
Xiao Ziya berusaha dengan sangat keras agar ia bisa segera menyelesaikan semua tantangan yang ada disetiap lantainya, ia tak ingin waktu satu bulannya itu sia sia saja karna tak sanggup sampai dipuncak tertinggi paviliun seratus menara.
Karna usahanya yang begitu keras tanpa istirahat sama sekali itu Xiao Ziyapun sampai di lantai ke sembilan puluh sembilan dengan waktu yang sangat cepat, namun energi qi nya terkuras habis sehingga gadis itu harus beristirahat untuk mengumpulkan energi qi.
Kebetulan di lantai ke sembilan puluh sembilan ini lapisan energi qinya sangat padat sehingga Xiao Ziya tak memerlukan waktu lama untuk mengisi penuh energinya. Namun saat Xiao Ziya masih bersila untuk menyerap energi qi ada seekor ular hitam raksasa yang ingin menyerangnya.
Kedua srigala milik Xiao Ziya menghadang ular raksasa itu yang hendak mengganggu nona mereka. Srigala api terus menerus menyerang menggunakan api ia berharap ular hitam raksasa itu dapat terbakar dengan apinya.
Namun semua sia sia saja karna kulit dari ular hitam raksasa itu sangat tebal sehingga sulit untuk dibakar, karna usaha srigala api gagal kini giliran srigala salju yang melawan ular hitam raksasa. Srigala salju berusaha membekukannya agar bisa mengulur waktu hingga Xiao Ziya selesai menyerap semua energi qi.
Usaha srigala api dan srigala salju sia sia saja karna ular hitam raksasa itu begitu kuat hingga kedua srigala terpental jauh saat terkena kibasan ekor ular itu.
Saat ingin menyerang Xiao Ziya yang masih memejamkan mata itu tiba tiba ledakan api keluar dari tubuh Xiao Ziya dan berhasil melukai ular hitam raksasa itu. Xiao Ziya yang mulai merasakan ancaman itu mulai membuka matanya.
Ia melihat kearah srigalanya yang sedang tersungkur dan terluka. Xiao Ziya merasa kesal dan sangat marah hingga akhirnya Xiao Ziya menatap ular hitam raksasa itu dengan tajam.
"Kau yang melukai srigala srigalaku yang imut, apakah kau bosan hidup." triak Xiao Ziya yang merasa geram dan langsung menyerang ular hitam raksasa itu dengan pedang yang ia buat dari aura membunuh.
Pedang hitam yang mengerikan itu membuat sang ular merinding ketakutan, ia merasa seperti malaikat pencabut nyawa sudah ada dihadapannya dan siap menggambil nyawanya kapan saja.
Ular hitam raksasa itu berusaha untuk kabur namun tubuhnya terbelah begitu saja, sang ular hitam raksasa merasa tak bersaya dan akhirnya mati. Tidak sampai disitu saja setelah satu ular raksasa mati tiba tiba kawananya yang lain datang dengan jumlah yang tak bisa dihitung.
Xiao Ziya dengan cepat memotong tubuh mereka satu persatu, banyak bangkai ular hitam raksasa yang tercecer. Namun belum selesai juga ular ular raksasa itu terus berdatangan hingga akhirnya seekor ular yang lebih besar dari yang sebelum sebelumnya datang dan mengibaskan ekornya pada Xiao Ziya.
Xiao Ziya terpenyal beberapa meter hingga ia merasa sedikit kesakitan. Xiao Ziya tak terima dengan perlakuan ular raksasa itu Xiao Ziya kembali bangkit dan kembali menyerang dan melukai tubuh sang ular.
Setelah merasa cukup Xiao Ziya menyalakan api hitamnya dan membakar tubuh sang ular itu.
"Aaaaaa manusia sepertimu, sialan aku tak akan mati dengan mudah." ucap ular raksasa itu yang ternyata merupakan raja dari para ular hitam.
Namun sekuat apapun raja ular hitam raksasa itu berteriak tetap saja tubuhnya terbakar dan hangus tak tersisa. Xiao Ziya merasa sangat lega karna bisa mengalahkan raja ular hitam raksasa itu.
"Kalian baik baik saja?." tanya Xiao Ziya pada kedua srigalanya itu.
Dengan sangat mengejutkan kedua srigala itu bertambah besar dan kuat secara tiba tiba. Xiao Ziya merasa heran apa yang sebenarnya terjadi apakah itu adalah wujud asli dari dua srigala miliknya.
"Apa yang terjadi?." tanya Xiao Ziya yang ingin tahu.
"Trimakasih nona sudah memulihkan seluruh kekuatan kami." ucap kedua srigala itu yang berubah menjadi dua pria tampan. Astaga apa apaan ini banyak sekali pria tampan yang mengelilingi Xiao Ziya.
"Kalian bisa berunah dalam wujud manusia? wah selamat ya atas kembalinya kekuatan kalian berdua." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat senang bahwa kedua srigala imutnya itu kini telah pulih.
"Kami akan setia pada nona." ucap keduanya yang berlututu dihadapan Xiao Ziya.
Xiao Ziya merasa bahagia karna pengikutnya kini bertambah lagi. Saat ini Xiao Ziya tinggal mengikuti ujian dilantai keseratus ini adalah lantai terakhir.
Saat menginjakkan kaki kelantai keseratus rasanya begitu panas dan menyesakkan, jika tak ada cincin penguasa mutlak yang diberikan Raka Artur untuknya mungkin Xiao Ziya sudah terbakar. Namun bagaimana dengan nasib kedua srigala yang baru saja menjadi pengikutnua itu.
Saat menengok kebelakang kedua srigala yang sedang dalam wujid manusia itu tengah terkurung disebuah dinding pembatas mereka tak bisa masuk kelantai keseratus.
"Baiklah aku akan menyelesaikannya." ucap Xiao Ziya dengan penuh semangat.
Saat Xiao Ziya berjalan semakin jauh yang ia lihat hayalah ruangan gelap tanpa ada apapun, apa ujian yang harus ia selesaikan di puncak paviliun seratus menara ini.
__ADS_1
Saat gadis itu sedang bingung tiba tiba ada seorang gadis yang mirip dengannya menghampiri dengan senyum lembut yang indah.
"Siapa kamu dan mengapa kamu sangat mirip denganku?." tanya Xiao Ziya yang sedang menanyai gadis yang sangat mirip dengannya itu.
"Aku adalah sisi lain dari dirimu, bukankah kamu juga ingin merasakan memiliki kekasih seperti saudarimu Yuna." ucap tiruan Xiao Ziya itu.
"Aku tak memikirkan hal yang seperti itu, kau tak mungkin sisi lain dari diriku." ucap Xiao Ziya yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh tiruannya itu.
"Kau hanyalah jiwa lain yang memasuki tubuh gadis itu, apakah kau layak mendapatkan semua ini?." ucap tiruan Xiao Ziya yang berusaha untuk mempengaruhi Xiao Ziya yang asli.
Mendengar ucapan dari tiruannya itu membuat Xiao Ziya sempat terdiam sejenak untuk berfikir. Memang benar ia hanyalah jiwa kosong yang menempati tubuh yang ia miliki saat ini. Namun bukankah semua ini adalah sebuah takdir yang memang sudah disiapkan untuk dirinya. Lalu apa apaan tiruan yang ada dihadapannya ini mengapa ia begitu ingin membuat Xiao Ziya yang asli merasa depresi.
"Tentu saja aku layak mendapatkannya, kau juga hanyalah jiwa kosong yang berusaha merebut apa yang aku miliki, kau fikira aku tak mengetahuinya." ucap Xiao Ziya yang merasa bahwa tiruannya itu juga sebuah jiwa yang ingin menempati tubuh yang ia pakai.
"Hahahaha ternyata kau begitu cerdas gadis manis, serahkan tubuh itu maka jiwamu akan selamat." ucap tiruan Xiao Ziya yang berubah dalam wujud aslinya. Seorang gadis dengan mata hijau yang indah namun aura jahatnya begitu tebal.
"Ini takdirku dan tak ada yang bisa merebutnya dariku begitupun dengan kau." ucap Xiao Ziya yang tak akan menyerah begitu saja. Ia akan mempertahankan apa yang telah ia miliki sekarang.
Wanita bermata hijau itu mendekati Xiao Ziya dan mengeluarkan sulur berwarna hijau dari tangannya sangat mirip dengan kekuatan yang Xiao Ziya miliki.
Sulur sulur hijau itu mulai mengikat Xiao Ziya dengan kencang, Xiao Ziya berusaha untuk melepaskan sulur sulur itu namun sangat sulit untuk bergerak. Ia mencoba membakarnya dengan api yang menyala di tubuhnya namun tetap gagal.
"Bukankah aku lebih kuat darimu, akulah yang layak berdiri di puncak." ucap gadis bermata hijau itu yang terus memojokkan Xiao Ziya.
Xiao Ziya tak ingin menyerah walai ia akui sulur milik gadis bermata hijau itu lebih kuat darinya namun ia juga percaa bahwa takdir ini memang dibuat untuknya.
Xiao Ziya mengeluarkan sulur hitam dari tangannya dan sulur sulur itu mengikat gadis bermata hijau dengan kencang. Kini mereka saling mengikat satu sama lain.
"Aku tak akan kalah darimu, aku sudah meneriaki dewa menantang mereka dan melawan semua yang menghalangi jalanku. Bagaimana bisa aku kalah dengan sebuah jiwa tua yang hanya berdiam diri di dalam paviliun seratus menara dan mencoba untuk merebut takdirku kau hanyalah semut bagiku." ucap Xiao Ziya dengan kemarahan yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya. Sulur sulur hijau yang melilit Xiao Ziya hancur berserakan tekad gadis itu sangatlah kuat hingga tak ada yang bisa membuatnya mundur.
"Tentu aku lebih kuat darimu dan kau hanya iri padaku." ucap Xiao Ziya yang memang jauh lebih kuat daripada gadis berwarna hijau itu.
Karna sudah tak tahan dengan kata kata yang membuat Xiao Ziya jengah akhirnya Xiao Ziya membakar jiwa gadis bermata hijau itu. Sang gadis bermata hijau berteriak kesakitan.
"Selamat tinggal." ucap Xiao Ziya yang memenangkan perdebatan kali ini.
Namun rintangan di lantai keseratus tentu saja tak semudah itu. Sebuah golem tanah raksasa muncul dan mulai menyerang Xiao Ziya dari bernagai sisi.
Saat Xiao Ziya membakarnya dengan api golem tanah raksasa itu bertambah besar dan juga kuat, saat Xiao Ziya menyerannya dengan es hal yang sama kembali terjadi. Semua serangan yang Xiao Ziya berikan hanya membuat ukuran golem tanah itu semakin besar.
"Bongkahan batu raksasa ini benar benar menyusahkan saja." ucap Xiao Ziya yang sedang memikirkan sebuah cara yang bisa membuat golem tanah raksasa itu hancur.
"Hey tanah bulat apalah kau tak lelah menggelinding kesana kemari?." tanya Xiao Ziya yang mencoba mengajak bicara golem tanah raksasa itu.
Sang golem diam sebentar entah apa yang terjadi golem itu tiba tiba saja pergi begitu saja.
"Hah apa apaan ini mengapa aku tak bisa mengerti apapun tentang ujian lantai keseratus." ucap Xiao Ziya yang memegangi kepalanya.
Sebuah patung raksasa berbentuk harimau setengah naga tiba tiba muncul entah dari mana. Patung itu memiliki mata biru dan merah sama seperti ketika Xiao Ziya dalam wujud pemilik mawar api dan mawar es.
"Hah apa lagi ini apa yang kau inginkan dariku wahai patung raksasa." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat malas dengan ujian lantai keseratus yang membosankan itu.
"Kami adalah raja harimau dan raja naga sembahlah kami maka kau akan lulus." ucap patung itu dengan begitu sombong.
__ADS_1
Xiao Ziya merasa sangat heran apa apaan lagi itu menyembah sebuah patung apakah patung patung itu sedang bercanda padanya.
"Menyembah patung? hah tak masuk akal sama sekali." ucap Xiao Ziya yang merasa semua ini tak masuk akal.
Tiba tiba saja tekanan yang sangat kuat berusaha membuat Xiao Ziya bersujud dihadapan patung itu. Namun Xiao Ziya sudah bertekad hanya akan patuh pada sang pemilik alam semesta saja dan tak akan menyembah hal lain apalagi sebuah patung yang bahkan tak memiliki akal sehat.
"Tekadmu sangat kuat nak namun kau tetap harus menyembahku." ucap patung raksasa itu yang manambah tekanan dan membuat Xiao Ziya berkeringat dingin karna berusaha untuk menahannya.
"Tidak!!!! aku tak akan pernah menyembahmu." ucap Xiao Ziya yang tetap teguh pada pendiriannya.
Sebuah sinar emas memancar dari tubuh Xiao Ziya dengan sangat menyilaukan hingga membuat patung itu ambruk dan hancur berkeping keping.
Xiao Ziya ambruk ketanah karna merasa lelah apa apaan ini kekuatan tekanan dari patung sialan itu sangat kuat hingga menguras energinya.
"Nona apa kau baik baik saja." ucap kedua srigala yang khawatir pada nona mereka.
"Selamat anda satu satunya manusia dari dunia bawah yang berhasil menyelesaikan semua ujian dari paviliun seratus menara, kami sudah mengirim semua harta yang menara ini miliki kedalam cincin semesta milik anda, selain itu terimalah sabit bulan ini." ucap seseorang yang entah ada dimana karna ia tak terlihat.
Semua pintu dari lantai seratus hingga lantai satu terbuka karna sangat kelelahan Xiao Ziya kesulitan untuk berjalan. Sang srigala api menggendong Xiao Ziya untuk keluar dari paviliun seratus menara, setiap mereka melewati satu pintu maka penguji yang ada di pintu pintu itu menyambut Xiao Ziya penuh dengan suka cita.
Dunggg..........
Dunggg........
Dungggg..........
Suara yang sangat nyaring terdengar di seluruh Akademi Kekaisaran Qiyu bahkan hingga sampai ke istana kekaisaran.
"Suara apa itu apakah ada yang ingin berperang dengan kita?." ucap Xiao Yan yang menjadi khawatir jika ada serangan mendadak.
"Bukan itu adalah suara ketika ada seseorang yang menyelesaikan ujian paviliun seratus menara." ucap Xiao Cunyu yang kebetulan ada di sana dan menjelaskannya pada Xiao Yan. Namun mereka tak tau jika Xiao Ziyalah yang menyelesaikan ujian itu.
Saat sampai di lantai lima puluh kekuatan Xiao Ziya terisi kembali dan gadis itu bisa berjalan sendiri. Ling An, para panatua, para guru, dan semua yang ada di Akademi Kekaisaran berlari menuji halaman paviliun seratus menara untuk menyaksikan hasil dari ujian Xiao Ziya.
Namun lantai lantai dari menara itu belum menyala karna Xiao Ziya belum keluar dari sana. Mereka menebak jika gadis itu berhasil menyamai para panatua, ada juga yang menebak bahwa Xiao Ziya berhasil sampai ke lantai keseratus dan menyelesaikan semua tantangan.
Ceklak
Suara pintu paviliun seratus menara terbuka. Nampaklah Xiao Ziya dengan sinar emas yang menyilaukan, sebuah sabit hitam yang memiliki aura hitam pekat yang kuat dan kedua srigala yang mengikutinya dari belakang tentu saja membuat penampilan Xiao Ziya begitu luar biasa.
Saat keluar dari menara itu semua lantai yang ada di paviliun seratus menara menyala, nama Xiao Ziya terukir disetiap lantainya itu tandanya Xiao Ziya sudah menyelesaikan semua tantangan itu.
Ling An dan para panatua terkejut bukan main, bagaimana bisa gadis itu bisa menyelesaikan semuanya.
"Hah nona Xiao Ziya memang sangat luar biasa." ucap Ling An yang bertepuk tangan atas keberhasilan Xiao Ziya dalam menyelesaikan semua tantangan.
"Saudariku apa kai baik baik saja." ucap Xiao Yuna yang seperti biasa langsung memeluk Xiao Ziya dengan erat karna cemas.
Setelah menyelesaikan semua tantangan, Xiao Ziya memutuskan untuk kembali ke paviliunnya terlebih dahulu untuk beristirahat. Kedua srigala milik Xiao Ziya kini sudah berada di dalam cincin semesta milik gadis itu dan mereka sedang bermain dengan Zier.
Kabar tentang Xiao Ziya yang sudah menyelesaikan tantangan di seluruh lantai paviliun seratus menara sudah sampai di istana kekaisaran.
"Apa ternyata adikku yang telah mengikuti ujian itu dan dia bisa menyelesaikan hingga seratus lantai?." ucap Xiao Yun yang terkejut bukan main dan hendak memuntahkan seteguk darah saking terkejutnya.
__ADS_1
"Mungkin kita bisa memanggilnya master." ucap Pangeran Kegelapan yang sedang menyiapkan panggilan baru untuk adiknya itu nantinya. Namun ia rasa itu tak perlu karna Xiao Ziya senang dipanggil dengan sebutan adik.
Hai hai semuanya aku update lagi nih, semoga kalian ga bosen ya sama cerita yang kubuat. Jangan lupa follow aku yang belum follow, gift hadiah apapun aku udah seneng banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, masukin ke daftar buku kalian okey.