RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ada Apa Dengan Xiao Yan


__ADS_3

Setibanya di istana Xiao Ziya langsung menemui Raja Zeus dan juga kedua putranya, hari ini mereka akan kembali ke Kerajaan Hitam. Sudah cukup lama mereka tinggal di sini, jika mereka tinggal lebih lama lagi bisa saja suatu hal yang buruk terjadi pada kerajaan mereka.


"Putriku ayah pamit untuk kembali ke kerajaan terlebih dahulu, jika kau punya waktu maka mainlah kesana." ucap Raja Zeus sambil memeluk Xiao Ziya dengan erar.


Xiao Ziya sudah dianggap seperti putri kandungnya sendiri, walau tak ada ikatan darah di antara mereka.


"Adik aku pasti akan merindukanmu." ucap Pangeran Anz dengan mata berkaca kaca.


"Kami ingin lebih lama tinggal namun siapa yang akan menemani ayah." ucap Pangeran Zeeling yang juga merasa sedih.


"Sudahlah kalian tak perlu bersedih, secepatnya aku akan kesana." ucap Xiao Ziya yang berusaha menghibur kedua kakak laki lakinya itu.


Akhirnya Raja Zeus dan kedua putranya bersama pasukan yang ia bawa di hari lalupun kembali ke Kerajaan Hitam menggunakan lubang dimensi. Xiao Ziya dan beberapa saudaranya menatap kepergian mereka.


"Apa kau merasa sedih adikku?." tanya Xiao Xun yang sedang mengamati wajah Xiao Ziya yang nampak sedih itu.


"Iya, bagaimanapun mereka adalah keluargaku." ucap Xiao Ziya dengan senyum yang dipaksakan.


Keesokan paginya kabar mengenai musnahnya Klan Yin menyebar ke seluruh Wilayah Kekaisaran Qiyu. Berita itu membuat gempar satu kekaisaran. Mereka berkata wilayah Klan Yin masih ada, bangunan bangunannyapun masih berdiri di tempat yang sama namun tak ada seorangpun yang menempatinya.


Berita hilangnya orang orang dari Klan Yin telah sampai di telinga Xiao Yan, sebagai kaisar baru tentu saja ia harus bertanggung jawab dengan masalah ini dan melakukan penyelidikan.


"Masalah ini benar benar serius kaisar, bagaimana bisa sebuah klan besar tiba tiba bisa hilang begitu saja." ucap salah seorang perdana mentri.


"Yang hilang hanya orang orang Klan Yin, wilayahnya masih ada." jawab mentri yang lain.


Xiao Yan benar benar merasa bingung, jika Klan Yin di rampok seharusnya semua benda berharga mereka juga ikut hilang, namun menurut tim yang menyelidiki kasus ini tak ada benda yang hilang. Lalu kemana perginya orang orang dari Klan Yin itu.


"Atau mungkin mereka pindah ke wilayah kekaisaran lain karna tak terima posisi Klan Yin sebagai penerus tahta digantikan oleh Klan Xiao." ucap seseorang yang juga mengikuti rapat.


"Jika mereka pergi dari wilayah ini, seharusnya harta benda mereka akan dibawa. Selain itu penjaga gerbang luar pasti akan melapor." ucap Xiao Yan yang tak setuju dengan pendapat itu.

__ADS_1


Semua orang tengah berfikir apa yang sebenarnya terjadi, jika orang orang Klan Yin diculik itu lebih tak mungkin lagi karna mereka memiliki ilmu beladiri yang bisa dibilang lumayan kuat.


"Wakil kepala akademi kekaisaran juga berasal dari Klan Yin tapi dia masih hidup, bukankah ini aneh?." ucap Xiao Yan yang sedang berfikir sangat keras. Ia baru mengerti bahwa menjadi seorang kaisar bukanlah hal yang mudah.


"Mungkin adikmu yang memusnahkan mereka." ucap Pangeran Kegelapan dengan spontan yang membuat semua orang terkejut. Adik sang kaisar Xiao Xun atau Xiao Ziya? itulah yang mereka fikirkan saat ini.


"Adikku Xiao Xun? dia kemarin seharian bersamaku." ucap Xiao Yan yang belum mengerti maksud dari ucapan Pangeran Kegelapan.


"Tentu saja Xiao Ziya." ucap Pangeran Kegelapan sambil menepuk jidatnya, bagaimana bisa otak Xiao Yan tak berjalan sama sekali, akan jadi apa Kekaisaran Qiyu nanti.


"Prajurit tolong panggilkan adikku Xiao Ziya kesini, dan katakan padanya bahwa kaisar memintanya untuk datang ke ruang rapat." ucap Xiao Yan yang mengutus seorang prajurit untuk memanggil Ziya.


Mendengar perkataan Xiao Yan yang sangat formal membuat Pangeran Kegelapan ingin tertawa geli, namun ia berusaha untuk menahan tawanya itu.


Tok tok tok


"Nona Ziya, saya diutus kaisar untuk menjemput nona menuju ruang rapat." ucap prajurit itu sambil terus mengetuk pintu Xiao Ziya dengan keras dan tanpa jeda.


"Jika tidak penting jangan menggangguku." triak Xiao Ziya dari dalam kamarnya, ia baru saja tertidur namun ada saja orang yang suka mengganggunya.


"Kaisar yang memberikan perintah, harap nona segera keluar kamar." ucap sang prajurit yang bersikeras menyuruh Xiao Ziya untuk keluar kamar.


"Bilang saja aku sedang tidur dan tak ingin di ganggu oleh siapapun." ucap Xiao Ziya yang hendak melanjutkan tidur cantiknya yang sempat terganggu.


Prajurit itu sangat keras kepala dan terus terusan mengetuk pintu kamar Xiao Ziya, gadis itu merasa geram dan keluar dari kamarnya dengan bola mata yang berwarna merah bahkan ujung ujung rambutnya sudah terbakar api.


"Bisakah kau sedikit sopan, aku sedang tidur. Apakah kau tak tau waktu tidurku itu sangat berharga." ucap Xiao Ziya penuh dengan emosi. Apa sebenarnya yang kakaknya itu fikirkan mengapa ia menjadi seenak jidatnya sendiri.


Dengan penuh rasa kesal Xiao Ziya berjalan ke ruang rapat diikuti prajurit tadi. Setiap langkah yang dibuat Xiao Ziya menyisakan jejak kaki dengan warna hitam, sepertinya lantai itu terbakar.


"Dimana gadis itu mengapa lama sekali, dia fikir dia siapa bisa membuat kaisar menunggu begitu lama." ucap salah seorang mentri yang sepertinya ingin menprovokasi Xiao Yan yang baru saja menjadi kaisar.

__ADS_1


Brakkk


Suara pintu ruang rapat yang dibuka dengan kasar oleh Xiao Ziya. Prajurit yang ada di dalam ruang rapat mengira ada penyusup yang masuk sehingga mereka mengacungkan pedang pada Xiao Ziya dan tentu saja gadis itu menatap dengan tak suka.


"Apa apaan ini hah!!." triak Xiao Ziya yang emosinya sudah meluap.


Xiao Yan hanya menatap kejadian itu saja tanpa menyuruh prajurit prajurit itu untuk menurunkan pedang mereka. Pangeran Kegelapan yang hendak membantu Xiao Ziyapun juga ditahan oleh Xiao Yan.


"Turunkan pedang kalian, cepar turunkan." ucap Xiao Ziya yang mencoba untuk bersabar. Karna ucapannya tidak digubris akhirnya semua pedang yang diacungkan padanya meleleh.


Xiao Ziya berjalan, dan kini ia berada tepat di depan kakaknya.


"Mengapa kau lama sekali?." tanya Xiao Yan dengan nada dingin dan berusaha mengintimidasi Xiao Ziya.


"Mengapa kau mengganggu waktu tidurku." ucap Xiao Ziya yang malah balik bertanya pada Xiao Yan.


Kini kedua kakak dan adik itu saling bertatap tatapan. Mata merah darah Xiao Ziya tentu saja berhasil mengintimidasi Xiao Yan.


"Sekarang aku adalah kaisar, tentu saja aku memiliki wewenang untuk memanggil siapapun kapanpun dimanapun." ucap Xiao Yan yang sepertinya sudah kehilangan akal sehatnya. Menjadi seorang kaisar memang bisa membuat seseorang menjadi sombong dan juga angkuh.


"Pada dewa saja aku tak tunduk apalagi pada seorang kaisar, ada apa kau memanggilku kesini kakak." ucap Xiao Ziya yang memang enggan untuk memanggil Xiao Yan dengan sebutan kaisar.


"Lancang sekali kau pada kaisar." triak seorang mentri yang membuat suasana menjadi panas. Sepertinya Xiao Yan juga terpengaruh dengan ucapan itu.


"Sadarlah dia adikmu." ucap Pangeran Kegelapan yang mencoba untuk mengingatkan Xiao Yan. Seandainya ia tau akan terjadi hal seperti ini maka ia tak akan memberi taukan hal tadi pada Xiao Yan.


**Hai hai semua aku update lagi seperti biasanya uh pengennya aku rehat sehari tapi nanti kalian rindu wkwkwk.


Jangan lupa like ya awas aja dilewatin ku up satu satu doang nanti.


vote sebanyak banyaknya, komen, rate, share**.

__ADS_1


__ADS_2