
Kini tinggal beberapa anggota serikat perdagangan yang harus dilawan oleh Hanz dan saudaranya yang lain, mereka sudah mulai kewalahan karna harus menghadapi musuh dalam jumlah yang lumayan banyak. Satu jam telah berlalu kini tersisa Grenz yang masih bertahan, pria itu masalah besar untuk ketiga mafia bersaudara.
"Bagaimana cara kita mengalahkannya?." tanya Zero yang sudah kehabisan tenaga, tubuhnya bercucuran keringat wajahnya mulai pucat karna terlalu lelah. Diantara ketiga mafia bersaudara Zerolah yang paling lemah, karna hal itu kedua kakaknya yang lain selalu mendampingi Zero saat menjalankan misi.
"Kita harus menyerang secara bersamaan, stamina pria itu sangat luar biasa." ucap Hanz yang sedang memikirkan sebuah cara untuk mengalahkan Grenz, setiap orang pasti punya kelemahan.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya masih bersantai sambil mengawasi apa yang sedang dilakukan oleh Wenzi, pria itu sangat tenang dan tak memiliki kekhawatiran sedikitpun. Xiao Ziya tersenyum tipis, ia segera mencari kain putih yang ada di dalam cincin semesta miliknya, setelah menemukan sisa kain putih yang ia beli untuk menghadiri pernikahan Xiao Yan dan Wi Xume tempo lalu Xiao Ziya menutupi seluruh tubuhnya menggunakan kain. Untuk menambah efek menyeramkan Ziya membaca sebuah mantra sihir yang membuat kakinya tak menyentuh tanah, darah segar juga menetes dari kain putih yang ia gunakan.
"Saatnya untuk bersenang senang." ucap Xiao Ziya dengan senyum bahagia, mungkin ini kejahilan terkeren yang pernah dia lakukan.
Xiao Ziya mengetuk pintu rumah kayu itu beberapa kali hingga membuat Wenzi terganggu dan bangun untuk melihat siapa yang datang, ia menduga Grenz yang mengunjunginya karna hanya pria itu yang mampu bertahan dalam keadaan sesulit apapun. Saat membuka pintu Wenzi tak melihat siapapun, ia mencari kesana kemari dan melihat ke tanah untuk menemukan jejak kaki atau sepatu.
"Tidak ada jejak kaki siapapun di sini, lalu siapa yang mengetuk pintu?." ucap Wenzi dengan rasa penasaran yang tinggi, ia menunggu beberapa saat diluar siapa tau orang itu datang lagi untuk menjahilinya.
Sudah setengah jam Wenzi menunggu tak ada tanda tanda orang akan datang iapun masuk kembali kedalam rumah kayu, baru saja berjalan beberapa langkah pintunya kembali diketuk. Wenzi membukakan pintu dan hasilnya tetap sama, tak ada siapapun di luar. Karna keanehan yang terjadi membuat Wenzi sedikit takut, ia menutup pintu rapat rapat dan mengunci dirinya di sebuah kamar.
"Di dunia ini tak ada yang namanya hantu, hantu itu hanya mitos belaka." ucap Wenzi yang sedang menenangkan dirinya, selama ia hidup baru kali ini merasakan rasa merinding yang begitu kuat.
"Wenzi." suara seseorang yang memanggil pria itu dari luar jendela kamar, dari suaranya Wenzi bisa memastikan bahwa orang itu bukan anggota serikat perdagangan.
Wenzi menelan ludahnya beberapa kali, ia merasa sangat bimbang haruskan dia membuka jendela dan melihat siapa yang ada di luar atau tetap berdiam diri di kamar untuk menghindari hal hal buruk yang mungkin saja terjadi.
"Wenzi." suara itu kembali terdengar, tentu Wenzi merasa penasaran siapa yang sedang memanggil memanggil namanya? mungkinkah Xiao Ziya datang?.
"Tak mungkin jika gadis itu sampai di sini, keberadaan pulau ini sangat rahasia pemerintah saja tak mengetahuinya." ucap Wenzi yang semakin bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang.
Wenzi keluar dari kamar dan pergi menuju meja makan untuk mengambil pistol yang ia tinggalkan di sana, setelah selesai ia kembali masuk ke dalam kamar. Wenzi berencana menunggu suara itu kembali memanggil manggil namanya, jika hal itu terjadi ia akan membuka jendela dan langsung menembak dengan pistol yang ia bawa.
"Wenzi." suara itu kembali terdengar, dengan cepat Wenzi membuka jendela dan menembak beberapa kali ke arah luar. Setelah pelurunya habis ia melihat apakah orang itu sudah mati atau belum.
Mata Wenzi terbelalak, ia tak melihat siapapun di sana kecuali sebuah kain putih yang sedang tersangkut di salah satu pohon mengga yang ada di samping rumah kayunya. Wenzi menatap kain putih itu cukup lama, entah mengapa ia merasa merinding. Sesuatu berwarna merah menetes dari kain putih itu, Wenzi menjadi takut saat mengetahui cairan merah itu adalah darah segar.
"Wenzi." suara itu berasal dari kain putih yang tersangkut di pohon mangga. Wenzi gemetaran, mengapa sebuah kain putih bisa berbicara dan memanggil manggil namanya, itu yang ada di fikiran Wenzi saat ini.
"Siapa kau cepat keluarlah, hadapi aku jika berani." ucap Wenzi dengan sepenuh tenaga.
"Mengapa kau meninggalkan kami tuan Wenzi." suara itu terdengar seperti rintihan kesakitan dari seseorang yang sudah terbunuh dalam pertarungan.
Pikiran Wenzi benar benar kosong, tak ada yang bisa menjelaskan tetang apa yang terjadi saat ini. Mengapa kain putih itu memanggilnya dengan sebutan tuan?. Wenzi langsung teringat pada anggota serikat perdagangan yang telah mati di tangan Xiao Ziya, ia juga berfikir mungkin anggota yang tersisa sudah mati di tangan gadis itu.
"Saya tidak meninggalkan kalian." ucap Wenzi yang membela dirinya sendiri dan berharap kain putih itu segera hilang.
"Mengapa kau tega mengkhianati kami, jika bukan karna bantuan kami semua kau tak akan sesukses ini Tuan Wenzi." ucap kain putih itu dengan suara gemetar.
"A...aku tak bermaksud seperti itu, mengapa kalian tak menyalahkan gadis bernama Ziya itu saja." ucap Wenzi yang malah menyalahkan Xiao Ziya atas kematian semua anggota serikat perdagangan, gadis itu terlalu over power sehingga tak ada yang bisa mengalahkannya.
"Mengapa kau tak melindungi kami." ucap kain putih itu dengan nada bicara marah.
Tiba tiba kain putih itu terbang dan mendekat ke arah Wenzi, melihat bahaya yang akan datang pria itu langsung menutup jendela kayu dan gorden. Wenzi berlari keluar dari kamarnya dan pindah ke kamar yang lain untuk bersembunyi, ia tak menyangka jika pulau ini sangat berhantu pantas beberapa anggota serikat perdagangan melarangnya untuk datang sendirian ke pulai terpencil ini.
__ADS_1
"Mengapa kau meninggalkan kami!!!." suara itu kembali terdengar dan membuat Wenzi semakin takut.
"Kami akan membalas dendam padamu Tuan Wenzi." ucap suara itu lagi dengan kemarahan yang semakin menjadi jadi.
Wenzi menangis, ia benar benar merasa takut saat ini. Tak ada orang yang bisa ia mintai bantuan karna tak ada signal di pulau terpencil seperti ini.
"Maafkan saya, tolong maafkan saya." ucap Wenzi dengan ekspresi ketakutan.
"Kau harus ikut kami semua keneraka." ucap suara itu lagi.
Duaaar.
Suara pintu depan rumah kayu yang dibuka secara paksa, Wenzi segera mengunci pintu kamarnya dengan rapat ia juga menumbuk beberapa kotak kayu dibelakang pintu agar hantu itu tak sembarangan masuk. Wenzi mengambil sebuah selimut tebal di dalam lemari, ia berbaring di atas tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan kain itu.
"Dimana anda saat ini Tuan Wenzi." ucap suara itu, Wenzi yakin bahwa sang hantu saat ini sedang mencari tempat persembunyiannya, bisa jadi ia sedang memasuki setiap ruangan yang ada di dalam rumah kayu.
Xiao Ziya yang sedang menyamar menjadi hantu ingin tertawa keras, bagaimana bisa pria yang tak takut menculik atau membunuh orang lain sangat takut pada hantu bukankah ini sangat konyol. Perlahan lahan Xiao Ziya yang sedang menjadi hantu itu mendekat ke kamar Wenzi ia mendorong pintu.
"Wenzi keluarlah mari kita pergi bersama keneraka." suara itu kembali membuat Wenzi merinding bukan main. Mungkin para hantu itu memiliki dendam mendalam pada Wenzi sehingga mereka ingin membawanya juga keneraka.
Wenzi hanya diam dan tak berani membalas agar tempat persembunyiannya tetap aman hingga ada seseorang yang datang ke pulau ini untuk menyelamatkan nyawanya. Kotak kayu yang digunakan sebagai penyangga pintu mulai bergerak, sebentar lagi Xiao Ziya yang sedang menyamar sebagai hantu akan masuk kedalam.
Kotak kayu itu mulai berjatuhan kesana kemari, suara pintu yang dibuka membuat Wenzi semakin khawatir, apakah hantu memang bisa membuka pintu? atau karna hantu itu adalah kumpulan arwah yang dipenuhi rasa balas dendam hingga bisa melakukan apapun yang mereka mau?.
"Tuan Wenzi mari ikut dengan kami " suara itu kini ada di samping kanan Wenzi.
Karna tak bisa menahan rasa takut, tanpa sadar Wenzi kencing di celananya. Xiao Ziya mencium bau tak sedap dari arah pria itu, ia sedang menahan tawa agar rencananya tetap berjalan seperti semula.
"Maafkan saya, maafkan saya, saya memang bodoh jadi tolong maafkan saya." ucap Wenzi yang menangis sejadi jadinya di dalam selimut, ia ingin lari dari tempat itu namun kakinya terasa sangat lemas.
Selimut yang menutupi tubuhnya ditarik kebawah oleh sang hantu, kini Wenzi bisa melihat dengan jelas bagaimana wujud hantu itu.
"Kau??." ucap Wenzi dengan ekspresi terkejutnya. Ia melihat kepala Grenz yang melayang layang terpisah dari tubuhnya. Wenzi tak mengira jika anggotanya yang paling setia sudah mati di tangan Xiao Ziya.
"Mengapa tuan meninggalkan kami semua." ucap hantu Grenz yang semakin menjadi jadi, matanya berubah menjadi merah darah hantu itu mendekat ke arah Wenzi dan mencekik lehernya.
Wenzi kesulitan untuk bernafas karna sang hantu terus mencekik lehernya, setelah itu sang hantu tiba tiba menghilang entah kemana. Wenzi percaya apa yang baru saja dilihatnya adalah sosok hantu yang terbentuk dari arwah arwah anggotanya yang sudah mati.
"Saya harus kembali untuk meminta maaf sebelum terlambat." ucap Wenzi yang berlari keluar dari rumah kayu, ia pergi menuju tempat perahunya bersandar. Setelah sampai di sebuah dermaga kecil Wenzi terus melihat kesekeliling ia tak bisa menemukan perahunya.
"Bagaimana bisa perahuku tiba tiba menghilang?." ucap Wenzi yang bingung, dan hantu itu kembali muncul di hadapan Wenzi dengan wujud yang lebih menyeramkan daripada sebelumnya.
"Ikutlah dengan kami tuan." ucap hantu itu dengan senyum yang sangat menyeramkan.
"Pergilah dari sini, ini bukan tempat kalian lagi. Jangan datang lagi hanya untuk menggangguku." ucap Wenzi dengan sekuat tenaga mengumpulkan keberaniannya.
Wenzi mundur beberapa langkah hingga ia tak sadar jika sudah berada di ujung dermaga, Wenzipun jatuh kedalam laut yang cukup dalam. Kenyataanya pria itu tak bisa berenang, ia juga lupa jika dirinya adalah seorang kultivator yang bisa memakai perisai pelindung agar tak tenggelam.
"Tolong selamatkan aku, tolong selamatkan aku." ucap Wenzi yang takut jika ia akan mati tenggelam di dasar laut.
__ADS_1
"Mengapa saya harus menolongku?." ucap hantu itu yang kini berubah menjadi Xiao Ziya. Gadis itu tersenyum dengan sangat puas karna berhasil membuat Wenzi ketakutan dan mencelakai dirinya sendiri.
"Mengapa kau melakukan semua ini sialan." teriak Wenzi yang merasa tak terima karna hantu itu palsu, dan yang menakut nakutinya Xiao Ziya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk takut pada saya?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin. Ia duduk sambil melihat ke arah Wenzi yang sedang berusaha naik ke atas dermaga lagi.
"Bantu aku untuk naik ke atas, setelah itu kita akan duel satu lawan satu." ucap Wenzi yang ingin meyakinkan Xiao Ziya bahwa ia mampu bertarung menandingi gadis itu. Sayangnya Xiao Ziya tak menggubris perkataan Wenzi ia malah terlihat senang melihat tubuh pria itu perlahan lahan tenggelam.
"Saya tak perlu mengeluarkan tenaga untuk membunuhmu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tanpa rasa bersalah.
Wenzi semakin terpojok, kakinya mulai merasa lelah dan perlahan lahan mati rasa. Tubuh Wenzipun tenggelam dengan sendirinya, ia hanya bisa memejamkan mata sambil menerima nasib buruknya ini. Kali ini Wenzi benar benar mati dengan keadaan tenggelam ke dasar laut, ia menyesal telah meninggalkan anggota serikat perdagangannya di markas utama mungkin jika ia masih bersama mereka ia akan mati dengan perasaan terhormat.
"Lain kali berfikir lah dahulu sebelum menyinggung seseorang." ucap Xiao Ziya, gadis itu memanggil Zier untuk keluar dari cincin semestanya. Dengan senang hati sang harimau kesayangan Xiao Ziya keluar dengan wajah bahagia.
"Ada yang bisa saya bantu nona?." ucap Zier yang bisa melihat dunia luar lagi.
"Tolong antar saya ke pelabuhan yang ada di depan sana." ucap Xiao Ziya yang naik ke punggung Zier. Tanpa basa basi lagi harimau itu mengepakkan kedua sayapnya dan mulai terbang untuk menyebrangi lautan luas itu.
Beberapa kapal nelayan yang sedang mencari ikan terkejut dengan penampakan seekor harimau yang bisa terbang, ditambah lagi ada seorang gadis yang menunggangi harimau itu. Mungkin apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya adalah hal luar biasa bagi penduduk dunia semesta tingkat rendah yang tak mengenal kultivasi.
Akhirnya Xiao Ziya sampai di pelabuhan, ia meminta Zier untuk tetap berada di sampingnya. Gadis itu berjalan masuk menuju markas serikat perdagangan untuk melihat apakah ketiga mafia bersaudara itu berhasil menyelesaikan tugas mereka ataukah tidak. Saat masuk Xiao Ziya menemukan banyak mayat dari anggota serikat perdagangan sepertinya Hanz dan yang lain sudah berhasil.
Xiao Ziya mengarahkan pandangannya pada Hanz, Kenzo, dan Zero yang sedang kewalahan melawan Grenz. Dengan segera gadis itu menghampiri mereka bertiga.
"Kalian beristirahatlah." ucap Xiao Ziya yang akan mengambil alih pertarungan.
"Menyerahlah gadis kecil, ketiga pemuda itu tak bisa menandingi ketahanan tubuhku apalagi kau." ucap Grenz dengan sombong, jika bosnya bisa kabur dengan selamat maka ia harus bisa selamat dan kabur dari tempat ini.
"Daripada kau banyak bicara lebih baik kita bertarung terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang mengumpulkan beberapa persen kekuatan pada telapak tangan. Xiao Ziya memukul tubuh Grenz dengan sangat keras hingga pria itu terpental beberapa meter dan memuntahkan darah segar.
"Sialan, tenaga gadis itu lebih besar dari ketiga pecundang." ucap Grenz yang memiliki julukan baru untuk Hanz dan dua saudaranya.
"Apakah kau ingin menyusul bos mu itu? jika iya, saya akan mewujudkannya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman polos tanpa menjelaskan apa yang telah ia lakukan pada Wenzi.
Dengan cepat Grenz menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia ingin kabur dari tempat itu dengan selamat seperti Wenzi. Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah Grenz, ia meminumkan sebuah cairan berwarna biru pada pria itu hingga tiba tiba tubuh Grenz terasa sangat panas.
"Mengapa kau melakukan hal ini padaku? bukankah kau ingin melepaskan ku seperti bos yang sudah bebas?." ucap Grenz dengan tatapan tak terima, mengapa gadis yang ada di hadapannya malah meracuninya.
"Apakah kau tau jika bos yang kau bangga banggakan sudah mati?." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menakutkan. Tubuh Grenz menjadi lemas ia tak membayangkan akan mati dengan cara seperti ini, perlahan lahan kesadaran Grenz mulai menghilang mulut pria itu mengeluarkan busa dan seketika mati ditempat.
Akhirnya organisasi serikat perdagangan benar benar hancur, tak ada satu anggota yang tersisa semuanya habis dibantai oleh Xiao Ziya dan Hanz bersaudara. Xiao Ziya meminta pada Hanz, Kenzo, dan Zero untuk naik ke atas punggung harimaunya, dengan ragu ragu mereka bertiga naik ke atas punggung Zier.
"Wah bukankah harimau ini lebih besar daripada harimau pada umumnya?." ucap Zero yang sangat kagum dengan harimau milik nonanya itu.
"Nona bukanlah orang biasa, ia memiliki banyak hal yang luar biasa." ucap Hanz yang tak bisa mendeskripsikan kekagumannya pada Xiao Ziya.
"Zier, tolong antar kami menuju toko black daimon. Kau sudah tau dimana tempatnya kan?." ucap Xiao Ziya sambil mengelus lembut surau Zier, harimau itu merasa senang saat dimanjakan oleh nona mudanya.
"Saya tau semua tempat yang pernah dikunjungi nona." ucap Zier yang langsung terbang ke atas langit, harimau itu menggunakan kecepatan tinggi agar tiba dengan cepat.
__ADS_1
Hanz, Kenzo, dan Zero merasa beruntung karna mereka masih bisa bertahan hingga sekarang. Andai saja nona muda mereka tak datang tepat waktu maka nyawa mereka bertiga sudah melayang. Mereka bertiga tak pernah melawan seseorang sekuat Grenz, pria itu memiliki ketahanan tubuh yang melebihi orang biasa. Seseorang yang pernah menjadi anggota militer pun tak akan memiliki ketahanan tubuh semengerikan itu, hari ini mereka bertiga mendapat pengalaman yang sangat berharga.
Hai hai guys author back lagi nih gimana kabar kalian? semoga sehat selalu ya. Maaf aku ga bisa ngasih info kapan update dan lain lain, karna cuma anak anak gc wa yang tau guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga ya. Love you all.