RATU IBLIS

RATU IBLIS
93


__ADS_3

Hari sudah berubah menjadi gelap, Dimas dengan masih setia menunggu Hermione bersama yang lain, tiba-tiba dia teringat tentang Sarah dkk.


"Bagaimana dengan Sarah dkk?" batin Dimas.


"Lakukanlah tugasmu" batin Andre.


"Baik" batin Dimas.


"Reno sebaiknya kamu pulang karena besok harus sekolah, ayo abang antar" ucap Dimas.


"Hmm" balas Reno.


"Jaga Dara dulu nanti aku akan kesini lagi" ucap Dimas.


"Pasti kami jaga" ucap Evan.


Dimas dan Reno keluar dari ruangan. Mereka berjalan keluar rumah sakit, setelah itu mereka keparkiran lalu masuk kedalam mobil dan Dimas langsung melajukan mobilnya menjauh dari rumah sakit.


Mereka sampai dirumah, Reno langsung masuk sedangkan Dimas pergi lagi dengan alasan ingin menjaga Hermione. Dimas melajukan mobilnya kearah tujuan.


"Wawa ada dimall xxx ditoko baju" suara Andre terdengar oleh Dimas.


"Ok" jawab Dimas melajukan mobilnya lebih cepat.


Dimas sampai dimall dia langsung masuk kedalam untuk mencari Wawa. Dimas masuk ketoko baju wanita yang didalamnya ada Wawa. Dimas mencari baju tapi matanya memantau Wawa sambil tersenyum miring.


"Nyari baju buat siapa ya, bodolah yang penting dapet Wawa" batin Dimas.


Wawa selesai memilih baju dan ingin membayar dikasir, Dimas ikut berjalan kearah kasir.


"Eh ketemu lagi bang" ucap Wawa saat melihat Dimas.


"Eh iyayah" ucap Dimas tersenyum.


"Kamu udah selesai?" tanya Dimas.


"Udah nih mau bayar" jawab Wawa menunjuk baju yang dipilih.


"Sini sekalian aja aku bayar" ucap Dimas.


"Eh nggak usah" ucap Wawa.


"Nggak apa-apa sini" Dimas mengambil baju yang dipilih Wawa.


"Ni mbak, pisah ya" Dimas menyodorkan bajunya.


"Iya mas" jawabnya.


"Makasih bang, seharusnya gak usah" ucap Wawa.


"Gak apa-apa" ucap Dimas.


"Abang beli baju buat siapa? Buat pacar abang ya?" tanya Wawa.


"Ini buat Dara" jawab Dimas asal.


"Abang pacaran sama kak Dara?" tanya Wawa.


"Hmm mungkin" jawab Dimas.

__ADS_1


"Kok mungkin sih? Kak Dara udah pulang dari luar negeri?" tanya Wawa.


"Udah" jawab Dimas.


"Ini mas barangnya" ucap kasir.


"Makasih, ini" ucap Dimas mengambil barangnya lalu mengeluarkan black card dan memberikannya kekasir, Wawa yang melihat black card kaget dia melihat tanpa berkedip.


"Bener berarti bang Dimas kaya, wih bisa nih jadi atm berjalan" batin Wawa.


"Ini Wa baju kamu" Dimas menyodorkan kearah Wawa tapi Wawa diam saja.


"Wawa" panggil Dimas.


"Eh iya emm makasih bang" Wawancara langsung mengambil barangnya.


"Ini Mas silahkan datang lagi" ucap kasir menyodorkan kartunya.


"Iya" Dimas mengambil kartu black cardnya.


"Kamu udah, kalau udah sekalian aja pulang bareng" ucap Dimas.


"Udah sih tapi kan rumah abang beda jalur sama rumah aku" ucap Wawa.


"Sama abang mau kerumah sakit jadi arahnya sama, ayo" Dimas menarik tangan Wawa lembut.


"Emang siapa yang sakit bang?" tanya Wawa.


"Astaga kenapa bilang mau kerumah sakit sih" batin Dimas.


"Dara" jawab Dimas.


"Kak Dara sakit apa? Kok bisa sakit sih?" tanya Wawa.


"Kasian ya, nanti kapan-kapan aku sama yang lain jenguk deh" ucap Wawa.


"Hmm iya" balas Dimas.


"Silahkan masuk" ucap Dimas membukakan pintu mobilnya.


"Makasih" Wawa langsung masuk kedalam, Dimas menutup pintunya lalu berjalan kearah pintu disebelahnya. Dimas masuk kedalam mobil menutup pintunya rapat. Dimas memasangkan seat belt Wawa karena Wawa belum memasangnya, Dimas menatap mata Wawa dan begitupun sebaliknya.


"Biar aman" ucap Dimas lalu memasang seat belt untuknya sendiri.


"Eh hehe iya lupa" ucap Wawa gugup, wajahnya memerah karena berpandangan dengan Dimas dengan jarak yang dekat.


Dimas melajukan mobilnya menjauhi mall, dia sesekali melirik Wawa karena merasa dirinya sedang diperhatikan oleh Wawa.


"Kenapa liatinnya kayak gitu?" tanya Dimas, Wawa langsung mengalihkan pandangannya karena kepergok.


"Em hehe ng nggak kok" jawab Wawa salting.


"Wawa bakal tertidur disini, kau lakukan saat Wawa tertidur dimobil ini, nanti aku akan kembali lagi kesini setelah kalian selesai" ucap Andre yang tiba-tiba ada dimobil lalu menghilang kembali suaranya hanya terdengar oleh Dimas.


Wawa mulai mengucek matanya merasakan kantuk yang luar biasanya, Dimas melirik sebentar lalu fokus kejalan lagi, tak lama Wawa tertidur, Dimas memberhentikan mobilnya ditempat sepi.


"Hari ini Wawa besok Sarah hah gak apa-apa demi Dara" ucap Dimas melepaskan seat beltnya.


***

__ADS_1


Andre muncul setelah Dimas selesai berpakaian kembali, Andre menjentikkan jari seketika Wawa sudah berpakaian dan mobil Dimas sudah ada didepan rumah Wawa, bekas-bekas merah ditubuh Wawa hilang aroma tubuh Dimas ditubuh Wawa juga sudah hilang.


"Udah didepan rumahnya aja" ucap Dimas.


"Bangunin sana" ucap Andre duduk dibelakang.


"Wa, Wawa udah sampai" Dimas menggoyangkan tubuh Wawa pelan.


"Emmm" Wawa mengucek matanya lalu melihat sekeliling.


"Eh udah sampai aja, aku ketiduran ya?" ucap Wawa.


"Berarti tadi cuman mimpi, yakali bang Dimas nyentuh gue" batin Wawa.


"Iya tadi kamu tidur" ucap Dimas.


"Ohh, eh makasih ya bang udah nganterin sama bayarin baju aku jadi ngerepotin" ucap Wawa.


"Nggak ngerepotin kok, sana masuk pasti udah ditungguin sama ortu kamu" ucap Dimas.


"Abang gak masuk dulu?" tanya Wawa.


"Nggak, mau kerumah sakit jagain Dara" jawab Dimas.


"Oh iya nanti besok mungkin aku sama yang lain kesana" ucap Wawa.


"Iya terserah kalian, sana masuk udah malam nih" ucap Dimas.


"Aku masuk dulu ya, sekali lagi makasih" ucap Wawa lalu keluar dari mobil, setelah Wawa masuk kedalam rumah Dimas melajukan mobilnya, Andre langsung menjentikkan jarinya seketika itu juga mobil Dimas sudah sampai dirumah sakit.


"Baru juga beberapa meter udah sampai aja" ucap Dimas.


"Serah" Andre langsung menghilang.


Dimas keluar dari mobil berjalan masuk kedalam rumah sakit. Tapi sebelum keruang icu Dimas harus laporan kepada resepsionis.


"Atas nama Dimas mau menjenguk pasien bernama Dara" ucap Dimas.


"Anda tunangannyakan, silahkan tuan anda boleh menjenguk" ucap resepsionis.


"Terima kasih" Dimas berjalan kearah icu.


"Penjagaan Dara sekarang ketat yang mau jenguk aja harus laporan dulu, pasti takut ada yang macem-macem buat kekacauan disini" ucap Dimas pelan.


Dimas masuk kedalam ruangan sebelum masuk Dimas diperiksa oleh penjaga yang ada dipintu masuk keruang icu. Saat masuk Dimas melihat Andre yang sedang mentransfer energi ke Hermione, sedangkan yang lain santai duduk disofa.


"Gimana masih sama keadaan Dara?" tanya Dimas menghampiri Hermione yang terbaring diranjang.


"Sedikit membaik karena energi Santi dan Wawa" jawab Mona.


"Huh syukur deh" ucap Dimas menggenggam tangan Hermione yang sudah tidak terlalu dingin.


Andre ikut bergabung duduk disofa sedangkan Dimas duduk dikursi samping ranjang. Para iblis saling tatap.


"Cuman 1 manusia yaitu Dimas yang mencintai Dara sungguh-sungguh tanpa memandang Dara manusia atau iblis" batin Iliana.


"Iya kau benar, aku senang jika dia mencintai kakakku dengan sangat tulus" batin Andre sambil tersenyum.


"Dan begitupun sebaliknya Dara juga mencintai Dimas" batin Dela.

__ADS_1


"Cinta beda alam" batin Evan.


Bersambung...


__ADS_2