RATU IBLIS

RATU IBLIS
110


__ADS_3

Dimas menyuruh mamanya pulang untuk istirahat supaya dia yang menjaga papanya bersama Hermione, Fido dan Eji sudah pulang sedari tadi karena mereka ingin mencari tumbal untuk Hermione. Jam hampir menunjukkan pukul 12 malam tapi Hermione masih ada dirumah sakit, dia bingung memberitahu kepada Dimas jika dia ingin pergi.


"Hmm Mas" panggil Hermione.


"Iya Ra" jawab Dimas.


"Aku pergi sebentar ya" ucap Hermione.


"Pergi kemana udah malam ini?" tanya Dimas.


"Sebentar aja boleh ya?" tanya Hermione.


"Mau kemana?" tanya Dimas lagi.


"Hmm ke depan aja sebentar" ucap Hermione.


"Aduh bingung gue harus bilang apa" batin Hermione.


"Iya boleh" ucap Dimas mengangguk.


"Makasih aku pergi dulu" ucap Hermione lalu pergi keluar ruang rawat.


Dimas yang curiga mengikuti Hermione perlahan, dia menyuruh perawat untuk menjaga papanya. Hermione sudah sampai didepan rumah sakit dia kearah tempat sepi llau mengubah dirinya menjadi iblis.


"Kehutan dulu baru kerumah dia, hutan x dari jalan mana ya kalau dari rumah sakir" ucap Hermione melihat kanan kiri. Dimas memantau Hermione dari jarak yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat supaya dia bisa mendengar ucapan Hermione.


"Hmm dari sini cepet nih, jam bentar lagi tepat 12 malam aku harus cepat" ucap Hermione lalu terbang perlahan, dia tidak menyadari kalau sedang diikuti oleh Dimas karena pikirannya tidak fokus.


Hermione sampai dipohon beringin yang terkenal keangkerannya itu, cahaya bulan menerangi bumi jadi Dimas sedikit leluasa bisa melihat jalan walaupun tidak terlalu jelas. Dimas berdiri tak jauh dari tempat Hermione dia bersembunyi dipohon besar. Fido belum datang kesana dia masih diperjalanan menuju hutan tersebut.


"Saking aku ingin menyelamatkan Dimas, sampai tidak mencari tau dulu siapa pengikutku sebenarnya" ucap Hermione.


"Siang tadi aku tidak mencari mangsa semoga Lucifer tidak marah dan tidak membawa Dimas keneraka" ucap Hermione.


"Tidak mungkin Dimas dibawa sekarang, beberapa bulan ini aku sangat-sangat fokus mencari mangsa karena dulu aku lebih fokus kepada Dimas jadi aku sangat jarang mencari mangsa dan membuat Lucifer marah dan ingin membawa Dimas keneraka semakin cepat" ucap Hermione.


"2 pengikutku juga setiap harinya selalu memberikanku tumbal membuat Lucifer senang dan akan semakin memperlambat waktu Dimas dimasukkan keneraka" ucap Hermione.


"Fido dan Eji hahaha, jika aku tau kalian itu sahabat Dimas mungkin aku tidak akan menjadikan kalian pengikutku tapi itu sudah terlanjur terjadi. Kalian seperti ini juga untuk mengalahkan Dimaskan aku baru tau tadi pada saat dirumah sakit, lihat saja jika kalian macam-macam dengan Dimas aku akan membawa kalian berdua keneraka untuk disiksa, tak ada yang boleh menyakiti Dimas kalau ada aku akan membawa kalian keneraka sekalipun kalian adalah sahabatnya Dimas" ucap Hermione.


"Fido Eji walaupun kalian berdua baru menjadi pengikutku tapi aku akan membawa kalian keneraka lebih untuk memperlambat Dimas masuk keneraka" ucap Hermione yang terakhir karena Fido sudah berjalan dekat membawa manusia berdosa yang pingsan.


Dimas yang mendengar semua itu terkejut apalagi ditambah Fido membawa manusia kesana. Fido melemparkan tubuh manusia berdosa yang akan dia jadikan tumbal.


"Wahai penguasa pohon ini nona Andromeda saya sudah membawa tumbal hari ini" ucap Fido menunduk hormat.


"Lakukan seperti yang aku perintahkan dulu pada saat kau pertama datang kepohon ini" ucap Hermione tanpa memperlihatkan wujudnya kepada Fido tapi Dimas masih bisa melihatnya.


"Ba baik nona" ucap Fido, dia menyayat tangan manusia itu lalu menghisap darahnya. Dimas yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya karena mual.


Hermione terbang memutari pohon beringinnya menunggu Fido menyelesaikan tugasnya, setelah Fido selesai menghisap darah manusia itu dia lalu menusuk dada manusia itu membuat manusianya kehilangan nyawanya.

__ADS_1


"Bagus" ucap Hermione.


"Lihatlah lemarimu pada saat matahari sudah terbit" ucap Hermione.


"I iya no nona" ucap Fido.


"Kau boleh pergi" ucap Hermione.


"Saya permisi" Fido langsung pergi dari sana karena takut, dia memegang senternya dengan tangan bergetar.


Hermione lalu berubah menjadi manusia yaitu Dara, dia menghadap mayat manusianya. Tiba-tiba saat sedang melamun Lucifer datang kesana, Lucifer tau kalau Dimas ada disana dia juga yang membuat Hermione tidak bisa merasakan kehadiran Dimas disana.


"Hermione istriku" panggil Lucifer, tiba-tiba sekeliling pohon itu terdapat obor membuat Hermione dan Lucifer terlihat jelas oleh Dimas.


Hermione tersadar dari lamunannya dia lalu melihat kearah Lucifer dan mengubah wujudnya menjadi ibis saat dialam manusia, Hermione berjongkok menunduk hormat lalu berdiri segelah ada perintah dari Lucifer.


"Ada keperluan apa tuan kemari?" tanya Hermione.


"Mana mangsamu hari ini?!" tanya Lucifer tegas.


"Hmm itu hamba akan membawanya malam ini" ucap Hermione menunduk tak berani melihat mata Lucifer.


"Beberapa bulan ini kau sudah seperti dulu selalu mencari mangsa, sekarang kau mulai mengurus Dimas lagi!" ucap Lucifer.


"Maaf" ucap Hermione.


"Sudah aku bilang aku tidak butuh maaf darimu!!!" bentak Lucifer.


"Setelah kau ambil tumbal dari 1 pengikutmu yang lain setelah itu langsung mencari mangsa jangan mengurus Dimas terus atau aku akan membawa Dimas keneraka secepatnya!" perintah Lucifer.


"Ja jangan, ba baik hamba akan mencari mangsa" ucap Hermione.


"Ingat sekuat apapun kau menghalang Dimas untuk masuk kedalam neraka tetap saja dia akan masuk kesana dan disiksa selama-lamanya" ucap Lucifer.


"I iya hamba ingat" ucap Hermione.


"Dan ingat 1 hal ini juga, jika ada iblis yang mencintai manusia maka iblis itu akan disiksa selama ratusan ribu tahun untuk membayar semuanya, karena itu sudah sangat melanggar peraturan dineraka, walaupun kau adalah istriku dan istri penguasa neraka yang lain tapi peraturan itu tetap berlaku untukmu, kau mengerti!!!" ucap Lucifer.


"Me mengerti, ha hamba mengerti, sangat-sangat mengerti" jawab Hermione, Lucifer langsung menghilang dari sana setelah mengatakan itu.


Hermione menendang mayat manusia itu frustrasi.


"Lebih baik aku disiksa selama ratusan ribu tahun, karena aku tidak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku telah mencintai manusia yaitu Dimas" ucap Hermione, dia baru ingat kalau pamit kepada Dimas sebentar.


"Anj1ng aku bilang kepada Dimas sebentar kalau aku harus mencari mangsa pasti akan lama, aku sudah melanggar janjiku dengan Dimas sudah berbohong dengan Dimas terus apa lagi tidak mungkin aku membiarkan Dimas dibawa Lucifer keneraka" ucap Hermione.


"Waktu dibawa keneraka Dimas sebenarnya sudah lewat tapi untungnya aku bisa memperlambatnya, Reno akan dibawa pada saat umurnya 20 tahun dan dia akan disiksa selama 5 tahun setelah itu akan dijadikan iblis, sungguh rumit sekali" ucap Hermione


"Dimas dan Reno aku harus selamatkan kalian berdua" ucap Hermione.


"Sekarang aku harus kerumah Eji setelah itu mencari mangsa, coba saja dia tidak membaca mantra pernikahan gaib mungkin aku tidak akan menjadi istri gaibnya" ucap Hermione.

__ADS_1


Krek...


Hermione lalu melihat kearah asal suara dan terkejut ternyata disana ada Dimas, Dimas melihat kearah bawah ternyata dia menginjak ranting kayu saat berjalan mundur ingin pergi dari sana.


"Dimas" ucap Hermione, Dimas langsung berlari pergi meninggalkan Hermione, Hermione bingung harus gimana dia berfikir sejenak setelah itu dia menghilang lalu muncul dihadapan Dimas menghalang Dimas pergi.


"Kau, kau" ucap Dimas menunjuk Hermione yang sudah berubah menjadi Dara, Hermione hanya diam saja dia menerima semua keputusan Dimas.


"Kau jahat" ucap Dimas memeluk Hermione.


"Kenapa kau tidak mengatakan semuanya hah!? Kenapa kau tidak bilang semua ini? Kenapa kau selalu berkorban untukku? Kenapa kau memperlambat aku dibawa keneraka? Kenapa Dara kenapa?" ucap Dimas masih memeluk Hermione, Hermione diam tidak membalas pelukan Dimas.


"Jawab Dara!" ucap Dimas, Hermione sama sekali tidak menjawab pertanyaan Dimas.


"Aku harus pergi mencari mangsa, kau jaga papamu" ucap Hermione.


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi" ucap Dimas memeluk Hermione erat.


"Dimas ak"


"Aku tidak mau kau pergi!" bentak Dimas memotong ucapan Hermione.


Tiba-tiba hujan turun padahal tadi ada bulan dan bintang yang menghiasi langit.


"Tapi Dimas jika aku tidak mencari manusia berdosa keneraka maka kau akan dibawa keneraka" ucap Hermione.


"Aku tidak peduli, aku mau kau tidak pergi, aku mohon" ucap Dimas menggenggam tangan Hermione dan menatap mata Hermione.


"Bawa saja aku keneraka jika bisa mengurangi bebanmu" ucap Dimas.


"Tidak, aku tidak akan membawamu kesana, apa kau ingin menyia-nyiakan semua perjuanganku untuk menyelamatkanmu dan Reno, tolong biarkan aku pergi" ucap Hermione, Dimas menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau kau pergi" ucap Dimas.


"Tetap bersamaku disini, aku tidak masalah dengan janji yang kau langgar tapi aku mohon jangan pergi" ucap Dimas, Hermione tersenyum manis melihat Dimas.


"Aku akan kembali kepadamu besok, maaf" ucap Hermione langsung menghilang.


"Dara" Dimas melihat sekeliling.


"Dara kumohon jangan pergi"


"DARAAAAA" teriak Dimas lalu jatuh terduduk.


"Kau sudah banyak menolongku Dara, ini salahku menggunakan jalan pintas untuk menjadi kaya, aku siap menerima semuanya Dara, aku siap dibawa keneraka, aku siap disiksa selama-lamanya disana Dara, aku siap" ucap Dimas. Tiba-tiba dia sudah ada didalam ruang rawat papanya dengan pakaian yang sudah diganti.


Dimas melihat sekeliling, setelah itu menghampiri papanya yang terbaring, dia duduk dikursi lalu memegang tangan papanya.


"Disiksa selama ratusan ribu tahun karena mencintai manusia" ucap Dimas pelan. Dia termenung memikirkan Hermione lama-kelamaan dia tertidur sambil memegang tangan papanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2