
1 minggu Hermione dirawat sekarang keadaannya sudah membaik, racunnya sudah hilang sepenuhnya dari tubuh Hermione. Sekarang Hermione sudah ada dirumah bersama Dimas, adik dan sahabat iblisnya.
"Akhirnya racun sudah menghilang dari tubuh Dara" ucap Dela.
"Berkat kalian semua, makasih ya" ucap Hermione.
"Eh kita ini sahabat kenapa bilang makasih santai aja" ucap Iliana.
"Iya kayak dengan siapa aja" ucap Evan. Hermione tersenyum manis.
"Oh iya kuliah sama sekolah kalian gimana?" tanya Julio.
"Gak mau sekolah, udah cukup sampai disini aja" ucap Andre.
"Tetep kuliah" ucap Hermione.
"Kenapa kamu mau kuliah?" tanya Dimas.
"Jagain kamu" jawab Hermione.
"Kayak anak tk aja dijagain" ucap Dimas.
"Reno bagaimana kalau kau tidak sekolah?" tanya Dela.
"Ya tinggal sekolah aja dia ngapain ribet sih" ucap Andre.
"Eh aku tak sengaja dengar kalau tuan Azazel akan mempercepat membawa Reno" ucap Mona.
"Hah yang benar saja?" Hermione terkejut mendengar itu.
"Gak tau juga sih, mungkin salah dengar atau gimana aku pun gak tau" jawab Mona mengangkat kedua bahunya.
"Emang ada apa dengan Reno kenapa dibawa?" tanya Dimas.
"Reno itukan anak tuan Azazel katanya dia mau bawa Reno keneraka" jawab Drew.
"Kok dibawa?" tanya Dimas.
"Iya kan Reno anaknya makanya bau dibawa, ih susah dijelasinnya intinya itu" ucap Julio.
"Terus kapan Reno dibawa?" tanya Dimas.
"Nah kita gak tau kalau masalah itu hanya tuan Azazel yang tau" jawab Evan.
"Kalau Reno dibawa keneraka bakal diapain?" tanya Dimas.
"Kita juga gak tau, semuanya hanya tuan Azazel yang tau" jawab Mona.
"Ohhh" balas Dimas setelah itu Dimas tidak bertanya lagi, yang lain bernafas lega karena Dimas tidak bertanya.
"Oh iya 1 bulan lagi katanya kita ada disuruh kerumah sakit Ra" ucap Dimas.
"Ngapain kalian kerumah sakit ada yang sakit?" tanya Iliana.
"Gak ada yang sakit, disuruh praktek tapi prakteknya disuruh makeup in mayat" ucap Dimas.
"Hah mayat dimake up" ucap para iblis kecuali Hermione.
"Dasar manusia aneh aneh aja" ucap Evan.
"Mayat dikubur malah dijadikan bahan percobaan praktek" ucap Julio.
"Kagak ada yang lain apa, perasaan bisa make up manusia yang masih hidup" ucap Drew.
"Sungguh membagongkan" ucap Andre.
"Pusinglah mikirin kehidupan manusia mending cari mangsa aja" ucap Iliana.
"Mangsa kitakan manusia" ucap Mona.
"Makanya ayo bawa manusia keneraka biar mereka gak bikin pusing kita disini" ucap Dela.
"Ayo" ucap Mona. Iliana, Mona dan Dela menghilang, iblis yang lain saling pandang.
"Kita juga bye" ucap Drew menghilang diikuti yang lain, tersisa Hermione dan Dimas disana.
"Jalan-jalan yok" ucap Hermione.
"Kemana? Kamu baru juga sembuh" ucap Dimas.
"Kehatimu, bercanda kagak bisa jalan-jalan dihati. Hmm kemall kita nonton atau main ayo" ucap Hermione menarik tangan Dimas. Dimas hanya pasrah ditarik oleh Hermione.
................
Mereka sampai dimall terbesar dikota tersebut, mereka berdua lalu masuk sambil bergandengan tangan. Mereka terlihat sangat serasi jika sedang seperti itu.
"Mau kemana?" tanya Dimas.
"Ke time zone kuy" ucap Hermione.
"Ayo" balas Dimas menarik tangan Hermione. Mereka berdua main ditime zone bersama sampai lupa waktu.
"Sekarang mau kemana?" tanya Dimas.
"Ini sudah sore jadi kita kerestoran dulu karena kita belum makan siang" ucap Hermione.
__ADS_1
"Baiklah ayo" ucap Dimas, mereka berdua masuk kesalah satu restoran didalam mall.
"Mau pesan apa?" tanya Dimas.
"Apa aja" jawab Hermione.
"Yaudah samain aja deh" ucap Dimas. Dimas memesan makanan untuk dirinya dan Hermione.
"Capek ya main yang kayak gitu" ucap Hermione, Dimas mengacak-acak rambut Hermione sambil tersenyum.
"Kamu yang minta mainnya tadi, kenapa tadi gak bilang kalau capek? Kalau tau gitu udah berhenti dari tadi" ucap Dimas.
"Baru ngerasa sekarang capeknya" jawab Hermione.
"Bisa aja kamu tuh" ucap Dimas mencubit pipi Hermione. Tak lama kemudian makanannya datang, mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan Dimas membayarnya lalu pergi keluar restoran menuju arah bioskop.
"Eh iya kok dilemari aku ada uang banyak banget?" tanya Dimas.
"Karena kamu udah kasih tumbal keaku makanya aku kasih itu, kayak Sisil dan Sasa" jawab Hermione.
"Ohhh, makasih lho" balas Dimas.
"Gak perlu makasih kali kan memang kayak gitu dari dulu juga, kamu tidur sama cewek terus aku ambil nyawa cewek yang kamu tiduri setelah itu kamu dapat apa yang kamu mau" ucap Hermione.
"Aku maunya kamu bukan yang lain" ucap Dimas, Hermione melirik Dimas sekilas sambil tersenyum.
"Apaan sih Mas" ucap Hermione.
"Aku bener, aku cuman mau kamu bukan yang lain" ucap Dimas.
"Iya iya nih ambil akunya bungkus sana" ucap Hermione menyodorkan kedua tangannya kepada Dimas, Dimas menariknya lalu mencium bibir Hermione sekilas.
"Gak perlu dibungkus kamu udah milik aku sekarang" ucap Dimas merangkul pinggang Hermione, mereka melangkah kembali setelah tadi berhenti sebentar.
Dimas memilih film romantis untuk dia dan Hermione tonton, Dimas membeli tiket sedangkan Hermione membeli camilan dan minuman.
"Udah beli camilannya?" tanya Dimas.
"Udah nih" ucap Hermione menunjuk cemilannya.
"Ayo bentar lagi filmnya dimulai" ucap Dimas.
"Oke" jawab Hermione. Dimas memilih tempat duduk dibelakang paling pojok.
"Film apa yang kita tonton?" tanya Hermione.
"Romantis" jawab Dimas, Hermione melirik Dimas sekilas. Lampu dimatikan, layar yang ada didepan menyala.
Hermione fokus kefilm sambil menikmati camilannya. Dimas sesekali melirik Hermione lalu melihat kearah layar. Difilm itu ada adegan pemeran utama mencium pasangannya, Hermione heran kenapa mereka mau berciuman didepan kamera.
"Kenapa? Aku ingin menonton" tanya Hermione.
"Kita ikuti adegan dilayar" ucap Dimas.
"Hah! Yang benar saj mphh" Hermione belum selesai bicara sudah terhenti karena Dimas mencium bibirnya rakus. Mau tak mau Hermione mengikuti permainan Dimas.
Disetiap ada adegan ciuman atau semacamnya Hermione dan Dimas selalu melakukan hal yang sama juga. Hermione yang tadinya ingin menonton selalu diganggu oleh Dimas.
"Film tidak ada akhlak, aku disini ingin menonton bukan ingin mengikuti pemeran utama lakukan dengan pasangannya, eh bukan filmnya yang salah tapi Dimas yang salah" batin Hermione.
"Lain kali aku tidak akan mengajaknya menonton lagi tapi jika dia yang mengajak menonton aku tidak akan menyuruhnya memilih film biar aku saja yang pilih" batin Hermione.
"Kita kemana lagi?" tanya Dimas dengan ekspresi tanpa dosa, Hermione menatap Dimas datar. Mereka sudah keluar dari bioskop.
"Pulang" jawab Hermione lalu berjalan mendahului Dimas.
"Lah kenapa dia?" Dimas heran dengan tingkah Hermione dua lalu menyusul Hermione.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Dimas saat sudah sejajar dengan Hermione.
"Gak" jawab Hermione.
"Sayang" panggil Dimas.
"Hmm" jawab Hermione.
"Sayang kamu marah sama aku?" tanya Dimas.
"Gak" jawab Hermione.
"Sayang" panggil Dimas.
"Hmm" jawab Hermione.
"Sayang" panggil Dimas lagi.
"Hmm" karena kesal Dimas langsung menggendong Hermione dan membawanya.
"Turunin Dimas malu diliatin orang" ucap Hermione.
"Biarin aja diliatin juga" ucap Dimas.
"Dimas turunin" ucap Hermione.
"Gak mau Daraku sayang" ucap Dimas, Hermione membuang nafas kasar. Dimas melihat Hermione sekilas lalu fokus kejalan.
__ADS_1
Dimas memasukkan Hermione kemobil, setelah itu dia juga ikut masuk kedalam mobil. Dimas melajukan mobilnya, Hermione tak mengeluarkan suara sama seperti hanya diam dan diam.
"Dara kamu marah sama aku?" tanya Dimas.
"Nggak" jawab Hermione.
"Bohong, kenapa dari tadi kamu diam aja kalau gak marah" ucap Dimas.
"Ihh dibilangin enggak juga" ucap Hermione.
"Iya deh iya" balas Dimas.
"Eh kita mau kemana?" tanya Hermione melihat jalannya bukan kearah rumahnya.
"Kehotel" jawab Dimas.
"Mau apa kesana?" tanya Hermione.
"Ya tidurlah Dara masa mau main sepak bola" jawab Dimas.
"Aku tau kalau itu, udahlah males" ucap Hermione. Tak ada percakapan lagi diantara mereka.
Dimas memarkirkan mobilnya saat sudah sampai. Dimas dan Hermione keluar dari mobil, Dimas menarik tangan Hermione masuk kedalam hotel. Dimas sudah check in dari tadi siang dia tinggal mengambil kunci kamarnya setelah itu Dimas membawa Hermione kekamarnya yang ada dilantai atas dengan menaiki lift.
Dimas membuka pintu kamar saat sudah ada didepan kamarnya, Dimas menarik Hermione masuk karena sedari tadi dia diam saja.
"Dimas kenapa kita tidak pulang saja?" tanya Hermione duduk disofa. Dimas melepaskan kemejanya lalu berbaring disofa dengan paha Hermione sebagai bantalnya.
"Aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu" jawab Dimas.
"Lalu tadi apakah bukan menghabisakan waktu berdua" ucap Hermione.
"Tadi banyak orang, kalau sekarang benar-benar hanya kita berdua didalam ruangan ini" ucap Dimas.
"Tidak berdua ada yang lain kok" ucap Hermione.
"Siapa?" tanya Dimas.
"Itu dikamar mandi terus tuh dibalkon pakai baju putih melayang mereka lagi liatin kita" ucap Hermione berbohong, Dimas langsung duduk dan memeluk Hermione sambil menutup matanya.
"Jangan kayak gitu dong, usir sana bilang jangan gangguin" ucap Dimas.
"Merekanya gak mau, eh mereka malah mendekat Mas" ucap Hermione.
"Aaa Dara usir" ucap Dimas semakin memeluk Hermione erat karena takut.
"Aduh mereka mau bawa kamu katanya, mau jadikan kamu suami mereka" ucap Hermione.
"Aku gak mau Dara! Tolongin dong aku gak mau" ucap Dimas. Hermione tersenyum melihat Dimas ketakutan.
"Dara" panggil Dimas masih menutup matanya dan memeluk Hermione erat.
"Iya" jawab Hermione.
"Masih ada gak?" tanya Dimas.
"Ada apa sih, dari tadi juga gak ada apa-apa" jawab Hermione. Dimas membuka mata dan melepaskan pelukannya, dia menatap Hermione dengan ekspresi kesal.
"Kamu ngerjain aku?" ucap Dimas bertanya.
"Hmm mungkin" jawab Hermione tersenyum.
"Ihh ngeselin" Dimas menggelitik Hermione.
"Hahaha Dimas jangan gitu hahaha" Hermione menggeliat.
"Aku nggak denger" ucap Dimas terus menggelitik Hermione.
"Hahaha Dimas berhenti capek hahaha" ucap Hermione.
"Ok ok" Dimas berhenti karena melihat wajah Hermione yang sudah memerah. Dada Hermione naik turun karena mengatur nafasnya. Dimas menelan salivanya kasar, dia memindahkan Hermione keatas pangkuannya lalu memeluk pinggang Hermione.
"Mau apa lagi?" tanya Hermione menatap mata Dimas.
"Itu" jawab Dimas menunjuk dada Hermione menggunakan bibirnya tapi matanya menatap mata Hermione. Hermione refleks melihat kearah yang dimaksud Dimas.
"Ih matanya" ucap Hermione menutup mata Dimas. Dimas melepaskan tangan Hermione dari matanya.
"Yah yah yah" ucap Dimas memelas, Hermione menggeleng.
"Daraaaa" Dimas cemberut.
"Kau seperti anak kecil saja" ucap Hermione tersenyum.
"Biarin, boleh ya?" ucap Dimas.
"Hmmm" mata Hermione melihat keatas seperti berfikir, Dimas menunggu jawaban dari Hermione tapi Hermione lama sekali menjawabnya.
"Astaga lama sekali" Dimas meremas dua gunung Hermione.
"Dimmmmassshhh"
"Apa? Lama sekali kamu menjawabnya, ingat kalimat ini lebih cepat lebih baik" ucap Dimas. Hermione menatap Dimas kesal.
Dimas menciumi seluruh wajah Hermione yang paling terakhir dan paling lama adalah bibir, setelah itu dia pindah kelehar. Semakin lama pakaian Hermione satu per satu terlepas dari tubuhnya, perbuatan siapa lagi kalau bukan Dimas pelakunya.
__ADS_1
Bersambung...