RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pangeran Pengecut


__ADS_3

"SERANG!!!." triak Xiao Ziya yang langsung berlari ke arah pasukan musuh bersama dengan Pasukan Neraka dan Padukan Kerajaan Hitam.


Suara dentingan pedang yang saling beradu terdengar sangat nyaring, Pasukan Neraka menyerang dengan brutal mereka melukai setiap pasukan musuh dengan cukup parah. Saat salah satu anggota pasukan musuh sudah terluka dengan parah, Pasukan Kerajaan Hitam langsung menikam di bagian jantung mereka. Kerja sama antara Pasukan Neraka dan Pasukan Kerajaan Hitam berjalan dengan baik. Lima puluh ribu penyihir yang dipimpin Raja Min Lunxi menghidupkan kembali pasukan musuh menjadi mayat hidup, penyihir penyihir itu mengendalikan setiap mayat hidup dan mulai menyerang bagian tengah pertahanan musuh. Lima puluh penyihir yang dipimpin oleh Tuan Muda Min Xome menembaki pembatas pelindung yang ada di barisan paling belakang formasi musuh mereka. Pembatas pelindung itu sengaja dibuat oleh para prajurit dengan kemampuan sihir dari pihak Kerajaan Bulan untuk melindungi seratus ribu pasukan cadangan. Serangan yang dilakukan oleh Tuan Muda Min Xome beserta penyihir yang ada di bawah kepemimpinannya mengguncang pembatas pelindung itu, pihak musuh mulai cemas jika pelindung yang mereka buat akan rusak.


"Tingkatkan kekuatan pelindung kalian, jangan sampai para penyihir itu merusaknya." ucap Pangeran Yozan Zee yang sedang mengamati situasi peperangan saat ini, hanya pemuda itu yang terlihat santai saat pasukannya sedang berperang dengan pasukan sekutu Xiao Ziya.


"Mereka menembakkan bola bola sihir dengan elemen yang berbeda, kami mulai kewalahan pangeran." ucap salah seorang jenderal yang memimpin pasukan cadangan, seharusnya mereka menyewa beberapa penyihir handal untuk mengatasi hal ini.


"Jika pelindungnya pecah rencana kita akan gagal, sialnya pasukan musuh lebih banyak dari informasi yang saya dapatkan." ucap Pangeran Yozan Zee dengan kesal, bukankah wanita tua itu mengatakan di pihak Xiao Ziya hanya ada seratus ribu pasukan sekutu? mengapa jumlahnya berbeda.


"Berapa jumlah pasukan musuh saat ini?." tanya jenderal yang memimpin pasukan cadangan.


"Kemungkinan lebih dari tiga ratus ribu pasukan." ucap Pangeran Yozan Zee, jika begini terus ia akan kalah. Sepertinya Pangeran Yozan Zee harus meminta bantuan pada sang ayah.


"Salah satu dari kalian yang ada di pasukan cadangan cepat kembali ke istana, bawalah sepuluh ribu penyihir Kerajaan Bulan untuk bergabung dalam peperangan." triak Pangeran Yozan Zee. Seorang prajurit yang ada di padukan cadangan berlari kembali ke wilayah Kerajaan Bulan.


Saat Pangeran Yozan Zee sibuk memikirkan cara mengatasi para penyihir dari pihak musuh, Xiao Ziya bersama pasukan di baris depan telah mengalahkan seribu prajurit Kerajaan Bulan dalam waktu kurang lebih satu jam.


"Gadis itu sungguh merepotkan." ucap beberapa jenderal dari Kerajaan Bulan, mereka berempat mengepung Xiao Ziya dan ingin menyerang gadis itu secara bersamaan. Meski cara itu dianggap sebagai cara pengecut, namun tak ada pilihan lain yang bisa mereka lakukan untuk mengalahkan Xiao Ziya.


Ketika keempat Jenderal dari Kerajaan Bulan menyerang Xiao Ziya dengan jurus terkuat yang mereka miliki, Xiao Ziya menghentakkan pedang hitamnya ke tanah dan menimbulkan getaran yang sangat kencang. Karna kehilangan keseimbangan akhirnya keempat Jenderal Kerajaan Bulan itu terjatuh dan gagal menyerang Xiao Ziya.


"Sekarang giliran ku untuk menyerang." ucap Xiao Ziya dengan senyuman yang mengerikan.


Xiao Ziya mengeluarkan sulur sulur hitam dari telapak tangannya, sulur hitam itu melilit badan keempat Jenderal Kerajaan Bulan hingga mereka tak bisa menggunakan pedangnya lagi. Xiao Ziya menatap keempat jenderal itu kemudian tersenyum dengan lebar, gadis itu menebas amor yang dikenakan oleh keempat jenderal dengan sangat mudah.


"Lepaskan kami." ucap salah seorang jenderal dengan tatapan tak suka, gadis muda itu lebih kejam daripada raja mereka.


"Saya belum melakukan apapun pada kalian, lagipula kalian musuh saya." ucap Xiao Ziya dengan bahagia.


Xiao Ziya mennyayat perut keempat jenderal itu, suara teriakan kesakitan terdengar begitu mengerikan bagi pasukan musuh yang melihat ke arah keempat jenderal mereka. Darah mengalir dengan sangat deras namun Xiao Ziya belum menghentikan penyiksaan yang ia lakukan, Ziya memotong telapak kaki keempat jenderal itu dengan sangat sadis.


"Keponakanku sangat keren." ucap Ratu Min Xunzi yang sedang berada di barisan belakang memimpin pergerakan para penyihir.


"Saya sampai gemetaran melihatnya." ucap Tuan Muda Min Xome dan Tuan Muda Min Wungi. Ini pertama kalinya bagi kedua pemuda itu melihat penyiksaan yang sangat kejam, ditambah yang melakukan hal itu sepupu mereka sendiri.


Keempat Jenderal dari Kerajaan Bulan terlihat sudah tak berdaya lagi, meski mereka manusia abdi yang sudah sempurna dan memiliki kemampuan regenerasi yang cukup cepat untuk memulihkan luka, akan tetapi semua yang dilakukan Xiao Ziya terlalu berlebihan.


"Ini adalah hal yang menyenangkan." ucap Xiao Ziya, gadis itu segera mengakhiri hidup keempat Jenderal dari Kerajaan Bulan dengan menancapkan seratus belati pada keempat tubuh jenderal itu.


Dari kejauhan Pangeran Yozan Zee menyaksikan semuanya dengan mata kepalanya sendiri, ia tak tau iblis semacam apa yang sedang ia lawan saat ini.


"Kita harus mundur ke markas!." triak Pangeran Yozan Zee yang meminta sisa pasukannya untuk mundur dan merancang ulang rencana yang merekam miliki.

__ADS_1


"Buat dinding pembatas agar mereka tak bisa kabur." triak Tuan Muda Min Wungi, ia meminta lima puluh ribu penyihir di bawah pimpinannya untuk membuat dinding pembatas dengan sihir hitam. Kelima puluh penyihir itu langsung melesat ke berbagai arah sembari membaca sebuah mantra, dengan sangat cepat muncul dinding transparan berwarna hitam yang mengelilingi seluruh area peperangan. Pangeran Yozan Zee dan pasukannya tak bisa melewati dinding pembatas itu sekuat apapun mereka mencoba.


"Terus serang mereka jangan sisakan satu orang pun!!!." triak Xiao Ziya yang mengejar pasukan Kerajaan Bulan bersama dengan pasukan sekutunya yang memiliki kemampuan berpedang.


Pasukan Kerajaan Bulan mau tak mau harus melanjutkan peperangan itu, mereka harus sabar menunggu kedatangan para penyihir yang akan menghancurkan dinding transparan ini. Peperangan terus berlangsung hingga pagipun datang, dari pihak Kerajaan Bulan terdapat banyak korban jiwa yang tak bisa dihitung jumlahnya karna para penyihir dari pihak musuh langsung menghidupkan prajurit yang mati itu menjadi mayat hidup.


Di sisi lain prajurit dari salah satu anggota pasukan cadangan baru saja sampai di Istana Kerajaan Bulan, prajurit itu langsung menemui Raja Anling Zee yang sedang rapat bersama dengan mentri menterinya. Tanpa mengetuk pintu aula terlebih dahulu, sang prajurit masuk begitu saja membuat semua orang di dalam aula terkejut.


"Maaf atas kelancangan saya, ini kondisi yang darurat." ucap prajurit itu meminta maaf pada semua orang yang ada di sana.


"Katakan apa yang terjadi?." tanya Raja Anling Zee, ia ingin tau keadaan darurat macam apa yang membuat salah satu prajuritnya melupakan sopan santun.


"Pasukan musuh berjumlah lebih dari seratus ribu orang, kemungkinan besar mereka berjumlah tiga ratus ribu ataupun lebih. Selain itu pasukan musuh juga mengetahui cara untuk membunuh para prajurit dengan tingkat setengah abadi, Xiao Ziya merencanakan semuanya dengan baik formasi pasukan mereka sangat sempurna tanpa celah sedikitpun." ucap prajurit itu dengan raut wajah khawatir, ia berharap Raja Anling Zee segera menemukan solusi untuk menenangkan peperangan kali ini.


"Apa yang Pangeran Yozan Zee butuhkan saat ini?." tanya Raja Anling Zee, ia yakin anak laki lakinya itu membutuhkan bantuan darinya untuk keluar dari situasi yang tak menguntungkan itu.


"Pangeran meminta sepuluh ribu penyihir kerajaan agar turun ke medan perang." jawab sang prajurit.


"Penyihir? apakah ada sekutu lain yang membantu Xiao Ziya. Bukankah dari awal hanya Dunia peri saja yang bersedia membantu gadis itu." ucap Raja Anling Zee dengan heran, para peri memang memiliki kemampuan sihir yang tinggi artinya pasukan Xiao Ziya akan kalah dalam hal bertarung.


"Saya tak tau dengan pasti, yang jelas ada ratusan orang dengan kemampuan berpedang dan menggunakan sihir." jawab sang prajurit dengan jujur, tak banyak hal yang ia ketahui karna ia kembali saat peperangan baru saja berlangsung.


"Saya akan menyiapkan penyihir terbaik untuk turun ke medan perang." ucap Raja Anling Zee dengan tatapan tajam, ia tak mengira melawan Xiao Ziya akan sesulit ini.


"Akan sangat memalukan jika kerajaan besar seperti kami kalah dari seorang gadis muda." ucap Raja Anling Zee dengan wajah suram.


Saat ini Xiao Ziya dan pasukan sekutunya masih sibuk membunuh setiap prajurit dari pihak musuh, Ratu Rexuca terlihat sangat puas menyaksikan awal kehancuran dari Kerajaan Bulan. Ratu Rexuca menyihir setiap pasukan musuh yang dekat dengannya menjadi patung batu kemudian menghancurkan patung patung itu dengan satu serangan. Raja Zeus menghadapi beberapa jenderal dari pasukan musuh yang menyerang dari sisi sebelah kiri, sedangkan Raja Artur terus menyerang pasukan musuh dari sisi depan bersama dengan Xiao Ziya.


Pasukan Kerajaan Bulan yang tadinya berjumlah tiga ratus ribu orang kini tinggal dua ratus lima puluh ribu, meski korban dari pihak Kerajaan Bulan belum menyentuh angka lima puluh persen hal itu sudah membuat Pangeran Yozan Zee panik. Sang pangeran tak mengerti mengapa manusia manusia biasa seperti mereka dapat membunuh prajuritnya yang memiliki tubuh abadi? selain itu Pangeran Yozan Zee tak pernah memperhitungkan jika di pihak Xiao Ziya telah menyediakan tenda tenda darurat untuk pasukan yang terluka.


"Gadis itu melebihi ekspektasi ku, dia merencanakan semuanya dengan sangat matang." ucap Pangeran Yozan Zee, entah kapan bala bantuan akan datang. Jangan sampai seluruh pasukan yang ia bawa mati dengan sia sia seperti ini karna tak memperhitungkan formasi pertahanan musuh.


"Kemana pangeran pengecut itu?." tanya Xiao Ziya pada para prajurit Kerajaan Bulan yang sedang beradu pedang dengannya.


"Saya tak akan memberitahukan dimana pangeran berada." ucap prajurit itu dengan tegas.


Xiao Ziya merasa miris dengan nasib para prajurit dari Kerajaan Bulan, mereka harus gugur dalam peperangan dan mempertaruhkan nyawa mereka demi nama baik dan kemenangan Kerajaan Bulan. Di lain sisi Pangeran Yozan Zee yang memiliki gelar sebagai Putra Mahkota malah bersembunyi tanpa membantu apapun, jika Pangeran Yozan Zee yang akan memimpin Kerajaan Bulan di masa depan entah kesialan apa yang akan terjadi.


"Coba pikirkan baik baik, anda dan rekan rekan anda mempertaruhkan nyawa demi martabat Kerajaan Bulan. Lihatlah sang putra mahkota yang sibuk menyelamatkan dirinya sendiri itu." ucap Xiao Ziya pada beberapa prajurit Kerajaan Bulan yang ada di hadapannya, gadis itu tersenyum miring pada mereka.


"Pangeran Yozan Zee harus selama dalam peperangan ini, kami akan melakukan apapun untuk melindunginya." ucap para prajurit Kerajaan Bulan, mereka langsung menyerang Xiao Ziya secara bersamaan. Untunglah gadis itu bisa menghindar dengan sangat cepat, tak lupa Xiao Ziya melakukan serangan balik.


"Gaji bulanan yang tak mampu memenuhi kebutuhan hidup setiap bulannya." triak Xiao Ziya sembari menusuk jantung salah satu prajurit Kerajaan Bulan yang sedang bertarung dengan gadis itu.

__ADS_1


"Tempat tinggal yang lebih buruk dari kandang kuda." triak Xiao Ziya lagi, gadis itu kembali menusuk jantung prajurit lainnya.


"Beberapa dari kalian kehilangan keluarga karna musibah kelaparan yang terjadi setiap bulannya." triak Xiao Ziya dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun. Tak lupa gadis itu menusuk prajurit lain yang sedang bertarung dengannya.


"Kalian kira seorang putra mahkota yang lari saat peperangan berlangsung bisa merubah keadaan itu?. Kalian hanyalah sebuah alat yang digunakan oleh pemuda itu untuk naik ke atas tahta." triak Xiao Ziya lagi dengan sangat kencang, suara gadis itu menggema di seluruh medan perang.


Entah mengapa mendengar perkataan dari Xiao Ziya membuat peperangan terhenti dalam beberapa menit, sepertinya pasukan Kerajaan Bulan sedang merenungkan perkataan Xiao Ziya. Pangeran Yozan Zee yang berada di barisan paling belakang merasa sangat cemas, ia takut provokasi yang dilakukan oleh Xiao Ziya membuat pasukan Kerajaan Bulan berkhianat darinya.


"Jangan dengarkan gadis itu, bukankah pihak kerajaan selalu menjamin hidup kalian dengan baik. Gadis yang berasa dari dunia lain tak mengetahui apapun tentang Kerajaan Bulan." triak Pangeran Yozan Zee, ia akan mengambil kembali hati para pasukannya yang hampir goyah itu.


"Iya kami lebih percaya pada pihak Kerajaan Bulan daripada gadis asing seperti anda." triak seluruh Pasukan Kerajaan Bulan yang menentang semua kebenaran dari mulut Xiao Ziya.


Xiao Ziya hanya tersenyum dingin saat mendengar dan menyaksikan kebodohan orang orang yang ada di hadapannya itu, satu perkataan sampah dari Pangeran Yozan Zee dapat mengembalikan kepercayaan mereka pada pemuda itu.


"Jika itu pendapat kalian maka saya tak memiliki pilihan lain." Xiao Ziya melempar sebuah bola sihir es keatas langit kemudian muncul sebuah simbol.


Seratus ribu peri yang sedang bersembunyi diantara pepohonan yang lebat mulai mempersiapkan busur panah mereka, setelah itu jutaan panah melesat ke arah pasukan Kerajaan Bulan. Tak ada yang bisa menghindar dari serangan tersebut, ribuan prajurit dari pihak musuh tumbang karna panah menancap dengan dalam menembus jantung mereka sedangkan yang lain masih bisa selamat karna panah yang meleset.


"Sialan, mengapa kau sangat ingin memenangkan peperangan ini!!!." triak Pangeran Yozan Zee yang tak tahan dengan sikap angkuh Xiao Ziya. Sang pangeran mengeluarkan pedang miliknya dan berlari ke arah Ziya untuk bertarung dengan gadis itu.


Xiao Ziya dengan senang hati menghampiri Pangeran Yozan Zee dengan kecepatan tinggi, akhirnya mereka berdua saling bertabrakan dan membuat serangan terkuat. Pangeran Yozan Zee melapisi pedang miliknya dengan elemen es yang dapat membekukan musuhnya, sedangkan Xiao Ziya mengobarkan api hitam di setiap ujung pedang hitamnya itu. Karna kedua elemen yang saling bertabrakan, akhirnya muncul suara ledakan yang sangat keras.


Raja Artur segera melesat ke arah Xiao Ziya untuk memastikan gadis itu baik baik saja, untunglah Xiao Ziya tak terluka sedikitpun hanya bajunya saja yang robek. Sedangkan Pangeran Yozan Zee tumbang ketanah dan memuntahkan banyak sekali darah, sepertinya sang pangeran mendapatkan luka dalam yang cukup parah.


"Pangeran mundur saja, biarkan kami yang menghadapi gadis itu." ucap beberapa penyihir yang baru sampai di medan perang. Sepuluh ribu penyihir dari Kerajaan Bulan baru saja tiba di medan perang, mereka memerlukan usaha keras untuk meruntuhkan dinding hitam transparan yang menjadi pembatas.


"Akhirnya kalian datang, bagaimana dengan dinding sialan itu?." ucap Pangeran Yozan Zee dengan lemas.


"Kami berhasil menghancurkannya, lebih baik pangeran kembali ke markas utama." ucap seorang penyihir laki laki pada sang pangeran.


"Baiklah, saya akan menarik pasukan untuk mundur." ucap Pangeran Yozan Zee yang tak bisa melakukan apapun lagi, ia terluka sangat parah dan membutuhkan pengobatan.


"Semuanya mundur dan kembali ke markas." triak Pangeran Yozan Zee dengan sisa tenaga yang ia miliki, tak berselang lama setelahnya sang pangeran pingsan.


Pasukan Kerajaan Bulan mundur dari peperangan itu, Pangeran Yozan Zee dibopong oleh beberapa prajurit, sekarang hanya tersisa sepuluh ribu penyihir dari Kerajaan Bulan yang menghalangi jalan Xiao Ziya untuk mengejar pasukan musuh.


"Jika kalian ingin menyerang pasukan utama, langkahi dulu mayat kami." ucap para penyihir itu dengan tatapan tajam. Xiao Ziya hanya tersenyum mendengar perkataan mereka.


"Ubah strategi, bentuk formasi dua!!!!." triak Xiao Ziya dengan sangat lantang.


Posisi pasukan sekutu Xiao Ziya berubah, kini pasukan dengan kemampuan berpedang berada di barisan paling belakang bersama dengan para pemanah, sedangkan pasukan dengan kemampuan sihir maju kedepan membentuk beberapa kelompok sesuai dengan kemampuan sihir masing masing.


"Baiklah kami akan melangkahi mayat kalian, kami sudah lelah dan harus beristirahat setelah ini." ucap Xiao Ziya dengan santai, bagaimanapun sepuluh ribu penyihir Kerajaan Bulan yang ada di hadapannya itu bukanlah halangan yang berarti.

__ADS_1


Hai hai semua author balik nih, kangen ga sama aku?. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2