RATU IBLIS

RATU IBLIS
56


__ADS_3

Hermione duduk disofa bersama Dimas, sedangkan Reno dan Fadil sudah masuk kedalam kamar karena jam sudah menunjukkan pukul 1 malam.


"Bram masih suka telpon kamu terus?" tanya Dimas.


"Nggak" jawab Hermione.


"Bagus deh" ucap Dimas.


"Aku masih deg degan karena warga datang kerumah bahkan sampai pak rt dan pak rw ada juga" ucap Dimas.


"Aku sih biasa aja karena udah tau" ucap Hermione.


"Curang kamu gak bilang sama aku" ucap Dimas cemberut.


"Biar seru" ucap Hermione.


"Seru apa Ra, jantung kayak abis lari maraton" ucap Dimas.


"Hihihihi" terdengar suara tertawa yang membuat Dimas ketakutan.


"Dara" Dimas langsung loncat dari sofa dan mendarat dipangkuan Hermione, dia lalu memeluk Hermione erat.


"Ada mbak kun ya?" tanya Dimas masih memeluk Hermione.


"Gak ada" jawab Hermione yang memang tak merasakan aura mbak kun disana.


"Bohong itu tadi suara mbak kunnya" ucap Dimas.


"Eh maaf ini suara hp aku" ucap Reno mengambil ponselnya yang ada dimeja. Dimas menoleh menatap Reno.


"Suaranya gitu banget bikin orang jantung aja" ucap Dimas.


"Maaf itu tadi diganti buat nakutin Fadil" ucap Reno, Reno melihat posisi Dimas yang ada diatas pangkuan Hermione.


"Eh maaf Ra" ucap Dimas yang baru sadar, dia lalu pindah duduk disebelah Hermione.


"Hmm" balas Hermione.


"Aku kekamar lagi" ucap Reno melangkah pergi dari sana.


"Haduh kirain ada hantu, gara-gara tadi dijalan jadi takut aku" ucap Dimas.


"Jangan takut sama hantu, teman sama istri kamu aja iblis" ucap Hermione pelan.


"Tapi yang ini cantik gak kayak mereka serem" ucap Dimas mencubit pipi Hermione setelah itu dia memeluk Hermione dari samping dan menyimpan kepalanya dipundak Hermione.


"Kalau kamu liat iblis yang lain dineraka juga serem sama aja kali" ucap Hermione.


"Terserah mau serem atau gak yang penting iblis yang satu ini milik aku" ucap Dimas.

__ADS_1


"Milik kamu ya?" tanya Hermione.


"Ya iyalah kamu milik aku" ucap Dimas sedikit keras.


"Iya milik kamu iya" ucap Hermione tersenyum.


"Love you" ucap Dimas.


"Too" balas Hermione mengusap rambut Dimas lembut.


.....


"Kamu milik aku" gumam Reno pelan diatas ranjang saat mendengar suara Dimas menyebut itu.


"Kayaknya bang Dimas sama kak Dara udah pacaran" ucap Reno.


"Gak apa-apa kok asal mereka berdua bahagia aku juga bahagia" ucap Reno tersenyum kecut.


***


Fadil keluar dari kamar tamu setelah mandi dan menggunakan seragam sekolah rapi, dia melihat Hermione dan Dimas yang tidur disofa ruang tengah dengan posisi Dimas memeluk Hermione dari samping, mereka berdua tidurnya duduk tidak berbaring.


"Ya ampun kok tidur disofa gak dikamar" ucap Fadil pelan sambil menggelengkan kepalanya.


"Kayaknya karena capek jadi ketiduran disitu" ucap Fadil lagi.


Reno keluar dari kamarnya lalu menghampiri Fadil, dia melihat Hermione dan Dimas perih rasanya melihat orang yang dicintai sedang dipeluk oleh abang sendiri.


"Kak Dara sama bang Dimas gak dibangunin?" tanya Fadil.


"Kasian pasti capek mana tidurnya cuman 1 sampai 2 jam doang" ucap Reno.


"Yaudah ayo lo bareng sama gue aja pakai motor" ucap Fadil.


"Ayo" ucap Reno. Mereka berdua keluar dari rumah, tak lupa sebelum pergi Reno menutup pintunya.


Tak lama setelah kepergian Reno dan Fadil kesekolah Hermione bangun dari tidurnya. Dia melepaskan pelukan Dimas dari tubuhnya.


"Mereka udah gak dirumah" ucap Hermione tak merasakan aura Reno dan Fadil.


"Mending gue masak buat Dimas" ucap Hermione berjalan kearah dapur.


Hermione sibuk dengan peralatan masaknya, Hermione sudah belajar banyak selama didunia manusia saat sudah menjadi iblis jadi dia bisa melakukan apa saja layaknya manusia normal.


Dia fokus memasak sampai tak menyadari kalau Dimas sudah bangun dan berada dibelakang tubuhnya.


"Istri idaman sih ini" ucap Dimas memeluk Hermione dari belakang.


"Eh ngagetin aja" ucap Hermione.

__ADS_1


"Maaf" ucap Dimas menyimpan dagu dipundak Hermione.


"Yang lain udah bangun?" tanya Dimas.


"Pas aku bangun udah gak ada kayaknya udah pergi kesekolah" jawab Hermione.


"Ohh, hmm aku mau mandi dulu ya" ucap Dimas melepas pelukannya.


"Iya" sahut Hermione.


"Kamu gak mandi?" tanya Dimas.


"Mau gak mandi 6 tahun juga tetep cantik dan wangi" ucap Hermione.


"Ohh iyayah yaudah aku kekamar dulu" ucap Dimas yanh dijawab deheman oleh Hermione. Dimas berjalan kearah kamarnya.


"Ribet banget sih masak" ucap Hermione lalu menjentikkan jarinya.


"Nah kalau ginikan enak, praktis" ucap Hermione membawa makanan yang sudah siap di meja makan.


"Gak perlu ribet masak" ucap Hermione.


"Sekarang penampilanku" Hermione menjentikkan jarinya lagi tiba-tiba pakaiannya berganti.


***


Disisi lain Bram marah kepada anak buahnya karena kehilangan jejak Hermione dan Dimas saat perjalanan pulang.


"Dasar bodoh, suruh hacker handal melacak mereka beri sejumlah uang yang dia mau" ucap Bram.


"Baik tuan" ucap salah satu anak buahnya lalu pergi.


"Tunggu saja aku akan datang" ucap Bram.


Malam harinya...


Bram sudah mengetahui tempat tinggal Dimas tapi tak menemui tempat tinggal Hermione atau Hera. Hacker itu juga bilang kalau Dimas tinggal dengan sepupunya.


"Siapkan semuanya mobil, hotel atau apartemen untuk aku tinggal, besok aku akan pergi kekota itu" ucap Bram kepada anak buahnya.


"Iya tuan" ucap anak buahnya. Bram pergi dari ruangan itu lalu masuk kedalam kamar.


"Aku akan pergi urusan bisnis keluar kota besok" ucap Bram.


"Kenapa mendadak mas?" tanya istri Bram.


"Mau gimana lagi, aku harus tetap pergi" ucap Bram.


"Hmm baiklah akan aku siapkan pakaian mas Bram" ucap istri Bram.

__ADS_1


Bram tersenyum miring melihat istrinya yang mudah dibodohi, istri Bram memasukkan pakaian Bram kedalam koper.


Bersambung...


__ADS_2