
Xiao Ziya memberi penjelasan pada para prajurit yang berkumpul di aula utama Kerajaan Bintang Timur itu bahwa ia akan melapisi tubuh mereka dengan menggunakan mantra sihir agar tak terbakar ketika terkena air hujan merah darah, para prajurit menatap Xiao Ziya dengan tatapan bingung mereka khawatir energi sihir yang disimpan oleh gadis itu di dalam tubuhnya tak akan cukup untuk mereka semua.
"Kalian tak perlu khawatir karna yang tau seberapa besar energi qi yang bisa saya tampung adalah diri saya sendiri. Saya sangat yakin bahwa energi ini sudah cukup untuk kalian semua maka berbaris lah dengan rapi." ucap Xiao Ziya dengan tegas, ia harus bergerak cepat agar tak banyak korban yang berjatuhan.
Para prajurit mulai berbaris sesuai dengan perintah Xiao Ziya, mereka maju satu persatu untuk mendapat pelindung sihir dari gadis itu. Xiao Ziya merapalkan sebuah mantra dengan kalimat yang sangat rumit, meski suara gadis itu cukup besar dan dapat di dengar oleh semua orang namun tak ada satupun diantara mereka yang sanggup menirukan setiap kalimat yang keluar dari mulut Xiao Ziya begitupun dengan Raja Yongling Zu. Setelah gadis itu selesai merapalkan mantra seperempat dari energi qi yang ada di dalam tubuhnya berubah menjadi energi eksternal berwarna keemasan.
"Berikan tangan Anda." ucap Xiao Ziya pada seorang prajurit yang sudah berada di hadapannya.
Dengan ragu ragu prajurit itu memberikan telapak tangan kanannya pada Xiao Ziya, ia tak ta apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu. Sang prajurit hanya berharap bahwa tindakan dari Xiao Ziya tak memiliki efek samping yang buruk bagi tubuhnya.
"Saya Dewi Agung Xiao Ziya memberikan berkat perlindungan pada setiap umat manusia yang saya sentuh telapak tangannya." ucap Xiao Ziya kemudian muncul bayangan teratai emas diatas kepala gadis itu sebagai simbol bahwa ia adalah Dewi Agung asli.
Prajurit yang digenggam telapak tangannya oleh Xiao Ziya merasakan energi yang sangat besar mengalir ke dalam tubuhnya, prajurit itu juga merasa bahwa ia bisa melesat dengan cepat menggunakan kedua kaki yang terasa begitu ringan. Semua prajurit Kerajaan Bintang Timur tak menyangka bahwa Nona Xiao Ziya yang berhasil menduduki tahta Kerajaan Bulan adalah seorang Dewi Agung yang sangat suci, ini sebuah berkah bagi wilayah Kerajaan Bintang Timur karna mendapat kunjungan langsung dari sang Dewi Agung.
"Terimakasih atas berkat yang Anda berikan." ucap prajurit itu dengan membungkukkan badannya.
Xiao Ziya melakukan jabatan tangan dengan ribuan prajurit untuk menyalurkan energi emas yang ia miliki, butuh waktu sedikit lama untuk menyelesaikan semuanya. Setelah semua prajurit mendapatkan energi emas untuk melindungi tubuh mereka, Xiao Ziya memberikan penjelasan tantang hal hal yang harus mereka lakukan nanti.
"Saat kalian menyelamatkan penduduk kalian harus menyentuh mereka entah di bagian tangan ataupun bagian lain, jika ada penduduk yang mengalami luka bakar parah langsung bawa saja ke aula ini karna saya akan menyembuhkan mereka. Silahkan berangkat sekarang karna banyak penduduk Kerajaan Bintang Timur yang membutuhkan bantuan kalian." ucap Xiao Ziya dengan aura yang sangat agung, Raja Yongling Zu sampai tak bisa berkata apa apa ketika melihat aura luar biasa dari Xiao Ziya.
"Baiklah kami mengerti Nona Ziya, kami berangkat sekarang juga." ucap semua prajurit yang berada di aula Kerajaan Bintang Timur secara serempak kemudian mereka pergi meninggalkan istana untuk membantu banyak orang.
Setelah semua prajurit pergi, Xiao Ziya bersila di titik tengah aula Kerajaan Bintang Timur untuk memulihkan energi qi yang ia miliki. Xiao Ziya merasakan energi yin dan yang yang begitu besar masuk ke dalam dirinya, semua itu menandakan bahwa Xiao Ziya akan menembus alam dewa tingkat atas pertama.
"Saya harap Raja Yongling Zu dan para pangeran bisa keluar sebentar, ada hal penting yang harus saya lakukan." ucap Xiao Ziya yang masih memejamkan matanya.
Tanpa bertanya lebih banyak Raja Yongling Zu mengajak kedua putranya untuk keluar dari aula utama Kerajaan Bintang Timur, sang raja tak ingin mengganggu apapun hal yang ingin dilakukan oleh Xiao Ziya. Mungkin tanpa pengetahuan dan bantuan dari gadis itu ia sudah kehilangan banyak prajurit serta penduduk.
Ribuan kilatan cahaya berwarna putih dan hitam turun dari atas langit menembus Istana Kerajaan Bintang Timur dan masuk kedalam tubuh Xiao Ziya, sang malaikat yang sedang melakukan pengorbanan saya sampai terganggu dengan fenomena itu. Malaikat itu menggerutu kesal karna ada seorang dewa yang sedang menembus alam selanjutnya saat ia sedang melakukan hal besar.
"Sialan, dewa mana yang sedang melakukan meditasi." ucap malaikat itu dengan tatapan tajam.
Di sisi lain Xiao Ziya sudah menerima banyak kekuatan dari langit sebagai hadiah atas pencapaiannya sebagai seorang manusia dengan kultivasi alam dewa tertinggi tingkat pertama, para dewa dan dewi yang sedang berada di Alam Dewa melakukan beberapa persembahan sebagai ungkapan rasa bahagia mereka pada manusia yang telah berhasil melampaui batas kemampuannya.
"Siapa manusia yang berhasil mengguncang semesta ini?." tanya Dewa Agni yang mungkin lupa dengan kehebatan dari Xiao Ziya.
__ADS_1
"Siapa lagi yang bisa melakukan hal itu kecuali Dewi Agung Xiao Ziya." ucap Dewa Hiloz dengan senyuman bahagia.
Raja Yongling Zu, Putra Mahkota Yunzo Zu, dan Pangeran Honzi Zu menunggu di luar aula utama Kerajaan Bintang Timur. Tiba tiba saja terjadi ledakan energi yang sangat besar hingga membuat mereka bertiga terjungkal kebelakang, ledakan energi itu sempat membuat para prajurit yang sedang melakukan evakuasi merasa terkejut dan menghentikan kegiatan mereka sebentar, setelah situasi dirasa aman mereka melanjutkan evakuasi lagi.
"Apa yang sedang terjadi di dalam sana." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu, ia takut ada seseorang yang tiba tiba menyerang Xiao Ziya.
"Gadis itu sedang menerobos, apa yang saya miliki saat ini tak bisa dibandingkan dengannya." ucap Raja Yongling Zu dengan tatapan kosong, anak tirinya itu memiliki takdir yang sanga baik dan semesta juga memberkatinya dengan banyak keberuntungan.
"Jika adik Ziya menerobos berarti dia jauh lebih kuat daripada sebelumnya, entah pria mana yang bisa menyaingi kekuatannya dan pantas menjadi pasangan hidupnya." ucap Pangeran Honzi Zu, pemuda itu khawatir Xiao Ziya tak akan menikah dengan siapapun di masa depan. Hidup sendiri secara terus menerus akan membuat seseorang jatuh dalam kemalangan karna rasa sepi yang ia rasakan, Pangeran Honzi Zu juga menyadari semua keluarga Xiao Ziya yang berasal dari dunia bawah tak akan memiliki usia selama gadis itu.
"Sang pencipta memiliki rencana tersendiri untuk adik kalian itu." ucap Raja Yongling Zu yang sedang memberikan nasehat pada kedua putranya.
Saat ketiganya sedang berbincang bincang dalam konsisi masih tersungkur di lantai, pintu aula utama Kerajaan Bintang Timur terbuka dengan lebar dan sekumpulan asap tebal keluar dari dalam sana. Raja Yongling Zu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tawa yang tak bisa ia tahan, apa yang terjadi pada anak tirinya itu mengapa beberapa bagian gaun yang ia gunakan sobek dan wajahnya penuh dengan debu berwarna hitam.
"Ahahaha apa yang terjadi pada gaun dan juga wajahmu Adik Ziya?." tanya Pangeran Honzi Zu secara terang terangan, ia tak bisa menekankan suara tawanya karna penampilan Xiao Ziya benar benar sangat lucu.
"Saya tak tau jika kenaikan tingkat kali ini menyebabkan ledakan yang sangat besar, saya permisi untuk membersihkan tubuh serta mengganti pakaian terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju istana putri sebelum banyak orang yang melihatnya dalam konsisi kacau, gadis itu tak pernah membiarkan gaunnya sobek sebelumnya.
Saat itu Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Min Xome, dan Min Wungi sedang membuat sebuah pelindung sihir yang sangat besar di sekitar area pemukiman penduduk. Beberapa saat yang lalu Ratu Min Xunzi mendapatkan kabar dari beberapa prajurit bahwa ada penduduk yang mengalami luka bakar sangat parah setelah terkena hujan berwarna merah darah. Awalnya Ratu Min Xunzi tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sehingga ia keluar dari istana untuk memastikan terlebih dahulu, belum sempat ia menginjakkan kaki keluar Istana Kerajaan Bulan wanita itu sudah mencium bau anyir dari darah malaikat yang sedang melakukan pengorbanan. Sontak Ratu Min Xunzi memanggil suami beserta kedua anaknya untuk bergegas membuat perisai pelindung untuk melindungi Wilayah Kerajaan Bulan, untung saja para penyihir hitam yang masih ada di sana juga bersedia untuk membantu.
"Untunglah masih ada para penyihir hitam di sini, jika tidak kita akan kehabisan energi saat membuat perisai pelindung." ucap Raja Min Lunxi.
"Bawa semua penduduk yang terluka ke Istana Kerajaan Bulan, ada beberapa penyihir dengan kemampuan penyembuhan tinggi yang bisa menyelamatkan mereka." perintah Ratu Min Xunzi pada para prajurit.
Konsisi di wilayah Kerajaan Bulan sudah aman, para penduduk tak perlu cemas lagi dengan air hujan yang dapat membakar tubuh mereka berbanding terbalik dengan kondisi di Wilayah Klan Yuang Yie. Para ketua Klan Yuang Yie tak bisa mengatasi hujan dengan warna darah ini, banyak penduduk yang mati karna terlambat menyelamatkan diri mereka parahnya lagi Yie Gu tak peduli apa yang sedang terjadi. Semenjak kepergiannya Yie Munha dengan membawa rahasia dari mantan istrinya membuat Yie Gu sangat dingin pada semua orang kecuali Yie Weinje, Yie Gu ragu jika cucunya itu tak membawa apapun saat pergi dari Klan Yuang Yie.
Tok tok tok.
Suara pintu ruang kerja Yie Gu yang diketuk oleh beberapa ketua klan, mereka sangat kesal dengan sikap Yie Gu yang sudah sangat keterlaluan kali ini. Yie Gu hanya diam tak mempersilahkan para ketua klan untuk masuk ke dalam ruang kerjanya karna ia tau meraka hanya akan membuatnya kesal saja, karna tak kunjung mendapat jawaban akhirnya Yie Fufu membuka pintu itu dengan paksa.
Setelah pintu ruang kerja pemimpin Klan Yuang Yie terbuka lebar para ketua klan langsung masuk kedalam dan menghadap pemimpin mereka dengan memberikan tatapan tajam. Yie Gu melirik ke arah Yie Fufu dengan tatapan tak suka, pria itu semakin berani membangkang perintah darinya.
"Banyak penduduk yang telah mati, jika Anda tak melakukan sesuatu maka penduduk Wilayah Klan Yuang Yie akan benar benar habis." ucap Yie Fufu dengan nada dan tatapan datar, andai saja Xiao Ziya masih berada di sini maka gadis itu bisa menyelamatkan penduduk Klan Yuang Yie.
"Biarkan saja, tak ada yang meminta mereka untuk terlahir menjadi manusia lemah." jawab Yie Gu dengan sesuka hati, Yie Fufu dan ketua Klan Yuang Yie yang lain meremas tangan mereka dengan erat.
__ADS_1
"Jika kekuatan kami cukup untuk menyelamatkan mereka semua maka kami tak akan meminta bantuan Anda." ucap Yie Jungmin dengan tatapan sinis.
"Saya tak peduli dengan apa yang terjadi pada manusia manusia lemah itu." jawab Yie Gu kemudian mengambil beberapa berkas dan mulai mengerjakan, pria tua itu mengabaikan kehadiran para ketua Klan Yuang Yie.
"Jika itu yang Anda inginkan maka kami akan menyelamatkan beberapa orang yang masih bisa kami selamatkan dan meminta mereka untuk pindah ke wilayah lain, setidaknya di tempat baru itu mereka tak akan ditelantarkan seperti ini." ucap Yie Jungso penuh dengan emosi, ia tak keberatan jika wilayah Klan Yuang Yie tak memiliki penduduk.
"Tanpa adanya penduduk maka kas Klan Yuang Yie tak akan mendapat pemasukan, selamat menikmati hari penuh dengan kesengsaraan Tuan Pemimpin." ucap Yie Fufu yang pergi meninggalkan ruang kerja Pemimpin Klan Yuang Yie begitupun dengan ketua yang lain.
Yie Gu tampak terdiam memikirkan ucapan Yie Fufu barusan, apapun yang ia nikmati saat ini adalah hasil pajak dari penduduk Klan Yuang Yie. Jika mereka semua mati ataupun pindah ke wilayah lain maka Klan Yuang Yie tak akan mendapat pemasukan apapun, artinya Yie Gu akan jatuh miskin. Pria tua itu langsung bangkit dari kursi tempatnya bekerja dan berjalan keluar dari Kastil Klan Yuang Yie untuk membantu para penduduk demi kepentingan pribadinya sendiri.
Saat ini para prajurit Kerajaan Bintang Timur berusaha menyelamatkan para penduduk sebisa mereka, untunglah banyak penduduk yang masih berada di salam toko, rumah, ataupun bangunan bangunan yang sedang mereka kunjungi. Kini para prajurit fokus menyelamatkan mereka yang berada di pasar karna pasar tak memiliki atap yang bisa melindungi tubuh seseorang dari rintik hujan, ada beberapa penduduk yang mengalami luka bakar parah dan langsung dilarikan ke Istana Kerajaan Bintang Timur.
"Bagaimana kalian bisa tak terbakar meski sudah terkena rintik hujan, saat bersama dengan kalian kami juga baik baik saja." tanya seorang wanita tua dengan tatapan bingung, mungkinkah Raja Yongling Zu sudah melengkapi para prajuritnya dengan armor sakti?.
"Kami mendapatkan perlindungan dari Nona Besar Xiao Ziya, tanpa bantuan darinya kami tak bisa membantu kalian semua." jawab salah seorang prajurit dengan jujur pada wanita tua itu.
"Nona Ziya? maksud Anda gadis cantik yang berjalan bersama Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu siang tadi?." tanya wanita tua itu, jadi gadis cantik itu bukanlah gadis biasa yang ingin dijodohkan dengan salah satu putra Raja Yongling Zu.
"Mungkinkah ia akan dijodohkan dengan Putra Mahkota Yunzo Zu?." tanya salah seorang penduduk yang sudah berada di dalam ruang evakuasi.
"Kami tak berani membandingkan atau mengatakan hal seperti itu mengenai Nona Besar Xiao Ziya, kami melihat sendiri bahwa ia memiliki tingkatan di atas Raja Yongling Zu." ucap beberapa prajurit dengan senyuman canggung.
Saat ini Xiao Ziya sudah selesai membersihkan diri serta mengganti gaunnya dengan seragam master Akademi Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya sengaja memakai baju itu karna memiliki style yang sederhana dan membuatnya mudah untuk bergerak dengan leluasa. Saat masuk ke dalam kamar, gadis itu sempat ditertawakan oleh Putri Beiling Zu karna penampilan yang begitu kacau.
"Sekarang Anda sudah terlihat seperti Adik Ziya." ucap Putri Beiling Zu setelah melihat Xiao Ziya keluar dari kamar mandi.
"Berhentilah meledek saya Beiling Jiejie." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah kesal.
"Baiklah baiklah, kemana kau akan pergi sekarang?." tanya Putri Beiling Zu yang ingin ikut dengan adik tirinya itu.
"Mari kita pergi ke aula istana utama karna ada hal penting yang harus saya lakukan di sana." ucap Xiao Ziya yang mengajak Putri Beiling Zu untuk ikut bersama dengannya. Merekapun pergi menuju istana utama dan di sepanjang jalan Putri Beiling Zu digenggam tangannya oleh Xiao Ziya agar tak mengalami luka bakar saat terkena air hujan.
Oh iya guys boleh author minta tolong kalian klik profil author, terus kilik bagian Tranding, lalu kalian bisa like dan komen postingan author ya.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1