
Xiao Ziya mengajak Lian untuk berkeliling disektar istana kekaisaran. Saat mereka berdua berkeliling, Xiao Ziya melihat Xiao Yuna dan juga Muyen sedang bermesraan seperti biasanya.
"Lihatlah bukankah sepertinya sebentar lagi aku akan memiliki saudara ipar?." ucap Xiao Ziya saat ia dan Lian dengan sengaja lewat di depan Xiao Yuna dan Muyen yang sedang bermesraan.
Karna merasa malu Xiao Yuna dan Muyen mengentikan acara bermesra mesraan mereka. Dan Yuna baru ingat bahwa tadi ia dan yang lain mencari cari Xiao Ziya namun tak bisa menemukannya.
"Adik Ziya dari mana saja kamu? Kami semua tadi mencarimu." ucap Xiao Yuna sambil menghentikan Xiao Ziya yang masih saja berjalan.
"Mari kita temui yang lain, agar aku tak perlu menjelaskannya berulang kali." ucap Xiao Ziya yang lanjut berjalan tanpa berhenti. Lian masih setia mengikuti Xiao Ziya walau tak mengerti apa yang sedang terjadi.
Xiao Ziya, Xiao Yuna, Muyen, dan Lian pergi menuju perpustakaan istana kekaisaran. Xiao Ziya sangat tau bahwa tempat seperti perpustakaan istana kekaisaran adalah tempat yang cocok untuk tempat berkumpul.
Saat sudah sampai di perpustakaan, Xiao Ziya langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu hingga mengejutkan beberapa orang yang ada di sana.
"Adikku sayang darimana saja kau, mengapa kau suka membuat orang lain cemas." ucap Xiao Xun yang langsung berdiri dan menarik tangan adiknya untuk duduk bersama dengannya.
"Untung saja kau kakak laki lakiku jika bukan aku akan memukulmu." ucap Xiao Ziya yang merasa kesal dan pasrah duduk dipangkuan Xiao Xun.
"Jelaskan padaku kemana saja kau, adikku yang nakal." ucap Pangeran Kegelapan sembari mencubit pipi Xiao Ziya. Gadis itu benar benar pasrah diperlakukan seperti itu.
Yang lain hanya bisa tertawa melihat Xiao Ziya yang pasrah sangat lucu dan menggemaskan.
"Aku baru saja membunuh panatua Klan Yin dan juga salah satu cucunya." ucap Xiao Ziya dengan santai. Semua orang yang ada di ruangan itu seperti tertampar. Apa gadis ini sudah gila ? Mengambil nyawa panatua Klan Yin? bagaimana jika nanti Klan Yin menuntut balas. Sekiranya itu yang sedang difikirkan oleh saudara dan saudari Xiao Ziya.
"Bukankah itu terlalu berbahaya, bagaimana jika Klan Yin menuntut kematian panatua mereka di pengadilan kekaisaran? masa depanmu tentu saja akan terancam." ucap Xiao Yan yang tak habis fikir atas apa yang sudah dilakukan adiknya.
"Mereka tidak akan berani, karna aku membunuh panatua Klan Yin tepat didepan semua ketua Klan Yin. Jika mereka melapor kehancuranlah yang akan mereka dapatkan." jelas Xiao Ziya yang membuat Xiao Yan tak bisa berkata kata lagi. Xiao Ziya sangatlah tenang walau sudah menghilangkan nyawa seseorang.
"Gadis ini benar benar diluar dugaan." gumang Muyen yang masih belum bisa percaya dengan apa yang ia baru dengar.
Xiao Ziya menceritakan semua yang ia lakukan pada Klan Yin. Ekspresi saudara saudara Xiao Ziya benar benar sulit untuk dilakukan. Mereka terkejut bukan main dan hampir saja memuntahkan seteguk darah.
__ADS_1
"Adik Ziya kau benar benar membuatku takut." ucap Xiao Yuna dengan tangan gemetaran setelah mendengar hal hal yang Xiao Ziya ceritakan.
"Karna kalian semua sudah tau apa yang terjadi, maka aku akan mengantar temanku terlebih dahulu kekamarnya." ucap Xiao Ziya yang langsung menarik tangan Lian untuk pergi dari perpustakaan.
Setelah selesai mengantar Lian ke salah satu kamar tamu yang ada di istana kekaisaran, Xiao Ziya langsung berjalan menuju penjara tempat Yin Zinxu di kurung. Xiao Ziya melihat lihat isi penjara itu, ada beberapa tawanan yang kondisinya sangat menyedihkan.
"Mengapa ada banyak anak kecil dan lansia yang dipenjara." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat heran. Xiao Ziya menghampiri salah satu sel penjara dan menanyai seseorang yang ada di sana.
"Bagaimana bisa kakek dipenjara di sini." tanya Xiao Ziya pada salah seorang kakek tua yang ada di sana. Kakek itu melihat Ziya dengan penuh rasa kebingungan.
"Apakah kau juga akan dipenjara di sini nak? kaisar sangat tak berperikemanusiaan, ia memenjarakan rakyat yang tak mampu membayar pajak." ucap pria tua itu yang mengira Xiao Yuna juga ingin dipenjara.
"Jadi begitu ceritanya baiklah aku akan meminta ayah untuk membebaskanmu." ucap Xiao Ziya yang langsung menuju sel yang mengurung Yin Zinxu.
Melihat kedatangan Xiao Ziya membuat Yin Zinxu sangat kesal. Untuk apa gadis itu menemuinya, apakah masih kurang hukuman yang ia dapatkan. Tinggal dipenjara yang sangat dingin adalah sebuah mimpi buruk.
"Selamat malam Ketua Yin Zinxu, bagaimana rasanya tinggal di dalam penjara." ucap Xiao Ziya dengan senyum meledeknya.
"Apakah kau tau nenek dan saudara kembarmu sudah tak ada lagi di dunia." ucap Xiao Ziya yang membuat Yin Zinxu berfikir keras, apakah Xiao Ziya sudah membunuh nenek dan juga saudara kembarnya? bukankah mereka ada di Klan Yin. Mereka akan sangat aman di sana.
"Kau sedang membodohiku, tak ada yang bisa menyentuh nenek dan juga saudara kembarku karna mereka ada di klan." triak Yin Zinxu yang berusaha untuk tidak termakan omongan Xiao Ziya yang belum tentu benar.
Xiao Ziya membuka pintu sel, dan masuk kedalam kemudian menguncinya lagi. Sekarang gadis ini sudah ada didepan Yin Zinxu.
"Sekarang waktu mu untuk menyusul nenek dan juga saudara kembarmu." ucap Xiao Ziya sambil terus mendekat ke arah Yin Zinxu. Pemuda itu sangat ketakutan hingga badannya terjatuh dibawah.
"Jangan mendekat, jangan mendekat." ucap Yin Zinxu dengan gugub, badannya basah penuh dengan keringat.
"Sudah waktunya kau pergi dari dunia, bukankah kau ingin melenyapkanku. Sekarang aku yang akan melenyapkanmu bukankah ini impas?." Xiao Ziya tersenyum mirip seperti seorang iblis kecil yang mengerikan.
Xiao Ziya memukul perut Yin Zinxu dengan keras hingga ia memuntahkan seteguk darah. Tidak hanya sampai di situ saja Xiao Ziya mematahkan kedua kaki Yin Zinxu. Pemuda itu berteriak kesakitan hingga membuat tawanan lainnya merasa takut.
__ADS_1
"Apa yang sedang terjadi? apa ada tawanan yang sedang disiksa oleh prajurit kekaisaran." ucap kakek yang ditemui Xiao Ziya tadi.
"Aku tak melihat ada prajurit yang masuk, yang kulihat hanyalah seorang anak perempuan." jawab seorang tawanan yang ada di sel sebelah kakek itu.
"Gadis itu masih sangat muda, dan tak mungkin ia tega melakukan hal semacam itu." ucap sang kakek yang sangat percaya pada Xiao Ziya. Namun bila kakek itu melihat apa yang sebenarnya terjadi mungkin ia akan sangat kecewa.
Xiao Ziya menatap Yin Zinxu yang sedang meraung kesakitan sambil memegangi kakinya yang patah. Tak ada rasa belas kasihan yang terpancar di mata Xiao Ziya, yang ada hanyalah amarah dan api yang sangat membara. Mungkin saja gadis itu sudah kehilangan hati nuraninya untuk saat ini.
"Tolong ampuni nyawaku." ucap Yin Zinxu yang memohon pada Xiao Ziya. Hal itu sama seperti apa yang dilakukan oleh neneknya.
"Tak ada pengampunan untuk orang sepertimu." ucap Xiao Ziya yang langsung membakar tubuh Yin Zinxu dengan api pensucian miliknya. Pemuda itu sangat tersiksa hingga mengucapkan sumpah serapah pada Yin Zinxu.
Xiao Ziya tak mempedulikan apa yang diucapkan oleh Yin Zinxu, yang Ziya tau sekarang beberapa musuhnya telah berhasil ia singkirkan. Xiao Ziyapun pergi dari sel penjara itu dan ia melihat ke arah tawanan lain dan rasa takut terpancar dari wajah mereka.
"Ada apa ini, mengapa kalian seperti sangat ketakutan?." tanya Xiao Ziya yang berpura pura tak mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Kami tadi mendengar ada seorang tawanan yang berteriak kesakitan. Mungkin dia sedang di siksa oleh prajurit yang berjaga." ucap salah seorang tawanan pria yang menjelaskan pada Ziya.
"Aku tadi hanya melihat ada seorang tawanan yang kakinya terjepit besi sel sehingga ia berteriak." ucap Xiao Ziya yang berbohong. Xiao Ziya melakukan semua ini karna ia berfikir tak semua hal yang ia lakukan harus diketahui oleh semua orang. Ada beberapa hal yang memang harus menjadi rahasia.
Xiao Ziyapun keluar dari tempat itu dan mencari keberadaan ayahnya. Namun bukan ayahnya yang ia temukan melainkan Raja Artur. Entah mengapa Raja Artur ada di kamar ayah Xiao Ziya.
"Apa yang kau lakukan di kamar ayahku?." tanya Xiao Ziya dengan keheranan.
Raja Artur menatap Xiao Ziya penuh dengan selidik. Aura yang aneh keluar dari tubuh Xiao Ziya, aura itu bukan aura penguasa dari raja neraka maupun aura membunuh yang biasanya keluar dari tubuh Ziya.
**Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi, tumben kan aku minggu minggu update. Btw pengen banget jalan jalan tapi aku mager, kasurku terlalu nyaman untuk ku tinggal.
Jangan lupa dukung aku dengan vote sebanyak banyaknya.
Komen komen komen dan komen.
__ADS_1
Like, rate, share oke**.