RATU IBLIS

RATU IBLIS
Awal Perjalanan


__ADS_3

Setelah semuanya selesai Xiao Ziya menyuruh kakek itu untuk segera pergi ke Klan Xiao disana ia akan dirawat dengan baik. Sedangkan Xiao Ziya kembali ke akademi dan langsung pergi ke ruang kerja kepala akademi.


Mendapati ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya Ling An langsung mempersilahkan orang itu masuk, seperti biasa setelah mengetahui bahwa yang datang adalah Xiao Ziya membuat Ling An sedikit gugup dan berkeringat dingin.


"Maaf jika kedatangan saya kesini mengganggu pekerjaan anda." ucap Xiao Ziya dengan sopan.


"Tidak apa apa, ada masalah apa hingga nona Ziya datang menemui saya." ucap Ling An yang berharap tak ada murid akademi yang membuat masalah dengan gadis itu.


"Saya hanya ingin bertanya dimana tempat dilangsungkannya turnamen antar akademi yang ada di dunia bawah?." ucap Xiao Ziya yang memang belum mengetahui tempat diadakannya turnamen tersebut. Gadis itu perlu tau karna ia akan menyesuaikan diri dengan tempat itu.


"Turnamen akan dilangsungkan di Kekaisaran Binzo." ucap Ling An.


Setelah mengetahui tempat diadakannya turnamen, Xiao Ziya pamit pada kepala akademi untuk undur diri. Dalam perjalanan menuju paviliunnya gadis itu sempat berfikir sejenak tentang Kekaisaran Binzo.


Kekaisaran Binzo adalah salah satu kekaisaran besar yang ada di dunia bawah. Kekaisaran Binzo memiliki wilayah atau lahan kekuasaan yang paling luas diantara kekaisaran lainnya, selain itu setiap tahunnya murid perwakilan dari Akademi Kekaisaran Binzo selalu menempati jura pertama. Xiao Ziya sangat antusias dalam mengikuti turnamen itu dan ia bertekat akan memecahkan rekor.


Satu hari berlalu dengan sangat cepat saat ini Xiao Ziya dan para murid yang terpilih sebagai perwakilan dari Akademi Kekaisaran Qiyu sedang berkumpul di lapangan tengah akademi. Mereka akan berangkat hari ini karna jarak yang akan mereka tempuh untuk sampai di tempat turnamen sekitar dua sampai tiga hari. Banyak murid lain yang berkumpul untuk menyaksikan dan mendoakan keberangkatan mereka. Seperti saat ini Xiao Ziya sedang dikelilingi oleh saudara dan teman temannya.


"Adik Ziya kau harus kembali dengan selamat." ucap Xiao Yuna yang begitu khawatir pada Ziya.


"Tentu saja aku akan kembali dengan selamat, jiejie tak perlu khawatir." ucap Xiao Ziya yang berusaha untuk menenangkan saudarinya.


"Ini adalah gaun yang kekasihku pilihkan untukmu, semoga adik Ziya menyukainya." ucap Muyen yang memberikan sebuah kotak yang berisi gaun berwarna hitam dengan hiasan berwarna emas.


"Wah jiejie selalu tau apa yang ku suka." ucap Xiao Ziya dengan sangat senang karna kemarin ia tak mendapatkan gaun berwarna hitam.


"Saudari Ziya tenang saja selama kau ada di sana kami yang akan menjaga wilayah Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Bin yang mengerti bahwa Xiao Ziya akan sangat mencemaskan tanah kelahirannya ketika ia tak ada di sana.


"Aku serahkan keamanan kekaisaran pada kalian. Trimakasih semua." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan begitu menawan hingga para murid yang ada di sana tak bisa menahan rasa kagum mereka pada Xiao Ziya.


"Baiklah murid yang akan mewakili akademi silahkan berbaris di tengah lapangan." ucap Ling An yang mulai mempersiapkan keberangkatan.

__ADS_1


Kali ini yang akan ikut adalah Xu Yuan, Yin Yifeng, Yuan Keyzo, dan Xiao Ziya. Xiao Ziya satu satunya murid luar yang pernah berpartisipasi dalam turnamen ini. Namun murid murid lain dapat memaklumi mengapa kepala akademi lebih memilih Xiao Ziya yang mengikuti turnamen tersebut dibandingkan beberapa murid inti atau murid tingkat misteri lainnya.


"Kita akan melakukan perjalanan selama dua hingga tiga hari, untuk mempersingkat waktu kalian bisa menggunakan elang perak yang sudah dipersiapkan oleh akademi sebagai tunggangan kalian selama di perjalanan." ucap Ling An yang mulai menjelaskan.


Xiao Ziya mengangkat tangannya ke atas karna ia memiliki pertanyaan.


"Apakah saya boleh menggunakan binatang iblis milik saya sendiri sebagai tunggangan?." tanya Xiao Ziya yang merasa tak perlu menggunakan elang perak milik akademi.


"Tentu saja boleh, namun saya harap itu bukan harimau yang biasa nona Ziya gunakan karna binatang milik nona terlalu mencolok nantinya." ucap Ling An yang sedikit cemas jika Xiao Ziya menggunakan harimaunya itu untuk tunggangan karna harimau milik Xiao Ziya memiliki aura yang begitu kuat setara dengan Xiao Ziya.


"Saya tidak akan menunggangi Zier, saya memiliki pengikut lainnya." ucap Xiao Ziya yang membuat para murid dan guru lainnya merasa terkejut. Namun saudara dan teman Xiao Ziya sudah tau tentang binatang lain yang Xiao Ziya miliki.


"Baiklah silahkan jika nona Ziya ingin menggunakan binatang milik anda." ucap Yuan simo yang juga akan ikut karna ia dan kepala akademi akan menjadi pengawas serta pembina saat para siswa yang berpartisipasi mengikuti turnamen.


Siswa lainpun menyingkir dari lapangan karna tiga elang perak dan dua elang emas akan tiba. Elang elang itu berbaris dengan rapi.


"Nona Ziya silahkan keluarkan tunggangan anda, saya harap tunggangan anda bisa menyamai kecepatan terbang elang dari akademi." ucap Ling An lagi.


"Gadis itu tak memiliki tunggangan yang biasa biasa saja." ucap Su Kirin yang hanya bisa menghela nafas ketika menyadari muridnya itu jauh lebih hebat darinya.


"Meski tingkatannya ada si bawah harimau milik nona Ziya, namun naga hitam ini tak kalah kuatnya." ucap Ling An yang menatap naga hitam itu dengan keheranan.


Binatang iblis tingkat kaisar bukanlah binatang iblis yang bisa ditaklukkan oleh kulivator biasa. Mereka memiliki pemikiran yang cerdas dan juga isting yang sangat kuat. Darimana dan bagaimana Xiao Ziya bisa membuat naga hitam itu menjadi pengikutnya.


"Baiklah kita bisa naik di tunggangan masing masing dan memulai perjalanan." ucap Ling An yang langsung loncat dan duduk di atas elang emasnya begitupun dengan yang lain.


Xiao Ziya sudah berada di atas naga hitamnya, nampaknya sang naga merasa senang karna baru kali ini tuannya menjadikan dirinya sebagai tunggangan dalam sebuah perjalanan.


"Baiklah Mokuzo mohon bantuannya ya." ucap Xiao Ziya sembari mengelus kepala naga hitamnya.


Sang naga tentu saja merasa senang ketika ia memiliki sebuah nama, dan nama itu sangat cocok untuknya.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua berangkat menuju Kekaisaran Binzo. Semua tunggangan sudah berada di atas langit. Murid murid lain menyoraki dari bawah untuk memberi semangat. Perjalananpun dimulai.


Karna merasa jenuh Xiao Ziya mengajak naga hitamnya untuk berbincang.


"Selama ada di dalam cincin semesta apa saja yang kau lakukan Mokuzo." tanya Xiao Ziya yang penasaran.


Seperti Zier yang biasanya menceritakan kegiatan apa yang ia lakukan selama ada di dalam dimensi cincin semesta. Zier biasanya berjalan jalan ke sana kemari, terbang, makan, dan bertarung dengan naga jelek. Itulah yang selalu Zier ceritakan pada Xiao Ziya. Dan Xiao Ziya sadar bahwa naga jelek yang Zier maksud adalah Mokuzo.


"Selama di dalam cincin semesta nona, saya biasanya hanya tidur dan menyerap energi saja. Namun ada anak harimau bau yang suka mengganggu saya." ucap sang naga hitam yang membuat Xiao Ziya tak dapat menahan tawanya.


Sepertinya hubungan Zier dan juga Mokuzo sangatlah akrab sehingga mereka sering berkelahi satu sama lain. Namun yang tak Xiao Ziya kira mereka memiliki panggilan untuk masing masing yaitu naga jelek dan juga anak harimau bau, bukankah itu begitu menggemaskan. Lain kali Xiao Ziya ingin melihat seperti apa pertengkaran mereka.


Perjalanan yang sangat panjang tentu saja akan membuat mereka merasa lapar, karna itu Ling An meminta mereka untuk turun dan mampir ke salah satu desa yang terlihat dari atas langit.


"Kita bisa turun sebentar untuk makan siang." ucap Ling An yang langsung meminta elang emasnya untuk terbang kebawah. Yang lain hanya mengikuti intruksi dari kepala akademi.


Setelah sampai di desa tersebut mereka menempatkan elang elang itu di sebuah lahan kosong yang tak jauh dari pemukiman warga.


"Kalian bisa mencari makan dan kembali lagi dalam 30 menit." ucap Ling An yang langsung pergi untuk mencari makan begitupun dengan yang lain. Kecuali Xiao Ziya dan juga Xu Yuan yang masih berada di tempat.


"Nona Ziya tak ikut makan siang?." tanya Xu Yuan.


"Saya membawa bekal, tolong panggil saya junior Ziya karna saat ini senior Yuan bukan pelayan saya lagi." ucap Xiao Ziya yang sedikit merasa tak nyaman dengan suasana saat ini.


"Bukankah semua orang memanggil anda nona? mengapa saya tidak boleh?." tanya Xu Yuan yang tak mengerti dengan jalan fikiran Xiao Ziya yang sangat sulit untuk ditebak.


"Entahlah, namun baiklah jika senior ingin memanggil saya nona. Saya membawa beberapa roti dan buah apakah senior Yuan ingin makan di sini bersama saya?." tanya Xiao Ziya yang menawarkan bekal yang ia bawa.


Tentu saja Xu Yuan tak bisa menolak ajakan dari Xiao Ziya. Ia juga sangat malas untuk masuk kepemukiman warga untuk mencari makanan.


**Hai hai semua akhirnya aku update lagi nih, buat kalian yang belum update aplikasi Mangatoon atau Noveltoon versi terbaru buruan update guys, karna sistem vote novel sekarang udah beda dan kalau kalian vote tanpa update dulu kemungkinan besar poin yang kalian vote in itu hangus.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote menggunakan tiket vote, beri hadiah ke author, rate bintang lima, simpan ceritaku di rak buku kalian ya**.


__ADS_2