RATU IBLIS

RATU IBLIS
Mencari Para Anak Dewa


__ADS_3

Bukannya kembali ke istana, Xiao Ziya memilih untuk pulang ke paviliunnya yang ada di Klan Xiao. Saat masuk gerbang Klan Xiao semua orang menunduk hormat pada gadis itu.


"Nona Ziya, saat ini klan hanya berisi murid murid saja, ada keperluan apa hingga nona datang kesini?." ucap salah satu penjaga, karna saat ini Xiao Ziya seharusnya ada di istana dan beristirahat.


Tanpa menjawab apa apa Xiao Ziya memberikan empat kotak makanan setelah itu ia masuk kedalam klan. Para penjaga gerbang saling berpandangan kemudian membuka kotak makanan itu kemudian memakannya.


"Salam nona Ziya." ucap salah seorang murid yang melintas. Xiao Ziya menghentikan murid itu dan memberikan kotak makanan.


Setelah membagikan semuanya, Xiao Ziya masuk ke pekarangan paviliunnya. Ia mengeluarkan sebuah kain dari cincin semestanya.


"Aku akan membuka beberapa kado di sini." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan beberapa kado kemudian membukanya satu persatu. Isi dari kado kado itu sangat beragam. Mulai dari baju, gaun, hiasan rambut, tanaman herbal langka, ada juga yang memberinya sekotak koin emas.


"Hahaha mereka memang sangat lucu." ucap Xiao Ziya yang mendapatkan sebuah boneka kelinci yang sangat menggemaskan.


Setelah selesai membuka beberapa kado, Xiao Ziyapun masuk kedalam paviliun untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi Xiao Ziya merebahkan dirinya diatas tempat tidur.


Ditempat lain tepatnya dunia dewa, ada beberapa dewa yang mulai cemas karna ada beberapa anak mereka yang sudah menghilang beberapa hari ini.


"Dimana anak anak kita, mengapa mereka tak pamit jika ingin pergi." ucap Dewa Hiloz yang cemas dengan kedua putranya yang tak pulang pulang setelah beberapa hari.


"Putriku juga belum kembali, kedunia mana mereka pergi." ucap Dewa Agni yang sangat cemas dengan putrinya itu. Bagaimana juga putrinya itu masih sangat muda bagaimana jika dia membuat masalah di luar sana dan menyinggung orang kuat.


"Apa kita perlu mengerahkan pasukan untuk mencari anak anak kita." ucap ucap Dewa Yingmu yang sama cemasnya dengan putra semata wayangnya itu.


Akhirnya para dewa memutuskan untuk mengutus beberapa pasukan dewa untuk mencari keberadasn putra putri mereka ke seluruh penjuru lapisan dunia.


Akhirnya seribu pasukan dewa mulai berpencar keberbagai lapisan dunia.


"Cepat kita harus menemukan tuan muda dan juga nona muda, jika tidak kepala kita yang akan menjadi taruhannya." ucap salah satu prajurit yang sudah sampai di dunia bawah. Mereka segera berpencar untuk mencari anak anak dewa itu.


Ada lima orang prajurit yang pergi ke wilayah Kekaisaran Qiyu. Saat sampai di perbatasan dan hendak masuk kedalam Kekaisaran Qiyu mereka dihadang beberapa penjaga.


"Ada keperluan apa kalian datang kesini?." tanya penjaga gerbang perbatasan. Para prajurit dewa menunjukkan token mereka.

__ADS_1


Setelah melihat token itu para penjaga gerbang perbatasanpun mengijinkan mereka untuk masuk. Setelah berhasil memasuki wilayah kekaisaran Qiyu, para prajurit dewa itu langsung menuju sebuah tempat yang sangat mereka ingat.


Dimana lagi jika bukan Klan Xiao. Prajurit prajurit dewa itu adalah mereka yang pernah berurusan dengan Xiao Ziya.


BRAK...


Suara pintu gerbang Klan Xiao yang dibuka dengan paksa, entah mengapa mereka tak bisa datang dengan baik baik dan tak mencari masalah.


"Ziyaa!!! cepatlah keluar, jika tidak aku akan menghancurkan klan mu ini." ucap para prajurit dewa itu dengan angkuh.


Xiao Ziya yang sedang beristirahatpun merasa terganggu dengan triakan triakan yang memanggil namanya. Xiao Ziya yang geram akhirnya berjalan keluar dari paviunnya dan menemui orang orang gila itu yang sudah menggangu waktu tidurnya.


"Ada apa kalian mencariku?." tanya Xiao Ziya sambil menatap mereka berlima dengan tajam. Apakah mereka tak bisa datang dan mengacau lain kali saja.


"Kau telah menyembunyikan para anak dewa, cepat katakan pada kami dimana mereka sekarang." ucap salah satu prajurit dewa yang menuduh Xiao Ziya dengan seenak jidat.


Bagaimana bisa pihak pihak wilayah dewa senang sekali mencari masalah dengannya. Apakah mereka ingin wilayah dewa rata dengan tanah? jika iya tunggu Xiao Ziya beberapa tahun lagi.


"Cepat tunjukkan pada kami dimana kau menyembunyikan mereka." ucap prajurit itu dengan keras kepala.


"Apa kalian ingin mati? pertama kalian merusak gerbang klan, kedua kalian berteriak hingga mengganggu istirahatku, ketiga kalian menuduku menculik para anak dewa itu? apa untungnya buatku jika menculik mereka." ucap Xiao Ziya yang tak habis fikir jika para prajurit dewa itu berfikiran sangat sempit.


Xiao Ziya menatap mereka hingga matanya berubah menjadi merah, gadis itu kembali tak bisa menahan dirinya. Xiao Ziyapun menatap ke atas langit dan bersiap untuk melakukan sesuatu.


"Para dewa sialan cepatlah turun." triak Xiao Ziya dengan sangat keras dan menggunakan kekuatannya.


Triakan Xiao Ziya benar benar sampai ketelinga para dewa.


"Siapa yang berani meneriaki kita seperti itu." ucap dewa Agni yang merasa geram.


"Mari kita turun dan menghampirinya." ucap dewa Hiloz yang mencoba untuk berfikir positif terlebih dahulu.


Saat ini dewa Hiloz, dewa Agni, dewa Yingmu, dan dewa Bixu turun kedunia bawah untuk melihat kekacauan apa yang terjadi hingga ada seseorang yang berani meneriaki mereka.

__ADS_1


Saat sampai betapa terkejutnya keempat dewa itu karna yang memanggil mereka adalah Xiao Ziya. Entah mengapa dari dulu hingga sekarang gadis itu tak pernah merasa takut dengan para dewa.


"Mengapa kau meneriaki kami seperti itu, kau ingin kami lenyapkan." ucap dewa Agni yang memang tak menyukai kedatangan Ziya kedunia kuno. Gadis itu di anggap penggangu oleh para dewa, karna banya rencana mereka yang gagal akibat Xiao Ziya.


"Tanyakan saja pada prajurit dewamu, dan satu hal lagi ajari mereka tata krama." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum meledek melihat ke arah para dewa itu tanpa rasa takut.


Raja Artur, Raja Zeus, dan juga Pangeran Kegelapan merasakan aura dewa yang sangat pekat di wilayah Kekaisaran Qiyu. Mereka mencari Xiao Ziya untuk memastikan apakah gadis itu atau bukan yang memancing para dewa turun ke dunia bawah.


Dan benar saja Xiao Ziya tak ada di istana. Dengan tergesa gesa mereka pergi untuk menemukan keberadaan gadis nakal itu.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu, prajurit dew kami adalah orang orang yang terdidik." ucap dewa Hiloz dengan sangat percaya diri.


"Benarkah? lalu mengapa mereka berlima mendobrak gerbang klan kami dengan paksa, meneriakiku yang sedang tidur, dan menuduhku menculik anak kalian. Pendidikan macam apa yang sekolah dewa berikan hahaha." ucap Xiao Ziya yang tertawa dengan lantang. Mungkin benar wilayah dewa dan nirwana itu berbeda.


Para dewa tak bisa menyangkal ucapan gadis yang ada di depan mereka lagi, karna semua yang di ucapkan Xiao Ziya adalah kebenaran. Namun mereka berfikir bagaimana mereka bisa kalah dengan bocah ingusan seperti Xiao Ziya. Itu akan sangat memalukan bagi mereka tentunya.


"Pasti kau benar benar menyembunyikan anak anak kami." ucap dewa Agni yang membuat sebuah alibi untuk menyudutkan pada Xiao Ziya.


"Benarkah? mana buktinya." ucap Xiao Ziya dengan tenang. Gadis itu terlihat tak gemetaran sama sekali.


"Kau pasti berbohong untuk menyembunyikannya dari kami, cepat katakan dimana mereka." ucap dewa Bixu yang mencoba membantu dewa Agni untuk memojokkan gadis dihadapannya itu.


"Aku rela tersambar petir kesengsaraan langit jika aku berbohong pada kalian, jika aku terbukti tak melakukannya kalian berdualah yang akan tersambar." ucap Xiao Ziya tanpa memikirkan apapun. Petir kesengsaraan langit adalah salah satu petir yang sangat ditakuti, para dewa saja sangat menghindari petir itu.


Tiba tiba saja langit berubah menjadi gelap awan awan di langit berputar putar bagaikan sebuah tornado dan sebuah petit menyambar dewa Agni dan juga dewa Bixu hingga mereka berdua terluka parah dan kehilangan hasil latihan mereka beberapa tingkat.


"Gadis sialan beraninya kau menyumpahi kami." ucap dewa Agni yang tak terima dan hendak menyerang Xiao Ziya. Namun tiba tiba sebuah bola api menghantamnya hingga ia terpental. Raja Artur, Raja Zeus dan Pangeran Kegelapan datang di waktu yang sangat tepat.


**Hai hai semua gimana UAS kalian lancar ga? yang punya tugas banyak cepet dikerjain ya jangan di tumpuk tumpuk nanti kalian pusing loh wkwkwk. Semangat semuanya.


Jangan lupa dukung author terus biar makin rajin upnya dengan cara vote sebanyak banyaknya, komen, like, rate bintang lima, dan share ke temen temen kalian.


Love You Guys**

__ADS_1


__ADS_2