
"Drew" ucap Hermione. Ya orang itu adalah Drew, dia hanya tersenyum melihat wajah Hermione.
"Ngapain kesini?" tanya Hermione.
"Mau bawa salah satu perawat ke bar, ya mau ketemu kamulah sayang" ucap Drew. Hermione melihat kearah Reno.
"No sebentar ya aku tinggal dulu" ucap Hermione.
"Iya kak" jawab Reno tersenyum kecil.
"Ayo ikut aku" Hermione menarik Drew keluar ruangan.
"Dia siapa namanya kok kayak pernah denger" ucap Reno pelan saat Hermione dan Drew sudah keluar.
"Sakit ya liat orang yang kita suka dipeluk dan dicium orang lain" ucap Reno tersenyum kecut.
Diluar ruangan
"Hahahaha lucu banget ekspresi kamu kayak bingung gitu" ucao Drew.
"Yaiyalah bingung tiba-tiba datang terus manggil sayang" ucap Hermione.
"Bercanda, itu calon kamu ya hahaha" Drew menggoda Hermione.
"Udahlah jangan aneh-aneh deh" ucap Hermione.
"Hahaha yaudah aku mau pergi dulu nyari mangsa, luka kamu mau aku obatin gak?" tawar Drew.
"Gak aku bisa sendiri" ucap Hermione.
"Ok deh" ucap Drew lalu mengecup bibir Hermione sekilas.
"Bye" Drew langsung menghilang.
"Kalau iblis gak ada akhlak begitu tuh" ucap Hermione lalu masuk kedalam ruangan kembali.
Hermione berjalan kearah Reno, dia duduk ditempat tadi. Reno memalingkan wajahnya karena masih sakit hati.
"Kamu kenapa No?" tanya Hermione.
"Gak" jawab Reno.
"Tadi siapa?" tanya Reno tanpa melihat wajah Hermione.
"Hmm siapa ya" Hermione sengaja memancing Reno.
"Siapa kak?" Reno langsung melihat kearah Hermione.
"Kamu maunya dia siapa aku?" tanya Hermione.
"Aku maunya dia musuh kakak" jawab Reno.
"Dia memang musuh kakak tapi dulu sekarang dia hmm" Hermione menggantung ucapannya.
"Dia" Reno menunggu kelanjutannya.
"Teman, sahabat mungkin atau keluarga" ucap Hermione.
"Masa temen manggil sayang" ucap Reno memalingkan wajahnya.
"Emang gak boleh?" tanya Hermione memegang dagu Reno supaya menghadapnya.
"Gak" jawab Reno.
"Kenapa?" tanya Hermione.
"Karena aku gak suka ada orang yang menggil kakak sayang" jawab Reno.
"Oh jadi ceritanya kamu cemburu" ucap Hermione.
"Iya aku cemburu" ucap Reno cemberut.
"Ada ada aja ni anak" Hermione tersenyum melihat Reno yang cemberut.
Reno mendekatkan wajahnya perlahan mulutnya terbuka sedikit matanya menatap bibir Hermione.
"Mau ngapain?" tanya Hermione. Reno berhenti lalu menatap mata Hermione telunjuknya menunjuk bibir milik Hermione.
"Boleh ya?" ucap Reno meminta persetujuan.
__ADS_1
"Boleh gak ya" ucap Hermione. Reno memegang dagu Hermione dan langsung mencium bibir Hermione.
Tangan Reno malah m3remas benda kenyal milik Hermione membuat Hermione mengeluarkan desahannya.
"Ah" Hermione melepaskan ciumannya.
"Kak aku pengen" ucap Reno.
"Gak kamu masih sakit" ucap Hermione.
"Gak kok kak aku udah sehat" ucap Reno.
"Kamu masih sakit nanti aja" ucap Hermione.
"Kak ayolah" ucap Reno.
"Gak bisa No kamu baru aja kecelakaan" ucap Hermione.
"Yah kakak" ucap Reno cemberut.
"Nanti kalau kamu udah sembuh boleh" bisik Hermione.
"Yang bener?" tanya Reno.
"Iya" ucap Hermione.
"Awas ya bohong pokoknya aku akan tagih janji kakak" ucap Reno.
"Iya" ucap Hermione.
.......
Malam harinya Reno sudah terlelap tidur, Hermione pergi kekota yang ada Bram karena ingin menjalankan rencananya.
"Dia pria yang banyak dosa pasti sangat enak" ucap Hermione.
Hermione masuk kedalam rumah mewah yang dibelinya untuk menjalankan misi. Anak buah yang selalu memantau rumah Hermione langsung menelpon Bram memberikan kabar bahwa Hermione sudah pulang kerumahnya.
"Aku harus menggunakan lingerie supaya bisa cepat bermain dengannya" ucap Hermione lalu berganti pakaian.
Ting tong...
Hermione membuka pintu rumahnya dengan menggunakan lingerie, orang yang bertamu sangat terkejut, senang, tergoda, bercambur aduk menjadi satu saat melihat Hermione menggunakan pakaian itu, siapa lagi orangnya kalau bukan Bram.
Lingerie yang digunakan Hermione sangat tipis dan menggunakan rok jadi akan memudahkan aksi bejadnya Bram.
Bram mendorong tubuh Hermione kedalam rumah, dia mengunci pintu rumah lalu mengangkat tubuh Hermione keatas meja yang ada didekat sana.
"Apa disini tidak ada orang?" tanya Bram.
"Tidak hanya aku sendiri tuan" jawab Hermione.
"Jangan panggil tuan panggil aku daddy" ucap Bram.
"Daddy" ucap Hermione.
"Pintar, apa kamu mau bermain dengan daddy?" tanya Bram.
"Bermain?" ucap Hermione dengan nada bertanya.
"Iya seperti waktu kita dihotel" ucap Bram. Hermione hanya diam saja, Bram langsung m3remas benda kenyal milik Hermione.
"Ahh daddy" desah Hermione.
"Aku anggap itu jawaban iya" ucap Bram.
Bram menurunkan lingerie Hermione perlahan sampai keperut, karena dia tak menggunakan br4 jadi terlihat jelas dua benda kenyal milik Hermione yang sangat menggoda. Hermione mengambil tangan Bram lalu menyimpannya dibenda tersebut.
"Lakukanlah daddy" ucap Hermione, Bram langsung m3r3masnya kuat. Hermione mengeluarkan suara, tangannya membuka kancing baju Bram.
Bram mencium leher Hermione dan meninggalkan bekas merah. Bram menarik lingerienya dan juga menarik cd Hermione membuat Hermione t3lanjang bulat.
Bram hanya telanjang dada saja, Hermione melingkarkan kakinya dipinggang Bram dan mulai menggoyangkan pinggulnya.
"Uh kamu sangat nakal kucing imut" ucap Bram. Dia lalu mencium leher Hermione, tangannya m3remas benda kenyal Hermione.
Hermione menghentikannya, dia melepaskan celana milik Bram tak lupa juga cdnya, dia memegang pedang milik Bram dan sedikit m3remasnya.
"Ah masukkan cepat" ucap Bram.
__ADS_1
"Kita pindah kesofa" ucap Hermione turun dari meja.
"Baiklah" Bram langsung menggendong Hermione. Dia mendudukkan Hermione dipangkuannya, posisinya saling berhadapan.
"Ah adikmu sangat besar" Hermione memegang pedang Bram sambil menggesek-gesekkannya kemilik dirinya.
"Adikku sudah minta dimasukkan kesurgamu itu" ucap Bram.
"Nanti aku ingin bermain dulu" ucap Hermione.
"Ah kamu nakal sekali" ucap Bram jarinya masuk kedalam milik Hermione.
"Ah daddy" Hermione senang dengan perlakuan Bram.
Bram belum mempunyai anak dan dia suka bermain dengan wanita tanpa sepengetahuan istrinya, umurnya masih 30 tahunan, tubuhnya sangat bagus dan wajahnya sangat tampan makanya dia mudah mendapatkan wanita.
***
Jam 4 Hermione terbangun dari tidurnya dan melihat Bram ada diatas tubuhnya.
"Ah bukan hanya membuatku puas dia bahkan bisa membuat tenagaku menjadi pulih, ini pasti karena dosanya terlalu banyak makanya sangat nikmat" batin Hermione lalu membalikkan posisinya. Dia mulai bermain lagi karena mumpung pedang Bram masih didalam miliknya.
Bram terbangun dari tidurnya merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Hermione.
"Dia sepertinya terangsang, tak apa aku menyukainya" batin Bram.
"Ah~ kamu agresif ughh sekali" ucap Bram.
"Dad~dy yang uh membuatku agresif ah" ucap Hermione.
"Aku me~nyukainya ah sayang" ucap Bram.
......
Jam menunjukkan pukul 7 Reno terbangun dari tidurnya melihat sekeliling tak ditemukan keberadaan Hermione.
"Kak Dara kemana ya?" tanya Reno pada dirinya sendiri.
"Mungkin kakak pulang" ucap Reno.
......
"Daddy aku harus pergi keluar kota" ucap Hermione.
"Bukannya kamu baru pulang dari luar negeri sayang" ucap Bram.
"Iya, tapi ini penting daddy" ucap Hermione.
"Ohh baiklah tapi jika kamu pulang jangan lupa kasih aku hadiah" ucap Bram.
"Hadiah apa?" tanya Hermione.
"Tubuhmu" ucap Bram.
"Ah daddy nakal" ucap Hermione, Bram tersenyum melihat Hermione.
"Kamu ingin menggodaku ya?" ucap Bram.
"Tidak sudahlah aku mau pergi" Hermione langsung pergi dari rumahnya sendiri.
"Tubuhnya sangat nikmat, apalagi dia sangat agresif membuatku kewalahan" ucap Bram pelan.
.......
Hermione masuk kedalam ruangan Reno dengan wujud Dara.
"Eh Reno udah bangun" ucap Hermione.
"Iya, kakak dari mana aja?" tanya Reno.
"Ambil charger dimobil, hp kakak lowbat semalaman dipakai terus" jawab Hermione menunjukkan chargernya.
"Kakak gak tidur semalam?" tanya Reno, Hermione hanya tersenyum manis.
"Jangan kayak gitu lagi nanti kakak sakit aku jadi sedih" ucap Reno.
"Iya bawel" ucap Hermione.
Bersambung....
__ADS_1