RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ling Zungze


__ADS_3

Semua telah kembali ke kekaisaran dan kerajaan mereka masing masing kini tinggal pasukan dari Kekaisaran Qiyu dan segerombolan pemuda yang merupakan kakak laki laki dari Xiao Ziya. Gadis itu memberikan seratus koin emas pada masing masing prajurit Kekaisaran Qiyu dan untuk puluhan kakak laki lakinya itu Xiao Ziya mengeluarkan jutaan pedang kelas atas ia meminta kakak laki lakinya itu untuk memilih sendiri pedang mana yang ingin mereka pilih.


"Adikku apakah kau ini paviliub senjata berjalan?." tanya Xiao Xun yang keheranan dengan begitu banyaknya pedang yang dimiliki oleh sang adik.


"Kami boleh memilihnya sendiri?." tanya Aron dengan kilau mata yang berbinar saat melihat jutaan pedang tingkat tinggi yang sangat berkilauan dan sangat indah.


"Pilihlah kalian hanya punya waktu sepuluh menit untuk memilih satu pedang." ucap Xiao Ziya yang memberikan waktu pada kakak laki lakinya agar mereka tak terlalu lama memilih sebuah pedang.


Semua kakak laki laki Xiao Ziya sangat antusias memilih pedang yang mereka inginkan, tumpukan pedang itu benar benar menarik perhatian beberapa orang yang sedang berlalu lalalng di sana. Sepuluh menit sudah berlalu semua sudah memilih pedang mereka masing masing. Xiao Ziya memasukkannya kembali kedalam cincin semestanya. Sepertinya cincin semesta milik Xiao Ziya itu lebih luas dari dunia bawah.


"Baiklah mari kita pulang." ucap Xiao Ziya yang memimpin perjalanan pulang kali ini.


Ia melihat prajurit prajurit peri yang sedang menunggu mereka disebuah hutan dekat dengan perbatasan Kekaisaran Lungzo.


"Trimakasih sudah membantu, sampaikan pada raja dan ratu saya akan segera berkunjung kesana." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ramah pada prajurit peri yang sedang menjaga portal.


Xiao Ziya dan yang lainnya masuk kedalam portal itu, mereka melintasi dimensi ruang dan waktu yang terlihat sangat indah bagi Xiao Ziya, namun membuat yang lainnya merasa pusing karena kecepatan perputaran ruang dan waktu. Xiao Ziya dan yang lainnya sudah sampai di perbatasan Kekaisaran Qiyu, ia memasuki gerbang wilayah Kekaisaran Qiyu terlihat para penduduk yang sedang berjajar rapi depan rumah mereka. Disepanjang jalan menuju istana Kekaisaran Qiyu terdengar suara sorakan dan tepuk tangan dari para penduduk.


"Sambutan yang sangat luar biasa." ucap Xiao Ziya yang. Ia melihat kesekeliling sepertinya penduduk Kekaisaran Qiyu sudah menunggu kepulangan mereka.


"Dan tentu saja adikku lah yang paling populer diantara yang lain. Aku saja sebagai kaisar masih kalah dengan pesonamu." ucap Xiao Yan yang sedang menggoda adiknya itu. Memangnya siapa yang bisa menolak pesona dari seorang Xiao Ziya yang begitu manis dan imut.


"Kau berulah lagi gege." ucap Xiao Ziya yang tertawa sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Kini mereka sudah sampai di istana kekaisaran yang tampak sunyi itu, kakak laki laki Xiao Ziya yang lain berpamitan untuk kembali ke tempat mereka masing masing. Sedangkan Xiao Ziya, Xiao Yan, Xiao Xun, dan Pangeran Kegelapan masuk kedalam Istana Kekaisaran Qiyu.


"Hah aku sangat lelah, sepertinya aku akan mandi dulu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi ke kamarnya yang sudah tersedia di istana Kekaisaran Qiyu.


Dilain tempat prajurit peri yang diperintahkan oleh Raja Richal untuk membantu Xiao Ziya sudah kembali ke wilayah peri, mereka sedang mereka sedang melaporkan kepulangan mereka.


"Bagaimana dengan peperangan yang nona Ziya lakukan?." tanya Raja Richal yang ingin mengetahui hasil dari peperangan itu.


"Nona Ziya memenangkan peperangan ini, ada salah satu kerajaan yang ada di dunia atas yang ikut membantunya." ucap salah satu prajurit yang menjawab pertanyaan dari sang raja.


"Itu bukan sesuatu yang mengejutkan." ucap Raja Richal yang sudah bisa menebak bahwa Xiao Ziya memanglah bukan gadis biasa yang bisa mereka remehkan begitu saja.

__ADS_1


"Nona Ziya juga berpesan pada kami bahwa ia akan segera datang berkunjung." ucap prajurit yang mendapat perintah menyampaikan pesan Xiao Ziya pada Raja Richal.


"Baiklah tentu saja saya akan menyambutnya dengan baik, kalian bisa kembali ke rumah kalian untuk beristirahat." ucap Raja Richal yang memberikan cuti pada para prajurit yang sudah turun langsung membantu Xiao Ziya.


Seberapa banyakpun Kerajaan Peri membantu Xiao Ziya itu tak akan pernah cukup untuk membalas kebaikan gadis itu yang mau membebaskan Raja Richal dan mengembalikannya pada keluarga. Jika Xiao Ziya adalah gadis yang jahat maka ia akan memanfaatkan Raja Richal untuk mendapatkan Kerajaan Peri namun gadis itu tak melakukannya.


Saat ini Xiao Ziya sudah berpakaian rapi, gadis itu keluar dari istana kekaisaran dan pergi menuju Klan Xiao untuk melihat apakah Xiao Muer sudah mati atau masih bertahan hidup. Setelah sampai di Klan Xiao, Xiao Ziya pergi menuju paviliun Xiao Bing yang masih dilapisi oleh mantra sihir Xiao Ziya.


Saat masuk kedalam paviliun Xiao Bing tercium bau busuk yang membuat siapapun akan merasa mual. Ia melihat kedekat ruang duduk tamu disana terlihat Xiao Muer yang sedang meringkuk kesakitan, wajahnya yang membusuk membuat gadis itu semakin buruk.


"Aaaargh sialan kau membuatku lebih menderita daripada kematian." ucap Xiao Muer yang masih bisa bertahan hidup, gadis itu menatap Xiao Ziya dengan tajam dan penuh dengan amarah.


"Hah bagaimana? apakah Muer jiejie baik baik saja. Rupanya semangat hidup jiejie masih sangat tinggi." ucap Xiao Ziya yang menatap Xiao Muer dengan penuh rasa kasihan. Dia ingin menyudahi siksaan Xiao Muer, Xiao Ziya mengeluarkan api hitam dari telapak tangannya dan membakar tubuh Xiao Muer.


"Sakit sakit aaaa sakit hentikan." ucap Xiao Muer yang merasa sangat kesakitan saat api hitam Xiao Ziya membakar tubuhnya. Jiwa Xiao Muer terasa tersiksa.


"Dengan begini kau tak akan kesakitan lagi nantinya " ucap Xiao Ziya yang pergi meninggalkan Xiao Muer yang sedang kesakitan.


Xiao Ziya pergi menuju paviliunnya yang ada di Klan Xiao, gadis itu sangat rindu paviliun yang menjadi rumah pertamanya yang tak akan tergantika.


"Paviliun milikku memang selalu indah dan menakjubkan." ucap Xiao Ziya yang membuka gerbang masuk paviliunnya. Berbeda dengan paviliun paviliun lain yang ada di Klan Xiao yang dijaga ketat oleh parajurit, paviliun Xiao Ziya nampak sepi dan sunyi sangat cocok untuk menenangkan diri.


"Aku akan segera pergi ke dunia atas dan menyelesaikan takdirku yang ada di sana." ucap Xiao Ziya yang sangat ingin membuka buku itu namun hanua bisa dilakukan saat ia tinggal di dunia atas.


Xiao Ziya merebahkan tubuhnya di tempat tidur sembari memeluk buku itu dengan sangat erat, apapun yang nanti akan menjadi takdirnya, Xiao Ziya sudah siap untuk menerimanya.


Karna kelelahan akhirnya Xiao Ziyapun tertidur, buku bersampul tengkorak yang sedang dipeluk Xiao Ziya tiba tiba mengeluarkan cahaya hitam dan juga putih. Cahaya itu masuk kedalam tubuh Xiao Ziya kemudian menghilang entah kemana.


Hari sudah mulai sore, Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidurnya yang lelap gadis itu meregangkan kedua tangannya dan membuka jendela kamar. Ia melihat kesekeliling, suasana yang sangat damai dan membuat Xiao Ziya merasa senang.


"Menyenangkan jika bisa terus bersantai seperti ini." ucap Xiao Ziya yang menatap langit berwarna jingga yang sangat indah, bunga bunga yang ditanam di setiap sudut paviliun Xiao Ziya menyebarkan aroma sejuk yang menenangkan.


"Namun tugasku masih belum selesai, masih banyak misteri yang harus dituntaskan." ucap Xiao Ziya yang sedang berdebat dengan dirinya sendiri. Wajat saja jika gadis itu ingin hidup dengan tenang dan juga bahagia karna itu adalah impian semua orang. Namun di jaman kuno ini yang terkuatlah yang bisa melakukan apapun semau mereka, untuk itu Xiao Ziya harus berdiri di puncak agar bisa melakukan apapun yang membuatnya bahagia.


Setelah selesasi menikmati keindahan sore hari di paviliunnya yang ada di Klan Xiao, Xiao Ziya memutuskan untuk pergi berjalan jalan di pasar yang ada di dekat klan. Masih sangat padat orang yang berlalulalang, Xiao Ziya terus berjalan hingga ia sampai di Akademi Kekaisaran Qiyu. Setelah sampai di sana Xiao Ziya bergegas untuk pergi ke kantor kepala akademi karna ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.

__ADS_1


Tok tok tok


Suara pintu ruang kerja kepala akademi yang sedang diketuk oleh Xiao Ziya. Ling An mempersilahkan orang yang mengetuk pintunya untuk masuk. Saat melihat Xiao Ziyalah yang datang berkunjung membuat Ling An sedikit terkejut karna saat ini ia juga mengobrol dengan seorang pemuda yang ingin mendaftar sebagai murid Akademi kekaisaran Qiyu.


"Ah sepertinya kepala akademi sedang ada tamu, kalau begitu saya pamit saja dan kembali nanti." ucap Xiao Ziya yang hendak pergi namun ditahan oleh Ling An dan meminta Xiao Ziya untuk tetap tinggal di sana.


"Tetaplah di sini Master Ziya karna saya akan memperkenalkan murid baru ini pada anda." ucap Ling An yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk duduk di kursi yang masih kosong.


Xiao Ziya menatap pemuda itu penuh dengan curiga, apa yang sedang pemuda itu lakukan di sini, dilihat dari auranya ia bukanlah pemuda yang berasal dari dunia bawah. Apa pemuda itu memiliki maksut tersendiri untuk datang ke Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Mengapa anda menatap saya seperti itu?." tanya pemuda yang ada di samping Xiao Ziya. Ia tersenyum miaterius yang membuat Xiao Ziya semakin curiga tentang identitas pemuda itu.


"Bukan apa apa namun saya belum pernah melihat pemuda berambut putih seperti anda." ucap Xiao Ziya yang membuat alasan agar pemuda itu tak merasa bahwa identitasnya sedang dicurigai oleh Xiao Ziya.


"Baiklah bisakah master Ziya mengantarnya ke paviliun dekat paviliun anda?." ucap Ling An yang meminta tolong pada Xiao Ziya untuk mengantar murid baru itu.


"Baiklah saya akan mengantarnya, nanti saya akan kembali lagi kesini." ucap Xiao Ziya yang beranjak dari tempat duduknya, disusul oleh pemuda yang akan menjadi murid baru.


Xiao Ziya dan murid baru itu saling berdiam diaman tanpa ada pembicaraan sama sekali karna Xiao Ziya tak ingin mengatakan apapun.


"Ah maaf saya lupa memperkenalkan diri, saya Ling Zungze semoga kita bisa semakin dekat lagi." ucap Ling Zungze yang ingin lebih dekat dengan Xiao Ziya.


"Iya kita pasti akan semakin dekat, kita telah tiba di paviliun tempat tinggalmu. Saya pamit terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dan tak ingin berlama lama dengan pemuda misterius yang membuat dirinya tak tenang.


Xiao Ziya bergegas untuk kembali ke ruang kerja kepala akademi, gadis itu mengetuk lagi pintunya lalu masuk. Ia langsung duduk di salah satu kursi dan menatap Ling An dengan tajam. Mendapat tatapan seperti itu dari Xiao Ziya tentu saja membuat Ling An merasa takut dan juga gemetaran.


"Apa saya telah menyinggung master?." tanya Ling An yang bertanya secara perlahan pada Xiao Ziya agar ia tak melakukan kesalahan.


"Tidak anda tak melakukan kesalahan apapun pada saya." ucap Xiao Ziya yang membuat Ling An sedikit lega karna tak melakukan kesalahan.


"Lalu apa ada sesuatu yang ingin master katakan pada saya?." tanya Ling An yang sedang menerka nerka apa yang terjadi pada Xiao Ziya sehingga ia datang menemuinya.


"Bagaimana cara kita agar bisa masuk ke wilayah dunia atas dan menetap di sana sementara waktu?." ucap Xiao Ziya yang mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan pada kepala akademi.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya tentu saja membuat Ling An merasa terkejut, apakah gadis itu ingin pergi ke dunia atas, apa yang ingin ia lakukan di sana.

__ADS_1


"Ada sebuah cara saya akan menjelaskannya pada master." ucap Ling An yang sedang mencari sebuah buku yang berisi tentang bagaimana cara untuk bisa tinggal di dunia atas.


Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi nih di siang yang sangat panas ini. Jangan lupa follow aku yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya biar aku makin semangat, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share ke teman teman kalian, tips.


__ADS_2