RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pingsan


__ADS_3

Setelah selesai menyerap energi qi, kondisi Xiao Ziya sudah lebih baik lagi. Lee Brian merasa lega karna gadis yang ada di hadapannya baik baik saja.


"Paman Brian, saya pamit karna ada banyak hal yang harus aku lakukan." ucap Xiao Ziya yang ingin berpamitan.


"Baiklah berhati hatilah, jika kau dalam bahaya dan tak bisa mengatasinya kau bisa memanggilku dan aku akan datang untuk membantumu." ucap Lee Brian yang sebenarnya masih ingin Xiao Ziya lebih lama lagi di sana, namun ia memang tak bisa menahan gadis itu karna akan ada banyak hal yang harus Xiao Ziya lakukan dan capai kedepannya.


Setelah berpamitan Xiao Ziya berjalan kearah pertama kali ia datang kesana, di perjalanan Xiao Ziya melihat banyak binatang penjaga hutan penyihir hitam yang menundukkan kepala, karna tak ingin ambil pusing atas apa yang terjadi akhirnya Xiao Ziya memilih berjalan sembari menghiraukan hal hal yang sangat aneh.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya Xiao Ziya kembali bertemu dengan banteng hitam besar yang sempat bertarung dengannya, banteng hitam besar itu tampak senang karna bisa berjumpa lagi dengan Xiao Ziya.


"Nona muda biarlah saya ikut dengan nona kemanapun nona pergi." ucap sang banteng hitam raksasa yang ingin mengabdikan sisa hidupnya pada manusia yang sangat ia kagumi yaitu Xiao Ziya.


Xiao Ziya menatap banteng hitam besar itu sejenak, apakah tak masalah binatang yang sangat kuat seperti banteng itu ikut dengannya? Xiao Ziya juga tak tega bila harus menolak permintaan sang banteng yang ingin melindunginya itu. Akhirnya Xiao Ziya memasukkan banteng itu kedalam cincin semestanya. Jika orang lain bilang hutan penyihir hitam adalah kawasan yang sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa siapapun yang datang kesana namun bagi Xiao Ziya hutan penyihir hitam adalah hutan yang menyimpan banyak rahasia, ia juga mendapatkan banyak harta yang tak bisa dibayangkan oleh siapapun. Selain itu Xiao Ziya juga bisa bertemu dengan seorang pria yang kenal dengan sang ibu itulah hal yang paling berharga bagi Xiao Ziya.


Xiao Ziya telah sampai di perbatasan antara wilayah peri dengan hutan penyihir hitam, saat pertama kali keluar yang dilihat oleh Xiao Ziya adalah Raja Artur, Raja Richal, Ratu Rexuca, dan Xiliu yang menatap Xiao Ziya dengan perasaan haru.


"Akhirnya kau kembali juga." ucap Raja Artur yang langsung memeluk Xiao Ziya karna ialah yang paling khawatir diantara yang lain.


"Nona baik baik saja? apakah nona tak diserang oleh binatang yang ada di dalam sana?." ucap Raja Richal yang keheranan karna Xiao Ziya kembali dengan kondisi yang utuh tanpa ada luka di tubuhnya.


Andai saja mereka melihat Xiao Ziya sebelum memulihkan diri mungkin akan langsung pingsan karna banyak sekali luka cakaran di tubuh gadis itu, untunglah Xiao Ziya mempunyai kemampuan memulihkan diri yang sangat cepat sehingga bekas lukanya hilang begitu saja seperti tak pernah mendapatkan luka apapun.


"Maaf karna telah membuat kalian semua merasa cemas." ucap Xiao Ziya yang merasa bersalah karna sudah membuat orang lain cemas.


Setelah itu Raja Richal dan Ratu Rexuca kembali ke istana Kerajaan Peri karna banyak pekerjaan mereka yang tertunda begitupun dengan Xiliu yang kembali ke rumahnya, sedangkan Raja Artur mengantar Xiao Ziya kembali ke dunia bawah agar gadis itu tak perlu merasa lelah karna menggunakan mantra teleportasi.


"Bagaimana kau bisa masuk kedalam sana, bukankah aura milikmu hampir sama dengan milikku?." tanya Raja Artur yang penasaran bagaimana bisa Xiao Ziya masuk kedalam hutan penyihir hitam tanpa ada hambatan sedikitpun.


"Entahlah seperti hutan itu menerima kehadiran saya di sana." ucap Xiao Ziya yang tak bisa menceritakan semua yang terjadi disana karna memang itu adalah hal yang harus Xiao Ziya rahasiakan.


"Apa saja yang kau temukan di sana?." tanya Raja Artur lagi.


"Banyak hal yang saya temukan di sana." jawab Xiao Ziya dengan singkat karna memang tak ingin membeberkan tentang keberadaan Lee Brian.


Raja Artur menatap Xiao Ziya dengan curiga, ia tau bahwa gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Raja Artur juga tak bisa memaksa Xiao Ziya untuk menceritakan apa yang telah terjadi padanya, melihat gadis itu baik baik saja sudah membuat Raja Artur merasa sangat lega.

__ADS_1


"Trimakasih sudah mengantar saja." ucap Xiao Ziya karna mereka berdua telah sampai di dunia bawah.


"Tidak masalah karna aku memang bertanggung jawab atas dirimu. Untunglah kau baik baik saja jika sesuatu terjadi padamu maka aku akan merasa sangat sedih." ucap Raja Artur yang mulai tak bisa mengontrol emosinya, untung saja kakek tua itu tak menangis dihadapan Xiao Ziya.


"Baiklah saya akan pergi ke akademi, kakek tua tak perlu merasa khawatir padaku karna aku baik baik saja." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuat kakek tua yang sayang padanya itu.


Setelah mengantar Xiao Ziya ke wilayah perbatasan Kekaisaran Qiyu, Raja Artur segera kembali ke Kerajaan Neraka karna ada banyak hal yang harus ia lakukan. Xiao Ziya menatap kepergian Raja Artur sengan sebuah senyuman tipis, gadis itu masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu.


Prajurit penjaga berbatasan membungkuk hormat ketika Xiao Ziya melewati gerbang masuk Wilayah Kekaisaran Qiyu.


Xiao Ziya merasa sedikit pusing sehingga ia segera melesat pergi ke Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Huh kepalaku terasa sangat sakit." ucap Xiao Ziya yang berusaha menahan rasa sakitnya.


Saat Xiao Ziya ingin membuka pintu gerbang paviliunnya tiba tiba saja gadis itu jatuh pingsan. Ling Zungze yang saat itu baru saja kembali dari kelas dan ingin beristirahat di paviliunnya sangat terkejut ketika melihat Xiao Ziya pingsan di depan gerbang masuk paviliun gadia itu. Dengan segera Ling Zungze berlari menghampiri gadis itu.


"Apa yang terjadi padamu, mengapa kau bisa sampai pingsan seperti ini." ucap Ling Zungze yang sangat panik, ia membawa ke ruang kesehatan Akademi Kekaisaran Qiyu.


Saat perjalanan menuju ruang kesehatan Ling Zungze bertemu dengan sahabat sahabat Xiao Ziya yang ingin pergi ke kantin. Mihat Xiao Ziya yang dibopong oleh seorang pria yang tak mereka kenal membuat sahabat sahabat Xiao Ziya langsung menghampiri pria itu.


"Saya menemukan Master Ziya pingsan di depan gerbang masuk paviliunnya, cepatlah minggir saya ingin membawanya ke ruang kesehatan." ucap Ling Zungze yang langsung pergi tanpa menghiraukan triakan triakan dari sahabat Xiao Ziya.


Setelah sampai di ruang kesehatan Ling Zungze meletakkan Xiao Ziya di atas tempat tidur, seorang tabib khusus Akademi Kekaisaran Qiyu datang dan memeriksa kondisi Xiao Ziya.


"Apa yang terjadi padanya mengapa ia sampai seperti ini?." tanya tabib itu yang sedikit terkejut dengan kondisi Xiao Ziya yang lumayan parah.


"Saya juga tak tau, saya menemukkannya di depan gerbang paviliunnya dengan kondisi yang sudah seperti ini." ucap Ling Zungze yang juga tak tau apa yang telah dilalui oleh gadis itu sehingga kondisinya memburuk.


Ling Zungze keluar dari ruang kesehatan agar sang tabib dapat mengobati Xiao Ziya. Ternyata di luar ruang kesehatan sudah banyak sahabat, saudara, dan teman teman Xiao Ziya yang berkumpul.


"Benar kau tak tau apa yang terjadi pada adikku?." tanya Xiao Xun yang sangat panik ketika mendengar kabar adiknya pingsan di depan gerbang paviliunnya sendiri.


"Saya menemukannya dengan kondisi yang seperti itu, Master Ziya sepertinya baru saja kembali dari suatu tempat." ucap Ling Zungze yang memang sudah tak melihat Xiao Ziya selama dua hari, dan tiba tiba ia melihat gadis itu sudah tergeletak di depan paviliun milik Xiao Ziya sendiri.


"Biasanya adik Ziya tak akan sampai seperti ini." ucap Xiao Xinzo yang ingin tau siapa yang telah membuat adik sepupunya sampai seperti ini.

__ADS_1


Kondisi di Akademi Kekaisaran Qiyu sangatlah kacau, semua petinggi akademi sangat khawatir dengan kondisi Xiao Ziya yang tak kunjung membaik itu, sang tabin akademi yang memeriksa kondisi Xiao Ziya mengatakan ia tak sanggup mengobati gadis itu, dan hanya Xiao Ziya sendirilah yang sanggup untuk mengatasinya.


"Bagaimana kita mengatasi hal ini." ucap Ling An yang tak bisa berfikir jernih, Xiao Ziya adalah orang yang sangat berpengaruh di dunia bawah. Jika sampai kabar memburuknya kondisi Xiao Ziya tersebar di seluruh dunia bawah itu akan membuat musuh musuh Xiao Ziya melakukan pergerakan yang mungkin akan mengancam Kekaisaran Qiyu.


"Kita harus segera menyampaikan kabar ini pada Kaisar Yan." ucap Panatua Yin Feling yang merasa Kaisar Yan juga berhak tau tentang kondisi adiknya.


Saat ini Xiao Ziya sedang berada di alam bawah sadarnya, ia tenggelam di dalam lautan spiritual miliknya sendiri. Lautan spiritual milik Xiao Ziya kini berwarna warni berbagai warna menyatu menjadi satu hingga menciptakan warna hitam yang sangat pekat.


"Apa yang terjadi padaku, uhuk uhuk uhuk dimana aku berada mengapa sangat gelap, mengapa aku sangat kesulitan bernafas." ucap Xiao Ziya yang berusaha untuk menguatkan dirinya agar tak semakin tenggelam lagi di dalam lautan spiritual miliknya sendiri.


"Kau memang hebat kau memang kuat namun tak ada yang mencintaimu dengan tulus." ucapan seseorang yang dapat di dengar jelas namun tak dapat di lihat oleh gadis itu karna lautan spiritualnya memang berwarna hitam pekat.


"Siapa kau, apa yang ingin kau lakukan di lautan spiritualku." ucap Xiao Ziya yang masih tenang walau ia memang sedikit kesulitan bernafas.


"Aku adalah kau, sisi lain dari dirimu. Bukankah kau juga ingin dicintai dengan tulus oleh orang orang disekitarmu?." ucap suara itu lagi yang memang sangat mirip dengan suara Xiao Ziya.


Xiao Ziya menajamkan indra pendengarannya, ia berusaha untuk mencari tau dimana titik sumber suara yang sedang ia dengar. Saat memfokuskan fikirannya Xiao Ziya tau bahwa suara itu berasal dari pusat lautan spiritualnya. Dengan penuh keberanian Xiao Ziya menyelam kedalam lautan spiritualnya itu semakin dalam ia menyelaminya maka semakin sesak juga yang ia rasakan. Tiba tiba mata hitam gadis itu berubah menjadi biru cerah sehingga ia kini bisa melihat dengan jelas.


Setelah sampai di pusat lautan spiritualnya, ia benar benar melihat dirinya sendiri namun aura yang dipancarkan oleh kembaranya itu berwarna putih seolah olah ia adalah sumber dari energi Yin yang sangat murni.


"Jadi kau bisa menemukanku." ucap sisi lain dari Xiao Ziya.


"Mengapa kau ada di sini?." tanya Xiao Ziya yang tak ingin berbasa basai lagi karna ia juga harus segera kembali ke alam sadarnya.


"Giliranmu telah selesai sekarang saatnya aku yang mengambil alih tubuh ini." ucap sisi lain dari Xiao Ziya yang sepertinya ingin mengambil alih tubuh yang Xiao Ziya tempati.


"Kau jangan bercanda ini adalah tubuhku dan akulah yang berreingkarnasi menempati tubuh ini." ucap Xiao Ziya yang tak bisa mengabulkan permintaan dari sisi lain dirinya, walaupun mereka sangat mirip namun Xiao Ziya sangat yakin bahwa dia tak memiliki kembaran ataupun semacamnya.


"Waktumu telah usai dan sekarang adalah giliranku." ucap sisi lain dari Xiao Ziya yang rupanya juga sangat keras kepala.


"Tidak, aku tak akan membiarkanmu mengambil alih tubuhku." ucap Xiao Ziya yang tak ingin tergantikan oleh siapapun. Ia yang sudah berjuang selama bertahun tahun bagaimana bisa ia menyerahkan tubuh yang telah ia tempati itu pada sebuab jiwa yang mirip dengannya.


**Hai hai guys aku update lagi nih, semoga kalian baik baik aja ya. Plis kalian jangan protes kok makin pendek dan lain lain karna update tiap hari itu nguras fikiran ya asal kalian tau, otakku udah ngelag parah ini tuh kalau ga percaya kalian coba aja buat okey.


Jangan lupa follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips. Like juga game ganti ganti bajuku sepuluh kali. Love you guys**.

__ADS_1


__ADS_2