RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kerajaan Yuan Liong


__ADS_3

Setelah memastikan bahwa kondisi Ratu Junyi Zu baik baik saja Xiao Ziya langsung pergi dari ruang kesehatan agar tak perlu lagi melihat wajah Mue Sanron yang sangat memuakkan itu. Xiao Ziya pergi menuju kamar tamu tempat Ibu Suri Yanhua Zu dan Tuan Yonzan Zu berada untuk bertanya beberapa hal dengan mereka, Xiao Ziya mengetuk pintu kamar tersebut dengan santai karna ia datang bukan untuk mencari masalah ataupun menghukum mereka berdua. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Ibu Suri Yanhua Zu membuka pintu kamar dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung.


"Siapa yang sedang kau cari?." tanya Ibu Suri Yanhua Zu dengan nada ketus.


"Saya ingin membicarakan beberapa hal dengan Anda, ini bukan sebuah permintaan melainkan perintah. Anda harus tau bahwa saya sangat tak suka di bantah." jawab Xiao Ziya dengan tegas, seketika raut wajah Ibu Suri Yanhua Zu berubah menjadi pucat. Wanita itu takut jika Xiao Ziya akan melakukan sesuatu padanya saat mereka sedang berbincang bincang, bagaimanapun untuk saat ini hubungan mereka berdua seperti musuh.


"Anda tak perlu khawatir karna saya hanya akan menanyakan beberapa hal, saya akan membayar dengan sesuatu yang Anda sukai." jawab Xiao Ziya yang dapat melihat dengan jelas raut wajah khawatir dari Ibu Suri Yanhua Zu.


Dengan sangat terpaksa Ibu Suri Yanhua Zu mengikuti kemana Xiao Ziya pergi, saat ini suaminya sedang berada di luar istana karna ada beberapa hal yang serang suaminya urus. Xiao Ziya berhenti di taman belakang istana utama kemudian duduk di sebuah tempat kecil yang disediakan untuk anggota keluarga Kerajaan Bintang Timur bersantai. Ibu Suri Yanhua Zu duduk di hadapan Xiao Ziya, kening wanita itu mengucurkan keringat dingin karna masih sangat takut dengan beberapa hal yang telah dilakukan oleh gadis itu.


Xiao Ziya mengambil sebuah kotak perhiasan kecil dari dalam cincin semestanya, ketika ia membuka kotak itu terlihat sebuah permata hitam yang sangat menarik perhatian Ibu Suri Yanhua Zu. Selama ini wanita itu telah mengoleksi banyak permata dengan berbagai warna akan tetapi ia belum memiliki permata dengan warna hitam yang sangat cantik seperti itu. Ibu Suri Yanhua Zu juga berfikir apa tujuan Xiao Ziya menunjukkan hal tersebut padanya? mungkinkah gadis itu hanya ingin pamer barang barang yang ia miliki.


"Permata ini akan menjadi milik Anda jika Anda menjawab dengan jujur pertanyaan dari saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius dan sorot matanya yang tajam.


"Benarkan kau akan memberi permata semahal ini untukku?." tanya Ibu Suri Yanhua Zu dengan ragu ragu, jika dijual permata itu akan memiliki nilai sebesar lima ratus ribu koin emas.


Xiao Ziya menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia akan memberikan permata itu pada Ibu Suri jika ia puas dengan jawaban yang diberikan oleh ibu suri. Dengan penuh semangat Ibu Suri Yanhua Zu mengatakan bahwa ia akan menjawab dengan jujur semua pertanyaan dari Xiao Ziya se sulit apapun pertanyaan itu.


"Dimana Klan Mue berada?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata penuh dengan kebencian, sepertinya gadis itu ingin melakukan sesuatu pada Klan Mue sebagai balas dendamnya atas perbuatan Mue Sanron pada Ratu Junyi Zu.


"Klan Mue berada di wilayah Kerajaan Yuan Liong yang, wilayah itu tak terlalu jauh dari wilayah Kerajaan Bintang Timur." jawab Ibu Suri Yanhua Zu dengan jujur, pertanyaan itu sangat mudah untuk ia jawab.


"Menurut Anda, apakah Selir Mue Zu lebih baik dari Ratu Junyi Zu?." tanya Xiao Ziya dengan bersungguh sungguh, dari segi manapun ibunya jauh lebih baik dari Selir Mue Zu. Lantas mengapa Ibu Suri Yanhua Zu lebih menyukai Selir Mue Zu daripada Ratu Junyi Zu?.


"Keduanya sama sama cantik, Ratu Junyi Zu lebih unggul dalam kepintaran dan sifatnya yang baik hingga menarik perhatian penduduk Kerajaan Bintang Timur. Satu hal yang sangat disayangkan dari Ratu saat ini, ia tak mendapat dukungan dari Klan Yuang Yie karna Yie Gu telah memutus hubungan diantara mereka berdua. Saya mendukung Selir Mue Zu bukan karna saya lebih menyukainya daripada Ratu Junyi Zu semua itu dikarenakan Selir Mue Zu masih mendapat dukungan dari Klan Mue." jawab Ibu Suri Yanhua Zu dengan sangat jujur, tak ada alasan baginya untuk lebih menyukai wanita jahat seperti Selir Mue Zu daripada Ratu Junyi Zu yang dikenal sangat baik dan anggun.


"Mulai saat ini Ratu Junyi Zu mendapatkan dukungan penuh dari Kerajaan Bulan, Anda perlu mengingat hal itu baik baik." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin yang ia tujukan pada Ibu Suri Yanhua Zu.


"Baik saya akan mengingatnya." jawab Ibu Suri Yanhua Zu dengan nada sopan.


"Ambil hadiah mu, saya akan pergi dan jangan katakan apapun pada orang lain mengenai pembicaraan kita hari ini." ucap Xiao Ziya, gadis itu menyerahkan berlian hitam miliknya untuk Ibu Suri Yanhua Zu kemudian pergi dari halaman belakang meninggalkan wanita tua itu sendirian.

__ADS_1


Ibu Suri Yanhua Zu menunjukkan ekspresi bahagia yang sangat berlebihan, setelah sekian lama akhirnya ka memiliki permata dengan warna unik seperti pemberian dari Xiao Ziya. Sempat terlintas di pikiran Ibu Suri Yanhua Zu bila ia mendukung Ratu Junyi Zu kemungkinan besar Xiao Ziya akan memberikan hadiah permata dengan warna yang berbeda.


"Gadis itu tau cara memilih berlian dengan baik." ucap Ibu Suri Yanhua Zu kemudian ikut pergi meninggalkan halaman belakang istana utama agar tak menimbulkan kecurigaan pihak lain.


Xiao Ziya pergi ke Istana Putri untuk berpamitan dengan Putri Beiling Zu bahwa ia akan pergi dan kembali besok pagi ataupun tengah malam nanti. Putri Beiling Zu ingin ikut dengan Xiao Ziya, sangat disayangkan adik tirinya itu melarangnya untuk ikut, sang putri hanya bisa pasrah dan berpesan agar Xiao Ziya kembali dengan selamat. Xiao Ziya pergi meninggalkan Istana Kerajaan Bintang Timur meskipun hujan merah darah masih berlangsung, hujan itu tak mampu menyentuh ataupun menyakiti tubuh Xiao Ziya. Suasana di sekitar rumah rumah penduduk Kerajaan Bintang Timur sangatlah sepi, sepertinya semua orang mendengar perintah Xiao Ziya dengan baik. Setelah berjalan beberapa saat Xiao Ziya sampai juga di perbatasan Kerajaan Bintang Timur dengan wilayah Kerajaan Yuan Liong, para prajurit yang bertugas menjaga perbatasan terkejut saat menyadari keberadaan Xiao Ziya di sana.


"Apa yang sedang Nona Ziya lakukan? sangat berbahaya jika Anda berkeliaran saat hujan merah sedang berlangsung." ucap salah seorang prajurit penjaga perbatasan yang khawatir dengan keselamatan Xiao Ziya nantinya.


"Saya baik baik saja, kalian tak perlu mengkhawatirkan keselamatan saya. Saya akan keluar sebentar karna ada urusan di kerajaan tetangga." balas Xiao Ziya dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya.


Para prajurit perbatasan mempersilahkan Xiao Ziya untuk pergi ke tempat yang ingin ia tuju, gadis itu melesat dengan sangat cepat menuju Kerajaan Yuan Liong. Saat memasuki area hutan Ziya merasakan bahwa ada banyak pasang mata yang sedang mengawasinya, gadis itu tersenyum tipis saat menyadari para pemanah sedang bersiap untuk menembakkan parah mereka padanya. Wilayah perbatasan Kerajaan Bintang Timur dengan Kerajaan Yuan Liong dijaga oleh para pemanah yang berasal dari Kerajaan Yuan Liong untuk mencegah ada musuh ataupun orang asing yang masuk ke wilayah mereka secara diam diam.


"Saya harap kalian tak mengganggu perjalanan saya." ucap Xiao Ziya dengan tegas. Beberapa pemanah yang sedang bersembunyi di atas pohon saling berpandangan satu sama lain, mungkinkah gadis muda itu menyadari keberadaan mereka?.


"Saya tau kalian semua ada di atas sana, saya datang ke wilayah Kerajaan Yuan Liong karna ada hal penting yang harus saya urus." ucap Xiao Ziya lagi pada para pemanah yang masih meragukan bahwa ia menyadari keberadaan mereka, dua orang pemanah turun dari atas pohon dan menghampiri Xiao Ziya untuk menanyakan dari mana gadis itu berasal.


"Apa yang ingin Anda lakukan di wilayah Kerajaan Yuan Liong ini? bisakah Anda menunjukkan token identitas agar kami lebih percaya bahwa Anda tak berasal dari kerajaan musuh." ucap salah seorang pemuda yang bekerja sebagai pemanah khusus Kerajaan Yuan Liong.


"Bisakah Anda menunggu di sini sebantar karna saya akan menanyakan tentang asal usul token ini pada beberapa jenderal yang bertugas di wilayah perbatasan." ucap salah seorang pemanah dengan senyuman canggung.


"Baiklah saya akan menunggu di sini sampai Anda kembali." jawab Xiao Ziya, gadis itu berjalan menuju salah satu pohon rindang kemudian duduk di bawah pohon.


Xiao Ziya menatap ke wilayah perbatasan antara Kerajaan Bintang Timur dengan Wilayah Kerajaan Yuan Liong, anehnya di Kerajaan Yuan Liong tak terjadi hujan merah darah seperti wilayah lainnya. Kemungkinan besar Raja dari Kerajaan Yuan Liong memiliki pasukan penyihir khusus yang akan memperkuat perisai pelindung di wilayah mereka, Xiao Ziya cukup kagum dengan kemampuan Raja di wilayah ini. Karna harus menunggu cukup lama, Xiao Ziya mengambil beberapa buah persik lalu memakannya dengan lahap, gadis itu terlihat sangat lapar karna belum kenyang saat makan siang tadi. Beberapa pemanah yang masih bersembunyi di atas pohon menatap ke arah Xiao Ziya dengan air liur yang hampir menetes, buah persik adalah jenis buah yang hanya bisa dimakan oleh anggota keluarga kerajaan karna buah tersebut sangat langka dan memiliki harga yang sangat mahal.


"Kalian ingin buah ini juga?." tanya Xiao Ziya sembari melihat ke beberapa pohon yang ada di sekitarnya.


"Buah itu sangat mahal, kami tak berani memintanya dari Anda." jawab salah seorang pemanah dengan jujur pada Xiao Ziya.


"Turunlah jika ada yang menginginkan buah ini, saya akan memberikannya secara cuma cuma." jawab Xiao Ziya dengan santai, gadis itu memiliki banyak tanaman buah persik yang tumbuh subur di dalam cincin semesta miliknya.


Beberapa pemanah turun dari atas pohon dan memilih untuk percaya pada gadis asing yang baru saja mereka temui itu, Xiao Ziya memberikan dua buah persik pada masing masing pemanah yang ingin turun untuk menemuinya. Setelah melihat rekan mereka baik baik saja saat memakan buah persik itu akhirnya semua pemanah turun dan mendapat buah persik yang mereka inginkan.

__ADS_1


"Bagaimana cara Anda mendapatkan buah persik sebanyak ini, mungkin ini buah persik dengan kualitas terbaik yang pernah kami temui." tanya salah seorang pria dengan luka cakaran di wajahnya. Dulunya ia bekerja sebagai pengawal pribadi Raja serta Ratu dari Kerajaan Yuan Liong, dikarenakan wajahnya yang cacat akibat terbakar serigala, sang ratu menurunkan jabatannya karna merasa muak dengan wajah pria itu.


"Saya memiliki banyak pohon buah persik, karna itu saya tak perlu membeli buah apapun yang ingin saya makan." jawab Xiao Ziya dengan nada santai.


"Ternyata Anda seorang Nona Muda yang kaya raya." ucap pria itu sembari menghela nafas panjang.


"Apa yang terjadi pada wajah paman?." tanya Xiao Ziya, sebenarnya gadis itu biasa tau dengan melihat lukanya saja namun Ziya ingin mendengar langsung penjelasan dari pria tersebut.


"Maaf saya tak bisa menceritakan apapun pada Anda, saya tak ingin mengingat masa masa kelam yang pernah saya lalui." ucap pria itu dengan tegas. Xiao Ziya menganggukkan kepala dan tak memaksa pria itu untuk menceritakannya.


"Ambillah obat ini paman, minumlah ketika saya sudah pergi nanti." ucap Xiao Ziya yang memberikan sebuah pil berwarna biru muda dengan tiga garis perak mengelilinginya. Pria itu menerima pil dari Xiao Ziya dengan ragu ragu, ia berharap gadis itu tak sedang menipunya.


Dari kejauhan terlihat pemuda yang bekerja sebagai pemanah khusus bersama dengan beberapa jenderal, mereka tampak sedang berlari ke arah Xiao Ziya. Xiao Ziya dan para pemanah lain hanya melihat dengan tatapan heran, apa yang sedang terjadi hingga mereka tergesa-gesa seperti itu.


"Salam hormat kami pada Junjungan Muda dari Alam Neraka." ucap kelima Jenderal bersama pemuda yang ada di belakang mereka.


"Saya terima salam dari kalian." jawab Xiao Ziya dengan senyuman manis.


"Maaf karna kami tak mengetahui ada orang sepenting Anda yang ingin berkunjung ke wilayah Kerajaan Yuan Liong." ucap salah seorang jenderal dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya.


"Saya datang karna memiliki beberapa urusan di sini. Saya harap apapun yang saya lakukan nanti, selama itu tak merugikan ataupun melukai anggota keluarga kerajaan kalian tak perlu ikut campur." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam, ia ingin menyelesaikan urusannya dengan Klan Mue dengan cepat.


"Baiklah kami tak akan ikut campur dengan urusan Anda selama Anda tak melukai anggota keluarga kerajaan, selamat datang di wilayah Kerajaan Yuan Liong. Kami menyambut kedatangan penguasa Alam Neraka di kerajaan kami ini." ucap kelima Jenderal itu kemudian mereka mengantar Xiao Ziya menuju gerbang masuk wilayah Kerajaan Yuan Liong yang dijaga dengan ketat oleh beberapa pasukan khusus.


Setelahnya mereka mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam tanpa ada niatan untuk menghalangi gadis itu, sedangkan beberapa Jenderal bergegas pergi menuju Istana Kerajaan Yuan Liong untuk melapor pada Raja mereka. Xiao Ziya berjalan dengan santai melewati beberapa desa, gadis itu bisa melihat bahwa penduduk Kerajaan Yuan Liong semuanya adalah kultivator meski ada di tingkatan rendah.


"Permisi bibi, bisakah Anda menunjukkan jalan menuju Klan Mue?." tanya Xiao Ziya pada seorang wanita paruh baya yang sedang menyapu halaman.


"Nona harus melewati dua desa lagi untuk sampai di Klan Mue, ada papan nama yang sangat besar ketika Anda sudah sampai di wilayah klan tersebut." jawab wanita paruh baya itu dengan sangat ramah, ia bisa merasakan bahwa gadis yang sedang bertanya padanya memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari beberapa kultivator tingkat atas di Kerajaan Yuan Liong.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2