
Andre datang kealam gaib siluman Phoenix dan Mawar. Dia menghajar penjaga yang ada diistananya setelah itu dia masuk kedalam ruangan yang ada Phoenix dan Mawar.
Brak...
Andre menendang pintu rungannya, Phoenix dan Mawar yang sedang masa pemulihan terkejut karena kedatangan Andre.
"Mau apa kau kemari?" tanya Phoenix yang duduk diranjang sama seperti Mawar.
"Mana obat dari racun itu?" tanya Andre datar.
"Kau kesin hanya menanyakan itu, sudah beberapa kali aku bilang racun itu dibuat tidak dengan obatnya" jawab Phoenix tersenyum miring. Andre melemparkan kerikil panas ke Mawar.
"Akhhh" teriak Mawar.
"Sebaiknya kau pergi dari sini jika hanya ingin menanyakan obat saja" ucap Phoenix.
"Aku tidak akan pergi sebelum mendapat petunjuk" ucap Andre mangacak-acak kamarnya.
"Hei kau sangat tidak sopan, pergi!" bentak Phoenix, Andre tidak menghiraukannya.
"Penjaga" teriak Phoenix, tidak ada panjaga yang masuk kedalam sana karena para penjaga sudah terkapar semua.
Andre keluar kamar setelah memberantakan isi kamar, dia mencari setiap ruangan yang ada diistananya.
"Mawar kau tidak apa-apa?" tanya Phoenix.
"Tidak apa-apa gimana, kau bisa liat sendiri keadaan aku sekarang" ucap Mawar.
"Iya iya" jawab Phoenix.
Brak...
Brak...
Brak...
"Anak itu harus diberi pelajaran" ucap Phoenix geram.
"Yang ada kau akan babak belur biar kan saja" ucap Mawar.
"Hmm baiklah" jawab Phoenix.
Andre masuk kesalah satu ruangan didalamnya seperti ruangan uji coba, banyak cairan-cairan berwarna aneh didalamnya. Andre menghirup aromanya lalu berjalan kearah aroma yang sama seperti aroma racun yang ada dipedang waktu itu.
"Ini racunnya" ucap Andre memegang botol kecil.
"Dimana obatnya" ucap Andre melihat meja sekitar racunnya, terlihat ada sebuah kertaa disana dia langsung mengambilnya.
"Obat racunnya" ucap Andre melihat kertas itu.
"Jika iblis yang terkena racun ingin sembuh maka manusia yang mencintainya harus memberikan dia tumbal, setelah memberikan tumbal manusia yang mencintainya harus melakukan hubungan suami istri dengan iblis yang terkena racun, jika sudah semua 1 minggu kemudian iblis yang terkena racun akan pulih secara keseluruhan jika hanya memberikan tumbal racunnya bisa menyebar kembali kapan saja" ucap Andre membaca kertasnya.
"Aku menemukannya, Dimas hanya kau yang mencintai kakakku aku harap kau mau membantu" Andre langsung menghilang dari sana membawa kertasnya dan muncul kembali diruangan icu karena hari sudah malam jadi para manusia sudah pulang kecuali Dimas.
"Aku menemukannya" ucap Andre memperlihatkan kertasnya dengan senyum manis dibibirnya. Dimas dan para iblis langsung berdiri menatap Andre.
"Tapi" ucap Andre menunduk.
"Tapi apa Dre?" tanya Evan.
"Tapi harus dengan bantuan Dimas" ucap Andre mengangkat kepalanya kembali menatap yang lain bergantian.
"Katakan aku harus melakukan apa? Akan aku lakukan demi Dara" tanya Dimas. Andre menyodorkan kertasnya, para iblis menutup matanya ingim melihat isi kertasnya juga. Andre mengusap punggung tangan Hermione lembut.
__ADS_1
"Masalah ini gampang" ucap Dimas, yang lain bernafas lega.
"Sisa 1 orang yang belum kau tiduri" ucap Andre.
"Sarah" ucap Dimas.
"Dia sedang dibar sendiri tidak dengan Wawa dan Santi" ucap Drew.
"Bar mana?" tanya Dimas.
"Bar xxx" jawab Drew.
"Aku akan kesana" Dimas langsung pergi dari sana.
Para iblis saling tatap lalu melihat kearah Hermione, mereka bersyukur ada Dimas yang mencintai Hermione.
Dimas sampai ditempatnya, dia langsung masuk kedalam, dia melihat ternyata Sarah sedang berjoget ria pengunjung lain. Dia menghampirinya dan pura-pura tidak tau jika ada dirinya disana.
"Caranya gimana ya" batin Dimas.
"Mikir Dimas mikir" batin Dimas.
Sarah terus mundur kebelakang dan tidak sengaja keseleo, Dimas yang lagi mikir cara mendekati Sarah langsung menahan tubuh Sarah yang mau jatuh.
Pandangan mereka berdua bertemu, wajah mereka sangat dekat, tangan Dimas berada dipundak dan pinggang Sarah sedangkan tangan Sarah melingkar dileher Dimas.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Dimas.
"Eh nggak kok" jawab Sarah langsung membenarkan posisinya.
"Abang kok disini?" tanya Sarah supaya tidak canggung.
"Nenangin diri" jawab Dimas.
"Gimana caranya ya" batin Dimas.
"Kau pergi saja dari sana maksudnya menjauh tapi tetap awasi Sarah nanti jika sudah waktunya kau hampiri Sarah lagi" suara Andre terdengar.
"Eh aku pergi dulu ya kamu lanjut aja" ucap Dimas.
"Iya bang" jawab Sarah, Dimas langsung menjauh dari Sarah, dia duduk disofa tak lupa juga dia memesan minuman. Matanya terus melihat Sarah. Tiba-tiba ada seorang pria menarik Sarah untuk duduk.
"Kau siapa?" tanya Sarah menunjuk pria itu.
"Bukan urusanmu" jawab prianya.
"Mau apa kau menarikku?" tanya Sarah. Pria itu adalah Andre yang menyamar jadi manusia lain.
"Ingin membawamu" ucap Andre.
"Enggak aku gak mau, kita tidak saling mengenal" ucap Sarah mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Andre. Dimas yang melihat itu hanya diam saja tak ada niatan menolong.
"Kau harus mau" Andre memasukkan obat kedalam mulut Sarah lalu membekapnya supaya tidak dikeluarkan, Dimas yang melihat itu serba salah.
"Hmmm" Sarah memberontak tapi tidak bisa. Andre melepaskan bekapannya tersenyum melihat Sarah.
"Sudahlah malas aku dengan dirimu" Andre langsung pergi meninggalkan Sarah.
"Obat apa yang dia berikan? Siapa dia? Kenapa dia memberikanku obat? " tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
Sarah berdiri lalu berjalan pergi ingin ketoilet, Dimas mengikuti Sarah dari belakang tanpa sepengetahuannya.
"Ini obat perangsang" batin Sarah lalu berlari masuk kedalam toilet. Keadaan toilet sepi sangat sepi seperti direncanakan. Sarah mencuci wajahnya, Dimas menunggu didekat toilet pria.
__ADS_1
"Wawa dan Santi tidak ada gak mungkin aku sendirian yang akan mencari pria disini" ucap Sarah.
"Aku kesini ingin bersenang-senang saja. tubuhku sangat pegal jika bermain terus" ucap Sarah.
"Sarah lo bisa tahan ayo tahan" ucap Sarah lalu keluar dari toilet.
Sarah berjalan perlahan, tapi tiba-tiba dia disenggol seseorang yaitu Dimas. Dimas langsung menahan tubuh Sarah tatapan mereka kembali bertemu.
"Dia kenapa? Wajahnya memerah" batin Dimas. Sarah langsung mencium bibir Dimas membuat Dimas kaget.
"Gimana ini, dia kenapa?" batin Dimas. Sarah menggigit bibir bawahnya Dimas karena Dimas tidak membalas.
"Ikutin ajalah, bagus juga nih gak perlu capek mikir caranya" batin Dimas lalu membalas ciuman Sarah.
"Tolonghhh" ucap Sarah setelah melepaskan ciumannya.
"Tolong apa?" heran Dimas.
"Ta tadi ada oranghhh yang kasihhh aku obat perangsang" jawab Sarah.
"Orang palamu, saya iblis" suara Andre terdengar oleh Dimas.
"Jadi tadi kau" batin Dimas.
"Iya" jawab Andre tanpa menunjukkan wujudnya.
"Please" ucap Sarah lagi.
"Ta tapi" ucapan Dimas terhenti karena Sarah kembali menciumnya.
"Lanjut aje ye, saye mau pergi dulu tatah" suara Andre terdengar lagi setelah itu tidak ada suara Andre.
Sarah mendorong tubuh Dimas kedinding, dia lalu melepaskan kancing baju Dimas sambil mencium bibir Dimas.
"Berasa diperkosa kalau begini" batin Dimas.
"Kau yang minta jadi jangan salahkan aku" ucap Dimas mencium leher Sarah.
"Iyahhh" jawab Sarah.
Andre tersenyum miring melihat itu.
"Besok terimalah ajal kau bersama teman-temanmu Sarah" ucap Andre lalu menghilang.
"Apakah kita melakukannya disini?" tanya Dimas.
"Iya, cepat aku sudah tidak tahan" ucap Sarah, Dimas membuka baju Sarah. Nafas Sarah sudah tidak karuan.
***
Dimas dan Sarah terduduk dilantai dengan Sarah diatas pangkuan Dimas, Sarah tertidur sambil memeluk Dimas.
"Andre tolong aku" ucap Dimas, Andre lalu muncul.
"Ok" Andre menjentikkan jarinya seketika Dimas dan Sarah sudah menggunakan pakaian. Dimas memindahkan Sarah dari pangkuannya kesamping dia lalu berdiri.
"Terus ini gimana?" tanya Dimas.
"Diingatannya dia bermain bersama orang lain bukan denganmu, aku akan menyamar menjadi manusia lain untuk menemaninya sampai dia bangun disini" ucap Andre.
"Hmm baiklah aku pergi dulu ingin menjaga Dara" ucap Dimas lalu pergi, Andre berubah wujud menjadi manusia lain setelah itu dia duduk dan memindahkan Sarah diatas pangkuannya, Andre menjentikkan jarinya seketika itu juga mereka berdua tidak menggunakan pakaian.
"Dasar manusia, sepertinya aku bisa bermain sebentar denganmu untuk memulihkan tenagaku yang sedikit berkurang" ucap Andre.
__ADS_1
Bersambung....