RATU IBLIS

RATU IBLIS
Sedikit Pelajaran Untuk Yie Weinje


__ADS_3

Akhirnya kedua puluh prajurit dan seorang pria yang ingin menjadi koki Xiao Ziya sampai di markas. Mereka semua terkejut dengan rumah rumah kayu yang tertata dengan rapi, kedua puluh prajurit itu yakin sebelum mereka pergi tak ada bangunan itu.


"Kapan nona muda membangun rumah kayu ini?." ucap salah seorang prajurit dengan tatapan heran.


"Mungkin rekan kita yang lain membantu nona muda membangun semua ini." jawab prajurit lain yang ada di sampingnya.


Tak lama setelahnya Xiao Ziya muncul dari dalam salah satu rumah kayu, gadis itu menatap ke arah pria yang dibawa oleh kedua puluh prajurit itu.


"Paman ada di sini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung, bukankah ia meminta pada kedua puluh prajurit itu untuk mencari beberapa koki? namun mengapa yang mereka bawa malah paman pemilik toko daging?.


"Anda mengenal pria ini nona? hanya pria ini yang ingin mendaftar menjadi koki anda selama peperangan berlangsung." ucap kedua puluh prajurit itu, sebelumnya mereka lupa menanyakan profesi pria tersebut.


"Dia paman pemilik toko daging yang saya jumpai sore tadi." ucap Xiao Ziya dengan tawa pelannya, gadis itu tak menyangka ada orang yang ingin menghalangi rencananya untuk mencari beberapa juru masak.


"Baiklah ini hadiah untuk kalian, setelah ini kalian semua bisa kembali ke Klan Yuang Yie." ucap Xiao Ziya pada kedua puluh prajurit itu, Ziya memberikan satu kantung koin emas pada masing masing prajurit.


"Hadiah? bagaimana dengan rekan kami yang lain?." tanya salah seorang prajurit, mungkin ia merasa tak enak hati menerima koin emas sebanyak itu sedangkan tiga puluh prajurit lain kembali dengan tangan kosong.


"Mereka sudah menjalankan tugas dengan baik, mereka juga mendapat hadiah yang sama. Lekas lah kembali sebelum nenek sihir itu memecat kalian semua." ucap Xiao Ziya, kedua puluh prajurit itu langsung pamit dan pergi menuju Klan Yuang Yie.


Kini tersisa Xiao Ziya dengan pria pemilik toko daging, Xiao Ziya sempat menanyakan beberapa hal pada pria tersebut.


"Jumlah masakan yang harus anda siapkan sangat banyak, lebih baik anda memiliki beberapa orang untuk membantu." ucap Xiao Ziya, ia tak tega jika pria itu harus menyiapkan ratusan ribu porsi makanan setiap harinya.


"Semua anggota keluarga saya pandai dalam hal memasak." ucap pria pemilik toko daging itu.


"Berapa jumlah orang di keluarga anda yang akan membantu?." tanya Xiao Ziya yang harus memastikan jumlahnya dengan tepat.


"Sebelas orang." ucap pria pemilik toko daging itu.


"Ajaklah pekerja di toko daging anda juga karna jumlah itu masih terlalu sedikit, paling tidak saya memerlukan lima puluh orang dengan keahlian memasak yang baik. Tenang saja saya akan memberi upah seribu koin emas untuk setiap jam makan sebagai tanda terimakasih saya atas kerja keras kalian." ucap Xiao Ziya, jumlah upah yang diberikan sangatlah banyak karna para koki akan memerlukan tenaga dalam jumlah besar.


"Baiklah saya akan membawa semua orang yang saya kenal untuk membantu, pagi nanti saya akan kembali kesini." ucap pria pemilik toko daging itu.


"Baiklah sampai jumpa paman." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis.


Pria pemilik toko daging itu pergi, di sisi lain Xiao Ziya sedang mencari tau siapa yang telah menghasut semua penduduk wilayah Klan Yuang Yie agar tak membantu gadis itu.


"Hanya nenek sihir itu saja yang memiliki pengaruh untuk melakukan semua ini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman dingin, mungkin Yie Weinje telah bekerja sama dengan beberapa orang dari Kerajaan Bulan untuk menyelidikinya persiapan perangnya.


"Keluarlah kalian." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengeluarkan lima ratus prajurit iblis serta lima jenderal iblis miliknya.


"Salam hormat kami pada Nona Besar Xiao Ziya." ucap kelima ratus lima pasukan iblis milik Xiao Ziya, setelah cukup lama berada di dalam cincin semesta mereka mendapat tugas dari Xiao Ziya.


"Kali ini saya akan berperang dengan Kerajaan Bulan, saya tak meminta kalian turun ke medan perang karna ada tugas penting yang harus kelian lakukan. Selama peperangan ini berlangsung kalian harus menjaga markas agar tetap aman dari serangan musuh, jangan biarkan orang luar masuk kedalam markas kita. Ada dua orang dari Klan Yuang Yie yang tak mendapatkan izin menginjakkan kaki di markas saya ini yaitu Yie Weinje seorang wanita tua dengan sikap emosional yang sangat menyebalkan, serta Yie Munha cucu kesayangan dari wanita tua itu. Saya harap kalian semua tetap mengingat nama mereka berdua, apa kalian mengerti??." ucap Xiao Ziya denhan tegas dan juga lantang, kedua orang itu berpotensi tinggi bersekutu dengan pihak Kerajaan Bulan.


"Baiklah kami mengerti nona besar, lalu siapa yang akan melindungi anda di medan peran jika kami tak turun langsung?." tanya salah seorang Jenderal Iblis, sepertinya mereka semua mengkhawatirkan keselamatan Xiao Ziya.


"Saya bisa menjaga diri dengan baik, lagipula saya tak berperang sendirian." jawab Xiao Ziya dengan tatapan ramah, semua pasukan iblis yang ada di hadapannya ini sudah seperti keluarga bagi Xiao Ziya.


"Baiklah jika nona besar berkata seperti itu, namun kami tetap akan turun ke medan perang jika sesuatu terjadi pada anda." ucap semua pasukan iblis secara bersamaan.

__ADS_1


"Lakukanlah jika sesuatu benar benar terjadi pada saya, jika para koki membutuhkan bantuan saya harap kalian membantu mereka dengan ramah." ucap Xiao Ziya lagi.


Pasukan iblis milik gadis itu memiliki pertahanan yang kuat, mereka sangat tepat diletakkan di markas untuk menjaga keamanan di sana. Orang orang dari Kerajaan Bulan pasti sudah menyiapkan sebuah rencana busuk, bisa saja mereka menyerang markas dan mengambil semua perlengkapan perang serta kebutuhan pokok yang telah Xiao Ziya persiapkan. Xiao Ziya masih mengingat bagaimana Putri Jifana memperdaya dirinya, pasti semua itu sudah direncanakan dengan matang sejak awal.


"Saya mempercayakan keamanan markas kita pada kalian." ucap Xiao Ziya.


"Kami akan menjaga tempat ini dengan darah dan jiwa kami. Tak akan ada satu penyusup yang dapat masuk selama kami ada di sini." ucap kelima ratus lima pasukan iblis milik Xiao Ziya.


Akhirnya Xiao Ziya membagi pasukan iblis miliknya menjadi beberapa kelompok, ada yang ditugaskan di area depan, area belakang, area samping, serta menjaga gudang tempat persediaan makanan. Seratus pasukan iblis yang tersisa akan membantu para koki menyiapkan makanan untuk mereka semua, setelah pembagian tugas itu semua pasukan iblis milik Xiao Ziya mulai berpencar sesuai tugas mereka masing masing.


Tak lama setelahnya muncul lingkaran besar berwarna hitam pekat di bawa kaki Xiao Ziya, gadis itu segera menepi dan melihat siapa yang telah datang. Senyum Xiao Ziya melebar saat melihat sang bibi datang bersama para penyihir dari wilayah Penyihir hitam, dengan segera Xiao Ziya menghampiri mereka semua.


"Senang bisa bertemu dengan kalian semua di sini, butuh energi spiritual yang besar untuk memindahkan semua orang ke tempat ini. Saya telah menyiapkan tempat istirahat untuk kalian semua, silahkan masuk ke rumah kayu yang ada di sana." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang sangat ramah, ia ingat para penyihir hitam tak suka diperlakukan dengan kasar ataupun dipandang remeh oleh orang yang belum mereka kenal dengan baik.


"Ahahaha apa yang sedang kau lakukan keponakanku." ucap Ratu Min Xunzi, wanita itu sedang menertawakan sikap Xiao Ziya yang terlalu sopan pada pasukannya.


"Bukankah bagus jika keponakan kita menyambut kita semua dengan ramah." ucap Raja Min Lunxi yang sedang melihat ke arah sang istri.


"Dia terlihat seperti orang lain jika melakukan hal seperti itu, bersikaplah seperti biasanya keponakanku. Bagaimanapun juga kau anggota bangsawan penyihir hitam jadi tak perlu bersikap terlalu ramah." ucap Ratu Min Xunzi secara terang terangan. Ajaibnya tak ada penyihir yang membantah perkataan wanita itu, mereka semua diam dan menerima perkataan sang ratu.


"Jangan dengarkan ibuku yang sesat ini." ucap Tuan Muda Min Xome. Pemuda itu takut sang ibu akan mengajarkan hal buruk pada sepupu perempuannya.


"Maaf sebelumnya bisakah kami beristirahat sekarang?." tanya salah seorang penyihir pria dengan cengiran tak berdosa setelah ia memotong pembicaraan.


"Silahkan kalian masuk saja ke dalam, ada banyak rumah kayu yang telah saya buat. Ah satu hal lagi, setiap lantai di rumah kayu itu bisa menampung seribu orang." ucap Xiao Ziya sebelum para penyihir memilih rumah kayu mana yang ingin mereka tinggali.


"Bagaimana bisa rumah sederhana dengan ukuran sedang bisa menampung banyak orang?." tanya salah seorang penyihir yang merasa penasaran.


"Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu, silahkan lanjutkan pembicaraan kalian yang tertunda." ucap salah seorang penyihir wanita kemudian melintas di samping Xiao Ziya.


"Tangan saya terasa sangat gatal, bolehkah saya mengutuknya menjadi debu." ucap Ratu Min Xunzi yang terlihat tak senang dengan sikap angkuh salah satu penyihir yang ia bawa.


"Sabarlah karna kita masih membutuhkannya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring, gadis itu tau apa yang harus ia lakukan saat ini.


"Sepertinya kita harus masuk ke dalam untuk membicarakan beberapa hal penting." ucap Raja Min Lunxi, ia ingin tau strategi perang apa yang telah disiapkan oleh Xiao Ziya. Jika ada yang kurang dalam strategi perang itu maka Raja Min Lunxi akan memberi beberapa masukan.


Xiao Ziya, Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Tuan Muda Min Xome, dan Tuan Muda Min Wungi masuk kesebuah rumah kayu dengan ukuran dan warna yang berbeda dari lainnya. Setelah itu mereka membahas strategi perang dan di mana para penyihir akan ditempatkan.


Di sisi lain Yie Weinje mendapat kabar bahwa Xiao Ziya telah selesai membangun markas di perbatasan Klan Yuang Yie, hal yang lebih mengejutkan lagi gadis itu membuat rumah kayu dalam jumlah yang sangat banyak sebagai tempat tinggal para pasukan sekutunya. Mendengar semua berita baik mengenai Xiao Ziya membuat telinga Yie Weinje menjadi panas, ia pergi dari kamar dan menemui beberapa prajurit yang baru saja kembali membantu gadis itu sesuai perintah pemimpin Klan Yuang Yie.


"Salam hormat kami pada nyonya Yie Weinje." ucap para prajurit sembari menundukkan kepala mereka.


"Kalian kembali sangat cepat, apakah semuanya telah siap?." tanya Yie Weinje dengan tatapan kesal.


"Nona muda meminta kami untuk segera kembali ke klan karna tak ada lagi yang bisa kami bantu." jawab salah satu prajurit dengan jujur, mereka sedikit was was dengan pertanyaan yang akan diajukan oleh wanita tua itu.


"Berapa banyak pasukan sekutu yang gadis itu miliki?." tanya Yie Weinje lagi.


"Nona muda mengatakan setidaknya ia memiliki seratus ribu pasukan sekutu." jawab sang prajurit, karna hanya itu yang ia ketahui untuk saat ini.


"Cih darimana dia mendapat bantuan, mana mungkin Ratu Rexuca mengirim bantuan sebanyak itu." ucap Yie Weinje yang tak percaya dengan perkataan sang prajurit, tanpa mengatakan apapun lagi ia bergegas pergi keluar Klan Yuang Yie.

__ADS_1


Hari sudah sangat malam, banyak penduduk Klan Yuang Yie yang sudah terlelap dalam tidur mereka. Yie Weinje pergi bagian perbatasan yang bersebrangan dengan markas milik Xiao Ziya, dilihat dari gelagatnya Yie Weinje seperti sedang menunggu seseorang.


"Keluarlah situasi sudah aman." ucap Yie Weinje pada seseorang yang sedang bersembunyi di kegelapan.


Seorang pemuda muncul sembari melihat keadaan sekitar, pemuda itu Pangeran Yozan Zee. Setelah situasi benar benar aman pangeran itu menghampiri Yie Weinje untuk mendapat beberapa informasi mengenai Xiao Ziya.


"Informasi baru apa yang anda peroleh?." tanya Pangeran Yozan Zee langsung pada intinya karna ia harus kembali ke Kerajaan Bulan sebelum tertangkap basah oleh prajurit Klan Yuang Yie.


"Gadis itu telah selesai membangun markas, sepertinya peperangan tak akan lama lagi. Di sisi lain para prajurit yang baru saja kembali dari wilayah perbatasan Klan Yuang Yie mengatakan ada seratus ribu pasukan sekutu yang datang untuk membantu gadis itu." ucap Yie Weinje.


"Baiklah kami akan mengingat semua bantuan yang anda berikan." ucap Pangeran Yozan Zee, pemuda itu langsung pergi meninggalkan Yie Weinje di sana.


Di sisi lain Xiao Ziya sudah mengikuti wanita itu sejak awal untuk memastikan apakah Yie Weinje mata mata dari Kerajaan Bulan ataukah bukan. Ternyata kecurigaan gadis itu terbukti benar adanya, karna itu Xiao Ziya harus memberi pelajaran pada wanita tua itu.


Xiao Ziya menutup wajahnya dengan sebuah topeng, gadis itu mengambil dua belah belati yang ada di dalam cincin semesta miliknya. Xiao Ziya loncat dari atas pohon yang cukup tinggi tepat di hadapan Yie Weinje, wanita tua itu terkejut dan mundur beberapa langkah.


"Siapa kau, apa yang kau inginkan!!!." triak Yie Weinje dengan badan gemetaran, saat itu Xiao Ziya telah mengeluarkan lima puluh persen aura membunuh yang ia miliki.


Yie Weinje tak membawa senjata apapun karna tak pernah menyangka dirinya akan diserang oleh seseorang di dalam wilayah Klan Yuang Yie. Yie Weinje menggunakan sihir es yang ia kuasai untuk melarikan diri, sangat disayangkan orang bertopeng yang sedang mengincarnya dapat menggunakan sihir api.


"Saya istri dari pemimpin Klan Yuang Yie, jangan berani beraninya kau mendekat." ucap Yie Weinje.


Xiao Ziya tersenyum di balik topeng yang ia gunakan, memangnya kenapa jika wanita itu istri sah dari kakeknya? tentu ia tak peduli. Xiao Ziya menyerang denhan belati yang ada di tangannya, Yie Weinje menahan serangan Ziya menggunakan pedang es yang baru saja ia ciptakan. Xiao Ziya memasukkan kedua belatinya kedalam cincin semesta lagi dan mengambil pedang berwarna merah untuk melawan pedang es itu.


"Saya memiliki kemampuan untuk mengalahkan orang rendahan sepertimu. Katakan saja siapa yang memintamu untuk membunuhku? akan ku lepaskan kau jika memberitahukan hal itu." ucap Yie Weinje, ia sedang mengancam orang bertopeng itu.


"Ahahaha anda sungguh lucu nyonya, bagaimana saya bisa takut dengan ancaman anda, jika tubuh anda gemetaran seperti itu." ucap Xiao Ziya dengan suara yang lebih berat, kini gadis itu terlihat seperti anak laki laki.


"Jika aku sampai terluka, Tuan Yie Gu tak akan melepaskan mu dengan mudah." ucap Yie Weinje, wanita itu sedang membawa nama suaminya untuk mengancam Xiao Ziya.


"Saya fikir Tuan Yie Gu akan lebih bahagia jika anda tak ada di dunia ini." ucap Xiao Ziya, gadis itu menyerang Yie Weinje lagi sampai wanita tua itu terpojok.


Xiao Ziya menangkap pedangnya ke lutut sebelah kanan Yie Weinje hingga pedang itu tembus. Setelah melukai Yie Weinje dengan cukup parah Xiao Ziya langsung mencabut pedang dan pergi meninggalkan wanita itu.


"Argh mengapa tak ada satu orangpun yang menolongku." triak Yie Weinje dengan sangat keras. Kaki sebelah kirinya terasa sangat sakit, tulang di lutut kirinya seperti hancur karna serangan orang bertopeng itu.


Yie Weinje tak bisa berjalan sendiri untuk kembali ke Klan Yuang Yie, Yie Weinje melihat ke kiri kanan namun tak ada satu orangpun yang lewat. Darah terus mengalir di lutut dan beberapa bagian tubuh wanita itu, akhirnya Yie Weinje pingsan ditempat dengan kondisi yang mengenaskan. Di sisi lain Xiao Ziya sudah kembali ke markas dengan baju yang masih bersih dan topeng yang sudah ia lepaskan.


"Kemana anda pergi tadi nona besar?." tanya salah seorang prajurit iblis pada Xiao Ziya.


"Saya baru memberi pelajaran pada seseorang yang tak tau diri." jawab Xiao Ziya dengan senyuman bahagia.


"Apakah anda menebas kepala orang itu?." ucap sang prajurit iblis penuh dengan harapan.


"Tidak, saya akan membiarkannya hidup sedikit lebih lama lagi. Akan ada orang lain yang akan merenggut nyawanya." ucap Xiao Ziya, ia sudah mengetahui beberapa rahasia yang disembunyikan oleh Yie Weinje. Wanita itu sangat cerdik hingga sang kakek tak menyadari hal hal yang telah dilakukan Yie Weinje.


"Saya menantikan orang itu mati dengan mengenaskan nona besar." ucap sang prajurit iblis.


Setelah pembicaraan itu Xiao Ziya pamit untuk masuk kedalam rumah kayu, ia masih menunggu kedatangan pasukan sekutu yang lain. Entah apa yang sedang dilakukan oleh Raja Artur mengapa ia sangat lama, biasanya kakek tua itu datang paling awal diantara yang lain.


Hai hai semuanya, gimana kabar kalian? semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat yang jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian.

__ADS_1


__ADS_2