RATU IBLIS

RATU IBLIS
Argumen Xiao Ciyun


__ADS_3

Aron berjalan ke arah keenam temannya yang masih duduk di meja mereka, pemuda itu memberikan isyarat agar teman temannya menerima tawaran dari Nona Xiao Ziya agar tak menyinggung perasaan nona mudanya. Keenam teman Aron saling berpandangan satu sama lain selama beberapa saat kemudian mereka menghampiri meja tempat Xiao Ziya.


"Salam hormat kami pada Nona Muda Xiao Ziya, suatu kehormatan karna bisa duduk di meja yang sama dengan Anda." ucap keenam teman Aron itu dengan ramah. Ini pertama kalinya mereka bertemu langsung dengan sosok Xiao Ziya yang sudah


melegenda di Lapisan Dunia Bawah.


"Senang bisa bertemu dengan kalian semua, silahkan duduk dan pesan makanan karna kali ini saya akan mentraktir kalian." balas Xiao Ziya dengan senyuman tipis. Meskipun gadis itu mengajak teman teman Aron untuk makan bersama dengannya bukan berarti ia ingin mengenal jauh keenam pemuda itu.


Akhirnya Aron dan keenam temannya mulai memesan makanan yang mereka inginkan. Beberapa pelayan datang untuk melayani mereka dan Xiao Ziya langsung membayar tagihan sebelum pesanan datang sama seperti sebelumnya. Karna susah lapar Xiao Ziya mengatakan pada ketujuh pemuda yang duduk bersama dengannya bahwa ia akan makan terlebih dahulu tanpa menunggu pesanan mereka datang.


"Maaf karna sudah sangat lapar saya akan makan terlebih dahulu tanpa menunggu kalian." ucap Xiao Ziya dengan sangat sopan.


Teman teman Aron menatap dengan ekspresi tercengang ke arah Nona Muda Xiao Ziya, untuk apa gadis itu meminta izin pada mereka? lagipula ini adalah hal yang sangat langka, semua orang tau bahwa kultivator dengan tingkatan yang tinggi sering bertindak sesuka hati mereka tanpa memikirkan orang lain. Di samping kabar mengenai kekejaman seorang Xiao Ziya ternyata ia gadis yang cukup ramah dan memiliki etika yang sangat baik, pasti Tuan Xiao Cunyu telah mendidik gadis itu dengan sedemikian rupa.


"Silahkan Nona Muda makan terlebih dahulu, Anda tidak perlu meminta persetujuan dari kami. Kami sangat berterimakasih atas traktirannya." ucap Aron mewakili keenam temannya yang lain.


"Silahkan Nona Ziya makan terlebih dahulu, jangan hiraukan kami. Anda bisa makan dengan tenang." ucap salah satu teman Aron yang merasa tak enak hati dengan keramahan gadis itu.


"Baiklah saya akan makan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya. Dengan sangat lahap gadis itu menyantap dua mangkuk pangsit isi daging dan ayam asam manis yang ia pesan. Cara makan Xiao Ziya tidak seanggun anak anak dari keluarga terpandang lainnya namun tetap terlihat berwibawa.


Aron menatap ke arah nona mudanya dengan tatapan lekat, ia sangat merindukan momen momen seperti ini. Setidaknya untuk kali ini ia bisa bertemu dengan nona mudanya selama beberapa minggu ataupun bulan sebelum nona mudanya itu kembali melakukan perjalan ke lapisan dunia lain. Tak berselang lama beberapa pelayanan restoran datang membawa nampan yang penuh dengan makanan, mereka menata rapi makanan tersebut kemudian kembali ke dapur. Baru saja Aron dan keenam temannya ingin menyantap makanan mereka tiba tiba Xiao Ziya pamit karna ia harus segera pergi ke Klan Xiao.


"Sepertinya saya tidak bisa menunggu hingga kalian selesai makan, saya harus pergi ke beberapa tempat untuk menyelesaikan urusan." ucap Xiao Ziya dengan kedua mangkuk dan piring yang sudah bersih dari makanan.


"Apakah Nona Ziya harus pergi sekarang?." tanya Aron dengan tatapan sedih, baru saja ia bertemu dengan nona mudanya itu setelah sekian lama namun ia akan ditinggal lagi.


"Temui saya malam nanti di paviliun tempat saya tinggal, saya akan menunggu mu di sana." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis. Gadis itu melesat meninggalkan restoran tanpa mengucapkan kata perpisahan.


Di sisi lain saat ini kondisi Klan Xiao sangat menegangkan, terjadi adu argumen di dalam aula utama klan tersebut. Beberapa waktu yang lalu Xiao Ciyun sang pemimpi klan meminta para petinggi dan beberapa murid inti Klan Xiao untuk berkumpul di aula utama untuk membahas hal penting. Awalnya rapat tersebut berjalan dengan lancar kemudian seorang murid inti menanyakan apakah mereka tidak membuat pesta penyambutan untuk Nona Besar Xiao Ziya? dan setelah pertanyaan itu suasana dalam rapat pun langsung berubah.


"Bagaimanapun semua orang juga tau kepemilikan Klan Xiao berada di tangan Nona Xiao Ziya, mengapa Anda bersikap demikian pada nona muda." protes salah seorang murid inti dengan tatapan tak suka.


"Namun selama ini sayalah yang telah mengelola Klan Xiao agar kalian semua dapat menjalani hidup dengan tenang dan layak." jawab Xiao Ciyun dengan sorot mata tajam. Ia tak ingin kursi pemimpin klan di duduki oleh orang lain.


"Sepertinya Tuan Xiao Ciyun sudah lupa darimana Anda mendapatkan posisi ini, tanpa kepercayaan yang diberikan oleh Nona Xiao Ziya maka Anda tak akan berada di posisi atas." tegur Xiao Yuza pada Xiao Ciyun dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


"Hanya kata kata itu yang kalian ulang terus menerus selama saya membahas masalah ini. Apakah kalian semua tidak menghargai kerja keras yang selama ini telah saya lakukan?. Lihatlah gadis itu! apa dia peduli dengan kondisi Klan Xiao?. Saat baru tiba di Dunia Bawah ia lebih memilih untuk pergi dan membantu penduduk terlebih dahulu daripada datang ke tempat ia dibesarkan ini, meskipun Nona Xiao Ziya adalah orang yang berhasil merebut kekuasaan Klan Xiao dati pemimpin sebelumnya, namun sayalah yang selama ini mengabdi pada Klan Xiao." jawab Xiao Ciyun, wajah pria itu mengeluarkan urat urat halus. Sepertinya ia sangat kesal karna banyak orang yang berada di pihak Xiao Ziya.


"Kalau begitu mengapa paman tidak mencoba untuk mengalahkan pengaruh yang saya miliki?." tanya Xiao Ziya yang tiba tiba muncul entah dari mana.


Xiao Ciyun membelalakkan matanya dengan ekspresi terkejut yang sangat lucu, mungkin ia tak menduga bahwa Xiao Ziya akan kembali secepat ini. Pria itu menarik nafas beberapa kali dan berusaha untuk menenangkan dirinya, bagaimanapun posisinya lebih tinggi dari Xiao Ziya di Klan Xiao ini.


"Salam saya pada semua orang yang berada di aula utama Klan Xiao. Maaf karna saya harus mengganggu jalannya rapat, karna sedari tadi saya mendengar topik pembongkaran kalian sangat tidak mengenakkan." ucap Xiao Ziya dengan senyum tipis namun matanya yang menatap ke arah Xiao Ciyun memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.


"Salam hormat kami pada Nona Besar Xiao Ziya, senang bisa melihat Anda kembali dengan selamat setalah pergi selama beberapa tahun." ucap semua orang yang berada di dalam aula kecuali Xiao Ciyun. Pria itu bersikeras bahwa keberadaannya lebih penting daripada Xiao Ziya di Klan Xiao ini.


"Bersikaplah sopan Nona Ziya, bagaimanapun juga saya adalah pemimpin klan ini. Seharusnya Anda memberikan salam terpisah pada saya." ucap Xiao Ciyun dengan tatapan angkuh.


"Apa paman sedang membanggakan posisi pemimpin klan? bukankah posisi tersebut pemberian saya." jawab Xiao Ziya dengan santai. Gadis itu mengeluarkan sebuah sofa yang ia beli saat berada di Lapisan Semesta Tingkat Rendah kemudian menduduki sofa itu dengan nyaman.


"Nona Ziya!." bentak Xiao Ciyun dengan tatapan tajam. Sikap Xiao Ziya terlalu arogan untuk ukuran seorang putri ketua klan saja.


"Saya tak melihat ada kursi kosong di sini, lalu apa salahnya jika saya mengeluarkan kursi milik saya ini?. Jangan membuat saya marah pemimpin klan, saya bisa mengambil posisi itu kapanpun saya mau." tegur Xiao Ziya.


Xiao Ciyun meremas kedua tangannya dengan kuat, gadis itu sangat sulit untuk ia atasi sendirian. Apa yang harus ia lakukan untuk menyingkirkan Xiao Ziya dari Klan Xiao serta mengamankannya posisinya sebagai pemimpin klan itu. Cukup lama Xiao Ciyun berfikir hingga ia menemukan sebuah cara, bisa dibilang pria itu sangat nekat hanya untuk sebuah posisi yang tidak terlalu tinggi.


"Jaga ucapan Anda, setidak putri saya berusaha untuk menyelamatkan nyawa orang lain." tegas Xiao Cunyu. Pria itu hampir mengangkat pedangnya untuk memberi pelajaran pada Xiao Ciyun yang terlalu banyak mengatakan omong kosong. Untunglah Ziya berhasil memenangkan ayahnya itu dan meminta sang ayah untuk tetap tenang karna ia sendiri yang akan menyelesaikan masalah ini.


"Jika saya susah terinfeksi seperti mereka maka saya tidak akan sampai di Klan Xiao dalam keadaan baik baik saja. Mungkinkah penglihatan paman Cunyu menjadi rabun karna terlalu sering begadang mengerjakannya tugas tugas klan ini?. Ah sepertinya sudah waktunya untuk mengangkat pemimpin yang baru." ucap Xiao Ziya sembari menatap datar ke arah Xiao Ciyun.


"Anda tidak bisa melengserkan posisi saya begitu saja, bagaimanapun saya adalah pemimpin Klan Xiao." ucap Xiao Ciyun yang tak akan pernah turun dari jabatannya itu.


"Maka saya akan mengambilnya secara paksa sama seperti saya mengambil dari pemimpinnya sebelumya." jawab Xiao Ziya dengan santai namun kata katanya itu membuat Xiao Ciyun berkeringat dingin. Kemungkinan besar ia akan mati di tangan gadis itu sama seperti pemimpin sebelumnya, apa yang harus ia lakukan agar terbebas dari kondisi mencekam ini.


"Apapun yang terjadi saya tidak akan turun dari posisi ini, Anda memiliki hutang budi pada saya dan tentu saja Anda harus membalasnya." ucap Xiao Ciyun.


"Baiklah saya akan membiarkan Anda tetap hidup dan menjabat sebagai pemimpin Klan Xiao selama yang Anda inginkan, akan tetapi saya akan mencabut seluruh bantuan serta pengaruh yang telah saya beri pada klan ini. Bukankah Anda seorang pemimpin yang sangat hebat? maka berusahalah dengan baik untuk tetap bertahan." ucap Xiao Ziya, gadis itu berdiri kemudian memasukkan kembali sofanya itu kedalam cincin semesta. Semua ketua klan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, apa yang harus mereka lakukan jika gadis itu pergi meninggalkan Klan Xiao?.


"Saya permisi terlebih dahulu, semoga Tuan Xiao Ciyun dapat menjalankan tugas Anda dengan baik. Ingat satu hal paviliun milik saya selamanya akan menjadi milik saya dan jangan pernah menginjakkan kaki Anda ke wilayah kekuasaan saya." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menyeramkan. Gadis itu berjalan keluar dari aula utama Klan Xiao menuju paviliun yang berada di dekat bukit.


Setelah kepergian gadis itu suasana di dalam aula menjadi hening, para ketua klan sedang terlarut dalam fikiran mereka masing masing. Akan lebih baik jika mereka ikut kemanapun Xiao Ziya pergi karna gadis itu lebih menjanjikan daripada Xiao Ciyun, sedangkan Xiao Ciyun sendiri merasa senang karna berhasil mendapat apa yang ia inginkan. Padahal di balik otoritas penuh yang diberikan oleh Xiao Ziya, akan muncul banyak masalah yang tidak bisa ia tangani hanya dengan kemampuan kecilnya itu.

__ADS_1


Xiao Ziya berjalan dengan santai menuju paviliun tempat tinggalnya, saat dalam perjalanan gadis itu berpapasan dengan beberapa murid Klan Xiao yang baru saja selesai berlatih. Beberapa murid senior yang mengenal siapa gadis itu langsung membungkukkan badan mereka dan mengucapkan salam, mata Xiao Ziya tertuju pada seorang murid perempuan yang sedang menatapnya dengan sinis.


"Salam hormat kami pada Nona Besar Xiao Ziya, senang bisa bertemu dengan Anda." ucap beberapa murid senior dengan senyuman hangat.


"Selamat siang semuanya, bagaimana latihan kalian hari ini?. Ah iya siapa pemimpin kelompok regu ini?." tanya Xiao Ziya dengan ramah pada murid murid Klan Xiao.


Seorang pemuda berusia lima belas tahun yang sepantaran dengan Xiao Ziya, pemuda itu membungkukkan bada sekali lagi dan memperkenalkan dirinya. Ia bernama Xiao Zuhen, putra dari Xiao Anmi ketua ke empat Klan Xoao.


"Ikut saya sebentar, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan." ucap Xiao Ziya yang berjalan terlebih dahulu.


Tanpa basa basi Xiao Zuen berjalan menyusul Nona Ziya dari belakang, di sisi lain murid perempuan itu mencibir Xiao Ziya di dalam hatinya. Xiao Ziya dan Xiao Zuen sampai di depan gerbang masuk paviliun milik gadis itu, beberapa prajurit penjaga paviliun menatap ke arah nona mereka dengan tatapan bahagia.


"Salam hormat kami pada Nona Xiao Ziya. Syukurlah Anda telah kembali, paviliun ini terasa sangat sepi tanpa kehadiran Anda." ucap beberapa prajurit penjaga gerbang masuk paviliun Xiao Ziya secara bersamaan.


"Terimakasih telah menjaga paviliun ini selama saya pergi, ini sedikit hadiah dari saya dan tolong diterima." ucap Xiao Ziya sembari mengeluarkan beberapa kantong besar berisi dua ribu koin emas. Ia memberikan satu kantong koin emas pada masing masing prajurit penjaga gerbang.


Tangan para prajurit gemetaran saat menerima kantong berisikan dua ribu koin emas itu, mereka merasa tidak pantas untuk menerima hadiah sebanyak itu.


"Saya masuk terlebih dahulu, sekali lagi terimakasih banyak untuk kerja keras kalian semua." ucap Xiao Ziya kemudian ia masuk ke dalam bersama Xiao Zuen.


Setelah sampai di halaman depan paviliun miliknya, Ziya meminta Xiao Zuen untuk menunggu di sana sebentar sedangkan ia masuk ke dalam paviliun untuk mengambil sesuatu. Xiao Zuen menatap kepergian Xiao Ziya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri dan setelah menemukan bangku pemuda itu langsung duduk dengan santai. Di halaman depan paviliun milik Xiao Ziya banyak pohon persik dan pohon mangga yang tumbuh dengan subur, selain itu berbagai macam bunga tertata dengan rapi di beberapa bagian.


"Energi qi di tempat ini sangat padat, mungkin saya bisa menembus tiga lapisan jika bersemedi selama satu minggu penuh." gumam Xiao Zuen dengan suara pelan, ia ingin melakukan hal itu namun tak akan pernah berani melakukannya.


Setelah menunggu beberapa saat Xiao Ziya kembali dengan membawa sebuah peti besi berukuran sangat besar, gadis itu mengangkatnya dengan mudah seperti sedang mengangkat piring kosong. Xiao Ziya meletakkan peti besi itu di hadapan Xiao Zuen kemudian membukanya, ternyata di dalam terdapat beberapa set armor tingkat menengah dan beberapa senjata spiritual tingkat langit tahap menengah.


"Pilihlah beberapa barang yang kau sukai lalu sisanya bagikan pada kelompok mu." ucap Xiao Ziya yang sudah tidak membutuhkan barang barang itu itu lagi.


"Hah?! Anda memberikan semua ini untuk kelompok saya? ini terlalu banyak Nona Ziya. Bagaimana bisa kami menerima pemberian dari Anda ini." ucap Xiao Zuen dengan ekspresi terkejut.


"Terimalah jika tidak saya akan marah." ucap Xiao Ziya tanpa ingin dibantah oleh pemuda itu.


**Hai hai semua author balik lagi nih, maaf terpaksa libur selama beberapa hari karna beberapa alasan. Huft ga bisa fokus guys waktu itu karna batu putus hehe mohon pengertiannya ya. Oh iya Author mau sedikit cerita wkwkwk, jadi habis putus itu ada beberapa temen yang nyaranin buat nyari sugar daddy😭😭 sesat saran mereka tuh sampe pusing. Ada yang mau hibur author ga? gampang tinggal transfer bank, dana atau pulsa wkwkwk bercanda guys.


Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya**.

__ADS_1


__ADS_2