
Reno terbangun dari tidurnya melihat Hermione yang masih terlelap diatas tubuhnya, dia tersenyum sambil mengusap rambut Hermione. Hermione bergerak karena merasa ada yang mengganggunya.
"Uh kakak kau membangunkan adikku" ucap Reno lalu membalikkan posisinya dan mulai bermain lagi.
Hermione sedikit mendesah, dia membuka matanya melihat apa yang dilakukan Reno.
"Hmpp apa ya~ng kau laku~kan ah" ucap Hermione.
"Ber~main ah dengan~mu" jawab Reno.
"Ma~sih pagi Re~no uh" ucap Hermione.
"Biar~kan saja" balas Reno.
.......
"Aku sangat rindu dengan Hera, apa aku vc aja ya" ucap Bram.
"Sepertinya jam segini dia sudah bangun" ucap Bram mengambil ponselnya dan menekan nomor Hermione (Hera).
Naik kereta api... gosonglah bego kalau keretanya berapi...
"Ad~ahhh yang menel~ponku, ber~henti" ucap Hermione, Reno berhenti menatap Hermione sebentar lalu m3nyusu. Hermione mengambil ponselnya dan betapa terkejutnya dia melihat orang yang menelponnya.
"Gue lagi jadi Dara, lah malah ditelpon sama Bram, Bram taunya gue Hera" batin Hermione.
"Pakai kekuatan aja, Reno melihat aku dengan wujud Dara sedangkan Bram melihatku dengan wujud Hera pintar sekali kau Hermione" batin Hermione.
Hermione mengangkat telponnya, sebelum mengangkat dia menutup terlebih dahulu tubuhnya sampai leher menggunakan selimut dengan Reno didalamnya.
"Kamu baru bangun?" tanya Bram melihat Hermione masih ada diranjang.
"Hmm iya" ucap Hermione.
Reno membuka selimutnya karena mendengar suara lelaki, Hermione menatap Reno dan menjauhkan ponselnya.
"Siapa?" tanya Reno. Hermione menyimpan jari telunjuknya dibibir Hermione.
"Kok ada suara laki-laki?" ucap Bram.
"Kenapa kamu menjauhkan hpmu?" tanya Bram.
"Oh tidak ap~ ahh hei kau uhh" ucapan Hermione tak dilanjutkan karena Reno melanjutkan aksinya.
"Ahhh enak" ucap Reno sengaja membuat sipenelpon panas.
Ponsel Hermione terlepas dari tangannya, kameranya menghadap kesprai jadi hanya gambar putih yang terpapang dilayar Bram.
"Ah woi ma~sih pagi mph" ucap Hermione.
"Ah tap~i kamu su~ka ah kan sayang" ucap Reno.
"Ah ya ah tidak uh" ucap Hermione.
"Yakin?" ucap Reno seperti bertanya dia memperlambat temponnya.
"Ahh kenapa kau mem~perlambatnya, percepatlahh" ucap Hermione.
"Tuhkan kamu suka" ucap Reno lalu mempercepat.
"Yahhh aku su~ka" ucap Hermione.
Bram yang mendengar suara Hermione yang seperti sedang bercinta langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
"Siapa yang sedang bercinta dengan Hera?" tanya Bram dalam hati.
"Apa itu Dimas, ya bisa jadi kan dia tunangannya" batin Bram.
"Akhhh kenapa aku membiarkannya pergi kemarin coba saja tak ku izinkan pasti dia akan bermain denganku" ucap Bram.
.......
Dimas keluar dari kamar mandi, dia melihat Sasa yang masih tertidur pulas.
"Kenapa Hera tak mengambil alih tubuh Sasa, apa terjadi sesuatu dengan dia" batin Dimas.
"Astaga diakan menjaga Reno bagaimana dia bisa kesini" batin Dimas sambil menepuk jidatnya.
"Yasudahlah nanti juga dia akan kesini mengambil nyawa Sasa lalu aku akan mendapatkan uang dan emas" batin Dimas.
.......
Hermione dan Reno pergi dari hotel menuju kerumah Reno.
"Ntar gimana gue jelasinnya ya ke Bram" batin Hermione.
"Bodo amatlah gue juga gak peduli, yang pasti malam ini gue harus ke Dimas" batin Hermione.
Tiba-tiba ponsel Hermione berbunyi kembali.
"Reno kembalikan hp ku" ucap Hermione karena saat ingin mengambil ponselnya Reno dengan cepat langsung mengambilnya.
"Tak akan" ucap Reno.
"Bram siapa dia?" tanya Reno melihat yang menelepon.
"Ohh pasti yang tadi" ucap Reno menjawab pertanyaannya sendiri karena Hermione hanya diam saja.
"Kembalikan hp aku Reno" ucap Hermione.
"Gak mau" ucap Reno.
"Reno sayang cepat kembalikan" ucap Hermione.
"Gak mau" ucap Reno. Hermione mendekati Reno dia lalu mencium bibir Reno lembut, Reno membalasnya. Tangan Hermione langsung mengambil ponselnya, setelah ponselnya sudah ada ditangannya dia lalu melepaskan ciumannya.
"Kak kenapa dilepas ayo lagi?" tanya Reno.
"Gak mau" ucap Hermione lalu menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya.
"Ihh kakak jahat banget" ucap Reno cemberut. Hermione hanya terkekeh mendengar itu.
"Ya aku memang jahat No, aku telah membohongimu" batin Hermione.
Skip Hermione sampai didepan rumah Reno.
"Kakak gak masuk dulu?" tanya Reno.
"Nggak, aku harus ketemu orang" ucap Hermione melihat jam tangan.
"Ketemu siapa yang nelpon tadi?" tanya Reno datar.
"Bukan yang nelpon tadi bukan dikota ini dia dikota lain, aku mau ketemu Aroon sekarang" ucap Hermione.
"Aroon siapa?" tanya Reno.
"Orang yang mau berkerja sama dengan butik kakak" jawab Hermione.
__ADS_1
"Oh yang dari Thailand itu" ucap Reno.
"Iya" ucap Hermione.
"Yaudah deh kalau kakak gak mau masuk dulu, hati-hati kak" ucap Reno keluar dari dalam mobil.
"Kalau terjadi sesuatu langsung telpon kakak kalau kakak gak angkat telpon Andre" ucap Hermione.
"Iya kak" ucap Reno.
"Bye langsung masuk kamar istirahat" ucap Hermione.
"Iya kakak ih bawel deh" ucap Reno. Hermione melajukan mobilnya menjauhi rumah Reno setelah Reno masuk kedalam rumah.
Reno membaringkan tubuhnya sambil memeluk guling, dia senyam senyum sendiri mengingat kejadian pada saat dia dan Hermione bercinta.
"Ternyata kayak gitu enak banget" ucap Reno.
"Apalagi sama kak Dara" ucap Reno.
"Kak Dara milik aku hanya milik aku" ucap Reno.
Hermione melajukan mobilnya menuju restoran bintang 5, setelah sampai dia langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam restoran. Pelanggan yang ada disana menatap Hermione tanpa berkedip.
"Maaf saya telat Tuan Aroon" ucap Hermione. Aroon langsung mengangkat kepalanya melihat Hermione terpesona.
"Tuan" Hermione melambaikan tangannya dihadapan wajah Aroon.
"Eh iya emm tak apa-apa saya juga baru datang, emm silahkan duduk Nona Dara" ucap Aroon, Hermione duduk posisinya saling berhadapan dengan Aroon.
"Terima kasih Tuan" ucap Hermione tersenyum. Wajah Aroon lalu memerah melihat Hermione tersenyum.
"Tuan kenapa apa tuan sakit?" Hermione memegang pipi Aroon.
"Hmm tidak aku baik-baik saja, jangan panggil aku tuan panggil namaku saja" ucap Aroon.
"Kita jangan terlalu formal biasa saja" ucap Aroon.
"Hmm ok" ucap Hermione, Hermione menjauhkan tangannya dari pipi Aroon.
Hermione dan Aroon membicarakan masalah bisnis, setelah itu mereka berbincang-bincang ringan untuk menutupi rasa canggung.
"Yang kemarin itu adik kamu?" tanya Aroon.
"Iya, maaf kemarin aku gak bisa datang soalnya ngejagain adik temanku yang lagi dirawat" ucap Hermione.
"Gak apa-apa" ucap Aroon.
"Malam ini kamu ada waktu?" tanya Aroon.
"Aaa yak tepat malam ini gua mau ke Dimas" batin Hermione.
"Malam ini aku ada janji dengan temanku, emangnya kenapa?" tanya Hermione.
"Yah tadinya aku akan mengajakmu jalan-jalan sekalian aku mau mengenal kota ini" ucap Aroon.
"Besok aja, kalau besok aku bisa" ucap Hermione.
"Besok ya janji" ucap Aroon.
"Ya janji" ucap Hermione.
Bersambung...
__ADS_1