
Keesokan harinya semua para kandidat murid baru yang terpilih menjadi murid luar Akademi Kekaisaran mulai berkemas untuk pulang ke rumah mereka masing masing, namun ada sebagian yang memilih untuk menetap di penginapan karna jarak untuk pulang sangat jauh.
Saat ini Xiao Ziya tengah berkumpul dengan saudara saudaranya yang hendak pulang. Selain Xiao Yuna, Xiao Bin, Xiao Feng, dan Xiao Xinzo kali ini Xiao Xun dan Xiao Muer juga ikut kembali ke Klan Xiao. Selain itu sahabat Xiao Xun yaitu Ling Fuen dan juga perwakilan dari Sekte Bambu Perak ikut rombongan yang akan pergi ke Klan Xiao.
"Baiklah apa kalian semua sudah siap?" tanya Xiao Xun sambil melihat lihat apakah ada yang belum ikut berkumpul.
"Sepertinya semua orang sudah ada di sini, tapi tunggu dimana adik Xiao Ziya?" tanya Xiao Bin yang tak bisa menemukan Ziya dalam rombongan itu. Apakah gadis itu masih tertidur di dalam kamarnya atau ia sudah pergi terlebih dahulu.
"Tadi aku sempat ke kamarnya, dan dia meminta kita untuk pergi terlebih dahulu nanti saudari Xiao Ziya akan menyusul." ucap Xiao Yuna yang menjelaskan.
"Mungkin dia kelelahan, baiklah kita akan berangkat terlebih dahulu." ucap Xiao Xun.
Akhirnya rombongan itu pergi bersama sama menuju Klan Xiao. Jika mereka menggunakan langkah peringan tubuh maka 6 jam waktu tempuh yang akan mereka lalui.
Sedangkan di tempat lain Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidurnya, sesegera mungkin gadis itu membasuh muka lalu pergi ke lantai bawah untuk makan karna dia memang lapar.
"Humm sepertinya rombonganku sudah berangkat, apakah aku terlalu lama tertidur?" ucap Xiao Ziya pelan sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Saat Xiao Ziya sedang makan tiba tiba ada beberapa orang yang tak ia kenal menghampirinya. Orang orang itu terdiri dari tiga pria dan dua wanita mereka terlihat berumur di atas tigapuluh tahun.
"Maaf apakah benar anda nona Xiao Ziya." ucap salah satu dari mereka.
"Iya saya adalah Xiao Ziya, ada keperluan apa hingga kalian mencari saya?" ucap Xiao Ziya yang sedikit keheranan karna dia benar benar tak mengenal orang orang itu.
"Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, saya Luo Anzu perwakilan dari Klan Luo yang mengawal para kandidat saat mengikuti seleksi." ucap Luo Anzu yang merupkan ketua ketiga Klan Luo.
"Perkenalkan saya Ling Zumi, perwakilan dari Klan Ling untuk mengawal para kandidat." ucap Ling Zumi yang merupakan ketua ke empat Klan Ling.
"Perkenalkan saya Yuan Mina, perwakilan Klan Yuan yang mengawal para kandidat." ucap Yuan Mina yang merupakan ketua ke enam Klan Yuan.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Wen Longer, perwakilan Klan Wen yang mengawal para kandidat." ucap Wen Longer yang merupakan wakil ketua Klan Wen.
"Perkenalkan saya Min Yunji, perwakilan Klan Min yang mengawal para kandidat." ucap Min Yunji yang merupakan ketua keempat Klan Min.
Xiao Ziya masih tak mengerti mengapa mereka mencarinya, apakah Xiao Ziya membuat masalah dengan para kandidat dari perwakilan masing masing klan itu?.
"Salam kenal semua, apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap Xiao Ziya yang mencoba bersikap baik dan tak gegabah untuk mengambil sikap, siapa tau mereka memiliki niat baik padanya.
"Kami semua datang kesini untuk bertrimakasih atas bantuan yang nona Xiao Ziya berikan. Tanpa bantuan nona mungkin para kandidat yang klan kami kirim akan mati saat berada di hutan kematian." ucap salah satu dari mereka yang mengungkapkan maksud dan tujuan mencari Xiao Ziya.
"Tidak perlu bertrimakasih padaku, kebetulan aku ada di sana dan tak mungkin aku membiarkan mereka mati begitu saja, jika tak ada hal lain yang ingin di sampaikan saya ingin pergi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung berdiri dari tempat duduknya kemudian keluar dari penginapan.
Kelima orang itu hanya bisa melihat kepergian Xiao Ziya, mereka tak berfikir kalau Xiao Ziya sombong hingga pergi begitu saja. Yang mereka fikirkan mungkin Xiao Ziya sedang sibuk sehingga harus cepat cepat pergi dari sana.
Xiao Ziya yang sudah ada di luar penginapan hanya berdiri diam tak ada langkah pergi yang ia buat. Sepertinya Xiao Ziya sedang memikirkan sesuatu.
"Aku sangat malas bila harus menggunakan peringan tubuh untuk melesat menyusul yang lainnya. Sebaiknya aku memanggil Zier saja." ucap Xiao Ziya yang kemudian menggeluarkan Xiao Zier yang merupakan harimau kesayangannya dari cincin semesta.
"Apakah harimau itu milik gadis kecil yang ada di depannya." ucap seseorang yang melintas.
"Bukankah ini terlalu luar biasa, aura dari binatang itu bukan main main." ucap yang lainnya.
"Hormat saya pada Nona." ucap Zier sambil menundukkan kepalanya, sebenarnya Xiao Ziya sudah melarangnya untuk memanggil seperti itu namun Zier merasa tak sopan bila hanya memanggil Ziya saja.
"Aish ternyata kau masih saja nakal ya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum saat mendengar Zier memanggilnya seperti itu.
"Maafkan aku nona, nona bisa menghukumku bila tak suka." ucap Zier sambil menunduk sedih.
"Hey hey apakah aku sejahat itu? tak apa aku tau kau tak bisa memanggilku dengan pangilan Ziya saja, jadi aku tak akan memaksamu. Baiklah antar aku pulang ke Klan Xiao ya Zierku sayang." ucap Xiao Ziya yang kemudian lompat naik ke atas punggung Zier. Kali ini Zier merasa sangat senang, akhir akhir ini harimau itu memang jarang keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya.
__ADS_1
Walau di di dalam cincin semesta memiliki pemandangan yang indah dan tanah yang begitu luas seperti di dunia nyata namun bagi Zier bisa bersama tuannya seperti ini akan jauh lebih menyenangkan.
"Sebenarnya aku tadi bisa saja terbang sendiri, karna aku juga memiliki sayap. Namun aku sangat merindukan tertidur di atas punggungmu." ucap Xiao Ziya dengan jujur pada harimau kesayangannya itu.
"Zier juga sangat rindu saat saat bisa melayani nona seperti ini." ucap Zier.
Saat ini mereka berdua sedang terbang di atas langit dengan posisi Xiao Ziya merebahkan tubuhnya di punggung Zier, Xiao Ziya dapat menyentuh gumpalan gumpalan awan dengan tangan mungilnya itu sangat menyenangkan.
Ditempat lain tepatkan kelompok yang pergi ke Klan Xiao terlebih dahulu, saat ini mereka semua sudah ada di pertengahan jalan untuk sampai di Klan Xiao. Karna sedikit lelah mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar.
"Walau Klan Xiao tak terlalu jauh namun jalur yang kita tempuh untuk sampai di sana cukuplah sulit." ucap Su Miji yang sedang bersandar di sebuah pohon yang cukup besar.
"Iya akh juga berasa sedikit lelah." jawab Xiao Yuna yang sedang meminum seteguk air.
"Adikku saat ini sudah memulai perjalananya untuk pergi ke klan, ataukan dia masih tertidur di penginapan." ucap Xiao Xun yanh sedikit cemas pada adiknya, apalagi setelah perseteruan adiknya dengan para pangeran.
"Apakah kau sedang mengkhawatirkannya?" tanya Xiao Bin yang mengerti apa yang sedang di fikirkan oleh Xiao Xun.
"Ya aku mengkhawatirkannya, bagaimanapun juga dia sedang berselisih dengan para pangeran." jawab Xiao Xun dengan wajah masamnya.
"Apa sebenarnya yang terjadi di antara adik Ziya dengan pihak kekaisaran?" tanya Muyen yang penasaran dengan hal apa yang memicu perseteruan antara kedua belah pihak.
"Entah aku juga tak tau, mungkin nanti setelah sampai di Klan Xiao kita akan mendapatkan jawaban." ucap Xiao Xun.
Setelah merasa tenaga mereka sudah terisi lagi, rombongan itu melanjutkan perjalananya. Hal yang tak mereka sadari adalah Xiao Ziya sudah jauh berada di depan mereka dan gadis itu sudah hampir sampai di Klan Xiao. Kecepatan terbang Zier bukanlah main main. Jarak yang harusnya ditempuh dalam waktu 6 jam bisa Zier tempuh dalam waktu satu setengah jam saja.
"Zier mungkin kita akan sampai terlebih dahulu daripada rombongan pertama." ucap Xiao Ziya sambil tertawa.
**Hai hai semuanya maaf ya aku cuma bisa sehari up satu aja.
__ADS_1
oh ya jangan lupa dukung terus aku dengan cara vote sebanyak banyaknya, komen, like, rate, share.
Jangan lupa Follow author ya guys, yang mau kenal atau pc an sama aku tinggal komen folback di komentar novel**.