziya memasuki beberapa ruangan untuk mencari para tikus yang sedang bersembunyi, samar samar ia mendengar suara dari dalam lemari yang ada di ruangan paling ujung. Xiao Ziya melangkahkan kakinya dengan pelan agar tak terdengar oleh mereka, karna pintu ruangan itu terkunci Xiao Ziya pun menggunakan mantra teleportasi sederhana untuk masuk kedalam.


Setelah masuk kedalam ruangan tersebut Xiao Ziya mulai tersenyum dengan aneh, gadis itu menggenggam sebuah pedang berwarna merah darah ia membuka lemari itu secara perlahan..


"Kalian ketemu!!." triak Xiao Ziya dengan ekspresi senang saat menemuka tiga orang pejabat pemerintah yang sedang bersembunyi di dalam lemari. Terlihat ketiga pejabat pemerintah itu gemetaran karna tempat persembunyian mereka sudah ditemukan.


"Ampuni kami nona Ziya." ucap mereka dengan suara yang gemetaran.


"Mengapa harus?." ucap Xiao Ziya dengan logat seperti anak kecil, ia tersenyum senang seperti sedang mendapat mainan baru.


"Kami melakukan semua ini karna Tuan Yanzuro Zee memaksa kami." ucap salah satu dari anggota pemerintahan itu, Xiao Ziya menatap mata dari pria tersebut dan ia tak menemukan kebohongan di sana.


"Tidak, bukan kalian yang diancam hanya paman saja." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk pria itu.


"Kedua teman saya juga di ancam sama seperti saya, mereka menceritakan semuanya pada saya." ucap pria itu yang tatap percaya bahwa kedua rekan kerjanya juga mengalami hal yang sama.


"Mereka berbohong padamu paman, mereka mendapat uang dari Yanzuro Zee sedangkan anda tidak. Jadi paman pulanglah dan ikhlaskan kematian kedua teman anda." ucap Xiao Ziya yang memberi kesempatan pria itu untuk pulang ke rumahnya. Ia tau dalam kasus ini tak semua anggota pemerintahan terlibat secara langsung, beberapa diantara mereka mendapat ancaman dari Yanzuro Zee.


Pria itu tampak ragu ragu saat akan meninggalkan kedua temannya bersama dengan gadis yang mengerikan seperti Xiao Ziya. Namun pria itu harus memikirkan bagaimana perasaan ayah dan ibunya jika ia mati di tempat ini.


"Terimakasih atas kesempatannya, di lain waktu saya tak akan mengulangi kesalahan yang sama." ucap pria itu, ia bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.


Kedua anggota pemerintahan yang tersisa saling berpandangan satu sama lain, haruskah mereka mengatakan alasan yang sama seperti teman mereka tadi?.


"Ampuni kami berdua nona muda." ucap mereka berdua secara bersamaan dengan tubuh pucat yang gemetar.


"Ups, maaf." ucap Xiao Ziya yang mengayunkan pedangnya menebas tubuh kedua pria itu hingga terbelah menjadi dua, darah segar mengalir dari tubuh mereka.


Setelah ruangan itu kosong Xiao Ziya kembali mencari tempat persembunyian para tikus, ia harus menemukan mereka semua. Xiao Ziya akan menyelamatkan beberapa orang yang masih bisa diandalkan, karna saat ia menjadi pemimpin dari dunia semesta tingkat rendah ia juga memerlukan organisasi seperti ini.


Di sisi lain saat ini Xiao Yuna sedang berada di ruangan yang biasa dijadikan tempat untuk rapat, di sana ia bertemu dengan beberapa wanita dengan baju kantoran yang menurutnya sangat aneh karna sangat terbuka pada bagian tertentu.


"Siapa kau?." tanya seorang wanita dengan tatapan tajam yang diarahkan pada Xiao Yuna, ia belum pernah melihat gadis itu sebelumnya.

__ADS_1


"Xiao Yuna." jawab Xiao Yuna dengan singkat, ia memberitahukan siapa namanya pada mereka. Para wanita itu kebingungan karna di dunia semesta tingkat rendah tak ada keluarga terhormat bermarga Xiao.


Tiba tiba saja dua orang wanita muda muncul dari bawah kolong meja, mereka berlari ke arah Xiao Yuna dan bersembunyi di belakang gadis itu. Untunglah Xiao Yuna tak reflek menebas tubuh kedua wanita muda tersebut karna merasa terkejut.


"Cepat kembalilah ke tempat kalian!!." bentak wanita yang sempat mempertanyakan identitas Xiao Yuna.


"Nona tolong selamatkan kami, kami adalah anggota pemerintahan baru yang mulai bekerja Minggu kemarin. Wanita itu memaksa kami untuk tinggal di gedung ini dalam dua hari terakhir, dan hari ini wanita itu mengatakan bahwa kami harus melayani beberapa pria dengan jabatan tinggi." ucap dari salah seorang wanita muda, mereka berdua sudah menangis di belakang Xiao Yuna karna merasa takut.


"Tenanglah kalian aman sekarang." ucap Xiao Yuna, ia tak ingin membuat kedua wanita muda itu semakin takut.


"Jangan ikut campur dalam urusan kami, pergilah nak." ucap wanita lain yang ada di dalam ruangan itu.


Xiao Yuna meremas tangannya dengan kesal, bagaimana bisa mereka memperjual belikan wanita lain seperti ini disaat mereka juga seorang wanita? apakah dunia semesta tingkat rendah juga memiliki sisi gelap seperti yang terjadi di rumah bordil?. Itulah yang ada di dalam fikiran Xiao Yuna saat ini, di rumah bordil yang ada di dunia bawah sering terjadi hal hal semacam ini.


"Apa kalian bukan manusia!!." triak Xiao Yuna penuh dengan kemarahan, ia tak suka saat harga diri seorang wanita di injak injak seperti ini.


"Sudahlah kau bukan bagian dari kami, cepat pergi dari tempat ini atau kami juga akan menjual mu." ucap seorang wanita dengan wajah cantik dan rambut berwarna hitam legam, ia mendekat ke arah Xiao Yuna membelai pipi gadis itu hingga Xiao Yuna merasa sangat risih.


"Gadis ini sangat cantik, ia akan memiliki harga yang tinggi." ucap wanita itu dengan ekspresi senang, tanpa ia sadari Xiao Yuna mulai mengayunkan pedangnya dan pedang itu berhasil memotong tangan sebelah kanan wanita tersebut.


"Apa yang kau lakukan pada tanganku, bagaimana mungkin wanita secantik diriku menjadi manusia cacat." ucap wanita itu yang tak terima saat melihat tangan sebelah kanannya terpotong.


"Anda memang cantik nyonya, akan tetapi anda bukanlah manusia." ucap Xiao Yuna yang melesat ke arah wanita itu dan memotong beberapa anggota tubuh lainnya hingga sang wanita tewas.


Beberapa wanita yang ada di belakang merasa takut pada Xiao Yuna karna gadis itu membunuh dengan mata terbuka bahkan tak terlihat raut wajah bersalah.


"Sekarang giliran kalian berlima." ucap Xiao Yuna yang mulai membunuh kelima wanita itu secara bergantian, mereka yang mencoba untuk kabur namun tetap mati dalam kondisi tragis.


Kedua wanita muda yang diselamatkan oleh Xiao Yuna mengucapkan terimakasih pada gadis itu, mereka pamit untuk segera pergi meninggalkan gedung pemerintahan karna beberapa menit lagi akan ada sekelompok pria hidung belang yang akan mencari wanita muda.


"Nona sebaiknya anda juga pergi dari tempat ini, kami akan kembali saat nona Ziya sudah menjadi pemimpin." ucap salah satu wanita muda itu.


"Kalian mengenal adik sepupu saya?." ucap Xiao Yuna dengan tatapan bingung, apakah adik sepupunya itu selalu terkenal di berbagai tempat?.


Xiao Yuna juga keluar dari ruangan tersebut, ia akan naik ke lantai paling atas untuk bertemu dengan Xiao Ziya dan melaporkan sisi gelap dari tempat itu. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang berhadapan dengan beberapa pemuda yang entah datang dari mana, mereka bukan bagian dari aparat pemerintah namun bisa masuk ke dalam gedung pemerintahan sungguh hal yang aneh.


"Wah lihatlah ada gadis cantik di gedung ini saat tengah malam." ucap seorang pemuda yang sedang memandangi Xiao Ziya dengan tatapan penuh minat.


"Turunkan pandanganmu itu." ucap Xiao Ziya dengan dingin.


"Ayolah gadis cantik kita akan bersenang senang di sini." ucap pemuda lainnya yang ingin mendekat ke arah Xiao Ziya, namun mendapat tamparan keras dari gadis itu.


"Tempat ini bukanlah tempat yang bisa kalian masuki seenaknya." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada ketiga pemuda itu.


"Ahahaha gadis cantik memang sering berprilaku kasar seperti ini, ayah kami adalah anggota pemerintahan jadi kami boleh masuk ke tempat ini kapanpun kami mau. Dan satu hal lagi perkenalkan nama saya Mixio, mereka berdua teman saya Linjen dan Franz." ucap pemuda bernama Mixio itu yang sedang memperkenalkan dirinya dan juga kedua temannya.


Xiao Ziya menaikkan sebelah bibirnya, ternyata selama ini para anggota pemerintahan tak menaati peraturan yang sudah di buat sejak lama oleh leluhur mereka, jika leluhur mereka melihat hal ini mungkin mereka akan bangkit dari kubur untuk menampar para anggota pemerintahan generasi sekarang.


"Siapa nama mu gadis cantik?." ucap Franz dengan mata sebelah kanan yang ia kedipkan ke arah Xiao Ziya seperti ingin menggoda gadis itu, sangat disayangkan Xiao Ziya malah meraja jijik.


"Kalian tak perlu tau siapa nama saya." jawab Xiao Ziya dengan singkat dan juga ketus.


Karna respon dari gadis yang mereka incar sangatlah menjengkelkan akhirnya ketiga pemuda itu menyusun rencana untuk menangkap Xiao Ziya. Mixio, Linjen, dan Franz berlari ke arah Xiao Ziya secara bersamaan sepertinya mereka ingin menyergap gadis itu. Melihat ketiga pemuda itu ingin menangkapnya Xiao Ziya langsung loncat ke atas dan naik kesebuah almari yang ada di dekatnya.


"Kemana gadis itu pergi?." ucap Franz yang merasa bingung, ia melihat kesana kemari dan menemukan gadis yang ia cari sedang duduk di atas almari kaca dengan senyum yang menyeramkan.


Entah mengapa Xiao Ziya memiliki ide yang sangat bagus untuk mengerjai ketiga pemuda itu dan membuat mereka jera kembali masuk kedalam gedung pemerintahan saat di malam hari seperti ini.


"Kalian tak tau bahwa gedung ini berhantu?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblis miliknya yang terlihat menyeramkan.


"Kau fikir kami bertiga akan takut dengan omong kosong mu itu? kami sudah sering datang ke tempat ini saat malam hari dan tak ada hantu yang muncul." ucap Linjen yang berpura pura berani di hadapan teman temannya padahal jantungnya sedang maraton saat ini.


"Para hantu akan diam hingga mereka menemukan saat yang tepat untuk membalas dendam, hihihihi." Xiao Ziya tertawa dengan sangat menyeramkan, ia menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk melayang layang di atas pemuda itu.


Tentu Mixio dan kedua temannya gemetaran melihat gadis itu melayang layang di udara, Linjen berusaha berfikir positif mungkin saja ada seutas tali yang menyangga tubuh gadis itu hingga ia bisa melayang layang di atas udara.

__ADS_1


"Di dunia ini tak ada hantu." teriak Franz dengan lutut yang gemetaran, pemuda itu tak sanggup lagi berdiri akhirnya ia terjatuh ke lantai.


Merasa aktingnya masih diragukan oleh ketiga pemuda itu, Xiao Ziya menggunakan mantra teleportasi nya lagi agar bisa menembus tembok yang ada di samping Mixio.


"Gadis itu benar benar hantu." ucap Mixio yang jatuh pingsan, bila gadis yang mereka incar hanya bermain main menjadi seorang hantu maka ia tak akan bisa menembus dinding seperti itu.


"Bangunlah kita harus pergi dari tempat ini." ucap Linjen yang berusaha membangunkan temannya itu.


"Aku tak bisa berdiri, kedua kakiku sangat lemas." ucap Franz yang kesulitan untuk berdiri dan pergi dari tempat menyeramkan itu.


"Saya sudah muak melihat wajah manusia manusia menjijikkan seperti kalian, cepatlah pergi dari sini atau kalian akan ku jadikan arwah penasaran." ucap Xiao Ziya yang kembali muncul dihadapan ketiga pemuda itu, Linjen dan Franz yang masih tersadar sangat terkejut melihat wajah Xiao Ziya yang penuh dengan darah. Gadis itu melumuri wajahnya dengan darah orang orang yang ia bunuh tadi untuk menyempurnakan perannya sebagai hantu.


"Kami minta maaf karna sudah mengusik ketenangan nona hantu, kami akan segera pergi." ucap Linje dan Franz yang langsung memilik energi untuk berlari dari tempat mereka, sangat disayangkan mereka lupa membawa Mixio yang masih pingsan di tempat.


Xiao Ziya menunggu selama sepuluh menit agar pemuda bernama Mixio itu sadar, setelah sadar pemuda itu langsung mencari kedua temannya yang entah hilang kemana.


"Pergilah sebelum kau mengalami nasib yang sama dengan kedua temanmu." ucap Xiao Ziya yang kembali duduk di atas almari kaca dengan rambut yang menutupi wajahnya.


"Apa yang telah kau lakukan pada mereka?." tanya Mixio yang sedang melawan rasa takutnya.


"Mereka sudah menjadi arwah penasaran sama seperti diriku, kau masih punya waktu untuk pergi." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata berwarna merah darah yang ia arahkan pada Mixio.


Mixio tak bisa menahan rasa takutnya lagi, ia segera bangun dan berlari ke lantai bawah untuk menyelamatkan diri. Saat turun ke lantai empat belas ia melihat Xiao Yuna namun pemuda itu mengabaikan Xiao Yuna.


"Ada apa dengan pemuda tadi?." tanya Xiao Yuna dengan tatapan heran.


Setelah ketiga pemuda itu pergi Xiao Ziya segera membersihkan wajahnya dari noda noda darah yang masih menempel menggunakan sihir air, setelah membasuh beberapa kali akhirnya wajah Xiao Ziya kembali seperti semula. Samar samar Xiao Ziya mendengar suara Xiao Yuna yang sedang menaiki tanggu untuk sampai di lantai paling atas.


"Saya lupa mengajarinya cara naik lift." ucap Xiao Ziya sambil menepuk jidatnya, gadis itu segera turun ke lantai lima belas untuk bertemu kakak sepupunya itu.


"Hah akhirnya aku bertemu denganmu adik Ziya." ucap Xiao Yuna dengan nafas yang tersengal sengal, ia sengaja tak menggunakan ilmu peringan tubuh untuk mengurangi penggunaan energi qi yang berlebihan.


"Seharusnya Yuna jiejie panggil saja nama saya." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datarnya.


"Saya lupa." ucap Xiao Yuna dengan cengiran tak bersalah, padahal ia tau adik sepupunya itu akan datang jika ia berteriak memanggil nama Xiao Ziya.


"Sudah lupakan saja, ada apa jiejie datang menemui saya?." tanya Xiao Ziya yang yakin bahwa masih banyak tikus yang ada di lantai dua belas namun Xiao Yuna lebih memilih untuk ke lantai atas untuk menemuinya, pasti ada hal penting yang ingin disampaikan oleh Xiao Yuna padanya.


"Sepertinya di tempat ini terjadi perdagangan manusia." ucap Xiao Yuna dengan ekspresi kesal karna ia mengingat kejadian tadi.


"Darimana jiejie mengetahui hal itu?." tanya Xiao Ziya yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut.


"Saat saya masuk kesebuah ruangan yang ada di lantai dua belas, saya bertemu dengan beberapa wanita dengan pakaian aneh yang kekurangan bahan. Lalu ada dua orang wanita muda yang berlari ke arah saya dan meminta bantuan, mereka mengatakan bahwa mereka anggota baru di tempat ini dan baru bekerja dalam waktu satu Minggu namun dua hari terkahir para senior mereka meminta agar mereka berdua tinggal di tempat ini dan hari ini mereka berdua diminta untuk melayani beberapa pria yang memiliki kedudukan tinggi." ucap Xiao Yuna yang menceritakan semua kejadian tadi secara singkat agar tak memakan banyak waktu.


"Lalu apa yang jiejie lakukan pada wanita wanita jahat itu?." tanya Xiao Ziya dengan penasaran, ia sangat berharap Xiao Yuna telah membunuh mereka semua.


"Tentu saya membunuh mereka sesuai dengan perintah adik Ziya." ucap Xiao Yuna dengan ekspresi senang karna bisa membantu adik sepupunya menjalankan tugas. Xiao Ziya bertepuk tangan sebentar sebagai pertanda bahwa ia sangat puas dengan kinerja Xiao Yuna.


"Mari kita lanjutkan tugas ini, selamatkan mereka yang memiliki tatapan murni karna saya yakin masih banyak orang yang bisa diselamatkan." ucap Xiao Ziya sebelum ia melesat menuju lantai sembilan belas. Mendengar perkataan dari adik sepupunya membuat Xiao Yuna tak sabar menyelamatkan beberapa orang lagi dan membuat Xiao Ziya bangga padanya.


Di lantai sembilan belas Xiao Ziya tak menemukan seorangpun di sana, mungkin saja mereka mendengar suara teriakan dari lantai dua puluh sehingga bergegas turun ke lantai selanjutnya. Xiao Ziya langsung pergi menuju lantai delapan belas, dan hal yang sama pun terjadi tak ada siapapun si sana.


"Ah ini semakin menarik." ucap Xiao Ziya yang turun lagi ke lantai tujuh belas, di sana Xiao Ziya merasakan kehadiran beberapa orang yang sedang bersembunyi di beberapa ruangan.


Jika Xiao Ziya masuk ke satu ruangan dan membunuh semua orang yang ada di sana maka mereka yang bersembunyi di ruangan lain akan kabur, gadis itu sedang memikirkan sebuah cara yang efisien agar ia tak perlu mencari mereka di lantai lain.


"Segel iblis terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang mengucap sebuah mantra, beberapa ruangan yang ada di lantai tujuh belas dikunci secara paksa oleh Xiao Ziya dari luar menggunakan segel iblis miliknya. Dengan segel iblis itu tak ada orang yang bisa keluar masuk ruangan dengan seenak hati mereka.


Xiao Ziya masuk kesebuah ruangan yang sengaja tak ia segel, gadis itu mengetuk pintu dengan pelan seperti sedang meminta izin untuk masuk kedalam.


"Permisi apakah ada yang memesan makanan?." ucap Xiao Ziya yang entah memainkan peran apa lagi, gadis itu membawa beberapa roti kering dan buah segar yang ia masukkan ke dalam tas kecil.


Beberapa orang yang tengah bersembunyi di dalam ruangan itu saling berpandangan, lalu seorang wanita mengangkat tangan sebagai pertanda bahwa ia memesan makanan karna merasa lapar. Andai teman temannya tau bahwa wanita itu berbohong, sang wanita tau bahwa yang datang adalah Xiao Ziya dan ia membutuhkan bantuan gadis itu untuk terbebas dari teman temannya yang jahat.


Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, wah ga nyangka ya udah mau tahun 2022 apa harapan kalian buat author???. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karna wajib, like like like, gift hadiah apapun makasih banget, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian. Love you all makasih buat satu tahunnya di tahun 2021.

__ADS_1


__ADS_2