
Xiao Ziya menatap ke arah Yie Munha dengan tatapan dingin, ia memiliki hak menghukum pria bernama Yie Laingfu karna telah melakukan hal buruk dan menyangkut pautkan dengan sang ibu. Karna Yie Munha yang terlalu banyak berbicara, mengatakan hal hal menjengkelkan di telinga Ziya, akhirnya gadis itu ditampar dengan cukup keras hingga meninggalkan jejak di pipi.
"Berhentilah mengatakan omong kosong seperti itu, saya tak punya banyak kesabaran untuk tetap diam dan mendengar perkataan mu." ucap Xiao Ziya dengan serius, jika Yie Munha tak menggubris perkataanya mungkin Ziya akan merobek mulut gadis itu.
"Jangan sakiti putriku, aku sudah pernah melukainya sekali hanya untuk membuatmu terkesan." ucap Yie Laingfu secara spontan, ternyata pria itu tak benar benar berada di pihak Xiao Ziya.
Mendengar perkataan sang paman, Ziya hanya diam dan tersenyum miring ia tau tak akan mudah mendapatkan orang orang yang bisa ia percaya. Xiao Ziya juga berfikir mungkinkah sang kakek memperlakukannya dengan baik selama ini karna memiliki maksud dan tujuan tertentu, jika hal itu benar Xiao Ziya dapat membuat keputusan dengan mudah mengenai bagaimana cara menghancurkan Klan Yuang Yie.
"Saya tau gadis ini adalah putri paman, artinya dia kakak sepupu saya. Seharusnya memang begitu, akan tetapi saya bukanlah gadis baik yang hanya akan duduk diam ketika melihat orang orang di sekitar saya mulai menunjukkan wajah asli mereka." jawab Xiao Ziya.
"Baiklah tanpa berlama lama lagi pengadilan hari ini akan dimulai, silahkan kalian membuat pembelaan yang masuk akal untuk tersangka Yie Laingfu atas penipuan yang ia lakukan pada pemimpin Kerajaan Bulan." ucap Xiao Ziya sembari duduk di sebuah kursi yang berada di paling depan dan menghadap ke arah kursi yang lain.
Yie Gu dan ketiga cucunya duduk di beberapa kursi yang telah disediakan sedangkan Yie Laingfu tetap berdiri karna ia tersangka utama dalam kasus kali ini. Xiao Ziya meminta beberapa Jenderal Kerajaan Bulan yang tersisa untuk masuk kedalam ruang pengadilan, Ziya ingin meminta pendapat mereka mengenai permasalahan yang terjadi kali ini, gadis itu juga belum terlalu faham mengenai hukuman hukuman yang ada di Kerajaan Bulan.
"Tersangka Tuan Yie Laingfu, mengapa anda melakukan penipuan terhadap saya? apakah tindakan anda bisa dibenarkan?" tanya Xiao Ziya dengan serius, gadis itu akan memberikan hukuman yang cukup berat pada pamannya.
"Anda sudah mengetahui alasan saya melakukan semua ini demi pil darah yang anda miliki. Kesembuhan ibu saya adalah prioritas utama saya saat ini. Tindakan yang saya lakukan memang tidak benar, bukankah anda tak akan memberikannya jika saya meminta secara baik baik?." jawab Yie Laingfu dengan tatapan dingin, konsisi ibunya saat ini semakin memburuk. Bila dibiarkan lebih lama lagi sang ibu tak akan bisa berjalan untuk selamanya.
"Mencari obat untuk menyembuhkan ibu anda adalah tanggung jawab anda dan keluarga anda. Apakah Klan Yuang Yie tak memiliki uang untuk membeli pil darah dari pihak lain hingga ingin mencuri milik saya?." tanya Xiao Ziya, gadis itu dengan sengaja menggunakan beberapa kata yang menyinggung pihak Klan Yuang Yie.
"Jaga ucapan anda, kami memiliki uang untuk membelinya akan tetapi tak ada pihak lain yang memiliki pil darah." jawab Yie Laingfu dengan meremas tangannya kuat kuat. Menganggap tindakannya sebagai pencurian adalah hal yang tak bisa diterima oleh pria itu.
"Anda bilang bahwa kesembuhan istri saya adalah tanggung jawan keluarga, bukankah anda memiliki ikatan darah dengan istri saya? jadi bisa disimpulkan anda juga bagaian keluarga kami dan memiliki tanggung jawab atas hal ini." ucap Yie Gu, sepertinya pria tua itu ingin membantu Yie Laingfu keluar dari Istana Kerajaan Bulan tanpa menerima hukuman apapun serta mendapatkan pil darah untuk kesembuhan istrinya.
"Bagi saya keluarga bukan hanya orang yang memiliki ikatan darah saja, mereka yang selalu ada untuk saya dan tak pernah menghianati kepercayaan yang saya berikan adalah keluarga. Ikatan darah yang saya miliki dengan istri anda tak dapat membuat saya memikul tanggung jawab untuk menyembuhkannya." jawab Xiao Ziya dengan tenang.
"Anggap saja hal ini sebagai tanda hormat anda pada nenek anda sendiri." ucap Yie Gu yang tetap ingin menarik Xiao Ziya ke sisinya.
"Saya meragukan wanita itu adalah nenek saya, karna anda hanya menyayangi anak keempat dan kelima saja." jawab Xiao Ziya dengan senyuman penuh arti, ia harus mencari tau kebenaran tentang nenek kandungnya.
"Yie Weinje adalah nenekmu, dia satu satunya istri yang saya cintai!" bentak Yie Gu dengan nada yang cukup tinggi. Pria itu terlihat sangat marah namun terbersit raut wajah khawatir.
"Ya dia memang satu satunya istri yang anda cintai Tuan Yie Gu, namun dia bukan satu satunya istri yang anda miliki. Bukankah begitu?" tanya Xiao Ziya dengan nada bicara dingin, perlahan lahan gadis itu menemukan jawaban atas keraguannya selama ini.
"Ayah tak memiliki istri lain, jangan membuat suasana di ruang pengadilan ini semakin keruh. Kau hanya perlu fokus pada permasalahan yang saya ciptakan." ucap Yie Laingfu, ia tak menduga arah pembicaraan dalam pengadilan ini akan sejauh itu.
__ADS_1
"Jika anda hanya memiliki satu istri, mengapa anda hanya menyayangi dua diantara kelima anak yang anda miliki?. Sudah sangat jelas anda menyembunyikan sesuatu mengenai hal ini." ucap Xiao Ziya yang mengabaikan perkataan dari Yie Laingfu, gadis itu ingin mengetahui rahasia besar yang telah disembunyikan sang kakek selama ini.
Wajah Yie Gu yang tadinya terlihat tenang kini berubah menjadi pucat, banyak keringat yang menetes dari dahi pria tua itu. Mengapa cucunya sangat peka terhadap situasi di Klan Yuang Yie, padahal gadis itu hanya tinggal selama beberapa hari saja, atau mungkin ada seseorang yang memberitahu cucunya mengenai hal ini?.
"Mereka berlima anak anak yang sangat saya sayangi, saya selalu menjaga mereka dengan baik." ucap Yie Gu, pria itu berusaha menutupi kebenaran.
"Kebohongan apa yang sedang anda katakan ayah?." ucap Ratu Min Xunzi yang masuk kedalam ruang persidangan bersama dengan kedua anak laki lakinya.
Mata Yie Munha berbinar saat melihat dua pemuda tampan yang berdiri di belakang seorang wanita yang tak ia kenali itu, sifat yang dimiliki oleh Yie Munha benar benar memalukan. Untunglah Ziya tak dekat dengan gadis itu, jika tidak Ziya akan tertular penyakit gatal pada setiap pemuda yang ia temui. Min Xome dan Min Wungi merasa sangat risih dengan tatapan yang diberikan oleh gadis aneh itu, mereka berdua segera berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya agar terlindung dari tatapan menjijikkan.
Yie Gu terdiam melihat ke arah salah satu putrinya yang pergi dari Klan Yuang Yie puluhan tahun yang lalu, kini putrinya telah tumbuh menjadi wanita yang cantik dan tegas. Yie Gu tak menyangka akan bertemu dengan Yie Xunzi secepat ini, pria tua itu ingin memeluk putrinya dengan erat dan menyalurkan kerinduan yang telah ia pendam dengan cukup lama.
"Putriku Yie Xunzi bagaimana kabarmu?." tanya Yie Gu dengan sorot mata bahagia.
"Maaf tuan saya tak memiliki marga Yie dalam nama saya. Sekarang marga saya Min dan nama saya Min Xunzi." ucap Ratu Min Xunzi dengan tegas pada ayahnya, entahlah apakah pria itu masih pantas dianggap sebagai seorang ayah.
"Apa yang kau katakan nak? kau masih bagian dari Klan Yuang Yie." ucap Yie Gu dengan tatapan hangat yang tak tulus, sikap pria tua itu semakin menyebalkan saja.
"Setelah saya pergi dari tempat itu puluhan tahun yang lalu saya sudah berjanji pada diri saya sendiri. Saya tak akan pernah menjadi bagian dari Klan Yuang Yie jika masih ada wanita itu di sana." ucap Ratu Min Xunzi, sang ratu memilih untuk duduk di samping Xiao Ziya daripada harus berdekatan dengan seorang ayah yang gagal seperti Yie Gu.
Yie Gu terdiam cukup lama, ia tak bisa mengatakan kebenaran yang sesungguhnya mengenai siapa nenek dari gadis itu. Jika Xiao Ziya sampai mengetahui nenek kandungnya, gadis itu pasti memberitahukan pada ketiga anaknya yang lain.
"Mengapa kau menjadi sangat tak sopan seperti ini, nenekku juga nenekmu." ucap Yie Munha secara tiba tiba, sepertinya gadis itu sudah tak tahan dengan pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan oleh Xiao Ziya.
"Baiklah karna Tuan Yie Gu tak ingin memberitahu tentang siapa nenek saya maka saya akan melanjutkan persidangan, menipu seorang pemimpin wilayah untuk mendapat keuntungan pribadi adalah sebuah kejahatan besar. Saya ingin bertanya pada beberapa Jenderal Kerajaan Bulan, hukuman apa yang pantas diberikan pada pria ini." tanya Xiao Ziya pada dua belas Jenderal Kerajaan Bulan yang ada di hadapannya.
Para jenderal itu saling berpandangan satu sama lain, mereka tak tau harus memberikan respon atau komentar seperti apa mengenai permasalahan yang dialami oleh pemimpin baru mereka. Menipu seseorang memang kejahatan yang harus mendapat hukuman berat.
"Maaf nona besar kami tak mengetahui bagaimana detail permasalahan anda, yang kami ketahui pria ini telah menipu anda." jawab salah seorang jenderal dengan tegas, ia mengatakan hal itu bukan ingin memihak pada Klan Yuang Yie namun sebagai seorang jenderal ia dituntut untuk bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan. Dua belas jenderal yang tersisa adalah para jenderal tinggi yang tak ingin turun langsung dalam peperangan, mereka menganggap peperangan kali ini adalah permasalahan pribadi antara Pangeran Yozan Zee dan Raja Anling Zee dengan Xiao Ziya. Pada rapat sebelum peperangan berlangsung keduabelas jenderal itu juga menyarankan untuk berdamai dengan pihak Xiao Ziya.
"Bagaimana perasaan kalian jika terlahir sebagai seorang anak yang tak pernah bertemu dengan ibu kandungnya, kalian tumbuh dan dibesarkan oleh ayah kalian hingga suatu saat kalian mengetahui ibu kalian masih hidup. Kalian datang ke lapisan dunia lain agar bisa bertemu dengan ibu kalian, lalu ada salah seorang paman yang datang. Paman itu membawa wanita dari rumah bordil dan meminta wanita itu untuk berpura pura menjadi ibu kandung kalian, ini hal paling menyakitkan yang pernah saya rasakan." ucap Xiao Ziya menjelaskan permasalahan yang sedang ia alami dengan Yie Laingfu.
"Tentu kami akan sangat marah dan melakukan hal yang sama seperti yang nona besar lakukan." jawab keduabelas jenderal secara bersamaan. Mereka mengerti mengapa pemimpin baru begitu marah dengan anggota Klan Yuang Yie itu.
"Menurut hukum Kerajaan Bulan, seseorang yang dengan sengaja menipu atau memanfaatkan pemimpin dari Kerajaan Bulan merupakan sebuah penghianatan. Siapapun yang berkhianat akan mendapat hukuman mati ataupun penghancuran inti kultivasi yang mereka miliki." ucap salah seorang Jenderal Kerajaan Bulan dengan sorot mata tajam yang ia tunjukkan pada Yie Laingfu.
__ADS_1
"Tolong lepaskan putra saya, mari kita melakukan pengadilan di Klan Yuang Yie saja." ucap Yie Gu yang bersujud dihadapan Xiao Ziya, ia rela melakukan apapun untuk membebaskan putra kesayangannya itu.
"Bagaimana jika penduduk Klan Yuang Yie tau pemimpin mereka bersujud dihadapan gadis muda?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman sinis. Entah mengapa Yie Gu langsung berdiri, mungkin pria itu lebih mementingkan kekuasaan dan martabatnya.
"Pria tua itu memang tak pernah berubah, ia menikahkan ibumu dengan Raja Yongling Zu hanya untuk mendapat kedudukan yang lebih tinggi." ucap Ratu Min Xunzi, wanita itu tak peduli dengan sang ayah yang telah membuatnya kecewa.
"Dengan otoritas yang saya miliki sebagai pemimpin dari Kerajaan Bulan, saya memutuskan Tuan Yie Laingfu mendapat hukuman penghancuran kultivasi mengingat bahwa anda pernah menolong saya. Meskipun demikian jika hal seperti ini terulang kembali maka saya tak butuh aturan atau hukum manapun untuk menebas kepala anda." ucap Xiao Ziya dengan aura membunuh yang meluap dari dalam tubuhnya, gadis itu berdiri kemudian berjalan ke arah Yie Laingfu. Yie Munha dan kedua kakak laki lakinya tak bisa tinggal diam saat ayah mereka akan mendapat hukuman seberat itu, bagi seorang kultivator kehilangan kultivasi sama dengan kematian.
"Tolong pertimbangkan keputusan anda kembali sepupu Ziya." ucap Yie Junghwa yang sedang memohon pada adik sepupunya.
"Apa saya harus membunuh ayah anda secara langsung?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung, jika keputusannya salah maka mereka lebih suka Yie Laingfu dibunuh?.
"Bukan seperti itu adik sepupu, tolong berikan hukuman yang lebih ringan pada ayah kami. Kami tau tindakan ayah kami sangatlah kurang ajar, namun bisakah anda mengurangi hukumannya?" tanya Yie Cinling dengan sangat berhati hati.
Xiao Ziya tampak sedang memikirkan sesuatu, akankah gadis itu mengurangi hukuman dari Yie Laingfu. Banyak kemungkinan yang akan terjadi jika Xiao Ziya mengampuni pria itu, di mada depan Yie Laingfu akan mencari kesempatan untuk membalas dendam atas penghinaan yang ia terima saat ini.
"Mungkin saya bisa memotong kedua tangan dan kakinya saja?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman polos, itu hukuman teringan yang bisa ia berikan.
Yie Munha semakin marah, gadis itu menghempaskan beberapa prajurit yang sedang menahannya. Yie Munha berlari ke arah Xiao Ziya dan ingin menancapkan sebuah pisau yang sudah ia siapkan dari tadi, Xiao Ziya dengan sengaja tak menghindar dari serangan itu hingga bagian kiri perutnya tertancap pisau.
"Apa yang kau lakukan gadis sialan!!!" triak Ratu Min Xunzi dengan sangat kencang, seketika suasana di ruang pengadilan berubah mencekam. Wanita itu sangat marah melihat keponakannya dilukai oleh seseorang dengan sengaja.
"Tangkap gadis itu dia telah melukai Nona Besar kita!!." triak kedua belas Jenderal Kerajaan Bulan yang berada di ruang pengadilan. Para prajurit yang sedang berjaga di luar ruangan langsung masuk dan mengamankan Yie Munha.
Ratu Min Xunzi sangat marah, matanya berubah menjadi hitam. Sang ratu mengangkat telapak tangannya tinggi, tiba tiba saja tubuh Yie Munha ikut terangkat hingga ke atas langit langit ruang pengadilan. Yie Gu, Yie Laingfu, dan kedua kakak laki laki gadis itu sangat terkejut dengan tindakan Yie Munha barusan.
"Lepaskan cucu saya." perintah Yie Gu pada Ratu Min Xunzi.
Dengan senang hati sang ratu menjatuhkan Yie Munha dari ketinggian lalu mengangkat tubuh gadis itu lagi dan menjatuhkannya lagi, hal itu terus dilakukan oleh Ratu Min Xunzi hingga ia puas. Yie Gu tak bisa tinggal diam, ia mengambil pedang dari balik jubahnya dan ingin menyerang Ratu Min Xunzi. Dengan cepat Min Wungi membuat sebuah perisai pelindung untuk melindungi ibunya, sedangkan Xiao Ziya hanya diam sembari memegang perutnya yang tertancap pisau dengan cepat gadis itu melepaskan pisau dari perut dan melempar ke lantai.
"Kau kira ini tak menyakitkan?." tanya Xiao Ziya pada Yie Munha yang masih berada di atas langit langit ruang rapat. Tubuh Yie Munha terasa hancur karna dijatuhkan dari atas dan meluncur kebawah dengan sangat cepat.
"Uhuk uhuk uhuk." Yie Munha batuk dan memuntahkannya darah segar, mungkin beberapa tulang rusuk gadis itu patah.
"Jangan sakiti cucuku, dia sudah sangat menderita. Tolong hentikan, sebagai seorang ayah aku memintamu untuk berhenti Min Xunzi!" triak Yie Gu dengan kemarahan tak terbendung, ia berlari ke arah Xiao Ziya dan menyandera gadis itu. Jika Ratu Min Xunzi tak ingin melepaskan cucunya maka ia akan membunuh Xiao Ziya dengan sekali tebasan pedang.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya. Kalau kalian mau author stay di aplikasi ini tolong naikin pembaca novelku yang Putri Amerilya ya.