
"Kalian fikir saya datang kesini tanpa mengumpulkan informasi terlebih dahulu? maaf saya tak sebodoh itu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan sinis ke arah keluarga Muyen yang ada di aula istana.
Mereka tampak resah karna tak ada lagi kartu as yang dapat mereka gunakan untuk menghentikan tindakan Xiao Ziya yang tiba tiba saja kembali ke dunia bawah. Jika kondisinya terus seperti ini maka bisa dipastikan Keluarga Bangsawan Mung-e akan hancur di tangan Xiao Ziya. Setelah berfikir cukup lama Muyen menemukan sebuah ide yang mungkin saja bisa meredakan amarah dari Xiao Ziya.
"Jika hari ini saudari Ziya memaafkan kami semua maka saya berjanji akan menikahi Xiao Yuna nantinya." ucap Muyen yang ingin menjadikan Xiao Yuna sebagai sebuah alasan mengapa Xiao Ziya harus mengampuni ia dan keluarganya.
Mendengar kata kata dari mulut Muyen membuat Xiao Ziya merasa geli, mengapa ia harus menikahkan saudari perempuannya dengan seorang penghianat seperti Muyen padahal Xiao Ziya memiliki banyak kenalan pemuda tampan dan kaya jauh lebih hebat dibandingkan seorang Muyen yang tak ada apa apanya itu. Walau kisah percintaan jie jienya sudah cukup tragis namun Xiao Ziya tak ingin membuat Xiao Yuna merasakan betapa sakitnya ketika nyawa kita direnggut oleh orang yang sangat kita cintai dan percaya.
"Simpan saja omong kosongmu itu." jawab Xiao Ziya dengan tatapan tajamnya pada Muyen, ia tak akan lagi percaya pada pemuda itu apapun yang ia katakan.
"Saudari anda begitu mencintai saya, jika anda membunuh saya bukankah saudari anda akan merasa sedih?." ucap Muyen yang sedang mengancam Xiao Ziya.
"Lebih baik Yuna jie jie menangis sekarang daripada ia harus menikah dengan pria tak berperasaan seperti anda." ucap Xiao Ziya yang tetap pada pendiriannya untuk membinasahkan keluarga Mung-e dengan tangannya sendiri.
"Apa anda tak merasa kasihan pada Xiao Yuna yang telah menjalin kasih lebih dari satu tahun dengan putra saya?." ucap Murong Xu yang juga ingin mempengaruhi Xiao Ziya.
"Saya akan mengenalkan jie jie saya pada pemuda pemuda tampan dan hebat yang saya temui di dunia atas." ucap Xiao Ziya yang membuat mulut Muyen bungkam, karna jika Xiao Ziya benar benar mengenalkan Xiao Yuna dengan salah satu kenalannya dari dunia atas maka kehilangan sesosok Muyen bukanlah apa apa.
Xiao Ziya membakar pedang hitam yang kini ada di tangannya menggunakan api berwarna putih, api itu berkobar dengan sangat besar. Muyen dan anggota keluarganya hanya bisa membuat sihir pelindung sesuai dengan kemampuan mereka. Tentu sihir pelindung itu dengan mudah di hancurkan oleh Xiao Ziya, gadis itu menatap ke arah Murong Xu dalam satu kedipan mata tubuh Murong Xu terbelah menjadi dua.
"Ayaaah!." triak Muyen dengan histeris saat melihat ayahnya sudah tak bernyawa lagi.
Muyen mengambil pedangnya dan mulai melakukan perlawanan tak berarti pada Xiao Ziya, seharusnya sedari awal pemuda itu tau melakukan penghianatan pada Ziya bukanlah rencana yang baik karna gadis itu sangatlah bengis saat ia sudah tak menyukai seseorang. Suara dentingan pedang yang saling beradu dengan satu tebasan dari Xiao Ziya pedang milik Muyen patah menjadi beberapa bagian dan tak bisa digunakan lagi. Muyen gemetaran dan melangkah mundur kebelakang, Xiao Ziya melesat ke arah Anggota Keluarga Bangsawan Mung-e yang lain dan membunuh mereka dengan tangan Ziya sendiri. Hari itu Muyen melihat bagaimana seluruh keluarganya dibantai habisa oleh seorang gadis yang dulu sering ia panggil adik ipar.
__ADS_1
"Seharusnya kau binasah saja saat ada di dunia atas." triak Muyen yang merasa kesal dan sangat sedih karna kehilangan segalanya.
"Kau siapa hingga bisa mengatur kapan saya harus tiada?." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menakutkan, saat seperti itu mungkin setan akan berfikir jutaan kali untuk merasuki Xiao Ziya.
Kini Xiao Ziya melangkah perlahan ke arah Muyen dengan pedang yang ia seret sehingga menimbulkan suara yang nyaring saat ujung pedang bergesekan dengan lantai, hari itu Xiao Ziya akan membinasahkan pemuda yang dulunya ia percaya sanggup menjaga saudari perempuannya.
"Saya sudah memberimu kesempatan, memberikanmu posisi, namun kau sendiri yang menghancurkannya." ucap Xiao Ziya yang menebaskan pedang hitamnya ketubuh Muyen beberapa kali hingga beberapa bagian tubuh pemuda itu terpisah.
Setelahnya Xiao Ziya membakar seluruh mayat yang ada di aula utama Istana Kekaisaran Lungzo gadis itu memasukkan kembali pedang hitamnya kedalam cincin semesta dan melesat menuju Kekaisaran Qiyu untuk melihat apakah Xiao Yan telah diantar ke kekaisaran dengan selamat.
Xiao Ziya kembali menggunakan jubah dan tudungnya saat keluar dari istana namun para prajurit Kekaisaran Lungzo yang memang sudah mengenalinya langsung membungkukkan tubuh mereka sebagai tanda penghormatan pada Xiao Ziya.
"Nona Ziya setelah Raja Murong Xu tiada siapa yang akan memimpin Kekaisaran Lungzo ini?." tanya salah satu prajurit yang tak ingin tahta kekaisaran kosong dalam jangka waktu yang lama karna akan menimbulkan konflik antar keluarga bangsawan yang masih ada di kekaisaran.
"Saya akan mencarikan kandidat yang tepat." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramahnya kemudian ia pergi dari tempat itu.
Setelah perjalanan yang memakan waktu cukup lama Xiao Yan sampai di wilayah perbatasan Kekaisaran Qiyu, para prajurit Kekaisaran Lungzo menurunkan pemuda itu dari kereta kuda.
"Kami telah mengantar anda sesuai dengan perintah pemimpin, kami akan kembali ke Kekaisaran Lungzo." ucap beberapa prajurit yang mengatakan hal itu ada Xiao Yan.
"Siapa yang kalian maksut dengan pemimpin? apakah dia Raja Murong Xu?." ucap Xiao Yan yang tak faham mengapa Raja Murong Xu tiba tiba menculiknya dan membebaskannya begitu saja ini sangat aneh.
"Bukan beliau yang meminta kami untuk membebaskan anda, nanti anda juga akan bertemu dengan pemimpin." ucap para prajurit Kekaisaran Lungzo yang langsung pergi dari sana karna tak ingin mendapat banyak pertanyaan dari Kaisar Yan.
__ADS_1
Xiao Yan hanya bisa pasrah karna ia tak mendapat jawaban yang memuasakan, para prajurit Kekaisaran Qiyu yang melihat Kaisar Yan langsung menghampirinya dan memberikan salam.
"Akhirnya kaisar kembali kami sangat cemas saat tiba tiba saja kaisar menghilang." ucap salah satu prajurit penjaga perbatasan yang merasa sangat lega.
"Saya akan kembali ke istana karna saya merasa lelah." ucap Kaisar Yan yang ingin segera pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Beberapa prajurit mengwal Kaisar Yan hingga ia sampai di Istana Kekaisaran Qiyu, setelah sampai di istana banyak orang yang sudah menanti kembalinya sang kaisar begitupun dengan seseorang yang menggunakan jubah aneh yang sedang berbincang dengan ayahnya.
"Apakah kekaisaran sedang ada tamu?." tanya Kaisar Yan pada ayahnya saat melihat gadis berjubah aneh itu.
"Ah akhirnya kau sampai juga putraku, syukurlah kau kembali dengan selamat. Kita sedang tidak kedatangan tamu." ucap Xiao Cunyu yang merasa bingung mengapa tiba tiba putranya menanyakan soal tamu.
"Lalu siapa yang sedang berbincang bincang dengan ayah?." tanya Kaisar Yan yang menunjuk ke arah Xiao Ziya.
Xiao Ziya yang masih menggunakan jubah itu hanya tertawa kecil karna ini sangat menyenangkan saat ia mengerjai kakak pertamanya. Xiao Ziya membalikkan badannya dan menatap ke arah Xiao Yan seketika pemuda itu tebelalak dan berlari untuk memeluk adik kesayangannya itu.
"Gege sangat merindukanmu gadis kecil, mengapa kau sudah tumbuh tinggi." ucap Xiao Yan yang merasa Xiao Ziya lebih tinggi daripada terakhir kali mereka bertemu.
"Tentu saja karna saya makan dengan baik di sana." ucap Xiao Ziya yang berbalik memeluk Xiao Yan.
"Jangan bilang kau yang telah membenaskan gege." ucap Xiao Yan yang curiga bahwa adik perempuannyalah yang dimaksut pemimpin oleh para prajurit Kekaisaran Lungzo.
"Tentu saja adikmu yang melakukan itu." ucap Xiao Cunyu yang tersenyum senang akhirnya mereka bisa berkumpul kembali.
__ADS_1
"Kita tinggal menunggu Xun kembali setelahnya gege akan mengajakmu berjalan jalan." ucap Xiao Yan yang masih ingat apa yang ia ucapkan jika adik perempuannya itu kembali suatu hari nanti.
Hai hai semua maaf chap kali ini pendek aku ga bisa mikir karna tenggorokanku sakit banget susah napas ga bisa nelen ludah jadi ga fokus. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, share.